Reproduksi Kangguru (Macropus giganteus)


Reproduksi Kangguru (Macropus giganteus) 

By Muliana G. H., S. Pd - 2015, Mata Kuliah Reproduksi Vertebrata


Pendidikan Biologi. Makhluk hidup dapat menjaga kelanjutan generasinya melalui sistem reproduksi yang berfungsi sempurna. Akan tetapi, manusia dan hewan tidak cukup memiliki sistem reproduksi saja. Mereka juga memerlukan naluri khusus, yaitu naluri seksual, yang membuat proses reproduksi menjadi menarik. Bila tidak, kebanyakan hewan tidak akan mencoba melakukannya meski mempunyai kesempatan untuk bereproduksi. Demikian pula, mereka tentu menghindari kegiatan seksual saat menyadari sulitnya melahirkan, bertelur, dan masa pengeraman. 

Dorongan seksual semata juga tidak akan cukup. Meskipun makhluk hidup berhubungan seksual dan menghasilkan individu baru, spesies mereka bisa saja punah bila mereka tidak diciptakan mempunyai naluri untuk melindungi dan merawat anaknya. 

Kanguru atau kanggaroo adalah hewan mamalia yang memiliki kantung (marsupialia). Kata kanguru diambil dari bahasa Aborigin yaitu gangguru. Hewan ini termasuk hewan khas Australia. Kanguru memiliki kebiasaan tidur disiang hari dengan udara yang panas dan berkembang biak apabila ada hujan dan tumbuh tanaman baru, Kanguru juga memiliki dua kaki yang kuat dan telapak kaki yang besar, yang sangat membantunya dalam berpindah tempat dengan cara melompat. Sistem reproduksi kanguru sangat berbeda dengan hewan lainnya. Embrio kanguru melewati beberapa tahap perkembangan di luar rahim, yang biasanya terjadi di dalam rahim.

FISIOLOGI KANGURU 

Bagian tubuh terbagi menjadi bagian dorsal, ventral, dan lateral. Di bagian tubuh terdapat 2 pasang anggota gerak, anggota gerak bagian depan jauh lebih kecil dari anggota gerak bagian belakang. Anggota gerak bagian belakang kanguru memiliki telapak kaki yang dilengkapi otot-otot yang di desai khusus untuk melompat, oleh karena itu kanguru dapat melompat dengan sangat cepa. Di bagian ventral tubuh terdapat kantung, kantung mempunyai fungsi ganda, yaitu sebagai kandungan kedua dan sebagai tempat terdapatnya puting susu. Kantung yang berada di perut inilah yang merupakan keistimewaan kanguru, sehingga dimasukan dalam Ordo Marsupialia dalam kelompok Mammalia Metatheria walaupun ada juga beberapa spesies kanguru yang tidak memiliki kantung. Di bagian ekor, terdapat ekor, lubang anus, dan organ reproduksi bagian luar. Ekor kanguru memiliki struktur yang kuat, berotot, ekor ini berguna untuk membantu pergerakan pada kanguru saat kanguru tidak sedang melompat. 


Sistem gerak Kanguru
Kanguru merupakan hewan yang unik, dia bergerak dengan cara melompat, kanguru mampu melompat dengan kecepatan 20-25 km/jam (kategori lambat), 40-45 km/jam (umumnya), 70km/jam (cepat). Kanguru dapat melompat seperti itu karena didukung oleh struktur kaki terutama telapak kakinya yang dibentuk oleh otot tebal yang juga dapat memantul-mantul, selain bergerak kanguru juga bisa berlari dengan langkahan selang-seling kaki yang tidak menapak di tanah, jadi seolah-olah seperti melompat, jika sedang berjalan seperti itu, kanguru memerlukan bantuan dari ekornya untuk mengibas ke kiri dan ke kanan. Kanguru tidak dapat berjalan mundur dikarenakan struktur tubuhnya yang melengkung ke depan dan struktur ekornya yang berotot. 

PERILAKU MENUJU PERKAWINAN 

Ketika kanguru betina mendekati siklus berahi, maka jantan akan mengikuti betina untuk memastikan waktu yang tepat ia akan kawin. Seekor kanguru jantan cenderung akan menjaga jarak sekitar 2 meter dari betina. Namun, betina sering menolak jantan berdasarkan ukurannya. Kanguru betina cenderung menolak kanguru jantan yang berukuran kecil. Durasi kopulasi biasanya berlangsung antara 15 sampai 30 menit. Dan periode kehamilan kanguru sekitar 31 sampai 36 hari. 

PERKEMBANGAN EMBRIO KANGURU 

Tidak lama setelah pembuahan, dilahirkan bayi kanguru yang buta, panjangnya satu sentimeter. Biasanya hanya seekor yang lahir. Pada tahap ini bayi kanguru disebut neonatus. Sementara embrio semua mamalia melewati tahap ini di dalam rahim induknya, anak kanguru lahir saat panjangnya baru satu sentimeter. Neonatus tersebut belum berkembang sempurna: kaki depan belum berbentuk, dan kaki belakang baru merupakan tonjolan kecil. Dengan keadaan seperti itu, neonatus tentu tidak dapat meninggalkan induknya. 

Setelah keluar dari rahim, neonatus bergerak memanjat menggunakan kaki depan menyusuri bulu-bulu tubuh induk dan tiga menit kemudian tiba di kantong induknya. Kantong induk bagi neonatus sama dengan rahim bagi mam Pada tahap ini, induk kembali mengalami ovulasi dan sel telur terbentuk di dalam rahim. Betina sekali lagi berkopulasi dengan jantan sehingga sel telur dibuahi. Namun, sel telur yang dibuahi tidak segera berkembang. Bila wilayah Australia Tengah mengalami musim kemarau panjang, seperti yang sering terjadi, telur yang dibuahi tersebut tidak mengalami perkembangan sampai musim kemarau selesai. 

Bila musim hujan datang dan padang rumput tumbuh, perkembangan sel telur dimulai kembali.alia lain. Perbedaannya adalah pada mamalia lain anak terlahir dalam bentuk bayi, sedangkan kanguru masih berupa neonatus ketika keluar dari rahim. Kaki, muka, dan banyak organ lainnya belum terbentuk. Neonatus yang telah mencapai kantong, menempelkan dirinya ke salah satu dari empat puting susu dan mulai menyusu. Apabila cuaca mendukung, 33 hari setelah pembuahan, neonatus baru yang sebesar biji kacang merah, merayap dari mulut rahim dan mencapai kantong induknya seperti yang dilakukan kakaknya. Sementara itu, neonatus pertama di dalam kantong telah mengalami pertumbuhan yang nyata. Ia tumbuh tanpa mengganggu adiknya yang panjangnya hanya satu sentimeter. Setelah berumur 190 hari, anak kanguru sudah cukup dewasa untuk keluar dari kantong induknya. Mulai saat itu, anak kanguru menghabiskan sebagian besar waktunya di luar kantong dan sepenuhnya meninggalkan kantong pada umur 235 hari. 


Tidak lama sesudah kelahiran anak kedua, kanguru betina kembali berkopulasi, sehingga jumlah anak yang menggantungkan hidup pada induk adalah tiga ekor. Anak pertama sudah dapat makan rumput, namun kadang-kadang kembali ke kantong untuk menyusu; anak kedua masih berkembang dengan menyusu; anak ketiga, yang terkecil, masih dalam bentuk neonatus. 



ORGAN REPRODUKSI KANGURU 





Sistem Reproduksi Kangguru Jantan.
Terdiri atas testis, epididimis, vas deferens, dan penis. Vas deferens melewati bagian lateral dan posterior untuk kemudian bergabung dengan uretra. Kanguru jantan tidak memiliki vesikula seminalis, sehingga dalam siklus spermatogenesisnya, csperma yang dihasilkan tidak disimpan terlebih dahulu di kantung sperma melainkan langsung disalurkan. Kanguru memiliki saluran epididimisnya berukuran lebar dan memiliki testis yang juga lebar. Pada ujung penis kanguru, ditemukan sebuah percabangan dimana kedua cabang tersebut keduanya berfungsi untuk berkopulasi. Dalam sekali berkopulasi, kanguru jantan menghasilkan berjuta-juta sperma yang nantinya akan membuahi sel telur betina. 

Sistem Reproduksi Kangguru Betina
  1. Ovarium merupakan organ utama pada betina. Berjumlah sepasang dan terletak di dalam rongga perut pada daerah pinggang sebelah kiri dan kanan. Berfungsi untuk menghasilkan sel ovum dan hormon 
  2. Tuba fallopi merupakan saluran memanjang yang bertugas sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada dindingnya. 
  3. Cervix merupakan bagian dasar dari uterus yang bentuknya menyempit sehingga disebut juga sebagai leher rahim. Menghubungkan uterus dengan saluran vagina dan sebagai jalan keluarnya janin dari uterus menuju saluran vagina. 
  4. Uterus berfungsi sebagai tempat pertumbuhan embrio. Tipe uterus pada kanguru yaitu tipe duplex. 


DAFTAR PUSTAKA 

Anonim1.2011.http://id.shvoong.com/medicine-and-health/pathology/1953313-alat-kelamin-betina/#ixzz1SJHwR9ls. Diakses pada tanggal 16 juli 2011. 

Anonim2.2011. http:file:///D:/kanguru/Rahasia_Reproduksi_Hewan%201.htm Diakses pada tanggal 16 Juli 2011. 

Anonim3. 2011. http:file:///D:/kanguru/kanguru.htm. Diakses pada tanggal 16 Juli 2011. 

Anonim4 .2011. http:file:///I:/kantung%20kanguru.htm. Diakses pada tanggal 16 Juli 2011. 

Andre.2011. http://id.Andre%20Sihotang%20% E2%80%98Like%20a% 20Rolling% 20Stone%E2% 80%99%20 %20%20TAHUKAH% 20ANDA%20%20%20 Mengapa%20 Kangguru%20 punya%20 kantung%20. htm. Diakses pada tanggal 16 Juli 2011.

3 Responses to "Reproduksi Kangguru (Macropus giganteus)"