Reproduksi Kucing (Felis domestica)

Loading...



Reproduksi Kucing
(Felis domestica)

Dewasa kelamin atau pubertas adalah keadaan dimana seekor hewan memiliki kemampuan untuk bereproduksi dengan ditandai berfungisinya organ reproduksi. Pubertas menandakan kapasitas reproduksi yang normal dan sempurna mulai berjalan dan akan mencapai puncaknya beberapa saat setelah pubertas. Pada hewan betina, pubertas ditandai dengan adanya estrus dan ovulasi (Toelihere 1979 dan Nalbandov 1976).

Pada kucing local, betina mengalami pubertas pada umur 20-28 minggu, sedangkan jantan pada umur 36 minggu, namun pubertas lebih banyak dipengaruhi oleh hubungan waktu kelahiran dengan awal musim kawin dari pada dengan patokan umur (Tumbelaka 2002).



A. Organ Reproduksi Kucing

Organ Reproduksi Jantan : vas deferens (saluran sperma), tali sperma (spermatic code), epididimis, gland penis (kepala penis), kelenjar Bolburetral, ischiocavermosus muscle, kelenjar prostat, penis, preputium, testis (buah zakar), ureter, uretra, kandung kemih, pembuluh darah ke testis. Bagian eksternal : eksternal opening of the uretra, kepala penis, tulang penis, preputir dalam.

Hampir sama dengan mamalia lain yang terdiri atas: testis, saluran kelamin dengan kelenjar  kelamin dan alat kopulasi (penis). Saluran-saluran kelamin terdiri vas eferens, epididimis dan vas deferens sedang  kelenjar-kelen­jar kelamin hanya terdiri dari  prostata sedang kelenjar vesikula seminalis dan bulbouretralis (cowpers) tidak dijumpai. Organ primer/testis berjumlah  dua buah yang terdapat di dalam kantong luar  yang disebut skrotum.

Saluran-saluran kelamin berpangkal pada testis dan menyambung ke uretra yang kemudian menjadi bagian dari penis dan merupakan jalan bersama spermatozoa dengan urine serta sekresi kelenjar-kelenjar kelamin.  Kelen­jar-kelenjar  kelamin  terletak pada atau disekitar saluran-saluran kelamin dan  bermuara  ke  dalam uretra. Sistem reproduksi pada anjing dan kucing secara anatomik berhubungan dengan saluran pengeluaran  urin yang terdiri dari ginjal dan vesika urinaria, serta saluran-salurannya, sehingga seluruh sistem  ini disebut traktus urogenitalis.

Setiap testis tergantung di dalam kantong skrotum dengan funikulus spermatikus (spermatic cord),  yang terletak   di bagian leher skrotum dan terdiri atas arteri spermatik dalam yang  berkelok-kelok di bagian atas testis, vena  spermatik dalam yang muncul dari plexus pampiniformis, merupakan anyaman di  seke­liling  arteri  spermatik. Plexus pampiniformis membentuk bundelan spermatic cord  dan  muncul  dari beberapa vena yang meninggalkan kepala testis.  Bagian lain dari funikulus spermatikus adalah   saraf otonomik dari ginjal dan plexus mesenteric dari   belakang, pembuluh limfe dan otot  kremaster dalam yang membungkus bagian-bagian  tersebut di atas. Semua komponen teresbut terdapat di dalam lapisan viseral tunika vaginalis sedang duktus deferens lewat sendiri di tengah-tengah mesorchium.


a) Testis dan Skrotum
        
Testis sebagai organ kelamin primer mempunyai dua fungsi yaitu menghasilkan sel-sel  kela­min jantan atau spermatozoa dan mensekresikan hormon kelamin jantan atau testosteron. Pada kantong skrotum atau bursa inguinal kucing terpisah dengan rongga perut.

Testis kucing mengalami penurunan dari rongga perut ke dalam kantong skrotum (decensus testiculorum) ketika berumur 4–12 minggu dan mulai menghasilkan spermatozoa pada umur 6-7 bulan. Kemampuan berkopulasi kucing jantan dan menghasilkan spermatozoa fertil bila berumur lebih dari setahun (Laing et al., 1988).

Fungsi dari skrotum adalah mengatur  perubahan temperatur skrotum sehingga proses spermatogenesis dapat berlangsung secara normal dan melindungi testis dari gangguan-gangguan luar berupa pukulan, panas, dingin, serta gangguan mekanis lainnya.

Terhadap  temperatur luar  testis, skrotum  melindungi testis, dengan jalan mengedurkan  dan  mengkontraksikan  muskulus kremaster testis. Pada keadaan temperatur luar dingin, dinding skrotum mengeriput, muskulus  kremaster berkontraksi dan testis tertarik, lebih dekat dengan tubuh, hal  ini  perlu  agar  tidak banyak panas  yang terbuang. Apabila udara disekeliling panas, otot-otot skrotum relaksasi (mengendur)  dan skrotum menggantung menjauhi tubuh, dengan demikian memungkinkan banyak panas  yang terbuang. Keseluruhan Ini merupakan  proses termoregulasi skrotum. Suhu di dalam kantong skrotum 1-8 oF lebih rendah dari pada suhu di rongga perut. Pengendoran dan pengerutan dari skrotum ini terjadi setelah masa dewasa tercapai.

Skrotum kucing  terletak pada regio inguinal dan anus yang merupakan kantong membranous dan membagi testis menjadi dua bagian terpisah. (Getty,  1975). Ukuran testis kucing adalah 1,6 x 1,1 x 1,10 Cm (Laing et al., 1988).



b) Saluran Kelamin dan Kelenjar-Kelenjar Aksesoris
     
Epididimis   adalah saluran kelamin yang terletak dekat testis  dan merupakan saluran yang berkelok-kelok. Bagian dari epididimis adalah kaput epididimis berbentuk seper­ti huruf U, pipih dan terletak di bagian proksimal dari testis, korpus epididimis mengarah ke distal dan  terdapat pada bagian posterior testis, dan kauda epididimis terletak di  bagian  distal  testis, bentuknya   agak  lonjong  sebesar ibu jari. Saluran yang meninggalkan kauda epididimis disebut  vas deferens. Fungsi  dari epididimis adalah: transpor, penyerapan air, pendewasaan dan  penyimpanan  sperma. Fungsi dari epitel epididimis adalah untuk absorbsi cairan asal sel Sertoli dan sebagian  untuk sekretoris.

Vas  deferens  atau  duktus deferens adalah merupakan saluran berdinding otot  tebal  sehingga membentuk seperti tali dan jika diraba terasa kenyal. Saluran tersebut menyalurkan sperma dari kauda epididimis  ke dalam uretra. Dari kauda epididimis, vas deferens ini berjalan sejajar dengan  korpus epididimis,  dan  di dekat kaput epididimis menjadi lurus, bersama-sama dengan  pembuluh  darah  dan serabut saraf. Vas deferens bersama dengan pembuluh darah dan serabut saraf berada di dalam suatu pembungkus  yang  disebut funiculus spermaticus yang berjalan melewati kanalis inguinalis  masuk  ke rongga  perut. Sebelum  memasuki uretra, lumen vas deferens meluas, tempat  perluasan  ini  disebut ampula atau kelenjar ampula. Pada saat hewan jantan mengusik betina menjelang kopulasi, sperma di dalam kauda  epididimis  di alirkan  ke ampula oleh gerakan peristaltik vas deferens. Kelenjar-kelenjar asesoris kucing terdiri dari  kelenjar  prostata  dan kelenjar bulbouretralis (cowper).  Ukuran kelenjar prostat relatif  besar dan berwarna kekuningan serta terletak pada daerah cranial pubis.

c) Penis dan Preputium

Penis pada anjing dan kucing terbagi atas tiga bagian yaitu bagian pangkal, badan dan ujung tudung (glans) penis. Ukuran penis sangat pendek dan bagian pangkal penis anjing dapat membesar seperti balon bila mengalami ereksi. Namun demikian beberapa spesies ditemukan os (tulang) penis pada bagian glans penis yang panjangnya 3-4 mm (seringkali ditemukan dalam keadaan rudimenter). Panjang glans penis sekitar 1 Cm dan diselimuti oleh spina (papilla numerous) yang tajam pada kucing.

Preputium merupakan selubung bagian ujung anterior penis, selubung ini merupakan suatu  lipatan kulit. Selaput lendir dari preputium ini berkelenjar dan sekresinya bersifat lemak, sekresi kelenjar ini  bercampur dengan epitel yang  rusak sehingga berbau merangsang yang disebut  smegma  prepusium. Muara luar   prepusium disebut orificium praeputi.


2. Organ Reproduksi Betina

Organ reproduksi kucing betina : ovary (indung telur), tuba Falopi, tanduk uterus, serviks, vagina, muara uretra, vulva (saluran uretra), uretra, ureter, kandung kemih, jaringan lemak.

Sistem  reproduksi pada betina terdiri  atas  ovarium, saluran kelamin dan alat penggantungnya. Saluran kelamin terdiri dari :  tuba  fallopii (oviduk), tanduk rahim (kornua  uteri), badan rahim (korpus uteri),  leher  rahim (servik uteri), vagina dan vulva. Sistem reproduksi pada betina tidak hanya menerima sel-sel telur yang diovulasikan oleh ovarium dan membawa sel-sel telur tersebut ke tempat implantasi  yaitu rahim, tetapi juga menerima  sperma  dan membawanya ke tempat fertilisasi yaitu tuba fallopii.

Ovarium dan bagian saluran  kela­min  dari sistem reproduksi tidak berhubungan satu  dengan  yang lain dan melekat pada dinding tubuh dipertautkan oleh alat penggantungnya.  Ovarium menerima suplai darah dan  suplai saraf  melalui hilus yang juga melekat pada uterus.   Tuba fallopii  berada di dalam lipatan mesosalping, sedangkan mesosalping  melekat  pada ligamen ovarium.   Ligamen  ini melanjutkan diri ke ligamen inguinal, yang homolog  dengan gubernakulum  testis.  Bagian lain ligamen  ini membentuk ligamen  bulat pada uterus yang kemudian  melebarkan  diri dari uterus ke daerah inguinal

a) Ovarium
     
Ovarium berfungsi ganda yaitu sebagai alat tubuh yang memproduksi sel kelamin  betina  yaitu ovum dan hormon-hormon kelamin  betina yaitu estrogen dan progesteron. Pada kucing ovari­um jumlahnya sepasang dan relatif sangat kecil dibandingkan dengan besar tubuh, serta  jumlah  sel  telur yang dihasilkan  dalam  satu  kali periode  pemasakan lebih dari satu sel telur.

Ovarium hewan dewasa  dapat dibedakan  dari  ovarium hewan belum dewasa  (muda),  oleh karena bangun  histologisnya sangat   berbeda. Letak ovarium kucing di daerah lumbal kaudal (ke 3–4) dari ginjal dengan bentuk bulat/oval dengan permukaan tidak rata berukuran panjang 8–9 mm. Ke dua ovarium  bergantung  pada bagian cranial peritoneum yaitu plika urogenitalis. Alat  penggantung ovarium adalah  mesovarium yang dilalui oleh pembuluh darah. Pembuluh limfe dan serabut-serabut saraf menuju ovarium (Tanudimadja, 1983; Christiansen, 1984).

b) Tuba Fallopii (Oviduct)

Tuba  fallopii terdiri dari infundibulum berikut fim­bre, ampula dan ismus. Gerbang infundibulum disebut osteum tubae abdominal. Fimbre mengandung jaringan erektil dan pembuluh-pembuluh darah melingkar, fimbre aktif membantu masuknya sel telur yang diovulasikan ke dalam tuba fallopii. Fimbre berada didekat ovarium, namun tidak melingkupi seluruh ovarium sehingga terdapat kemungkinan sel ovum yang diovulasikan terlempar keluar fimbre. Namun kejadian tersebut di alam jarang terjadi karena terdapat substansi kimia yang mena­rik ovum untuk mendekat fimbre dan selanjutnya terdorong masuk ke osteum tubae abdominal. Substansi kimia tersebut belum jelas diketahui, sedang kemampuan untuk menarik ovum tersebut disebut ovotaksis.
     
Tuba fallopii digantung  oleh alat penggantung yang disebut mesosalping yang berasal dari mesovarium. Mesosalping bersama-sama ligamentum ovarii dan ovarium membentuk bursa ovarii dan bentuknya meluas pada kucing sehingga menyebabkan ovarium tidak terlihat  (Tanudimadja, 1983).
    
Panjang tuba falopii pada kucing 5 – 9 cm berupa saluran kecil yang  berkelok-kelok berwarna putih.

c) Rahim (Uterus)
     
Rahim  merupakan bagian caudal tuba  fallopii  yang terdiri dari  sepasang tanduk rahim/kornua uteri, badan rahim/korpus   uteri,   dan   leher  rahim /servik  uteri.  Rahim kucing tipenya bipartitus yang ditandai oleh satu leher rahim, korpus uteri satu dengan dua buah kornua.

Letak uterus seluruhnya dalam cavum abdomen kecuali servik yang masih mencapai bagian peritoneal dari cavum pelvis. Pada bagian dorsal, uterus berhubungan dengan belitan colon (alat penggantung yang menyusup diantara colon). Alat penggantung adalah ligamentum lata uteri mesometrium yang merupakan otot-otot licin, berserat pipih yang berasal dari bagian dinding cavum pelvis dari daerah lumbal mencapai uterus. Panjang korpus uteri kucing 1,5 – 2 Cm dan kornua terbentang memanjang dari vertebre 6-7 hingga ke ginjal (sepanjang 9 –10 Cm) dengan diameter 3 – 4 mm (Tanudimadja, 1983; Christiansen, 1984).
     
Rahim  berfungsi  sebagai  alat  dan  tempat  untuk  :    transport sperma  ke dalam tuba fallopii,  memberi  makan blastosis,  pembentukan plasenta, perkembangan  embrio  / foetus  dan kelahiran anak.

d) Vagina
     
Vagina  merupakan bagian saluran kelamin  betina  yang terdiri  dua bagian, yaitu vagina sebenarnya dan  vestibu­lum.   Ke  dua  bagian tersebut  dibatasi  oleh  orifisium uretra     eksterna  dan  pada batas  ini  terdapat  suatu lipatan selaput melintang, epitelnya banyak lapis, lipatan selaput  tersebut adalah himen.   Vagina berfungsi  selain  sebagai tempat penumpahan  semen,  juga untuk  jalur keluar fetus dan plasenta pada saat partus.  Dindingnya terdiri dari tiga bagian, yaitu selaput lendir, lapisan otot dan serosa.
     
Vagina mempunyai dinding yang tipis dan terletak dalam cavum pelvis di antara colon dan vesika urinaria dengan urtera berada di bagian ventral. Pada bagian cranial masih mencapai peritoneal cavum pelvis dan bagian terbesar masuk dalam cavum retroperitoneal. Bagian cranial vagina yang mencakup portio vaginalis dan permukaan luar uterus yang dinamakan fornix vaginae (Tanudimadja, 1983).

e) Alat Kelamin Luar

Vulva merupakan ujung akhir dari alat kopulasi pada hewan betina dan bersatunya kedua labia vulva membentuk comissura dorsalis dengan bentuk bulat dan ventral yang bentuknya meruncing. Labia vulva menyerupai menyerupai labia minora pada manusia dan labia major pada kucing tidak jelas.  Antara comissura ventral dengan anus terdapat perineum yang dapat robek karena kelahiran berat. Permukaan luar  berambut dan  berkelenjar.  Comissura ventralis yang menggantung melalui ischium dan pada daerah tersebut ditemukan klitoris. Klitoris  terletak  di belahan  ventral  vestibulum yang pada masa embrional  berasal   dari penis.   Klitoris mengandung jaringan  erektil,  epitelnya pipih banyak  lapis dan kaya dengan  ujung-ujung  serabut saraf sensoris (Tanudimadja, 1983).


B. Berahi Pada Kucing

Tanda–tanda birahi kucing betina . kucing betina biasanya tampak lebih “genit” dengan menggeliatkan tubuhnya. Frekuensi untuk menjilati tububnya meningkat, terutama membersihkan alat kelamin. Perilaku lain, kucing ini menodorkan tubuhnya ketika dipegang atau dibelai. Kucing betina tampak genit dengan menggeliatkan tubuhnya. Kucing yang sudah cukup umur atau dewasa sekitar umur 10 bulan, biasanya sudah mulai mengalami birahi dan minta di kawinkan. Biasanya juga siklus birahi nya kucing tergantung pada iklim juga. Biasanya rata – rata panjang siklus birahi kucing sekitar 1-1.2 bulan dan waktu birahinya berlangsung sekitar 5-7 hari. Nah ketika mengalami masa birahi kucing juga mengalami perubahan tingkah laku. Tanda-tanda kucing birahi adalah kucing akan sering mengeong lama dan kaki belakangnya berjalan di tempat, tampak genit dengan cara menggeliatkan tubuhnya, bila dipegang dibagian punggung tepat nya di atas pangkal ekornya akan naik dan ekornya akan melengkung kesamping badannya dan nafsu makan kucing juga jadi berkurang.

Ada 5 (lima) tahap masa birahi :
1.     Anestrus. Pada tahap ini biasanya sering terlihat diawal musim penghujan. Pada tahap ini pejantan tidak tertarik pada betinanya dan sebaliknya.
2.    Proestrus. Pada tahap ini berlangsung sekitar 1-2 hari pada beberapa indukan tetapi tidak selalu kelihatan. Pada tahap ini betina biasanya memanggil si jantan, berguling-guling dan menggosok-gosokan badannya di lantai. Tetapi belum mengizinkan si jantan untuk mendekatinya.
3.     Estrus. Pada tahap ini adalah masa subur berlangsung sekitar 1 (satu) minggu. Betina akan mengajak si jantan untuk mengawininya. Perkawinan bisa berlangsung sekitar 5-10 menit, kemudian setelah terjadi perkawinan si betina akan membersihkan dirinya (menjilati kemaluannya), berguling-guling dan tidak mengizinkan siapapun untuk mendekatinya selama beberapa saat. Perkawinan ini akan dilakukan berulang-ulang. Dan yang harus diperhatikan untuk kucing pejantan harus mempunyai tempat untuk menghindar, karena setelah terjadi perkawinan si betina biasanya akan bertindak agresif (marah/galak). Perubahan dari tahap Proestus ke tahap Estrus dapat terjadi hanya beberapa jam.
4.    Interestrus/Interfollicular. Jikalau si betina tidak dikawinkan maka akan masuk pada tahap ini kemudian akan masuk tahap Pro Estrus lalu masuk ke tahap Estrus lagi. Begitu seterusnya selama 1 (satu) minggu.
5.    Metestrus. Jikalau si betina dikawinkan dan dibuahi (tetapi tidak hamil) maka akan masuk ke tahap ini. Pada tahap ini akan berlangsung selama 5-7 minggu.

Jadi kesimpulannya kalau punya kucing betina ingin minta kawin (beger), cepat-cepat di kawinin. Masa kehamilan atau gestasi pada kucing berkisar 63 hari. Anak kucing terlahir buta dan tuli. Mata mereka baru terbuka pada usia 8-10 hari. Anak kucing akan disapih oleh induknya pada usia 6-7 minggu dan kematangan seksual dicapai pada umur 10-15 bulan. Kucing dapat mengandung 4 janin sekaligus karena rahimnya memiliki bentuk yang khusus dengan 4 bagian yang berbeda.

C. Musim Kawin

Pada kucing local, musim kawin terjadi dua kali selama setahun antara bulan Januari dan Februari (sebagian besar terjadi saat bulan Januari), serta pada bulan Juli (Adriansyah, 1999). Pada daerah yang memiliki empat musim, musim kawin pada kucing terjadi pada musim semi (Januari sampai Maret) dan pada akhir musim panas atau awal musim gugur (Agustus sampai Oktober). Ini dikarenakan adanya factor cahaya yang sangat berpengaruh terhadap lamanya musim kawin.

D. Proses Perkawinan dan Melahirkan pada Kucing
         
Umumnya kucing betina dapat melangsungkan perkawinan hingga sebulan. Namun yang efektif hanya 7 hari sejak partama kali kawin. Hal ini berdampak pada kelahiran kelak. Bila terlalu jauh jaraknya, maka kelahiran anak pertma pun aka lama dengan anak berikutnya. Lebih efektif bila kucing betina melangsungkan perkawinan selama 3 hari sehingga jarak kelahiran anaknya lebih dekat. Idealnya, seekor induk membtuhkan waktu 1-2 jam untuk persalinan.



Sementara itu, dalam sehari seekor pejantan bisa mengawini hingga 5 kali dengan pasangannya. Perkawinan ini bisa berlangsung hingga 7 hari. Kucing betina mengalami masa bunting sampai lahir selama 59-70 hari. Pencacatannya dapat dimulai dari hari pertama kucing jantan dan betina “ bercampur” yang terjadi 1 hari  dan berulang ulang dalam setiap am, atau beberapa hari sejak hari pertama hingga hari  7 hari kemudian.

1.     Minggu 1 : Waktu mulai bercampur sampai hari ke 7.  Dalam periode ini, kucing betina mengeluarkan lutenizing hormone (LH) yang dibutuhkan untuk pematangan sel telur di ovarium. Lalu sperma berpindah ke kantung cervix. Terjadinya proses pembuahan, yaitu pertemuan sel sperma dan sel telur, hingga sel telur berkembang menjadi bakal janin, kemudian terjadi perkembangan organ-organ penting lainnya.
2.    Minggu II- III : Pada saat ini terjadi mual karena terjadi perubahan hormonal atau peregangan dari rahim, lesu, nafsu makan berkurang, dan muntah-muntah. Kehamilan minggu ke-2 hingga ke-3. Putting susu berubah menjadi pink dan membesar serta bulu disekitar putting susu menipis serta kucing tampak lebih tenang, malas dan sering tidur.
3.     Minggu IV-VI : Janin sudah seukuran 25-30 cm dan berkembang penuh seperti kucing mini. Perut induk pun mulai membesar.
4.    Minggu VII-VIII : Induk mulai sering menjilati tubunya. Puting susu bertambah besar.
5.    Minggu IX : Nafsu makan berkurang, perut induk penuh dengan anak kucing. Seminggu sebelum kelahiran, cairan susu (getah bening) suda mulai kelaur dari putting. Suhu tubuhnya biasa 37,5-38,5 C. apabila cairan ketuban mulai pecah, pertanda waktu kelahiran sudah tiba. Apalagi indukya mulai kontraksi atau merean, gelegat, dan kegelisahan. Persalinan dapat terjadi pada hari ke 59-70 hari. Namun bila terjadi 58 hari, janin snagat mudah dan susah dipertahankan.


Daftar Pustaka

Tanudimadja, K. 1983. Biologi Reproduksi. Institut Pertanian Bogor.

Christiansen, Ib. J. 1984. Reproduction in the Dog and Cat. Bailliere Tindall

Laing, J. A., W. J. B. Morgan and W. C. Wagner. 1988. Fertility and Infertility in Veterinary Practice. Bailliere Tindall. 11 – 36.



By Muliana G. H., S. Pd - 2015, Mata Kuliah Reproduksi Vertebrata.

Loading...

0 Response to "Reproduksi Kucing (Felis domestica)"

Posting Komentar