Keselamatan Kerja Lab


Keselamatan Kerja Lab

v Setiap instansi atau setiap unit kegiatan kerja, terutama menyangkut banyak jiwa manusia, selalu harus dipikirkan pula ”keselamatannya”.
v Karena laboratorium adalah tempat bekerja karyawan, dosen, asisten dan mahasiswa maka perlu dipikrkan keselamatan kerja dalam laboratorium tersebut.
v Laboratorium adalah suatu tempat dimana mahasiswa, dosen, peneliti, dsb melakukan percobaan.
v Percobaan yang dilakukan menggunakan berbagai bahan kimia, peralatan gelas dan instrumentasi khusus yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan (accident) bila dilakukan dgn cara yg tidak tepat
v Kata “accident” (kecelakaan/kebetulan) sebenarnya tidaklah tepat karena tidak ada sesuatu yang terjadi secara “accident”.
v Pada zaman Romawi dimana hukum sebab-akibat belum dikenal, ‘accident” tepat karena dipercaya semua kejadian fisik (termasuk kecelakaan) dikendalikan oleh dewa.
v Di zaman sekarang dimana telah dikenal hukum “sebab-akibat”, accident tidak tepat karena bisa diprediksi (predictable).

Laboratorium adalah tempat menyimpan alat-alat yang mahal harganya demikian pula data-data berharga lainnya, maka keselamatan ini meliputi:
  Tempat bekerjanya
  Alat dan bahan yang tersedia
  Pekerjaan dan hasil karyanya
  Hubungan antara pekerjaannya
  Praktikan, asisten, mahasiswa, dosen (pengguna lab)
  Lingkungan

Hal-hal penyebab kecelakaan laboratorium :

Ada tiga dasar penyebab terjadinya kecelakaan kerja, yaitu :
  Terjadi secara kebetulan (genuine accident)
  Kondisi kerja yang tidak aman
  Tindakan tidak aman yang dilakukan seseorang


Keselamatan kerja di dalam lab :
  Laboratorium dengan perabotnya
  Listrik
  Kecelakaan akibat kebakaran
  Kecelakaan akibat bahan kimia
  Label bahan kimia berbahaya
  Pencegahan terhadap bahan kimia berbahaya


Beberapa catatan mengenai laboratorium yang menyimpan bahan-bahan kimia
  Semua bahan kimia harus tersimpan dalam botol atau kaleng yang sesuai dan tahan lama. Sebaiknya di simpan di tempat-tempat yang kecil dan cukup untuk pemakaian sehari-hari.
  Tempat persediaan untuk jangka panjang harus tersimpan dalam gudang bahan kimia yang khusus/ gudang dalam tanah misalnya.
  Setiap saat bahan kimia harus diperiksa secara rutin, untuk menentukan apakah bahan-bahan tersebut masih dapat digunakan atau tidak, dan perbaikan label yang biasanya rusak. Bahan-bahan yg tak dapat digunakan lagi harus dibuang/ dimusnahkan secara kimia.
  Semua bahan harus diberi tanda-tanda khusus, diberi label dengan semua keterangan yang diperlukan misalnya.:
ü  nama bahan
ü  tanggal pembuatan
ü  jumlah (isi)
ü  asal bahan (merek pabrik dan lain-lain)
ü  tinhgkat bahaya yang mungkin (racun, korosiv, higroskopis dll)
ü  keterangan-keterangan yang perlu (presentase, smbol kimianya dan lain-lain)

Pengenalan B3 (Bahan Berbahaya & Beracun)
  Peraturan Pemerintah RI No. 74 Tahun 2001 :
Bahan Berbahaya dan Beracun yang selanjutnya disingkat dengan B3 adalah bahan yang karena sifat dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan atau merusak lingkungan hidup, dan atau dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya.

Klasifikasi B3
  Mudah meledak (exlosive)
  Pengoksidasi (oxidizing)
  Sangat mudah sekali menyala (extremely flammable)
  Sangat mudah menyala (highly flammable)
  Mudah menyala (flammable)
  Amat sangat beracun (extremely toxic)
  Sanga beracun (highly toxic)
  Beracun (moderately toxic)
  Berbahaya (harmful)
  Korosif (corrosive)
  Bersifat iritasi (irritant)
  Berbahaya bagi lingkungan (dangerous to the environment)
  Karsingenik (carcinogenic)
  Teratogenik (teratogenic)
  Mutagenik (mutagenic)








Sampah :
Setiap laboratorium harus memiliki tempat sampah yang khusus., sampah cair tidak dibuang di saluran air hujan atau saluran saptiktang.
  tempat sampah cair bahan kimia
  tempat sampah reaktif
  sampah radioaktif
  sampah biasa
  pembuangan air cucian

PPPK :
  Luka bakar
  Mata kemasukan benda asing
  Luka tergores/teriris
  Bahan kimia masuk dalam mulut
  Keracunan
  Kejutan listrik
  Membalut luka
  Pingsan
  Radiasi dan zat radioaktif

Peralatan Keselamatan Kerja di Laboratorium :
  Jas Lab  : Alat ini untuk mencegah terjadinya kontaminasi atau menghindari bahaya yang terjadi akibat percikan zat-zat kimia yang berbahaya

  Sarung tangan
ü Daya tahan sarung tangan terhadap bahan kimia tergantung pada bahan sarung tangan (misalnya: karet alam; karet neoprene; karet nitrile; dll.), mutunya dan ketebalannya.
ü Untuk melindungi tangan dari bahan-bahan yang sangat panas dianjurkan memakai "insulated glove“ yg dibuat dari bahan sintetis

  Pelindung Mata dan Muka  :“Safety glases with side shield”  - “Face shield” = pelindung muka

  Kran pencuci mata = Eyewash fountain

  Safety shower

  Alat pernapasan = Respirator/Masker : Melindungi dari debu-debu, serat yang kecil yang berbahaya atau dan uap atau gas yang beracun.

  Pemadam Kebakaran = Fire Extinguishers : Ada beberapa jenis pemadam kebakaran, seperti Air (water extinguisher), tepung (dry powder extinguisher), C02 (Carbon dioxide extinguisher), Halon, Busa, pasir, dll


0 Response to "Keselamatan Kerja Lab"

Posting Komentar