Laporan Struktur Hewan - Sistem Rangka

Loading...

Laporan Struktur Hewan - Sistem Rangka

Latar Belakang Struktur Hewan - Sistem Rangka

Biologimu. Tubuh manusia maupun hewan lain seperti yang telah kita ketahui memiliki struktur yang kompleks dimana tubuh manusia tersusun atas jaringan-jaringan dasar. Keempat tipe jaringan dasar itu antara lain yakni jaringan epitel, jaringan ikat, otot, dan jaringan saraf. Selain itu, tubuh manusia juga didukung oleh sistem rangka. Sistem inilah yang menyokong tubuh, termasuk jaringan dasar penyusun tubuh manusia. Peranannya sangat vital bagi tubuh manusia.

Laporan Struktur Hewan - Sistem Rangka

Rangka pada makhluk hidup memiliki peranan yang sangat penting, diantaranya menyokong tubuh, memberi bentuk pada bangunan tubuh, sebagai alat gerak pasif, dan yang paling penting adalah melindungi organ-organ vital lainnya, seperti tengkorak yang melindungi otak dan ruas-ruas tulang rusuk yang melindungi paru-paru, dan seterusnya.

Sebagai mahasiswa biologi yang kritis dan mampu bersikap ilmiah tentunya kita memiliki rasa ingin tahu Dengan berkembangnya biologi sebagai ilmu murni dan berkembangnya pengetahuan tentang rangka manusia, maka kita sebagai mahasiswa biologi tentunya dapat mengadakan pengamatan-pengamatan khusus rangka manusia dalam laboratorium. Kita dapat mengamati secara langsung rangka manusia yang telah disediakan oleh laboratorium. Hasil pengamatan tersebut nantinya dapat dibandingkan dengan hasil pengamatan dan teori yang telah dipelajari dalam mata kuliah struktur hewan. Oleh karena itu, perlu diadakan pengamatan khusus tentang sistem rangka dalam sebuah praktikum.

Sistem rangka sebagai alat gerak pasif mempunyai peranan yang sangat penting, maka sangat perlu sistem ini untuk diketahui struktur, susunan, maupun letaknya. Adapun yang akan diamati adalah tulang-tulang penyusun sistem rangka pada manusia, pisces, amfibi, dan aves. Untuk memahami secara lebih mendalam mengenai sistem rangka ini maka dilakukan praktikum yang berjudul Sistem Rangka.


Tujuan Praktikum


Adapun tujuan yang hendak dicapai dari praktikum “ Sistem Rangka“ ini adalah sebagai berikut :

  1. Mengamati tulang-tulang penyusun pada sistem rangka manusia, yaitu tulang-tulang penyusun tengkorak, anggota badan, dan anggota gerak.
  2. Mengamati tulang-tulang penyusun pada sistem rangka pisces.
  3. Mengamati tulang-tulang penyusun pada sistem rangka amfibi.
  4. Mengamati tulang-tulang penyusun pada sistem rangka aves.


Manfaat Praktikum


Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari praktikum ini adalah sebagai berikut :

  1. Mahasiswa telah mampu mendeskripsikan tulang-tulang penyusun pada sistem rangka manusia, yaitu tulang-tulang penyusun tengkorak, anggota badan, dan anggota gerak.
  2. Mahasiswa telah mampu mendekripsikan tulang-tulang penyusun pada sistem rangka pisces.
  3. Mahasiswa telah mampu mendeskripsikan tulang-tulang penyusun pada sistem rangka amfibi.
  4. Mahasiswa telah mampu mendeskripsikan tulang-tulang penyusun pada sistem rangka aves.


TINJAUAN PUSTAKA

Sistem rangka merupakan suatu sistem yang dibangun oleh struktur-struktur keras dari tubuh yang sifatnya menyokong dan melindungi. Sistem ini meliputi eksoskeleton, dan endoskeleton. Eksoskeleton secara embriologis berasal dari epidermis saja, dermis saja, atau keduanya. Sedangkan endoskeleton secara embriologis berasal dari jaringan subdermal, yaitu endoskeleton tulang, endoskeleton rawan dan korda. Eksoskeleton ummnya dijumpai pada hewan invertebrata. Pada vertebrata lebih dikenal sebagai dermal skeleton. Endoskeleton umumnya dijumpai pada hewan veretebrata (Pagarra, 2010).

Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup. Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur penunjang. Rangka manusia dibentuk dari tulang tunggal atau gabungan (seperti tengkorak) yang ditunjang oleh struktur lain seperti ligamen, tendon, otot, dan organ lainnya. Rata-rata manusia dewasa memiliki 206 tulang, walaupun jumlah ini dapat bervariasi antara individu (Anonim1, 2010).

Sistem rangka dibagi menjadi dua yaitu rangka sumbu (rangka aksial) dan rangka anggota (rangka appendikular). Rangka aksial meliputi tengkorak (kranium), tulang belakang (kolumna vertebralis), tulang rusuk (kosta), dan tulang dada (sternum). Rangka anggota meliputi gelang bahu (gelang pektoral) dengan rangka anggota depan, dan gelang pinggul (gelang pelvik) dengan rangka anggota belakang (Adnan, 2010).

Menurut Adnan (2010), tengkorak terdiri atas:
  1. Tulang-tulang kotak (brain case): os frontal, os parietal (sepasang), os oksipital, os sphenoid (sepasang), os temporal (sepasang) dan os etmoid.
  2. Tulang-tulang muka: os nasalis (tl hidung), os lakrimalis (tl air mata), os maksilaris (tl rahang atas), os palatines (tl langit-langit), os zingimatikus (tl pipi), os mandibularis (tl rahang bawah), dan os hyoid (tl lidah).

Menurut Setiadi (2007), fungsi tulang secara umum adalah:

  1. Sebagai formasi kerangka, dengan membentuk rangka tubuh, menetukan bentuk dan ukuran tubuh.
  2. Pergerakan, yaitu untuk berbagai aktifitas selama pergerakan.
  3. Perlindungan, yaitu melindungi organ-organ yang lunak dalam tubuh.
  4. Hematopoiesis, yaitu pembentukan sel-sel darah merah yang terjadi pada sumsum tulang merah.
  5. Tempat penyimpanan mineral, antara lain kalsium dan fosfor.


Sistem rangka (skelet), fungsi utama memperkuat tubuh serta melindungi bagian-bagian yang lemah dari tubuh. Pada invertebrata, dikenal adanya kerangka luar atau eksoskelet seperti pada spons memiliki spikula, siput memiliki cangkang, dan serangga memiliki kerangka luar yang beruas-ruas. Pada vertebrata, secara garis besar rangkanya dibedakan: (a) skelet aksial, meliputi ruas-ruas tulang belakang dan tengkorak, (b) skelet appendikular, meliputi gelang bahu dengan anggota gerak depan, dan gelang pinggul dengan anggota gerak belakang (Tim Pengajar, 2003).

Menurut Anonim2 (2010) tulang-tulang Vertebrata membentuk rangka dalam (endoskeleton) yang berfungsi :
  1. Memberi bentuk tubuh.
  2. Menahan dan menegakkan tubuh.
  3. Melindungi dan menegakkan tubuh.
  4. Sebagai tempat melekatnya otot rangka.
  5. Sebagai alat gerak pasif.
  6. Tempat pembentukan sel-sel darah (hemopoiesis).

Tulang terdiri atas sel-sel (osteosit, osteoblas dan osteoklas) dan matriks ekstra selluler yang tersusun dari serat-serat kolagen organic yang tertanam pada substansi dasar dan garam-garam anorganik tulang seperti fosfor dan kalsium (Setiadi, 2007).

Menurut Setiadi (2007), klasifikasi tulang menurut bentuknya terbagi atas:
  1. Tulang panjang, yaitu tulang yang berbentuk silindris, yang terdiri dari diafisis dan epifisis yang berfungsi untuk menahan berat tubuh dan berperan dalam pergerakan.
  2. Tulang pendek, yaitu tulang yang berstruktur kuboid yang biasanya ditemukan berkelompok yang berfungsi memberikan kekuatan kekompakan pada area yang pergerakannya terbatas.
  3. Tulang pipih, yaitu tulang yang strukturnya mirip lempeng yang berfungsi untuk memberikan suatu permukaan yang luas untuk perlekatan otot dan memberikan perlindungan.
  4. Tulang ireguler, yaitu tulang yang bentuknya tidak beraturan dengan struktur tulang yang sama dengan tulang pendek.
  5. Tulang sesamoid, yaitu tulang kecil bulat yang masuk dalam formasi persendian yang bersendian yang bersambungan dengan kartilago, ligament, atau tulang lainnya.

Rangka katak tersusun atas endoskeleton yang disokongoleh bagian-bagian lunak. Fungsi rangka adalah untuk melindungi bagian-bagian tubuh yang vital, melekatnya otot daging yang berguna untuk gerak dan berjalan. Pada fase cebong (berudu) tulang-tulang masih lunak. Kemudian fase dewasa menjadi keras. Tapi pada sambungan-sambungan tulang masih tetap lunak, dengan permukaan yang licin. Tempurung kepala, vertebrae dan sternum merupakan skeleton axiale sedng kaki merupakan skeleton appendikulare (Jasin, 1992).

Sisik dan sirip merupakan exoskeleton, sedang endoskeleton terdiri atas tulang tempurung kepala, columna vertebralis, cingulum pectoralis, tulang-tulang kecil tambahan yang menyokong sirip. Tulang tempurung kepala terdiri atas cranium sebagai tempat otak, capsula untuk tempat beberapa pasang organon sensoris (olfactory, optic, auditory) dan skeleton viceralis, yang merupakan bagian pembentuk tulang rahang dan penyokong lidah insang untuk mekanisme. Tengkorak (tempurung) kepala melekat dekat sekali dengan columna vertebralis, oleh karena itu ikan tidak bisa memutar kepalanya. Gigi biasanya terdapat pada tulang premaxillary dentary, vomer dan tulang palatina (Jasin, 1992).

Chondrichthyes memiliki tulang kartilago kranium sempurna, organ pembau dan kapsul optic tergabung menjadi satu. Eksoskeleton Ostracodermi mempunyai kesamaan dengan dentin pada kulit Elasmobrachii yang merupakan mantel keras seperti email pada gigi Verterata. Di bawah lapisan tersebut terdapat beberapa lapisan tulang sponge dan di bawahnya lagi terdapat tulang padat. Kartilago palate-quadrat dan kartilago Meckel adalah tulang rawan yang akan membentuk rahang atas dan rahang bawah. Ikan hiu dan ikan pari, rahangnya bersendi pada tulang ke posterior atau pada elemen hiomandibula dari lengkung insang ke 2 (Sukiya, 2003).

Skeleton Aves bila dibandingkan dengan Reptilia dan Mamalia merupakan tulang yang berongga dan ringan. Hal ini merupakan modifikasi untuk terbang. Aves adalah bipedal. Tulang tempurungnya pada hewan yang masih muda terpisah satu dengan lainnya; setelah tua bersenyawa menjadi satu . tulang tempurung kepala terdiri atas kotak otak yang bulat, rongga mata dan rahang (maxillae) yang terproyeksi ke luar sebagai paruh, rahang bawah (mandibulae) bersendi dengan quadrat yang mudah digerakkan. Persendian antara tulang kepala dan leher dengan sebuah sistem condyl (condylus occipitalis) (Jasin, 1992).


METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat


Praktikum ini dilaksanakan pada:
Hari / Tanggal : Kamis / 22 April 2010.
Waktu : Pukul 11.50 s.d. 13.30 WITA.
Tempat : Laboratorium Biologi Lantai III sebelah barat, FMIPA UNM.

B. Alat dan Bahan
  1. Torso rangka manusia
  2. Torso rangka pisces
  3. Torso rangka amfibi
  4. Torso rangka aves


C. Prosedur Kerja

1. Pengamatan I

a. Mengamati tulang-tulang penyusun tengkorak.
  1. Mengamati tulang tempurung kepala os frontal, os pariental, os oksipital, os spenoidal, dan os temporal.
  2. Mengamati tulang wajah seperti maksilla, mandibula, os zogomatikum, os lacrimale, dan os nasal.
b. Mengamati tulang-tulang penyusun anggota badan.
  1. Mengamati tulang belakang seperti vertebra servikalis, vertebra torakalis, vertebra lumbalis, vertebra sarkalis, vertebra cocsiagalis.
  2. Mengamati tulang dada seperti manubrium sterni, corpus sterni, prosesus xipodeus.

c. Mengamati tulang-tulang penyusun anggota gerak.
  1. Mengamati tulang anggota gerak atas seperti scapula, humerus, radius, ulna, carpal, metacarpal dan phalanges.
  2. Mengamati tulang anggota gerak bawah yaitu femur, patella, tibia, fibula, tarsus, metatarsus, phalanges,maleus dan calvaneus.


d. Menggambar hasil pengamatan.

2. Pengamatan II
  1. Mengamati tulang-tulang penyusun rangka pisces.
  2. Menggambar hasil pengamatan.

3. Pengamatan III
  1. Mengamati tulang-tulang penyusun rangka amfibi.
  2. Menggambar hasil pengamatan.

4. Pengamatan IV
  1. Mengamati tulang-tulang penyusun rangka aves.
  2. Menggambar hasil pengamatan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan

1. Pengamatan I

a. Susunan Rangka Manusia

Keterangan:
  1. Tl. tengkorak (os cranium)
  2. Tl. selangka (os clavicula)
  3. Tl. belikat (os scapula)
  4. Tl. lengan atas (os humerus)
  5. Tl. belakang (os columna vertebralis)
  6. Tl. pengumpil (os radius)
  7. Tl. hasta (os ulna)
  8. Tl. pergelangan tangan (os carpal)
  9. Tl. telapak tangan (os metacarpal)
  10. Tl. jari tangan (os phalanges)
  11. Tl. paha (os femur)
  12. Tl. tempurung lutut (os patella)
  13. Tl. kering (os tibia)
  14. Tl. betis (os fibula)
  15. Tl. pergelangan kaki (os tarsal)
  16. Tl. telapak kaki (os metacarpal)
  17. Tl. jari kaki (os phalanges)
  18. Tl. tumit (os maleus)
  19. Tl. mata kaki (os calcaneus)
  20. Tl. duduk (os ischium)
  21. Tl. kemaluan (os pubicium)
  22. Tl. usus (os ileum)
  23. Tl. dada (os sternum)
  24. Tl. rusuk (os costae)

b. Tulang-tulang Penyusun Tengkorak (Cranium)

Tampak lateral

Keterangan:
  1. Tl. dahi (os frontal)
  2. Tl. ubun-ubun (os parietal)
  3. Tl. baji (os spenoidal)
  4. Tl. pelipis (os temporal)
  5. Tl. kepala belakang (os oxipital)
  6. Tl. tapis (os ethmoidal)
  7. Tl. rahang atas (os maxilla)
  8. Tl. rahang bawah (os mandibula)
  9. Tl. air mata (os lacrimal)
  10. Tl. hidung (os nasal)
  11. Tl. pipi (os zigomatic)

Tampak ventral
Keterangan:
1. Tl. langit-langit (os pallatum)

c. Tulang Anggota Badan
Tulang dada, tulang rusuk, dan gelang bahu
Keterangan:

  1. Tl. belikat (os scapula)
  2. Tl. selangka (os clavicula)
  3. Tl. dada bagian hulu (manubrium sterni)
  4. Tl. rusuk sejati (costa vera)
  5. Tl. dada bagian batang (corpus sterni)
  6. Tl. dada bagian pedang-pedang (processus xiphoideus)
  7. Tl. rusuk palsu (costa spuria)
  8. Tl. rusuk melayang (costa fluktuantes)

Tulang panggul
Keterangan:
  1. Tl. usus (os ileum)
  2. Tl. kemaluan (os pubicium)
  3. Tl. duduk (os ischium)

d. Ruas-ruas tulang belakang

Keterangan:
  1. Tl. leher (os servicales)
  2. Tl. punggung (os thoracales)
  3. Tl. pinggang (os lumbales)
  4. Tl. kelangkang (os sacrales)
  5. Tl. ekor (os koksigales)

e. Tulang-tulang penyusun anggota gerak atas

Tulang lengan

Keterangan:
  1. Tl. lengan atas (os humerus)
  2. Tl. pengumpil (os radius)
  3. Tl. hasta (os ulna)
  4. Prosessus stiloideus
  5. Tubrositas radi
  6. Throchlea humeri


Tulang-tulang tangan

Keterangan:
  1. Tl. jari tangan (os phalanges)
  2. Tl. jari tangan distal (os phalanges distal)
  3. Tl jari tangan median (os phalanges median)
  4. Tl. jari tangan proksimal (os phalanges proximal)
  5. Tl. telapak tangan (os metacarpal)
  6. Tl. pergelangan tangan (os carpal)

f. Tulang-tulang penyusun anggota gerak bawah

Keterangan:
  1. Tl. paha (os femur)
  2. Tl. tempurung lutut (os patella)
  3. Tl. kering (os tibia)
  4. Tl. betis (os fibula)
  5. Tl. mata kaki (os calcaneus)
  6. Tl. tumit (os maleus)
  7. Tl. pergelangan kaki (os tarsal)
  8. Tl. telapak kaki (os metatarsal)
  9. Tl. jari kaki proksimal (os phalanges proximal)
  10. Tl. jari kaki tengah (os phalanges median)
  11. Tl. jari kaki distal (os phalanges distal)
  12. Tl. jari kaki (os phalanges)

2. Pengamatan II

Rangka pisces

Keterangan:
  1. Operculum 
  2. Pinna pelvicus
  3.  Parietal 
  4.  Costae
  5. Frontae 
  6.  Vertebrae caudalis
  7. Capsula opticus 
  8.  Tulang interspinalis
  9. Frontal 
  10.  Pinna analis
  11. Nasal 
  12.  Prossos spinosus haemalis
  13. Premaxilla 
  14.  Prosessus spinosus haemalis
  15. Maxilla
  16. Pinna caudalis
  17. Dentary 
  18.  Vertebrae caudalis
  19. Tulang quadral 
  20.  Sirip dorsalis lunak
  21. Gordel pectoralis 
  22. Radii pinna dorsalis
  23. Pina pectoralis

3. Pengamatan III

Rangka amfibi

Keterangan:
  1. Sphenetmoid 
  2.  Calcaneus
  3. Frontoparietal
  4. Ischium
  5. Pterygoid
  6. Tarsals
  7. Squamosal
  8. Metatarsals
  9. Prooctic
  10. Phalanges
  11. Exoocipital
  12. Humerus
  13. Atlas
  14. Radio ulna
  15. Columna vertebralis
  16. Suprascapula
  17. Vertebrae sacralis
  18. Carpals
  19. Urostyle
  20. Metacarpals
  21. Illium
  22. Phalanges
  23. Femur 
  24. Nasal
  25. Tibio-fibula
  26. Vomer
  27. Calcar 
  28. Maxilla
  29. Astragalus 
  30.  Premaxilla

4. Pengamatan IV

Rangka aves

Keterangan:
  1. Orbita
  2. Costae
  3. Metacarpal
  4. Platella
  5. Ulna
  6. Tibio-tarsus
  7. Radius 
  8. Tarso-metatarsus
  9. Humerus
  10. Carina
  11. Scapula 
  12. Sternum
  13. Vertebrae thoracalis 
  14. Clavicula
  15. Prosessus unicatus
  16. Coracoids
  17. Pelvicus
  18. Vertebrae cervicalis
  19. Vertebrae caudalis 
  20. Mandibula
  21. Femur


B. Pembahasan

1. Pengamatan I

a. Susunan rangka manusia

Sistem rangka dibagi menjadi dua yaitu rangka sumbu (rangka aksial) dan rangka anggota (rangka appendikular). Rangka aksial meliputi tengkorak (kranium), tulang belakang (kolumna vertebralis), tulang rusuk (kosta), dan tulang dada (sternum). Rangka anggota meliputi gelang bahu (gelang pektoral) dengan rangka anggota depan, dan gelang pinggul (gelang pelvik) dengan rangka anggota belakang.

b. Tulang-tulang penyusun tengkorak

Tengkorak (cranium), terdiri atas:

1) Tulang-tulang kotak (brain case): os frontal, os parietal (sepasang), os oksipital, os sphenoid (sepasang), os temporal (sepasang) dan os etmoid.

2) Tulang-tulang muka: os nasalis (tl hidung), os lakrimalis (tl air mata), os maksilaris (tl rahang atas), os palatines (tl langit-langit), os zingimatikus (tl pipi), os mandibularis (tl rahang bawah), dan os hyoid (tl lidah).

c. Tulang anggota badan

Tulang anggota badan dibentuk oleh ruas tulang belakang, tulang dada, tulang rusuk, tulang gelang bahu, dan tulang panggul. Tulang dada menjadi tonggak dinding depan daripada toraks. Rongga dada bentuknya gepeng dan sedikit melebar yang terdiri atas tiga bagian yaitu: Manubrium sterni yang merupakan bagian tulang dada yang membentuk persendian dengan tulang selangka dan tulang rusuk, Corpus sterni (dada bagian batang) yaitu bagian yang terbesar dari tulang dada dan membentuk persendian dengan tulang rusuk, Prosessus xiphoideus (dada bagian pedang-pedang) yaitu bagian ujung dari tulang dada.

Tulang rusuk (costae) banyaknya 12 pasang, bagian depan berhubungan dengan ruas tulang belakang dengan perantaraan tulang rawan, bagian belakang berhubungan dengan ruas tulang belakang dengan perantaraan persendian. Tulang rusuk dibagi 3 macam: 7 pasang tulang rusuk sejati (os costa vera) yaitu berhubungan langsung dengan tulang dada dengan peantaraan persendian, 3 pasang tulang rusuk palsu (os costa spuria) yaitu berhubungan dengan tulang dada dengan perantaraan tulang rawan dari tulang rusuk sejati (os costa vera), dan tulang rusuk melayang (os costa fluktuantes) yang tidak mempunyai perhubungan dengan tulang dada (os sternum).

Tulang gelang bahu dibentuk oleh 2 tulang belikat (os scapula) yang terdapat di bagian punggung sebelah luar atas, dan 2 tulang selangka (os clavicula) yang mempunyai bentuk panjang sedikit bengkok hampir menyerupai huruf S.

Tulang panggul terdiri dari 3 buah tulang pipih yang masing-masing banyaknya 2 buah, kiri dan kanan yang satu sama lainnya berhubungan sangat erat sekali sehingga persendian tersebut tidak dapat digerakkan. Tulang-tulang tersebut terdiri dari: 2 tulang usus (os ileum) kanan dan kiri yang berbentuk lebar dan gepeng serta melengkung menghadap perut, 2 tulang duduk (os ischium) yaitu bentuknya setengah lingkaran menghadap ke atas mempunyai tonjolan bertumpu pada tempat duduk, dan tulang kemaluan (os pubiscium).

d. Ruas-ruas tulang belakang

Ruas tulang belakang terdiri dari: 7 ruas tulang leher (os servicales) yang mempunyai badan ruas kecil dan lubang ruasnya besar, 12 ruas tulang punggung (os thoracales) ditandai dengan spina neuralis yang panjang serta kukuh dengan adanya persendian dengan rusuk, 5 ruas tulang pinggang (os lumbales) yang mempunyai badan ruas yang besar, tebal, dan kuat dengan taju duri agak pipih, 5 ruas tulang kelangkang (os sacrales) yang memiliki ruas-ruas menyatu sehingga menyerupai sebuah tulang, dan 4 ruas tulang ekor (os koksigeales) yang memiliki ruas-ruas kecil dan menjadi sebuah tulang yang disebut os koksigialis.

e. Tulang-tulang penyusun anggota gerak atas

Tulang anggota gerak atas (ekstemitas superior) terdiri dari: 2 lengan atas (os humerus) yang mempunyai tulang seperti tongkat dan bagian yang mempunyai hubungan dengan bahu bentuknya bundar membentuk sendi yang disebut kaput humeri; 2 tulang hasta (os ulna) yaitu tulang bawah yang lengkungannya sejajar dengan tulang tulang jari kelingking; 2 tulang pengumpil (os radius) yang letaknya bagian lateral sejajar dengan ibu jari; 2 x 8 tulang pergelangan tangan (os carpal) yang meliputi bagian proksimal dan bagian distal; 2 x 5 tulang telapak tangan (os metacarpal) yang terdiri dari tulang pipa pendek banyaknya 5 buah setiap batang mempunyai 2 ujung yang bersendi dengan tulang karpalia dan phalanges; dan 2 x 14 tulang jari tangan (os phalanges) yang juga terdiri dari tulang pipa yang banyaknya 14 buah dibentuk dalam 5 bagian tulang yang berhubungan dengan metacarpalia perantaraan persendian, phalanges distal yaitu tulang ujung jari, phalanges median yaitu tulang jari tengah, dan phalanges proximal yaitu tulang jari yang berbatasan dengan os metacarpal.

f. Tulang-tulang penyusun anggota gerak bawah

Tulang anggota gerak bawah (ekstremitas inferior) terdiri atas: 2 tulang paha (os femur) yaitu tulang pipa terpanjang dan terbesar di dalam tulang kerangka pada bagian pangkal yang berhubungan dengan asetabulum membentuk kepala sendi yang disebut kaput femuris; 2 tulang tempurubg lutut (os patella) yang biasa disebut dengan fosa kondilus; 2 tulang kering (os tibia) yaitu bentuknya lebih kecil pada bagian pangkal melekat pada os fibula dan pada bagian ujung membentuk persendian dengan tulang pangkal kaki; 2 tulang betis (os fibula) yaitu bentuknya lebih kecil lagi dari os tibia; 2 x 7 tulang pergelangan kaki (os tarsal) yang dihubungkan dengan tungkai bawah oleh sendi pergelangan kaki; 2 x 5 tulang telapak kaki (os metatarsal) yang terdiri atas tulang-tulang pendek yang banyaknya 5 buah masing-masing berhubungan dengan tarsus dan phalanges dengan perantaraan persendian; 2 x 14 tulang jari kaki (os phalanges) termasuk di dalamnya phalanges distal, median, dan proksimal; 2 tulang tumit (os calcaneus) yaitu tulang yang terletak tepat di bawah tarsal; dan tulang mata kaki (os maleus) yaitu tulang kecil bundar dan letaknya di samping luar tarsal.

2. Pengamatan II

Pada pengamatan II, yaitu pengamatan pada rangka pisces, khususnya rangka ikan bertulang keras. Tulang tempurung kepala terdiri dari cranium sebagai tempat otak, capsula untuk tempat beberapa pasang organon sensoris (olfactory, optic, auditory) dan skeleton viceralis, yang merupakan bagian pembentuk tulang rahang dan penyokong lidah insang untuk mekanisme. Tengkorak (tempurung) kepala melekat dekat sekali dengan columna vertebralis, oleh karena itu ikan tidak bisa memutar kepalanya. Gigi biasanya terdapat pada tulang premaxillary dentary, vomer, dan tulang palatine.

Pada bagian kepala pisces, disusun oleh tulang parietal, frontae, capsula opticus, frontal, nasal, premaxilla, maxilla, dentary, tulang quadral, gordel pectoralis, operculum, pinna pelvicus, dan pinna pectoralis. Pada bagian badan, terdapat costae, vertebrae caudalis, tulang interspinalis, pinna analis, dan radii pinna dorsalis. Sedangkan pada bagian ekor, terdiri dari prosessus spinosus haemalis, vertebrae caudalis, dan pinna caudalis.

3. Pengamatan III

Pada pengamatan III, yaitu pengamatan pada rangka amfibi, rangkanya terdiri dari tempurung kepala, vertebrae, dan sternum merupakan skeleton axiale sedang kaki merupakan skeleton appendiculare.

Pada skeleton axiale, terdapat: tempurung kepala yang besar serta pipih. Terdiri dari sphenetmoid, frontoparietal, pterygoid, squamosal, prooctic, exoocipital, premaxilla, maxilla, vomer, dan nasal; vertebrae terdiri dari, atlas, suprascapula, columna vertebralis,vertebrae sacralis, urostyle, illium, dan ischium.

Pada skeleton appendiculare, yaitu kaki, terdiri dari tungkai depan dan belakang. Pada tungkai depan terdiri dari; humerus, radio ulna, carpals, metacarpals, dan phalanges. Pada tungkai belakang terdiri dari; femur, tibio-fibula, astragalus, calcaneus, calcar, tarsals, metatarsals, dan phalanges.

4. Pengamatan IV

Pada pengamatan IV, yaitu pengamatan rangka aves. Leher tersusun atas kurang lebih 16 vertebrae cervicalis. Columna vertebralis bagian truncus bersenyawa menjadi satu, sedang bagian thorax mempunyai persendian dengan costae. Tidak memiliki vertebrae lumbalis. Empat vertebrae caudalis menjadi satu dan terkenal sebagai pygostyl atau uropytegium yang menyebabkan bulu ekor digerakkan.

Tulang-tulang thorax melindungi alat-alat bagian dalam dan merupakan bagian yang menyokong mekanisme terbang. Tulang-tulang yang mengambil bagian dalam hal ini yakni; tulang vertebrae sebelah dorsal, tulang costae yang pipih sebelah lateral, tulang sternum sebelah ventral yang mempunyai tonjolan sebelah median yang disebut carina.

Ekstremitas anterior yang mempunyai ala (sayap), skeletonnya terdiri atas; humerus sebagai lengan atas, radius, dan ulna serta ossa carpalia. Digiti hanya tinggal tiga, sedang tulang carpus lainnya menjadi satu dengan tiga tulang meta carpus dan kesatuan itu disebut corpus metacarpus. Skeleton ekstremitas posterior terdiri atas; fibula yang pendek dan tibiotarsus yang merupakan persatuan dari tulang tibia dan tarsalis; pes yang terdiri atas tarso metatarsus sebagai tulang cakar dan digiti yang mempunyai ruas phalanx (jari-jari). Pada ujung jari terdapat falcula (kuku untuk mencakar). Empat jari itu yang tiga mengarah ke muka, dan yang satu mengarah ke belakang.

PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan pemaparan di atas, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

  1. Sistem rangka dibagi menjadi dua yaitu rangka sumbu (rangka aksial) dan rangka anggota (rangka appendikular). Rangka aksial meliputi tengkorak (kranium), tulang belakang (kolumna vertebralis), tulang rusuk (kosta), dan tulang dada (sternum). Rangka anggota meliputi gelang bahu (gelang pektoral) dengan rangka anggota depan, dan gelang pinggul (gelang pelvik) dengan rangka anggota belakang.
  2. Sistem rangka pisces terdiri dari eksoskeleton, yaitu sirip dan sisik; dan endoskeleton, yaitu tulang tempurung kepala, columna vertebralis, cingulum pectoralis, tulang-tulang kecil tambahan yang menyokong sirip.
  3. Sistem rangka amfibi terdiri dari tempurung kepala, vertebrae dan sternum merupakan skeleton axiale sedang kaki merupakan skeleton appendiculare.
  4. Sistem rangka aves terdiri dari tulang tempurung, leher (vertebrae cervicalis), tulang thorax, extremitas anterior (sayap), dan extremitas posterior.

B. Saran

Dari praktikum yang telah dilakukan ini ada beberapa saran yang mungkin akan bermanfaat kedepannya, yaitu:
  1. Laboratorium hendaknya menyediakan torso rangka yang lengkap dan dalam jumlah yang memadai untuk setiap kelompok agar praktikum dapat berjalan dengan baik.
  2. Para asisten hendaknya mengawasi setiap kegiatan pengamatan praktikan agar supaya praktikan tidak kebingungan.
  3. Para praktikan hendaknya berhati-hati dalam melakukan pengamatan karena melakukan pengamatan dengan preparat yang mudah retak dan rusak.

DAFTAR PUSTAKA

Adnan dan Pagarra, Halifah. 2010. Penuntun Praktikum Struktur Hewan. Makassar: Jurusan Biologi FMIPA UNM.

Anonim1. 2010. Sistem Rangka. http://id.wikipedia.org. Diakses pada tanggal 25 April 2010.

Anonim 2. 2010. Rangka. http://kambing.ui.ac.id. Diakses pada tanggal 25 April 2010.

Jasin, Maskoeri. 1992. Zoologi Vertebrata. Surabaya: Sinar Wijaya.

Pagarra, Halifah. 2010. Struktur Hewan. Makassar : Jurusan Biologi FMIPA UNM.

Setiadi. 2007. Anatomi & Fisiologi Manusia. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sukiya. 2003. Biologi Vertebrata. Bandung: JICA.

Tim Pengajar Biologi Umum. 2003. Biologi Umum Materi Bagian Pertama. Makassar : Jurusan Biologi FMIPA UNM.

Di dukung oleh
Loading...

0 Response to "Laporan Struktur Hewan - Sistem Rangka"

Posting Komentar