Kesamaan aliran kembali dengan keluaran jantung


Kecuali untuk beberap detik, yaitu pada waktu darah terkumpul atau keluar dari jantung atau paru-paru, maka aliran kembali harus sama dengan keluaran jantung. Faktor yang pada u,umnya mempengaruhi baik kemampuan memompa jantung maupun aliran balik adalah tekanan aliran balik adalah tekanan atrum kanan akan meningkatkan keluaran jantung, tetapi meningkatnya tekanan atrium kanan dapat juga menurunkan aliran kembali.
Bila tekanan atrium kanan meningkat dengan sangat, keluaran jantung melebihi aliran kembali. Akibatnya darah akan lebih banyak dipompa keluar atrium kanan daripada darah yang masuk ke atrium kanan. Maka dari itu tekanan atrium kanan kemudian akan menurun sampai suatu saat dimana keluaran jantung sama dengan aliran kembali. Dari hasil percobaan didapatkan bahwa keseimbangan antara keluaran jantung dengan aliran kembali akan tercapa dalam waktu kira-kira 4 sampai 5 detik atau selama kira-kira 6 denyut. Sebaliknya bila tekanan atrium kanan menurun sekali, maka aliran kembali akan lebih besar daripada keluaran jantung dan akibatnya darah akan terkumpul di aliran kanan sampai suatu saat tekanan atrium kanan kembali kepada suatu harga dimana keluaran jantung sama dengan aliran kembali. Juga dalam hal ini dibutuhkan waktu selama beberapa denyut agar tercapai keseimbangan.
Text Box: (liter/menit)               
10          
               
                15
               
                0
                    -4   -2   0   2   4   6   8      
                       Tekanan atrium (mmHg)
Kurva keseimbangan antara keluaran jantung dan aliran kembali

Jadi dapat disimpulkan bahwa aliran kembali dan keluaran jantung dapat menyesuaikan satu sama lain secara otomatis sampai mencapai harga yang sama. Harga yang sama antara aliran kembali dan keluaran jantung atau dapat dikatakan pada keadaan seimbang. Titik potong antara keluaran jantung dan aliran kembali disebut titik keseimbangan.

Analisa perubahan keluaran jantung pada berbagai-bagai keadaan fisiologis.
Bila kita hendak berusaha untuk menganalisa pengaruh beberapa perubahan fisiologis terhadap keluaran jantung, kita harus mempertimbangkan pengaruh perubahan-perubahan tersebut terhadap :
1.       Kemampuan memompa jantung dan juga terhadap
2.       Aliran kembali
Dan akhirnya kita harus yang meng-evaluasi kedua faktor tersebut dan harus mencari apa pengaruhnya terhadap keluaran jantung.

Pengaruh rangsangan saraf simpatik terhadap keluaran jantung
Perangsangan saraf simpatik dapat menguatkan jantung, maka dari itu dapat meningkatkan kemampuan memompa jantung. Perangsangan saraf simpatik juga cenderung meningkatkan aliran kembai. Pengaruh stimulasi simpatik yang sedang (moderate) dan juga maksimum terhadap kemampuan memompa jantung dapat dilihat di kurva di bawah ini.


Text Box:  (liter/menit)                25
                20
                15
                10
                5
                0
                    -4   -2   0   2   4   6   8   10   12   14   16
                                Tekanan atrium kanan (mmHg)

Pada kurva ditunjukkan adanya peningkatan yang agak besar dari kemampuan memompa jantung bila terjadi stimulasi saraf simpatik. Pengaruh simpatik terhadap aliran kembali juga dapat dilihat pada kurva di atas. Pengaruh yang utama adalah meningkatkan tekanann rata-rata peredaran dan poeningkatan ini akan mengakibatkan meningkatnya aliran kembali. Tetapi stimulasi saraf simpatik kadang-kadang dapat meningkatkan tahanan terhadap aliran kembali, maka dari itu kurva aliran kembali akan sedikit mendatar. Sekarang akan dianalisa pengaruh stimulasi saraf simpatik yang sedang dan maksimum terhadapa keluaran jantung.
                Titik A menunjukkan perpotongan antara kurva keluaran jantung yang normal dengan kurva aliran kembali yang normal. Titik A ini disebut titik keseimbangan (equilibrium point). Pada titik A ini ditunjukkan besarnya tekanan atrium kanan yang normal (0 mmHg). Pada stimulasi yang sedang, kedua kurva akan sedikit naik dan titik keseimbangan yang baru akan tercapai di titik B. Pada titik B ini ditunjukkan adanya oeningkatan keluaran jantung(7,5 liter oer menit) dan oenurubnan tekanan aatrium kanan (-1 mmHg). Pada stimulasi saraf simpatik yang maksimum, kedua kurva akan lebih naik lagi dan titik keseimbangan yang baru adalah titik C. Disini juga ditunjukkan bahwa keluaran jantung lebih meningkat lagi (10 liter per menit) dan tekanan atrium kanan menurun lagi (-1,5 mmHg).

Pengaruh gerak badan (exercise) terhadap keluaran jantung
Ada 2 faktor selama gerak badan yang dapat mempengaruhi keluaran jantung.
1.       Selama gerak badan, aktivitas saraf simpatik sangat meningkat, sehingga pengaruhnya terhadap keluaran jantung juga sama sepert pembahasan di atas.
2.       Tekanan terhadap aliran darah yang menuju ke otot-otot yang aktif sangat menurun, maka dari itu akan menurunkan tekanan terhadap aliran kembali dan akibatnya kurva aliran kembali akan lebih curam.
Pengaruh gerak badan terhadap keluaran jantung dapat dilihat di bawah ini

                35
                30
Text Box:  (liter/menit)                25
                20
                15
                10
                5
                0
                    -4   -2   0   2   4   6   8   10   12   14   16
                                Tekanan atrium kanan (mmHg)
Dalam menganalisa pengaruh gerak badan terhadap keluaran jantung didapatkan bahwa gerak badan yang sedang/cukup akan mengakibatkan :
1.       Kurva keluaran jantung akan meningkat
2.       Kurva aliran kembali akan menggeser tekanan, sebagai akibat dari meningkatnya tekanan rata-rata sirkulasi. Meningkatnya tekanan rata-rata sirkulasi dalam hal ini disebabkan karena adanya stimulasi saraf simpatik
3.       Kurva aliran kembali menjadi lebih curam, karena tahanan terhadap aliran kembali berkurang.
Jadi hasil akhirnya adalah perubahan titik keseimbangan dari titik A ke titik B. Pada titik keseimbangan B, terlihat bahwa besarnya keluaran jantung meningkat menjadi 2 kali (10 liter per menit), sedangkan besarnya tekanan atrium kanan adalah kurang lebih konstan (0 mmHg).
Pada gerak badan yang berrat, stimulasi saraf simpatik lebih besar lagi. Akibatnya kurva keluaran jantung akan meningkat samapai maksimum dan kurva aliran kembali akan menggeser lebih cram lagi. Dalam hal ini titik keseimbangan yang baru adalah titik C. Pada titik C ini terlihat bahwa besarnya keluaran jantung menjadi 21 liter per menit, sedangkan besarnya tekanan atrium kanan adalah 3 mmHg.

Pengaruh latihan-latihan yang dilakukan oleh olahragawan terhadap keluaran jantung
Latihan gerak badan yang dilakukan terus menerus akan menguatkan jantung. Keadaan yang demikian ini sebagian disebabkan karena :
1.       Hipertrofi otot jantung
2.       Meningkatnya efisiensi otot jantung sebagai akibat meningkatnya timbunan glikogen, protein dan zat-zat yang lain.
Pada keadaan tersebut diatas, titik keseimbangan yang baru adalah titik D. Jadi pada olahragawan yang berlatih, besarnya keluaran jantung kadang-kadang dapat mencapai 25 samapi 30 liter setiap menit, sedangkan besarnya tekanan atrium kanan adalah normal.
Pengaruh transfusi terhadap keluaran jantung dan aliran kembali
Kurva di bawah menunjukkan pengaruh transfusi sejumlah darah terhadap seseorang.
Pengaruh transfusi terhadap kurvaaliran kembali adalah sebagai berikut :
Text Box:  (liter/menit)                25
                20
                15
                10
                5
                0




By Muliana G. H., S. Pd - 2015, Mata Kuliah Fisiologi Peredaran

0 Response to "Kesamaan aliran kembali dengan keluaran jantung"

Posting Komentar