Kromatografi Cahaya (Laporan)

Loading...

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Meskipun struktur tumbuhan kelaihatannya relatif homogen, tumbuhan dapat kita anggap sebagai suatu komunitas struktur mikroskopik atau unit-unit yang disebut sel. Semua unit-unit kecil ini bekerja harmonis dan memberikan kehidupan pada tumbuhan yang multiseluler. Fisiologi tumbuhan adalah suatu bidang ilmu yang mengkaji fenomena-fenomena penting di dalam tumbuhan. Dalam kajian ini dipelajari proses dan fungsi yang menyangkut tanggapan tumbiuhan terhadap perubahan-perubahan lingkungan, dan pertumbuhan serta perkembangannya sebagai hasil dari respon tersebut. Proses berarti suatu urutan kejadian alam yang berkesinambungan. Diantara sekian banyak pembahasan dalam kajian fisiologi tumbuhan, salam satu diantaranya adalah membahas mengenai tekanan akan dan eksudasi xilem.
Tumbuhan akan berkembang secara normal dan tumbuhan subur serta aktif apabila sel-selnya dipenuhi air. Selain itu, hal terpenting dari tumbuhan hijau adalah menyediakan makanan sendiri. Dengan bantuan akar yang menyerap nutrien dari tanah, diangkutlah menuju daun yang menjadi mesin fotosintesis tumbuhan. Fotosintesis dapat terjadi karena adanya batuan pigmen kloroplas dari daun yang menyelenggarkan fososintesis dengan bantuan dari matahari. Warna pada daun setiap tumbuhan berbeda-beda , tetapi umumnya berwarna hijau. Oleh karenanya pada praktikum ini kita akan melakukan pengamatan kromatografi cahaya. Kita akan mengamati kandungan pigmen-pigmen apa saja yang terdapat pada daun beberapa jenis tumbuhan Selain itu, setelah mengetahui warnanya, kita dapat mencocokkan warna tersebut dengan penamaan pigmennya. Untuk lebih memahami perbedaan mendasar kandungan pigmen pada daun tumbuhan maka dilakukan percobaan untuk daun yang tua dan yang muda. Berdasarkan hal tersebut, maka praktikum Fisiologi Tumbuhan ini dilaksanakan. 
B.  Tujuan
Adapun tujuan praktikum ini adalah mengamati berbagai warna pigmen dalam daun tumbuhan.
C.  Manfaat
Adapun manfaat praktikum ini adalah dapat menambah wawasan mahasiswa juga keterampilan praktikum mahasiswa, serat mahasiswa bisa memahami berbagai warna pigmen dalam daun tumbuhan yang sangat beranekaragam.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Prosedur pemisahan zat terlarut oleh suatu proses migrasi diferensial dinamis dalam system yang terdiri dari dua fase atau lebih , salah satu diantaranya bergerak secara berkesinambungan dalam arah tertentu dan di dalamnya zat-zat itu menunjukkan perbedaan mobilitas disebabkan adanya  perbedaan dalam absorbsi, partisi, kelarutan, tekanan uap, ukuran molekul atau kerapatan muatan ion dinamakan kromatografi (Anonim, 2011).
Klorofil adalah kelompok pigmen fotosintesis yang terdapat dalam tumbuhan, menyerap cahaya merah, biru dan ungu, serta merefleksikan cahaya hijau yang menyebabkan tumbuhan memperoleh ciri warnanya. Terdapat dalam kloroplas dan memanfaatkan cahaya yang diserap sebagai energi untuk reaksi-reaksi cahaya dalam proses fotosintesis. Klorofil a merupakan salah satu bentuk klorofil yang terdapat pada semua tumbuhan autotrof. Klorofil b terdapat pada ganggang hijau chlorophyta dan tumbuhan darat. Klorofil c terdapat pada ganggang coklat Phaeophyta serta diatome Bacillariophyta. Klorofil d terdapat pada ganggang merah Rhodophyta (Anonima, 2011).
Warna organ tumbuhan bermacam-macam, tergantung jenis dan jumlah pigmen yang ada. Daun berwarna hijau disebabkan oleh suatu senyawa (klorofil) yang peka terhadap cahaya yang terdapat dalam sel khusus atau di kloroplas. Pigmen-pigmen dalam daun dapat dipisahkan untuk identifikasi melalui proses kromatografi yaitu memisahkan bahan-bahan campuran yang telah menjadi satu melalui perbedaan daya serap saat melewati bahan penyerap (Ismail, 2009).
Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas, namun sebagian besar energi dihasilkan di daun. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan, menuju mesofil, tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan (Salisbury, 2000).
Pada dasarnya sayuran dan buah-buahan yang berwarna hijau disebabkan oleh adanya pigmen (zat warna) klorofil pada daun, buah dan tangkai yang menyerap gelombang sinar matahari. Istilah klorofil berasal dari kata Yunani chloros (hijau) dan phyllos (daun) diperkenalkan pada tahun 1818 karena pigmen tersebut diekstrak dari tumbuhan dengan menggunakan pelarut organic (Salisbury, 2000).
Klorofil sebagaimana dikenal pada umumnya berperan dalam proses fotosintesis. Dalam proses ini, ada tiga fungsi utama dari klorofil yaitu dengan memanfaatkan energi matahari, memicu fiksasi CO2 menjadi karbohidrat dan menyediakan dasar energetik bagi ekosistem secara keseluruhan. Kekuatan mesin fotosintetik ini luar biasa hebat, produk yang dihasilkannya mampu memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan manusia (Gardiner, 1991).
Melihat lebih jauh keberadaan klorofil pada tumbuhan, penelitian terbaru menunjukkan bahwa klorofil beraneka ragam jenis. Klorofil dibedakan berdasarkan klorofil a,b,c dan d. Klorofil a sebagai contoh, ditemukan pada seluruh organisme fotosintetik (makhluk hidup yang mampu melakukan fotosintesis) baik di daratan maupun lautan. Begitu pula halnya dengan klorofil b, c dan d juga ditemukan pada organisme fotosintetik. Secara alami, penyebaran klorofil ini berbeda-beda tergantung pada kebutuhan organisme itu sendiri, seperti halnya klorofil c ditemukan hanya pada rumput laut dan mikro alga saja (Anonim, 2011).
Pada dasarnya, teknik kromatografi ini membutuhkan zat terlarut terdistribusi di antara dua fase, satu diantaranya diam (fase diam), yang lainnya bergerak (fase gerak). Fase gerak membawa zat etrlarut melalui media, hingga terpisah  dari zat terlarut lainnya yang tereluasi lebih awal atau lebih akhir. Umumnya zat terlarut dibawa melewati media pemisah oleh cairan atau gas yang disebut eluen. Fase diam dapat bertindak sebagai zat penyerap atau dapat bertindak melarutkan zat terlarut, sehingga terjadi partisi antar fase diam dan fase gerak (Salisburry, 2000).
 BAB III
METODE PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
            Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini adalah:
Hari/Tanggal           : Senin, 23 Mei 2011
Waktu                     : Pukul 09.10 s.d. 11.30 WITA
Tempat                   : Laboratorium Biologi Lantai III Barat FMIPA UNM
B. Alat dan Bahan
1.  Alat:
a.  Cawan petri 2 buah
b.  Gunting
c.  Klip
d.  Uang logam
e.  Toples kaca
f.  Handphone
2.  Bahan:
a.  Daun mangga (Mangifera indica)
b.  Daun jambu biji (Psidium guajava)
c.  Daun sirsak (Annona muricata)
d.  Daun asoka (Ixora coccinea)
d.  Daun puring (Coideum variegatum)
e.  Daun Miyana           
f.   Kertas saring
g.  Alkohol 70 %
C. Prosedur Kerja
1.  Menyiapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan.
2.  Meletakkan daun secara terbalik di atas kertas saring, kemudian membuat bercak warna hijau selebar 2,5 – 3,0 cm, dengan cara menggosok-gosokkan  pinggiran uang logam pada daun.
3.  Membiarkan tanda warna hijau tua itu mengering di atas kertas saring.
4.  Mengulai lagi untuk memperoleh cukup banyak pigmen daun pada garis hijau tua di kertas.
5.  Setelah kering, melipat kertas saring dua kali dan menjepitnya dengan klip agar berkerucut. Menggunting kaki kerucut agar dapat berdiri dengan baik.
6.  Menuangkan alkohol secukupnya ke dalam cawan petri.
7.  Menaruh kerucut di atas cawan petri berisi alkohol 70 %.
8.  Menutrup cawan petri dengan botol plastik, lalu membiarkan selama 30 menit.
9.  Mengamati goresan berwarna pada kertas saring dan mengenali pigmen karotein (jingga), xantofil (kuning), klorofil a (hijau biru), klorofil b (hijau kuning), dan anthosianin (merah).
10.  Setelah melakukan pada daun yang berwarna hijau tua, melakukan hal tersebut pada daun yaitu daun berwarna hijau muda pada tumbuhan mangga, kacang merah, dan nangka.
11.  Mencatat hasil pengamatan pada laporan sementara.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
Tabel Hasil Pengamatan Kromatografi Cahaya
No.
Jenis Tumbuhan
Pigmen yang dihasilkan
Daun muda
Daun tua
1
Mangga (Mangifera indica)
Hijau muda (klorofil b)
Hijau muda (klorofil b) Kuning (Xantofil)
2
Jambu biji
(Psidium guajava)
Hijau tua kekuningan
(klorofil b)
Hijau kekuningan ( klorofil b) Hijau tua (klorofil b)
3
Daun sirsak
(Annona muricata)
Hijau kekuningan
(klorofil b)
Hijau tua (klorofil b)
Hijau kekuningan (klorofil b)
4
Daun asoka
(Ixora coccinea)
Jingga (karoten)
Merah (Antosianin)
Hijau kekuningan
(klorofil b)
5
Daun puring
(Coideum varigatum)
Hijau muda (klorofil b)
Hijau kekuningan (klorofil b)
6
Daun miyana
Hijau muda (klorofil b)
Hijau tua (klorofil b)
Hijau muda (klorofil b)
Kuning (Xantofil)
Hijau kekuningan (klorofil b)
Merah kecoklatan (antosianin)

B.   Pembahasan
Dari data yang telah kami temukan, dapat kita lihat bahwa pada daun muda dari ketiga jenis tumbuhan tersebut terdapat pigmen klorofil b (hijau kekuningan, hijau muda, hijau tua). Untuk daun tua, pada tanaman mangga dan asoka mengandung pigmen klorofil b (hijau kekuningan), sedangkan pada daun jambu biji dan daun sirsak mengandung pigmen klorofil b (hijau kekuningan dan hijau tua). Pada daun miyana mengandung pigmen warna hijau tua (klorofil b), hijau muda (klorofil b), kuning (xantofil), hijau kekuningan (klorofil b), dan merah kecoklatan (antosianin). Daun puring mengandung pigmen klorofil b (hijau kekuningan).
Pigmen hijau kuning disebabkan oleh kandungan zat atau senyawa tersebut jumlahnya sangat banyak pada organ daun sehingga menyebabkan daun berwarna kehijauan. Begitupula pada daun yang berwarna merah oleh karena jumlah zat karoteinnya yang tinggi.
Kegiatan kromatografi cahaya ini bertujuan untuk mengetahui pigmen apa saja yang terkandung pada daun tumbuhan. Hal ini dapat dilakukan karena adanya perbedaan dalam absorbsi, partisi, kelarutan, tekanan uap, ukuran molekul zat yang terdapat pada daun terhadap alkohol sehingga kita dapat mengamati warna yang terjadi setelah 30 menit pada bercak warna daun yang bersentuhan dengan alkohol pada kertas saring.
Menurut Ismail (2011), warna organ tumbuhan bermacam-macam, tergantung  jenis dan jumlah pigmen yang ada. Daun berwarna hijau disebabkan oleh suatu senyawa (klorofil) yang peka terhadap cahaya yang terdapat dalam sel khusus atau di kloroplas. Pigmen-pigmen dalam daun dapat dipisahkan untuk identifikasi melalui proses kromatografi yaitu memisahkan bahan-bahan campuran yang telah menjadi satu melalui perbedaan daya serap saat melewati bahan.
Hal ini sesuai dengan teori bahwa warna organ tumbuhan bermacam-macam, tergantung  jenis dan jumlah pigmen yang ada. Daun berwarna hijau disebabkan oleh suatu senyawa (klorofil) yang peka terhadap cahaya yang terdapat dalam sel khusus atau di kloroplas. Begitu pula pada daun yang berwarna hijau tua, kemerahan, atau kekuningan, disebabkan oleh senyawa pembentuk warna tresebut jumlahnya sangat banyak dan dominan pada daun.

BAB V
PENUTUP
A.   Kesimpulan
Dari percobaan yang telah kami lakukan, maka dapat kami simpulkan bahwa warna organ tumbuhan bermacam-macam, tergantung  jenis dan jumlah pigmen yang ada. Kita dapat mengambil contoh untuk daun berwarna hijau disebabkan oleh suatu senyawa (klorofil) yang peka terhadap cahaya yang terdapat dalam sel khusus atau di kloroplas.
B.  Saran
1.    Praktikan sebaiknya bersungguh-sungguh dalam menjalani praktikum fisiologi tumbuhan, agar diperoleh ilmu yang optimum berdasarkan hasil pengamatan, dan dapat menguji teori dari perkuliahan.
2.    Kakak asisten sebaiknya membimbing praktikan dengan sepenuh hati dan memberikan penjelasan-penjalasan yang berkaitan dengan praktikum yang sedang dijalani, sehingga terjadi transfer ilmu secara tidak langsung.
DAFTAR PUSTAKA
Anonima. 2011. Klolofil. http://www. id.wikipedia. com. Diakses tanggal 22 Mei 2009.
Anonimb. 2009. Kromatografi Kertas .http://www.rsc.org/ KromatografiCahaya.com. Diakses tanggal 22 Mei 2009.
Gardiner, Franklin P; dkk. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia UI Press.
Ismail. 2011. Buku Kuliah Fisiologi Tumbuhan. Makassar: Jurusan Biologi FMIPA UNM.
Salisbury, Frank B, dkk. 2000. Fisiologi Tumbuhan. Bandung: Penerbit ITB Bandung.

Laporan Fisiologi Tumbuhan - Muliana G. H., S. Pd
Loading...

0 Response to "Kromatografi Cahaya (Laporan)"

Posting Komentar