Proses pertukaran cairan melintasi dinding kapiler dan berbagai faktor yang berpengaruh dalam kemampuan memompa jantung


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kebutuhan hidup setiap makhluk hidup merupakan suatu hal yang harus terpenuhi agar kehidupan dapat terus berlanjut. Salah satunya adalah kita memerlukan oksigen untuk bernafas agar dapat bertahan hidup. Hal ini pun merupakan salah satu cirri makhluk hidup. Selain itu, bernapas juga berperan penting dalam kerja system tubuh yang lain, yaitu sistem sirkulasi dalam tubuh. Sistem sirkulasi dengan organ utama jantung merupakan sistem dalam tubuh yang bekerja untuk memompa dan mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh melalui pembuluh-pembuluh darah yang bercabang dari jantung.
Dalam peredarannya, darah dan cairan-cairan tubuh lainnya mengalir masuk dari satu pembuluh ke pembuluh berikutnya menuju ke seluruh pelosok dalam tubuh untuk member pasokan nutrisi dan segala yang dibutuhkan oleh sel-sel penyusun tubuh agar dapat terus melakukan metabolisme. Aliran ini pun terjadi dengan adanya kerja jantung yang terus memompa selama hidup, sehingga terjadi desakan-desakan dalam pembuluh darah untuk tersu bergerak maju dan tidak mengalami aliran balik. Pentingnya aliran darah ini adalah satu hal yang sangat vital, ketika darah berhenti mengalir karena jantung tidak memompanya lagi, maka tubuh akan mulai mengalami kematian.
B.     Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui bagaimana proses pertukaran cairan melintasi dinding kapiler dan berbagai factor yang berpengaruh dalam kemampuan memompa jantung.



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pertukaran Cairan Melintasi Dinding Kapiler (Transcapillary Exchange)
Pertukaran cairan melintasi dinding kapiler tergantung dari 2 faktor, yaitu : gaya filtrasi (filtration force) dan gaya absorbsi (absorption force) di plasma darah dan di cairan jaringan. Menurut hipotesis yang dikemukaakn oleh Straling (1895), bahwa arah dari pergerakan cairan melintasi dinding kapiler ditentukan oleh neraca (balance) antara gaya filtrasi dengan gaya absorbsi (Taiyeb, 2009).
1.      Gaya Filtrasi
Gaya filtrasi merupakan gabungan antara :
a)      Tekanan hidrostatis kapiler (capillary hydrostatic pressure / CHP)
b)      Tekanan osmosis cairan jaringan (tissue osmotic pressure / TOP)
2.      Gaya Absorbsi
Gaya absorbsi merupakan gabungan antara :
a)      Tekanan hidrostatis cairan jaringan (tissue hydrostatic pressure / THP)
b)      Tekanan osmosis plasma (plasma osmotic pressure / POP)
Jika gaya filtrasi lebih besar daripada gaya absorbs, cairan akan bergerak dari plasma darah menuju ke cairan jaringan. Sebaliknya, jika gaya filtrasi lebih kecil daripada gaya absorbs, maka cairan akan bergerak dari cairan jaringan menuju ke plasma darah. Hubungan antara gaya tersebut dapat dilihat pada gambar berikut.


By Muliana G. H., S. Pd - 2015, Mata Kuliah Fisiologi Peredaran

0 Response to "Proses pertukaran cairan melintasi dinding kapiler dan berbagai faktor yang berpengaruh dalam kemampuan memompa jantung"

Posting Komentar