Denyut pembuluh nadi dan balik

Loading...

BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Letakanlah tanganmu tepat di tengah dadamu. Beberapa inci di bawah telatak tangan-dibawah lapisan kulit tipis, otot dan tulang ada jantung. Kita bahkan bisa merasakan denyutannya. Jantung berdenyut tanpa henti, siang dan malam, disepanjang hidup kita.
Jantung adaah ppompa sederhana namun terpercaya. Ia memompa darah keseluruh tubuh disepanjang saluran berbentuk pipa yang disebut pembuluh darah. Darah adalah cairan yang merah yang membawa sari makanan dan oksigen yang vital ke setiap sel tubuh yang jumlahnya milyaran dan membuang kotorannya. Tanpa pasokan dan pembuangan kotoran setiap menitnya ini, semua sel dan tubuh kita akan mati. Itulah sebabnya menagapa jantung harus teus memompa tanpa henti.
Darah juga berperan penting dalam menyembuhkan luka dan menyembuhkan penyakit. Jika kulit kita teriris dan berdarah, secara otomatis darah akan menutup luka terbuka itu untuk menghentikan aliran darah. Dan ketika darah beredar di dalam tubuh, sel-sel khusus dalam darah berjaga-jaga terhadap berbagai indicator penyebab penyakit, serta bersiap-siap menghadapi bakteri, virus dan kuman lainnya yang membuat kita sakit. Hal ini karena secara terus menerus tubuh kita juga selalu diintai oleh kuman-kuman yang fatal terhadap kesehatab kita.
Jantung merupakan suatu mesin kehidupan yang bekerja tiada henti. Kerja jantung dapat dideteksi dengan menghitung berapa denyutan nadi yang ditimbulkannya. Dengan menghitunga lamanya denyutan nadi, maka kita dapat mengetahui bagaimana atau berapa kali jantung kita berdenyut. Mengetahui Jumlah denyut nadi seseorang ,berarti kita dapat mengetahui  kerja jantung, untuk menentukan diagnose, untuk segera mengetahui adanya kelainan-kelainan pada seseorang. Oleh karena itu, pada makalah ini akan di bahas lebih khsus lagi tentang “Denyut Nadi pada Pembuluh Darah dan Deyut Pembuluh Balik”.
B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana denyut nadi pada pembuluh nadi?
2.      Bagaimana denyut pembuluh balik?
C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui denyutan nadi pada pembuluh  nadi.
2.      Untuk mengetahui denutan pada pembuluh balik.
























BAB II
PEMBAHASAN

A.    DENYUT NADI PADA PEMBULUH NADI
  Denyut nadi merupakan denyutan atau dorongan yang dirasakan dari proses pemompaan jantung. Pemeriksaan nadi seharusnya dilakukan dalam keadaan tidur atau istirahat. Ukuran kecepatannya diukur pada beberapa titik denyut misalnya denyut arteri radialis pada pergelangan tangan, arteri brachialis pada lengan atas, arteri karotis pada leher, arteri poplitea pada belakang lutut, arteri dorsalis pedis atau arteri tibialis posterior pada kaki. Pemeriksaan denyut dapat dilakukan dengan bantuan stetoskop        (aadesanjaya, 2011).
Cara menghitung denyut nadi seseorang adalah dengan cara letakkan jari pada pergelangan tangan (jangan menggunakan ibu jari), atau dapat juga meraba daerah leher disamping tenggorokan, atau dapat juga dengan secara langsung menempelkan telinga pada dada orang yang akan diperiksa untuk mendengar detak jantungnya (aadesanjaya, 2011).
Denyut nadi pada orang yang sedang berisitirahat adalah sekita 60 – 80 permenit untuk orang dewasa, 80 – 100 permenit untuk anak-anak, dan 100 – 140 permenit pada bayi. Namun denyut nadi bisa lebih cepat jika seseorang dalam keadaan ketakutan, habis berolah raga, atau sakit panas. Umumnya denyut nadi akan meningkat sekitar 20 kali permenit untuk setiap satu derajat celcius penderita sakit panas (aadesanjaya, 2011).

*      Tempat-tempat menghitung denyut nadi adalah:
- Ateri radalis                   : Pada pergelangan tangan
- Arteri temporalis            : Pada tulang pelipis
- Arteri caratis                  : Pada leher
- Arteri femoralis : Pada lipatan paha
- Arteri dorsalis pedis       : Pada punggung kaki
- Arteri politela                 : pada lipatan lutut
- Arteri bracialis               : Pada lipatan siku
- Ictus cordis                    : Pada dinding iga, 5 – 7

Denyut nadi pada pembuluh nadi (pulpus ) merupakan tanggapan dari dinding pembuluh nadi terhadap perubahan desakan lateral yang disebabkan denyut jantung. Pada umumnya denyut ini dirasakan di pembuluh nadi radialis, karena terletak dipermukaan dan dibantali oleh tulang. Denyut nadi ini dapat dicatat oleh sfigmograp. Denyut nadi pada umumnya memberikan informasi mengenai keadaan jantung dan pembuluh darah. (Taiyeb, 2009).
Denyutan dinyatakan sebagai ekspansi dan dorongan balik arteri secara berganti-ganti. Ada dua faktor yang bertanggung jawab bagi kelangsungan denyutan yang dapat dirasakan. Pertama, pemberian darah secara berkala dengan selang waktu pendek dari jantung ke aorta, yang tekanannya berganti-ganti nak turun dalam pembuluh darah. Bila darah mengalir tetap dari jantung ke aorta, tekanan akan tetap, sehingga tidak ada denyutan. Kedua, elastisitas dinding arteri yang memungkinkannya meneruskan aliran darah dan aliran balik. Bila dinding tidak elastic, seperti dinding sebuah gelas, masih tetap ada penggantian tekanan tinggi-rendah dalam sistol dan diastole ventrikel, namun dinding tersebut tidak dapat melanjutkan aliran dan mengembalikan aliran (Soewolo et,all.2003).


Menurut Taiyeb (2009), Denyut nadi dapat diraba oleh dokter untuk mengetahui beberapa keadaan :
1.      Frekuensi
Frekuensi denyut nadi adalah banyaknya denyut per menit, yang tergantung dari frekuensi denyut jantung. Frekuensi denyut jantung yang meningkat disebut tachycardia atau denyut nadinya disebut denyut frekuens. Sedangkan denyut jantung yang menurun disebut bradicardia dan denyut nadinya disebut denyut rarus.
2.      Amplitudeo
Pada kurva denyut nadi, amplitudo dapat terlihat dari tingginya gelombang denyut nadi. Bila amplitudonya besar disebut nadi besar (pulsus magnus) sedangkan amplitudo yang kecil disebut denyut nadi kecil (pulsus parvus). Amplitudonya menunukan luat kontraksi jantung.
3.      Kesamaan
Kesamaan denyut nadi adalah kesamaan denyut nadi yang satu dengan yang lainnya. Pada denyut yang normal, semua denyutnya mempunyai amplitudo yang sama.
4.      Keteraturan
Keteraturan denyut nadi adalah lamanya waktu antara denyut nadi yang satu dengan yang berikutnya. Suatu denyut nadi dikatakan teratur atau tidak teratur tergantung dari apakah interval antara 2 denyut nadi sama atau tidak. Denyut yang tidak teratur dapat disebabkan karena denyut nadi jantung premature, fibrilasi serambi jantung, blockade jantung yang tidak sempurna dan tahap-tahap pernafasan.
5.      Tegangan
Tegangan adalah gaya yang diperlukan untuk menahan denyut nadi. Ini menunjukan tingkatan tekanan darah.


KOMPONEN KURVA (GELOMBANG) DENYUT NADI
            Kurva denyut nadi terdiri dari beberapa komponen sebagai berikut : kurva yang naik (anarkot), puncak (sumit) dan kurva yang menurun (katakrot).
Kurva denyut nadi dapat dilihat pada gambar dibawah ini .

MEKANISME PERAMBATAN (TRANSMISI) DENYUT NADI PADA PEMBULUH NADI

            Bila darah dipancarkan oleh bilik kiri jantung menuju aorta selama sistol bagian permulaan aorta ( A pada gambar) membesar dan tekanan di A juga meningkat. Tekanan yang meningkat ini kemudian dapat menyebabkan darah bergerak sepanjang pembuluh darah. Pergerakan darah ini menyebabkan distensi aorta di B dank arena sifat kekenyalan aorta, A akan kembali kepada ukuran dan bentuk semula. Tekanan yang meningkat di B selanjutnya menimbulkan proses yang sama seperti tersebut diatas dan C sekarang menadi besar dan demikian seterusnya.
Kecepatan merambat denyut nadi di aorta adalah 3-5 m per detik, dipembuluh  nadi besar 7-10 m per detik dan di pembuluh nadi kecil 15-40 m per detik.
Pada umumnya makin kecil distensibilitas suatu pembuluh darah, kecepatan merambat denyut nadinya makin tinggi. Maka dari itu pembuluh darah yang mempunyai garis tengah kecil (distensibilitas kecil) dapat merambatkan denyut jantung dengan kecepatan tinggi.
i. Kecepatan merambat denyut nadi sepanjang pembuluh darah lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan bergeraknya darah sepanjang pembuluh darah.

PERUBAHAN POLA GELOMBANG DENYUT SELAMA MERAMBAT DISEPANJANG DINDING PEMBULUH
           
Setiap sistol ventrikel dimulai dengan sebuah denyutan baru, mendahului gelombang ekspansi melalui arteri, ini dikenal sebagai gelombang denyutan. Gelombang denyutan berangsur-angsur berkurang karena mengalir dan hilang semuanya dalam kapiler. Denyutan yang dirasakan dalam arteri radialis, pada pergelangan tangan tidak serupa dengan kontraksi ventrikel namun sedikit mengikuti setiap kontraksi ventrikel dengan interval yang cukup besar. makin jauh dari jantung, denyutan makin menghilang, intervalnya lbih lama. Secara umum denyutan dapat dirasakan pada arteri yang terletak dekat permukaan, berlandaskan tulang atau latar belakang yang kuat (Soewolo et,all.2003).
Denyutan vena hanya Nampak dalam vena besar, terutama yang berdekatan dengan jantung, sesuai perubahan dalam tekanan darah vena yang berlangsung bergantian dari kontraksi dan relaksasi atria jantung. Denyutan vena tidak memberikan arti klinis, karena denyutan ini jarang dapat direkam (Soewolo et,all.2003).
Gelombang denyut pada umumnya merambat dari aorta kea rah pembuluh nadi yang terdapat dibagian tepi. Selama perjalanan tersebut, pola gelombang denyut berubah.
Menurut Taiyeb (2009), Faktor yang bertanggung jawab terhadap perubahan pola gelombang denyut adalah :
1.      Adanya distorsi dan peredaman dari pada komponen gelombang denyut.
2.      Adanya perbedaan kecepatan parambatan denyut di beberapa bagian pembuluh darah.
3.      Adanya suatu gelombang denyut yang arahnya berlawanan terhadapa gelombang lain.














4.      Adanya perubahan energy kinetic menjadi energy potensial.
5.      Adanya perbedaan distensibilitas dan garis tengah pembuluh darah.

BENTUK ABNORMAL KURVA DENYUT NADI

Ketidaknormalan denyut nadi dapat disebabkan karena beberapa keadaan sebagi berikut:
1.    Stenosis Aorta
Bila katup aorta menjadi sempit, pancaran darah dari bilik kiri ke aorta selama sistol menjadi agak terhambat. Kurva denyut nadi yang terjadi kecil dan puncaknya dicapai secara lambat. Kompensasi dari keadaan yang tidak normal ini, ialah percepatan denyut nadi dan peningkatan kuat kontraksi jantung (Taiyeb, 2009).         
Kuat kontraksi bilik jantung yang kuat dengan katup aorta yang sempit, dapat memancarkan lebih banyak darah, tetapi bila disertai dengan denyut jantung yang meningkat, tekanan sistol menjadi lebih kecil dari normal, sedangkan tekanan diastole lebih besar dari normal. Jadi pada stenosis aorta bentuk denyut nadi agak datar dan mempunyai amplitudo yang kecil. Denyut nadi yang kecil ini denyut kecil atau pulvus parvus (Taiyeb, 2009).
2.    Regurgitasi aorta
Bila terjadi kebocoran pada katup bulan sabit aorta, maka selama diastole sebagian darah yang dipancarkan ke aorta mengalir kembali ke bilik jantung, karena itu tekanan diastole menurun dengan cepat sampai tingkatan rendah. Volume ventrikel pada akhir diastole yang sangat meningkat mengakibatkan kontraksi yang kuat selama sistol, sehingga tekanan sistol meningkat dengan cepat dan mempunyai puncak yang tinggi. Maka dari itu desakan nadi yang akan meningkat, denyut nadi yang besar ini disebut denyut  nadi besar atau pulsus magnus. Bila lengan penderita diangkat diatas dataran jantung, denyutnya menjadi lebih besar. Kurvanya cepat naik dan cepat turun. Kurva ini disebut water hammer atau Corrigan’s pulse (Taiyeb, 2009).  
3.    Pengerasan pembuluh nadi
Bila proses pengerasan terjadi pada pembuluh darah yang besar saja, maka hanya mengakibatkan kekenyalan menurun sehingga tekanan sistol meningkat, sedangkan tekanan diastole menurun. Tetapi bila pembuluh darah yang kecil yang terlibat dalam proses pengerasan sehingga garis tengah pembuluh nadi kecil, maka tahanan menjadi meningkat dan akibatnya tekanan diastole juga meningkat. Pada kedua keadaan tersebut diatas meskipun tekanan sistol dan tekanan diastole sama-sama meningkat , tetapi kenaikan tekanan sistol melebihi kenaikan tekanan diastole sehingga denyut nadi tetap akan meningkat. Jadi pada pengerasan pembuluh nadi (arteriosclerosis), pada umumnya terjadi peningkatan desakan nadi.
4.    Denyut nadi lemah
Denyut nadi lemah pada pembuluh nadi radialis, pada umumnya menunjukkan bahawa jumlah darah yang dipancarkan oleh jantung tiap denyut kurang dari normal. Hal ini dapat terjadi karena beberapa keadaan sebagai berikut:
a.    Frekuensi denyut jantung yang cepat dapat menyebabkan volume sekuncup menurun dan ini dapat mengakibatkan denyut nadi lemah
b.    Keluaran jantujgn yang menurun dengan frekuensi denyut jantung yang normal menyebabkan volume sekuncup menurun dan akibatnya denyut nadi menjadi lemah.
Keluaran jantung dan frekuensi denyut jantung yang normal kadang-kadang juga terjadi apabila denyut nadi lemah. Dalam hal ini diakibatkan karena kondisi local pada tangan dan lengan atas. Bila tanagn dan lengan atas menjadi dingin, pembuluh nadi menjadi vasospastik, sehingga denyut nadi agak sukar dit=rambatkan sepanjang pembuluh nadi radialis. Dalam hal ini juga terjadi denyut nadi yang lemah, meskipun tidak ada kelainan pada sistem pembuluh darah. Kadang-kadang penebalan pembuluh nadi radialis dapat melemahkan denyut nadi, meskipun pada umumnya pengerasan pembuluh nadi pada apembuluh darah yang mana saja, disamping pembuluh nadi radialais dapat menyebabkan pulsus kuat (Taiyeb, 2009).
5.    Denyut paradoksus
Seringkali denyut nadi menjadi kuat, kemudian lemah, menjadi kuat lagi dan demikian seterusnya sesuai dengan fasa pernafasan. Hal ini disebabkan karena keluaran jantung meningkat dan menurun menurut fasa pernapasan. Selama penarikan nafas, seluruh pembuluh diparu-paru membesar sebagai akibat kenegatifan rongga dada meningkat. Karena itu darah tertimbun di dalam paru-paru dan jumlah darah yang mengalir ke bilik jantung kiri menurun selama penarikan nafas. Akibatnya volume sekuncup menurun dan nadi menjadi lemah.
Selama penghembusan napas, sejumlah darah yang mengalir ke bilik kiri meningkat dan denyut nadi menjadi kuat. Semua kejadian tersebut merupakan hal yang normal bagi semua ornag dan ini terlihat pada penyumbatan jantung (cardiac temponade) dan pernafasan yang dalam (Taiyeb, 2009).
6.    Denyut kurang
Keiramaan jantung tidak teratur pada fibrilasi serambi jantung. Irama yang tidak tertaur juga sering terjadi bila penyimpangan pacu jantung (aberrant pacemaker) toimbul di serambi atau bilik, sehingga menimbulkan denyut yang waktunya abnormal. Pada hilang irama (arhytmia) dua denyut yang berturutan sangat dekat, sehingga denyut yang kedua tidak menyebabkan pancaran darah dari bilik ke aorta. Dalam hal ini masih dapat mendenga denyut jantung yang kedua tetapi, tidak dapat merasakan denyut nadi pada pembuluh nadi radialis. Jadi denyut kurang (dneyut deficit) dapat dipakai sebagi petunjuk terdapatnya fibrilasi serambi atau hilang irama yang lainnya. Denyut deficit dapat dihitung dari perbedaan frekuensi denyut nadi radialis (dengan jalan meraba). Makin besar denyut deficit, berarti makin banyak kontraksi jantung yang tidak memancarkan darah (Taiyeb, 2009). 

B.     DENYUT PEMBULUH BALIK
            Denyut nadi yang merambat sepanjang pembuluh nadi, pada umumnya hilang sebelum denyut nadi tersebut meninggalkan kapiler menuju ke arah pembuluh balik. Denyut nadi merambat searah dengan aliran darah, tetapi denyut balik yang ditimbulkan oleh aktiviatas serambi kanan merambat berlawanan denagn alirana darah sepanjang pembuluh balik. Denyut balik ini tidak dapat mencapai pembulu balik yang letaknya jauh, karena kebanyakan pembuluh balik yang teradpat di rongga dada mengalami kompresi oleh jaringan yang mengelilinginya. Keadaan yang demikian ini menyebabkan denyut balik tidak dapat merambat ke pembuluh balik yang ada di bagian tepi pembuluh. Bila karena sesuatu hal, tekanan serambi kanan menjadi besar (pada kegagalan jantung), pembuluh banyak terisi darah sehingga pembuluh tersebut dengan mudah dpat merambatkan denyut balik (Taiyeb, 2009).
            Menutu Taiyeb (2009), kurva denyut balik terdiri dari:
1.    Gelombang a.
Gelombang a timbul karena kontraksi serambi kanan.
2.    Gelombang c
Gelombang c terjadi ketika bilik kanan berkontraksi dan disebabkan karena tiga factor yaitu:
a.    Aliran kembali dari bilik kanan ke serambi kanan selama bilik kanan berkontraksi.
b.    Penonjolan katup kelopak tiga ke arah serambi kanan sebagai akibat tekanan yang meningkat di bilik kanan selama periode kontraksi isovolumetrik.
c.    Tertariknya otot serambi kanan oleh otot bilik kanan pada waktu otot ini berkontraksi
3.    Gelombang v
Gelombang v merupakan hasil penimbunan darah di serambi kanan selama sistol bilik kanan. Selama sistol bilik kanan, katup kelopak tiga menutup dan darah banyak masuk ke serambi kanan dari batang pembuluh balik (vena cava). Tekanan serambi kanan terus meningkat dan ini semua menyebabkan gelombang v.
Katup kelopak tiga membuka sehingga darah mengalir dengan cepat dari serambi kanan ke bilik kanan. Hal ini menyebabkan hilangnya gelombang v. Pada kegagalan jantung, denyut pembuluh balik cukup penting. Orang dapat melihat pembuluh balik di daerah leher berdenyut. Memang ini merupakan petunjuk yang penting bagi kegagalan jantung yang parah. Dulu denyut balik dipakai untuk kepentingan diagnose. Interval a-c hampir sama dengan interval P-R. sebelum ada pengetahuan mengenai elektrokardiografi, interval a-c dipakai sebagai ukuran untuk menyatakan perlambatan permabatan impuls dari serambi ke bilik jantung. Jadi denyut balik dapat dipakai untuk mendiagnosa terdapatnya blockade jantung (Taiyeb, 2009). 




















BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Denyut nadi pada pembuluh nadi (pulpus ) merupakan tanggapan dari dinding pembuluh nadi terhadap perubahan desakan lateral yang disebabkan denyut jantung. Pada umumnya denyut ini dirasakan di pembuluh nadi radialis, karena terletak dipermukaan dan dibantali oleh tulang. Denyut nadi ini dapat dicatat oleh sfigmograp. Denyut nadi pada umumnya memberikan informasi mengenai keadaan jantung dan pembuluh darah. Ada banyak faktor yang mempengaruhi denyut nadi seperti suplai darah dan keelastisan pembuluh darah. Dengan menghitung jumlah denyut nadi, kita dapat mengetahui frekuensi, amplitude, kesamaan, keteraturan, tegangan.
            Denyut nadi yang merambat sepanjang pembuluh nadi, pada umumnya hilang sebelum denyut nadi tersebut meninggalkan kapiler menuju ke arah pembuluh balik. Denyut nadi merambat searah dengan aliran darah, tetapi denyut balik yang ditimbulkan oleh aktiviatas serambi kanan merambat berlawanan denagn alirana darah sepanjang pembuluh balik. Denyut balik ini tidak dapat mencapai pembulu balik yang letaknya jauh, karena kebanyakan pembuluh balik yang teradpat di rongga dada mengalami kompresi oleh jaringan yang mengelilinginya.












DAFTAR PUSTAKA
Aadesanaya.2011. Perhitungan Denyut nadi Jantung http://aadesanjaya .blogspot.com/2011/06/perhitungan-denyut-nadi-jantung.html. diakses tanggal 11 Agustus 2011.

Campbell et al. 2004. Biologi Edisi Kelima_Jilid III. Jakarta : Erlangga.
Soewolo et al. 2003. Fisiologi Manusia. Jakarta : JICA.
Taiyeb, Mushawwir. 2009. Fisiologi Peredaran. Makassar : Universitas Negeri Makassar.


Muliana G. H., S. Pd - 2015 , Mata Kuliah Fisiologi Peredaran, Fisiologi Hewan
Loading...

0 Response to "Denyut pembuluh nadi dan balik"

Posting Komentar