Reproduksi Lumba-Lumba





Reproduksi Lumba-Lumba



Lumba-lumba adalah mamalia laut yang sangat cerdas, selain itu sistem alamiah yang melengkapi tubuhnya sangat kompleks. Sehingga banyak teknologi yang terinspirasi dari lumba-lumba. Salah satu contoh adalah kulit lumba-lumba yang mampu memperkecil gesekan dengan air, sehingga lumba-lumba dapat berenang dengan sedikit hambatan air. Hal ini yang digunakan para perenang untuk merancang baju renang yang mirip kulit lumba-lumba.

Lumba-lumba memiliki sebuah sistem yang digunakan untuk berkomunikasi dan menerima rangsang yang dinamakan sistem sonar, sistem ini dapat menghindari benda-benda yang ada di depan lumba-lumba, sehingga terhindar dari benturan. Teknologi ini kemudian diterapkan dalam pembuatan radar kapal selam. Lumba-lumba adalah binatang menyusui. Mereka hidup di laut dan sungai di seluruh dunia. Lumba-lumba adalah kerebat paus dan pesut. Ada lebih dari 40 jenis lumba-lumba.

Lumba-lumba hidup dan bekerja dalam kelompok atau disebut kawanan. Mereka sering bermain bersama. Seekor lumba-lumba tidak bisa tidur nyenyak di bawah air. Ia bisa tenggelam. Oleh karena itu, ia setengah tidur beberapa saat dalam sehari. Lumba-lumba makan cumi dan ikan seperti ikan mullet abu-abu. Kadang kadang Lumba-lumba menggiring kawanan ikan agar mudah ditangkap. Lumba-lumba mencari jalan dengan mengirimkan suara didalam air. Jika suara itu mengenai suatu benda, suara itu akan dipantulkan kembali sebagai gema. Kadang kadang, suara gaduh di laut akibat pengeboran minyak dapat membingungkan lumba-lumba. Mereka akan mengalami kesulitan dalam mengirim dan menerima pesan. Lumba-lumba beristirahat dengan hanya mengaktifkan setengah dari otak mereka, dan matanya terbuka sebelah. Kedua sisi otak lumba-lumba bekerja secara terpisah. Selama 8 jam, kedua sisi otak itu sadar. Kemudian sisi yang kiri akan tidur selama 8 jam. Setelah sisi itu terbangun, sisi yang kanan akan tidur selama 8 jam. Dengan demikian lumba-lumba bisa tidur selama 8 jam tanpa harus berhenti secara fisik. Hal ini memungkinkan mereka terus berenang, terus naik ke permukaan untuk bernafas dan untuk melindungi diri dari predator.

Lumba-lumba tergolong sebagai mamalia yang cerdas. Lumba-lumba dapat menolong manusia, bila lumba-lumba sudah terlatih, bahkan lingkaran api pun dapat mereka terobos. Singa laut, spesies primata, ikan paus dan anjing juga termasuk binatang yang cerdas. Lumba-lumba yang sudah terlatih dapat melakukan berbagai atraksi dan mereka juga dapat berhitung, tetapi Lumba-lumba liar belum dapat melakukan berbagai atraksi. Sekarang ini, lumba-lumba dan ikan paus sudah langka, maka lumba-lumba dan ikan paus harus dilindungi. Lumba-lumba dan ikan paus telah mulai dilindungi di seluruh dunia.

Habitat lumba–lumba di air tawar dan air asing, saat ini terdapat lebih dari 4o spesies diakui ramping, kulit halus dilapisi dengan lemak. Lumba – lumba bisa melompat 3 x panjang tubuh mereka dan dapat mencapai kecepatan berenang dari 20 – 30 mph.

Lumba-lumba adalah kerebat paus dan pesut. Terdapat antara 30-40 jenis lumba-lumba, 5 diantaranya merupakan lumba-lumba yang hidup di air tawar. Walaupun mereka hidup di dalam air, lumba-lumba adalah mamalia yang bernafas melalui blowhole, yang terletak di bagian atas kepala mereka. Beberapa jenis lumba-lumba harus naik ke permukaan untuk bernafas setiap 20-30 detik.
Panjang maksimum sebuah Dolphin  adalah 3.7m , dengan berat 250 - 650kg namun kebanyakan lebih kecil. Terdapat satu lubang hidung diatas kepala yang digunakan untuk bernafas.

Setiap kali lumba-lumba berada di permukaan, mereka memperhatikan secara seksama pergerakan kawanan burung di sekitar mereka. Ini karena, di mana pun kawanan burung berkumpul, di situlah terdapat sekumpulan ikan. Lumba-lumba sangat tahu hal ini dan menggunakan informasi tersebut untuk mendapatkan kemudahan dalam berburu. Selain itu, perangkat khusus pada mata lumba-lumba ini juga melindungi mereka dari air laut yang asin.

Keistimewaan lain dari mata lumba-lumba adalah setiap mata dapat berfokus pada titik berbeda pada saat yang sama. Karena itu, lumba-lumba dapat melihat ke depan dengan satu mata tertuju ke arah berenangnya sambil mengamati keberadaan bahaya di sekeliling dengan mata yang lain.

Manusia senantiasa tertarik dengan kisah lumba-lumba. Bangsa Romawi telah membuat gambar mozaik lumba-lumba sekitar 2.000 tahun lalu. Sekarang, manusia senang berenang di laut bersama binatang yang pandai dan bersahabat seperti lumba-lumba. Lumba-lumba harus berhati-hati terhadap ikan hiu yang mungkin menyerang mereka sewaktu-waktu. Mereka melindungi diri dengan gigi-giginya, terkadang mereka menggunakan paruhnya sebagai pelantak. Manusia dapat menjala banyak sekali ikan bagi lumba-lumba untuk makanannya. Terkadang, lumba-lumba tertangkap oleh jaring nelayan. Mereka tidak dapat menghirup napas di permukaan, akibatnya mereka tenggelam. Ketika bahan kimia yang berbahaya dibuang ke laut, limbah itu bisa meracuni makanan yang dimakan lumba-lumba. Pembangunan waduk di sungai dan pengeringan danau hanya menyisakan sedikit tempat bagi binatang seperti lumba-lumba Brazil untuk hidup.

Fakta unik lumba lumba

Lumba lumba, hewan mamalia air yang satu ini tak asing lagi bagi kita semua, melambangkan persahabatan dan juga sosoknya yang ramah, lucu dan imut membuat manusia cepat akrab dan menyukai hewan yang satu ini.

Banyak pihak memanfaatkan lumba lumba, seperti pihak militer AS yang pernah melakukan percobaan terhadap lumba lumba untuk misi Spionase (mata mata). Lumba lumba memiliki kemampuan unik yang sesungguhnya bila kita sebagai manusia jeli bisa menangkap maksut dari perubahan perilaku lumba lumba tersebut.
Kemampuan unik nya tersebut antara lain, suka menolong manusia yang kebetulan tersesat atau terombang ambing di tengah laut (biasanya lumba lumba menolong dan membimbing menuju perairan), selain itu bisa juga mengetahui kapan bencana gempa akan terjadi.

Semua itu memungkinkan karena lumba lumba merupakan hewan yang sangat mudah untuk dilatih. diperkirakan terdapat antara 30 sampai 40 jenis lumba-lumba, 5 diantara nya merupakan lumba lumba yang hidup di air tawar. Walaupun mereka hidup di dalam air, lumba-lumba adalah mamalia yang bernafas melalui blowhole,yang terletak di bagian atas kepala mereka.

Lumba lumba menggunakan suara untuk indera penglihatan nya, menggunakan suara untuk mencari kearah mana dia harus berenang mencari makan, yang unik saat lumba lumba mengeluarkan suara nya untuk mencari ikan ikan kecil makanan nya, maka ikan ikan kecil itu akan tidak berdaya.

Fakta lain yang mungkin teman teman sering mengetahuinya adalah mereka suka mengiringi kapal kapal yang berlayar di tengah lautan di sisi kiri kanan lambung kapal, nah hal ini tentu saja menjadi tontonan tersendiri bagi penumpang kapal dan saya sendiri pernah merasakan nya pada saat berlayar melintasi perairan kupang.

Masih banyak masyarakat menyebut Lumba-lumba sebagai ikan Lumba-lumba, karena hidup di air dan berenang bergerombol seperti ikan pada umumnya. Sebenarnya Lumba lumba adalah bangsa mamalia/satwa menyusui, sama seperti kambing maupun sapi.

Satwa Lumba-lumba dan paus dengan bentuk badan seperti ikan termasuk bangsa Cetacea yang hidup diperairan. Untuk memudahkan bergerak di air tubuh Lumba-lumba seperti torpedo atau streamline dan sangat hidrodinamis dengan ujung tubuhnya yang meruncing dan langsing sehingga bergerak dalam air tanpa hambatan yang berarti. Untuk bergerak dalam air, Lumba-lumba dilengkapi siri-sirip dada, sirip punggung dan posisi sirip ekornya mendatar tidak tegak/berdiri serta bergerak naik dan turun untuk membantu mendorong tubuhnya pada saat berenang.


JENIS LUMBA-LUMBA

Dari hasil penelitian mamalia laut di perairan Indonesia terdapat 10 jenis lumba-lumba yang hidup diperaiaran laut, satwa ini terdapat dari Selat Malaka hingga Laut Banda dan Laut Arafura. Ada juga jenis lumba-lumba yang beradaptasi di perairan Sungai Mahakam, Kalimantan Timur yaitu jenis pesut (Orcaella brevirostris).
Berikut adalah jenis lumba lumba yang hidup di perairan Indonesia:

1.  Lumba-lumba hidung botol (Tursiops truncates, Montagus 1821)
Jenis lumba-lumba hidung botol atau bottlenose dolphin adalah jenis odo yang paling kecil dan paling dikenal bisa dipergunakan dalam pertunjukan/ animal show. Tubuhnya tegap dengan moncong yang pendek dengan sirip punggung (dorsal fin) tinggi dibagian tengah punggung dan berujung agak bengkok seperti sabit. Warna kulit abuabu terang hingga agak hitam pada bagian punggung dari sisi-sisi berbayang ke arah putih pada bagian perut.


2.      Lumba-lumba totol (Stenella attenuate, Gray 1846)
Lumba-lumba ini biasa disebut patropical spotted dolphin ini memiliki bentuk tubuh lebih ramping dengan moncong yang panjang dan tipis, yang terpisah dari melon oleh sebuah lipatan yang jelas. Sirip punggung sempit, berbentuk sabit dan biasanya runcing ujungnya. Pada waktu lahir tidak akan terlihat bintik-bintik ketika menjelang dewasa mulai muncul dengan warna yang bervariasi dalam bentuk pola lembaran pada punggung, yang menyempit ke arah kepala dan tersapu pudar pada bagian depan sirip dorsal (punggung). Warna samping bawah dan bagian perut pada dada lumba-lumba dewasa berwarna abu-abu, sedang bibir dan ujung moncong berwarna putih.


3.      Lumba-lumba paruh panjang (Stenella longirostris, Gray 1828)
Lumba-lumba ini disebut juga Spinner Dolphin memeiliki tubuh yang ramping dengan moncong yang sangat jelas panjang dan tipis. Kepala juga sangat ramping pada bagian depan melon. Sirip punggung berkisar antara sabit hingga segitiga. Pada jantan dewasa terkadang sirip punggungnya miring kedepan hingga nampak seolah-olah sedang bergerak kearah belakang, dan batang ekor nampak sangat tebal dengan pelebaran jaringan penyambung kulit tambahan belakang (anal beel). Lumba-lumba spinner biasanya memiliki garis gelap dari mata ke fliper serta warna gelap pada bibir dan ujung moncong. Pola warna pada tubuhnya ada 3 bagian, yaitu lembaran warna abu-abu gelap pada punggung, warna abu-abu terang pada sisi tubuh dan warna putih pada perut, dengan sedikit perbedaan pada jantan dan betina.

4. Lumba-lumba bergaris (Stenella coeruleoalba, Meyen 1833)


5. Lumba-lumba biasa (Delphinus  delphis, Linnaeus 1758)

6. Lumba-lumba fraser (Lagenodelphis hosei, Fraser 1758)


7. Lumba-lumba putih cina (Sausa chinensis, Osbeck 1765)


8. Lumba-lumba gigi-kasar (Steno bredanensis, Lesson 1828)


9. Lumba-lumba abu-abu (Grampus griseus, Cuvier 1812)


10. Lumba-lumba pink

Lumba-lumba yang kita ketahui biasanya berwarna abu-abu. Namun selain warna abu-abu, ada juga lumba-lumba yang berwarna pink (pink dolphin). Lumba-lumba berwarna pink ini merupakan spesies yang langka yang hidup di perairan amazon.

Saat muda, lumba-lumba ini berwarna kelabu, tapi menginjak dewasa, warna abu-abu akan digantikan warna pink yang dominan, hingga abu-abunya tinggal berupa bintik bintik di sana-sini. Proses ini akan berlangsung terus sampai berubah total menjadi warna pink.

Spesies ini sangat bersahabat, namun lumba2 ini terancam kepunahan akibat ulah manusia, beberapa orang mempercayai bahwa mata dan gigi lumba ini memiliki kekuatan magis. Lumba-lumba pink ini, terdapat di singapura (sentosa island) atau di hongkong.

11. Pesut (Orcaella brevirortris, Gray 1866)

Tidak ada catatan fosil. Pesut pertama kali dideskripsikan oleh Sir Richard Owen tahun 1866 berdasarkan satu spesiemen yang ditemukan tahun 1852, di pelabuhan Vishakhapatnum di pantai timur India. Pesut adalah satalh satu spesies dari genus Orcaella. Kadang-kadang pesut terdaftar dalam beragam famili yang terdiri dari ia sendiri dan pada Monodontidae dan dalam Delphinapteridae. Sekarang ada persetujuan bahwa pesut termasuk famili Delphinidae.


Dalam berbagai bahasa Orcaella brevirostris  adalah: InggrisIrrawaddy dolphin, Dialek lokal Chilika: Baslnyya Magaratau Bhuasuni Magar (lumba-lumba penghasil minyak), OriyaKhem dan Khera[2]PerancisOrcelleSpanyolDelfín del IrrawaddyJermanIrrawadi DelphinBurmaLabaiIndonesiaPesutMelayuLumbalumbaKhmerPh’soutLaoPha’ka and FilipinoLampasut. Dalam bahasa Thai, salah satu namanya adalah pía loma hooa baht, karena kepalanya yang membundar dianggap menyerupai mangkuk rahib Budhha.


Biologi dan Perilaku

Masa bunting setiap jenis Lumba-lumba berbeda antara 10-12 bulan. Bayi lumba-lumba yang baru lahir memiliki panjang tubuh antara 75-120 cm. Makanan lumba-lumba adalah jenis-jenis ikan kecil mereka bisa memakan 6-10 kg disetiap harinya. Lumba-lumba memiliki penglihatan indra penciuman yang buruk sehingga kurang mendukung aktifitasnya.

Sebagai gantinya, lumba-lumba memiliki sistem sonar yang berfungsi untuk mengenal obyek dan lokasi didalam air (ekolokalisasi) menggunakan pancaran frekwensi suara. Sasaran akan terdeteksi berdasarkan pantulan frekwensi yang diterima bagian tertentu dibawah rahang bawah untuk diteruskan ke otak tentunya dibantu organ melon berbentuk bulat yang terbuat dari minyak dan berfungsi mengarahkan frekwensi yang sangat tinggi ke arah sasaran.

Ekolokalisasi yang dimiliki lumba-lumba jauh lebih baik dibandingkan dengan pada peralatan pesawat terbang dan kapal selam bertenaga atom. Frekwensi lumbalumba ditunjang oleh kemampuan penggunaan yang lebih luas dari pada manusia yaitu pada frekwensi 750_300.000 getaran per-detik.


Organ reproduksi

Urogenital adalah suatu sistem organ dalam tubuh yang berkaitan dengan sistem urin/kencing dan sistem genital/reproduksi. Pada umumnya organ urogenital mamalia jantan dapat dilihat secara langsung. Tapi beberapa jenis seperti kelompok cetacea  (paus & lumba-lumba) memiliki struktur yang berbeda.

Organ urogenital jantan mamalia akan berakhir di suatu organ kopulasi yang disebut penis. Tapi bagaimana dengan kelompok cetacea? Ternyata pada kelompok mamalia air ini organ urogenital jantannya terdapat didalam tubuh, berbeda dengan pada manusia dan mamalia pada umumnya yang tergantung diluar tubuh. Penis pada kelompok cetacea terdapat didalam celah urogenital yang hanya keluar jika musim kawin tiba. Penis cetacea mampu masuk kedalam tubuhnya karena penisnya dapat digulung dengan rapi.

Bukan hanya jantan, organ urogenital betinanya juga terdapat didalam tubuh, sehingga pada kelompok cetacea ini agak sulit membedakan jantan betina secara langsung. Sama dengan jantan, organ muara urogenital betina terdapat didalam celah urogenital yang hanya saja pada betina celah ini memanjang hingga anusnya. Berikut ini saya gambarkan perbedaan jantan dan betina cetacea.

Lumba-lumba, seperti hampir semua mamalia, melahirkan hidup muda, dan perawat mereka dengan kelenjar susu, meskipun mengejutkan pikiran membayangkan bawah air keperawatan. Tapi kelahiran lumba-lumba dimulai jauh sebelum masa kanak-kanak-Nya; itu dimulai dengan bagaimana Ayah dan Ibu pertama kali bertemu.  Dolphin Cinta: Perkawinan  
Sebagian besar dari apa yang kita ketahui tentang reproduksi lumba-lumba diamati di penangkaran, yang satu mungkin setuju belum tentu perilaku normal. Tapi apa yang kita telah menentukan adalah bahwa lumba-lumba yang paling mungkin untuk kawin selama musim semi, dengan laki-laki dan perempuan ritual pacaran memainkan bagian besar dalam lumba-lumba berpacaran.

 Sifat seksual pada lumba lumba tandai dengan adanya organ yang secara langsung berhubungan dengan proses reproduksi, yaitu :

a.       Testis dengan pembuluhnya pada jantan
b.      Ovarium dan pembuluhnya pada betina

Lumba-lumba (Sotalia guianensis) adalah umum di sepanjang sebagian besar pantai Brasil, tetapi sedikit yang diketahui tentang reproduksi nya. Kami menganalisis gonad dari 50 individu kebetulan tertangkap dalam jaring ikan di pantai Paraná, Brasil selatan, antara tahun 1997 dan 1999. Testis laki-laki dewasa 31,9 cm dan 11,6 cm lebar dan 3,3% dari total massa tubuh. Ukuran relatif testis menunjukkan sistem perkawinan multimale dengan persaingan sperma. Pria mencapai kematangan seksual pada 7 tahun dan panjang tubuh 170-175 cm diperkirakan.

Reproduksi betina pada lumba lumba memiliki kanton ovarium yang mendalam, dalam ovarium mysticetes lebih terkena rongga tubuh  Janin biasanya berkembang di salah satu tanduk Ovarium . Wanita berovulasi di kedua ovarium, meskipun ovarium kiri jatuh tempo lebih awal dari kanan.. Wanita dewasa di usia 5-8 tahun dan panjang tubuh 164-169 cm. Siklus reproduksi diperkirakan 2 tahun, tanpa musiman ditandai ovulasi atau waktu kelahiran. Kehamilan sekitar 12 bulan, laju pertumbuhan janin 9 cm / bulan, dan panjang saat lahir diperkirakan 92,2 cm. Perempuan yang lebih tua dari 25 tahun telah ovarium pikun.


Sistem kawin

Reproduksi lumba-lumba dimulai dengan keseluruhan rotual bagaimana pasangan lumba-lumba pertamakali bertemu. Luba-lumba paling sering melakukan perkawinan selama musim semi dimana antara jantan-betina menghabiskan sebagian besar waktu untuk bercumbu. Ketika terjadi kopulasi, lumba-lumba menyentuh bagian belakang lumba-lumba betina dengan organ seknya selama beberapa menit, lalu menungganginya dari belakang. Setelah itu, lumba-lumba kawin kira-kira seperti mamalia lain melakukan perkawinan. Lumba-lumba termasuk salah satu diantara hewan lainnya yang paling tinggi tingkat seksualitasnya dan tidak monogami. Ketika terangsang, lumba-lumba jantan kawin beberapa kali dalam satu jam dengan betina yang sama, tapi tidak selalu. Walaupun begitu, setelah perkawinan, lumba-lumba sibuk berenang dan lumba-lumba betina biasanya bergantung pada[pod = kelopak; polong] mereka untuk melindungi bayinya. Lumba-lumba betina biasanya membantu mengurus bayi dari lumba-lumba lainnya dan bertindak seperti bidan.

Sistem Perkawinan Jantan dan betina pasangannya perut ke perut, dan kedua jenis kelamin mungkin memiliki banyak pasangan selama hidupnya. Di Sarasota Bay, itu adalah umum bagi muda sekuensial wanita untuk memiliki ayah yang berbeda.

Data genetik dan perilaku yang dikumpulkan dari studi selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa lumba-lumba memiliki sistem perkawinan poligini di mana laki-laki bersaing dengan satu sama lain untuk akses ke betina, dan sejumlah relatif kecil dari laki-laki mendominasi mungkin Sire sebagian besar muda.

Persaingan antara laki-laki dapat melalui kontak fisik langsung, seperti dengan pukulan pedunculus dan kebetulan dari satu hewan ke tubuh lain. Kompetisi juga dapat tidak langsung, seperti ketika laki-laki melindungi kawanan kelompok betina dalam cara yang mengecualikan akses oleh laki-laki lain. Ekspresi moderat ukuran terkait dimorfisme seksual pada spesies ini mendukung gagasan bahwa laki-laki bersaing dengan satu sama lain untuk wanita tersebar daripada memonopoli akses ke betina agregasi. Jika yang terakhir yang terjadi, kita berharap laki-laki menjadi jauh lebih besar daripada betina.

Berikut sesuatu yang mungkin kalian tidak tahu tentang lumba-lumba. Mereka memiliki penis yang dapat ditarik masuk. Dan kalau itu tidak cukup keren, inilah sesuatu yang lain, penisnya dapat digunakan untuk memegang. Dan bisa memutar.
Bahkan, lumba-lumba jantan bisa menggunakan penisnya untuk mengeksplorasi objek persis seperti tangan. Lumba-lumba jantan juga memiliki dorongan seks yang sangat kuat. Fakta lain adalah bahwa lumba-lumba jantan memiliki nafsu seksual yang sangat rakus. Mereka sering mencoba untuk berhubungan dengan benda mati dan bahkan dengan hewan lain seperti kura-kura laut. Ketika sekumpulan lumba-lumba jantan bertemu lumba-lumba betina, sering kali mereka akan berusaha untuk memaksa betina untuk kimpoi.


Kehamilan dan Proses Kelahiran pada Lumba-Lumba

Lumba-lumba adalah salah satunya hewan yang telah membantu melahirkan, ketika lumba-lumba yang melahirkan, dia sering dibantu oleh lumba-lumba lain perempuan yang bertindak sebagai bidan. Kelahiran, seperti pada manusia, bisa terjadi di mana saja. Ketika itu tidak terjadi, pod ibu akan mengelilinginya protektif sementara dia dalam persalinan, menunggu untuk menangkis setiap pemangsa yang mungkin berpikir tentang makan cepat dan mudah.

Saat menjelang kelahiran Lumba-lumba betina mengalami penurunan nafsu makan dan perubahan tingkah laku. Kejadian ini terjadi selama kurang-lebih 1 minggu dan puncaknya pada 11 Februari 2009 lumba-lumba betina sama sekali tidak mau makan. Dari pengamatan yang terus dilakukan tampak tanda-tanda yang mengarah ke proses kelahiran semakin nyata. Dimulai dari gerakan-gerakan aktif berkeliling kolam menunjukkan terjadinya kontraksi, organ-organ reproduksi juga tampak semakin berkembang, dan beberapa kali terjadi pengeluaran cairan dari vagina.

Kurang dari 24 jam dari tanda-tanda yang terjadi diatas, lumba-lumba betina mengalami kontraksi, terlihat dengan gerakan melompat ke permukaan air dan kemudian terlihat ekor dari bayi lumba-lumba yang keluar melalui vagina sang induk. Diawali dari ekor, fetus perlahan-lahan keluar,, induk masih bergerak aktif berkeliling kolam, kontraksi masih terjadi. Setelah 1,5 jam dari mulai keluarnya ekor, terlihat gerakan berputar dari induk, kontraksi hebat terlihat, dan dalam hitungan detik bayi lumba-lumba terlahir di dalam air. 

Bayi lumba-lumba lahir ekor pertama dan biasanya kelahiran tunggal (dengan pengecualian beberapa spesies lumba-lumba kecil yang cenderung memiliki anak kembar). Kadang-kadang ibu lumba-lumba telah dilaporkan untuk membantu bayi mencapai permukaan air dengan berenang di bawahnya dan dengan lembut mengangkat ke atas; ini mungkin lumba-lumba perilaku bermain normal, atau mungkin benar-benar menjadi perhatian ibu tulus untuk bayi.

Bayi umumnya makan hal pertama, menemukan kelenjar susu yang terletak di kantung ke arah belakang ibu. Dalam lumba-lumba lahir di penangkaran, keperawatan terus selama 12-18 bulan, meskipun ini mungkin tidak mencerminkan alam liar. Bayi harus makan cepat, karena mereka harus mampu untuk bangkit kembali ke permukaan untuk bernapas, dan tidak benar-benar memiliki peralatan mamalia yang paling untuk menyusu. Jadi, bukannya bayi lumba-lumba mengisap untuk merangsang aliran ASI, ibu lumba-lumba sebenarnya memiliki kontraksi otot khusus yang menyemprotkan susu ke dalam mulut bayi. Bayi tumbuh sangat cepat pada susu ibu tinggi lemak, dalam beberapa spesies menggandakan berat dalam waktu dua minggu.

Lumba-lumba betina dewasa akan melahirkan setiap 2 sampai 3 tahun dan bisa melahirkan sebanyak delapan kali selama hidup mereka. Mereka dapat melahirkan di setiap saat sepanjang tahun, tetapi paling sering melahirkan anak  pada musim semi dan musim panas.

Bayi lumba-lumba yang baru lahir juga akan dibawa ke permukaan oleh induknya agar bisa menghirup udara. Induk lumba-lumba menyusui anaknya dengan susu yang gurih dan menyediakan energi bagi anaknya supaya cepat besar. Setiap anak lumba-lumba selalu berada di dekat induknya, sehingga ibunya bisa melindungi dari bahaya. Lumba-lumba selalu menjaga hubungan dengan anaknya hingga tumbuh semakin besar. Induk lumba-lumba memanggil anak-anaknya dengan siulan khusus yang bisa mereka kenali.

Reproduksi lumba-lumba sangat menyerupai mamalia darat. Kadang-kadang lumba-lumba dapat pengadilan atau bermain untuk hari. Mereka berenang bersama dan hewan peliharaan satu sama lain dengan sirip mereka. Perkawinan sebenarnya singkat dan berlangsung hanya 1-2 detik. Reproduksi biasanya terjadi selama bulan-bulan musim semi.

Pria membuat pola berenang rumit dan panggilan. Apakah ini dilakukan untuk memamerkan kebugaran mereka atau untuk menunjukkan lumba-lumba lain bahwa ia telah digabungkan dengan perempuan tidak diketahui. Wanita memiliki waktu singkat dalam setiap beberapa tahun ketika mereka subur.

Kehamilan berlangsung antara 11 sampai 12 bulan. Kehamilan adalah berapa lama lumba-lumba betina hamil.  Pengiriman  perkawinan Jangka waktu 2 detik.



DAFTAR PUSTAKA


Baumgarther, M.F, K.D. mullin L. N may, T, D leming, 2001. Cetacean habitats in the not hern gulf of Mexico. Fisherie Bulletin, 99: 219-239. http://www.whoi.edu/science/B/ people/mbaugartner/fb99219.pdf.

Carwadine, M. 1995. Eye witness handbook: whales, doplhins and porpoises, The visual guide to all world’s cataceans. Doiling kindersley ltd. New York, NY.

Carwadine, M, E. Fordyce dan p.Gill. 1997. An Australian geographic guide to whales, dolphins and porpoises. Australian Geographic press. Australia.

Evans, P. G. H. 1987 The Natural history of whales and dolphins. Chistophes helm publication. Ltd. London. Uk.

Nebridean whales & Dolphinds Trust 2000. Bottlenose Dolphins (Tursiops truncatus). Fact file. http://whales.gn.apc.org/dolphin2.shtml juni, 2003.

Purnomo, F.S. 2001. Pola distribusi lumba lumba stenella spp. Di prairan pantai lovina, Kab. Buleleng. Bali Utara. Sripsi IPB. Bogor.





By Muliana G. H., S. Pd - 2015, Mata Kuliah Reproduksi Vertebrata

0 Response to "Reproduksi Lumba-Lumba"

Posting Komentar