Ada Apa dengan Cinta


Ada Apa dengan Cinta


 

Pengertian Cinta Menurut para Ahli


Apa itu cinta? Banyak yang sepakat bahwa cinta sulit didefinisikan, oleh karena cinta berhubungan dengan emosi, bukan dengan intelektual. Karena berkaitan dengan emosi, setiap orang dapat memberikan konsep tentang cinta sesuai dengan keadaan emosinya. Inilah alasan mengapa sehingga terdapat banyak rumusan tentang cinta dan tidak mudah menentukan rumusan mana yang tepat.

Berikut ini pengertian cinta yang pernah diungkapkan oleh para ahli :

1.        Menurut Jalaluddin Rumi: cinta adalah sumber segala sesuatu. Dunia dan kehidupan muncul karena kekuatan yang bernama cinta. Cinta adalah inti dari segala bentuk kehidupan di dunia. 

2.       Menurut Kahlil Gibran: cinta adalah satu-satunya kebebesan di dunia karena cinta itu membangkitkan semangat hukum-hukum kemanusiaan dan gejala-gejala alami pun tak bisa mengubah perjalannya. Cinta ibarat seekor burung yang cantik, meminta untuk ditangkap tapi menolak untuk disakiti.

3.       Menurut Musfir bin Said az-Zahrani: cinta adalah satu emosi terpenting dalam kehidupan manusia. Faktor terpenting dalam menyatukan hati-hati manusia dan pembentukan kasih saying di antara sesama mereka.

4.      Menurut Hamka: cinta adalah perasaan yang mesti ada pada setiap manusia. Ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih, dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, dan perkara tercela lainnya. Tetapi jika ia jatuh ke tanah yang subur, disana akan tumbuh kesucian hati, keikhlasan, setia, budi pekerti yang tinggi, dan lain-lain yang terpuji.



Tahapan-Tahapan Timbulnya Rasa Cinta

Ada beberapa jenis senyawa kimia (hormon) yang mengalir dalam tubuh orang yang sedang jatuh cinta. Ketika dua orang saling bertatapan, bersentuhan kulit, atau mencium bau wewangian, hal tersebut akan merangsang produksi senyawa kimia yang mengalir begitu cepat dari otak ke seluruh sel saraf tubuh. Ada empat tahapan proses kimiawi dan biologis yang terjadi pada tubuh seseorang ketika sedang jatuh cinta.


Pertama, tahap terkesan

Tahap ini terjadi ketika terjadi kontak indera antara dua orang, seperti bertatapan, bersentuhan, atau mencium bau wewangian. Kontak indera tersebut bisa membuat kita terkesan mungkin dengan penampilan fisik, sikap, atau aura seseorang.


Kedua, tahap bahagia

Ketika seseorang terkesan dengan orang lain, otaknya akan terangsang sehingga menghasilkan senyawa-senyawa amfetamin. Senyawa-senyawa tersebut menyebar ke seluruh tubuh dan membangkitkan gairah cinta. Gairah cinta inilah yang membuat orang tersebut merasa bahagia dan gembira, bahkan bisa menyebabkan euforia (rasa gembira yang berlebihan). Jadi, jangan heran jika melihat orang yang sedang jatuh cinta sering tertawa dan senyum-senyum sendiri.
Tahap pertama dan kedua terjadi begitu cepat sehingga seseorang bisa saja jatuh cinta dalam waktu kurang dari 0,5 detik. Fenomena ini lebih dikenal dengan istilah cinta pada pandangan pertama. Ketika perasan cinta muncul, tubuh akan memproduksi hormone dopamine yang bisa membuat kita ketagihan untuk selalu bertemu dengan orang yang disukai


Ketiga, tahap pengikatan

Tubuh orang yang sedang jatuh cinta juga menghasilkan hormone endorphine. Endorphine akan menimbulkan perasaan damai, aman, dan tentram ketika berada di sisi sang pujaan hati. Semakin sering bertemu, senyawa endorphine pun semakin banyak disekresikan. Itulah sebabnya hubungan jarak jauh sangat sulit untuk dipertahankan karena tubuh hampir tidak menghasilkan hormon endorphine.


Keempat, tahap persekutuan kimiawi

Pada tahap ini, tubuh akan memproduksi hormone vasopressin dan oxytocine yang menyebabkan sepasang kekasih semakin rukun dan intim. Senyawa ini bisa membuat sel saraf semakin peka sehingga membangkitkan perasaan nikmat ketika sedang bercinta. Oleh karena itu, pikiran dua orang yang sedang jatuh cinta terikat sangat kuat, meskipun keduanya memiliki latar belakang kepribadian yang berbeda.

Selain itu, masih ada tiga jenis hormon yang biasa diproduksi tubuh ketika kita jatuh cinta, yaitu fenylethilamin, adrenalin, dan feromon. Ketiganya bisa bekerja kapan saja, tergantung pada situasi dan kondisi kita. Bagaimana perasaan Anda ketika mendengar pujian atau rayuan dari sang kekasih? Biasanya pernafasan menjadi lebih cepat, keluar keringat, dan seolah-olah melayang tinggi ke awan. Gejala tersebut muncul sebagai akibat dari produksi hormone fenylethilamin. Jika Anda merasakan gejala yang sama, artinya hormone fenylethilamin Anda masih diproduksi dan berfungsi dengan baik. Fenylethilamin biasanya berpasangan dengan adrenalin. Hormon adrenalin bisa menyebabkan hilangnya nafsu makan karena memperlambat kerja organ pencernaan. Itulah sebabnya mengapa orang yang sedang jatuh cinta tingkat tinggi malas makan.

Zat kimia yang juga berperan penting menghubungkan dua insan yang sedang keasmaraan adalah feromon. Sumber feromon berada di daerah ketiak sehingga bercampur dengan keringat. Namun, feromon akan menguap ke udara dan terpisah dengan keringat. Zat kimia ini hanya bisa tercium oleh vomeronasalorgan (VNO), yaitu organ pada lubang hidung yang memiliki kepekaan seribu kali lipat dari organ penciuman biasa. VNO mampu mendeteksi 30 pikogram feromon.

Hormon feromon yang tercium oleh VNO mampu mempengaruhi detak jantung, pernafasan, suhu tubuh, kondisi psikologis, dan kelenjar hormon. Tidak mengherankan jika orang yang jatuh cinta sering tersipu malu, wajah memerah, tangan berkeringat, dan salah tingkah.

Kontak tubuh sangat diperlukan dalam rangka pemindahan bau feromon. Karena itu, seorang wanita biasanya lebih suka didekap sehingga hidungnya lebih dekat pada ketiak kekasihnya. Jadi, perasaan cinta yang sering kita rasakan serta gejala-gejalanya bukanlah misteri, melainkan proses alamiah yang bisa dijelaskan secara ilmiah.

Ketika Kamu sering tertawa sendiri bahkan mengalami euforia, ketika dalam pikiran kamu selalu terbayang-bayang wajah seseorang, ketika kamu merasa senang saat dekat dengannya dan gelisah saat jauh darinya, dan ketika kamu seolah-olah melayang ke udara saat mendengar pujian darinya, maka janganlah heran dengan itu, karena itulah CINTA


Cinta Dalam Presfektif Islam

Islam sebagai agama yang sempurna,  memperhatikan juga aspek-aspek  duniawi dan sekaligus memberi solusinya. Dalam hal cinta kepada lawan jenis, islam memandangnya sebagai fitrah, manusia dibekali rasa cinta kepada lawan jenis untuk memotivasi memperbanyak keturunan, tetapi islam juga memberi rambu-rambu atas cinta kepada lawan jenis ini, dengan solusinya adalah dengan membangun keluarga dengan jalan menikah.  Islam mengecam perzinaan, tetapi sangat menganjurkan untuk menikah bagi yang mampu secara fisik dan psikis, andaikata tidak atau belum mampu menikah, islam mengajurkan untuk berpuasa dan menahan diri dari segala hal yang membangkitkan syahwat.

Bagi seorang muslim dan beriman, cinta terbesar dan cinta hakiki ialah cinta kepada Allah. Bentuk cinta dapat kita wujudkan dalam berbagai rupa tanpa batas ruang dan waktu dan kepada siapa atau apa saja asalkan semuanya bersumber dari kecintaan kita kepada Allah dan karena hendak menggapai ridha-Nya.

“Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.”(HR. At Tirmidzi)


Cinta Dalam Prespektif Psikologi

Manusia adalah makhluk sosial, mustahil rasanya jika manusia mampu untuk hidup  sendiri, manusia terlahir di dunia dengan segala kebatasan pada kemampuannya, dan di anugerahi dengan segala kelebihannya. Dalam memenuhi kebutuhan hidup, manusia harus berinteraksi dengan manusia lainnya dalam bentuk sebuah masyarakat. Dalam hal ini, Cinta kepada sesama, merupakan hal yang mendasar dalam mengatur interaksi seseorang dengan yang lainnya, dari faktor cinta inilah timbulnya rasa kemanusiaan pada diri seseorang, ia dengan senang hati untuk menolong orang lain hanya karena-Nya. Timbulnya rasa solidaritas antar sesama manusia, sebenarnya berasal dari rasa cinta yang melahirkan empati terhadap sesama.


0 Response to "Ada Apa dengan Cinta"

Poskan Komentar