Mengapa Gunung Meletus?



Filsafat Gunung Meletus


1.       ONTOLOGI

Gunung meletus merupakan peristiwa yang terjadi akibat endapan magma  di dalam perut bumi  yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi. Magma adalah cairan pijar yang terdapat di dalam lapisan bumi dengan suhu yang sangat tinggi, yakni diperkirakan lebih dari 1.000 °C. Cairan magma yang keluar dari dalam bumi disebut lava. Suhu lava yang dikeluarkan bisa mencapai 700-1.200 °C. Letusan gunung berapi yang membawa batu dan abu dapat menyembur sampai sejauh radius 18 km atau lebih, sedangkan lavanya bisa membanjiri sampai sejauh radius 90 km.

Gunung meletus, terjadi akibat endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi. Dari letusan-letusan seperti inilah gunung berapi terbentuk.Letusannya yang membawa abu dan batu menyembur dengan keras sejauh radius 18 km atau lebih, sedang lavanya bisa membanjiri daerah sejauh radius 90 km. Letusan gunung berapi bisa menimbulkan korban jiwa dan harta benda yang besar sampai ribuan kilometer jauhnya dan bahkan bias mempengaruhi putaran iklim di bumi ini. Hasil letusan gunung berapi.

Penanggulangan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat ada 28 daerah di Indonesia yang terancam letusan gunung api. Menurut Kepala PVMBG Surono, ada 12 gunung api kini yang berstatus waspada. Sedangkan 5 gunung yang masih berstatus siaga, yaitu Lokon, Soputan, Karangetang di Sulawesi Utara, Gamalama (Maluku Utara), dan Gunung Ijen (Jawa Timur).

Gunung berapi yang akan meletus dapat diketahui melalui beberapa tanda, antara lain, yaitu:
a.     Suhu di sekitar gunung naik.
b.    Mata air menjadi kering
c.     Sering mengeluarkan suara gemuruh, kadang disertai getaran (gempa)
d.    Tumbuhan di sekitar gunung layu
e.     Binatang di sekitar gunung bermigrasi

Berikut ini adalah hasil dari letusan gunung berapi,  antara lain :
1.     Gas vulkanik, Gas yang dikeluarkan gunung berapi pada saat meletus. Gas tersebut antara lain Karbon monoksida (CO), Karbondioksida (CO2), Hidrogen sulfida (H2S), Sulfuroksida (S02), dan Nitrogen (NO2) yang dapat membahayakan manusia.
2.    Lava dan aliran pasir serta batu panas, Lava adalah cairan magma dengan suhu tinggi yang mengalir dari dalam Bumi ke permukaan melalui kawah. Lava encer akan mengalir mengikuti aliran sungai sedangkan lava kental akan membeku dekat dengan sumbernya. Lava yang membeku akan membentuk bermacam-macam batuan.
3.     Lahar, adalah lava yang telah bercampur dengan batuan, air, dan material lainnya. Lahar sangat berbahaya bagi penduduk di lereng gunung berapi.Lahar adalah campuran bahan vulkanik berukuran lempung sampai bongkah.
4.    Abu letusan, Yakni material yang sangat halus yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan. Karena sangat halus, abu letusan dapat terbawa angin dan dirasakan sampai ratusan kilometer jauhnya.
5.    Awan panas, Awan panas bisa berupa awan panas aliran, awan panas hembusan dan awan panas jatuhan. Awan panas aliran adalah awan dari material letusan besar yang panas, mengalir Turun dan akhirnya mengendap di dalam dan disekitar sungai dari lembah. Awan panas hembusan adalah awan dari material letusan kecil yang panas, dihembuskan angin dengan kecepatan mencapai 90 km/jam. Awan panas jatuhan adalah awan dari material letusan panas besar dan kecil yang dilontarkan ke atas oleh kekuatan letusan yang besar. Awan panas dapat mengakibatkan luka bakar pada tubuh yang terbuka seperti kepala, lengan, leher atau kaki dan juga dapat menyebabkan sesak napas.



Permasalahan pernafasan, Kesulitan penglihatan, pencemaran sumber air bersih, menyebabkan badai listrik, mengganggu kerja mesin dan kendaraan bermotor, merusak atap, merusak ladang, merusak infrastruktur.


2.      EPISTIMOLOGI
Secara epistemologi,  berarti ilmu atau teori tentang pengetahuan yang benar atau teori pengetahuan yang terdapat pada gunung meletus dapat dilihat pada.

1. Gunung meletus dalam tinjauan Al-qur’an
Meninjau, Al-qur’an menyebut gunung lebih dari 60 kali baik dalam kalimat tunggal maupun jamak, dengan arti yang  jaly maupun majasi. Sebegitu banyaknya keterangan tentang gunung, tentu menyiratkan betapa gunung begitu penting. Setidaknya ada beberapa hikmah yang tersirat dari sebuah gunung, diantaranya:

a)   Karunia Yang Diberikan Allah melalui Gunung
1)      Dan gunung-gunung sebagai pasak. (Q.S. An Naba' : 7)
2)      Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S An Naml : 88)
3)      dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan kamilah yang melakukannya. (Q.S. Al Anbiyaa' : 79)

b)  Bencana Yang Diberikan Allah melalui Gunung
1)  Dan mereka bertanya kepadamu tentanggunung-gunung, maka katakanlah: "Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya, (Q.S. Thaahaa : 105)
2)  Dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang berterbangan), (Q.S Al Ma´aarij :9)
3)   Apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya, maka jadilah ia debu yang beterbangan, (Q. S. Al Waaqi'ah : 4-6)

2. Terjadinya Gunung Berapi
Gunung adalah suatu daerah daratan yang mempunyai perbedaan tinggi yang menyolok dengan daerah sekitarnya.Sebuah gunung biasanya lebih tinggi dan curam dari sebuah bukit, tetapi ada kesamaaan, dan penggunaan sering tergantung dari adat lokal.Misalnya, Ensiklopedia Britannica mendefinisikan gunung apabila memiliki puncak lebih 2000 kaki atau 610 m.

a)    Proses Terjadinya Gunung
Gunung terjadi karena adanya proses gaya tektonik yang bekerja dalam bumi yang disebut orogenesis dan epeirogenesis. Dalam proses orogenesis ini sedimen yang terkumpul menjadi berubah bentuk karena mendapat gaya tekan dari tumbukan lempeng tektonik.
Ada tiga tipe tumbukan lempeng tektonik, antara lempeng busur kepulauan dan benua, lautan dan benua, dan antara benua dengan benua. Tumbukan lempeng lautan dan benua menimbulkan deposit sedimen laut terhadap tepi lempeng benua. Tumbukan antara lempeng busur kepulauan dengan benua berakibat lempeng lautan menyusup ke lapisan asthenosfir dan batuan vulkanik dan sedimen menumpuk pada sisi benua sehingga terjadilah pegunungan Sierra Nevada di California pada zaman Mesozoic. Sedangkan tumbukan lempeng benua dengan benua merupakan proses pembentukan sistem pegunungan Himalaya dan Ural.
Sedangkan dalam proses epeirogenesis merupakan gerakan yang membentuk benua yang bekerja sepanjang jari-jari bumi. Proses ini juga disebut gerakan radial karena gerakan mengarah atau menjauhi titik pusat bumi dan terjadi pada daerah yang sangat luas sehingga prosesnya lebih lambat dibandingkan dengan proses orogenesis. Pembentukan dataran rendah (graben) dan dataran tinggi (horts) adalah salah satu contoh proses epeirogenesis.

b) Model terjadinya gunung mengalami tiga tingkatan proses, yaitu:
1)    Akumulasi sedimen: lapisan lapisan sedimen dan batuan vulkanik menumpuk sampai kedalaman beberapa kilometer.
2)   Perubahan bentuk batuan dan pengangkatan kerak bumi:sedimen yang terbentuk tadi mengalami deformasi karena adanya gaya kompresi akibat tumbukan antar lempeng-lempeng tektonik.
3)   Pengangkatan kerak bumi akibat gerakan blok sesar: tumbukan antar lempeng akan mengangkat sebagian kerak bumi sebagai lipatan lebih tinggi dari sekitarnya sehingga terbentuk gunung. Sedangkan jika terjadi gaya tegangan atau tarikan antar lempeng maka akan terbentuk graben (lembah).

c) Berbagai jenis  Gunung Berapi berdasarkan bentuknya
1)    Stratovolcano, tersusun dari batuan hasil letusan dengan tipe letusan berubah-ubah sehingga dapat menghasilkan susunan yang berlapis-lapis dari beberapa jenis batuan, sehingga membentuk suatu kerucut besar (raksasa), kadang-kadang bentuknya tidak beraturan, karena letusan terjadi sudah beberapa ratus kali. Gunung Merapi merupakan jenis ini.
2)   Shield Volcano, tersusun dari batuan aliran lava yang pada saat diendapkan masih cair, sehingga tidak sempat membentuk suatu kerucut yang tinggi (curam), bentuknya akan berlereng landai, dan susunannya terdiri dari batuan yang bersifat basaltik. Contoh bentuk gunung berapi ini terdapat di kepulauan Hawai.
3)   Cinder Cone Volcano, merupakan gunung berapi yang abu dan pecahan kecil batuan vulkanik menyebar di sekeliling gunung. Sebagian besar gunung jenis ini membentuk mangkuk di puncaknya. Jarang yang tingginya di atas 500 meter dari tanah di sekitarnya.
4)  Kaldera Volcano, gunung berapi jenis ini terbentuk dari ledakan yang sangat kuat yang melempar ujung atas gunung sehingga membentuk cekungan. Gunung Bromo merupakan jenis ini.


d)  Rangkaian Gunung api di Muka Bumi
Sistem rangkaian jalur pegunungan di bumi meliputi Pegunungan Cordillera, Amerika Utara, Pegunungan Andes, Alpin, Ural, Appalache, Himalaya, Caledonia dan Tasmania. Ahli Geologi mengklasifikasikan gunung menurut ketinggiannya yaitu gunung tinggi, menengah dan rendah. Warna merah pada peta menunjukkan gunung-gunung tinggi seperti pegunungan Himalaya, Andes , warna jingga menunjukkan gunung dengan tinggi menengah seperti pegunungan Ahaggar di Algeria sedangkan warna kuning menunjukkan gunung dengan ketinggian rendah seperti pegunungan Meratus di Kalimantan, Indonesia.

e)   Detektor Gunung  Meletus
Tim penelitian gas berbahaya dilandasan peluncuran pesawat ruang angkasa NASA  membangun sistem peringatan dini terhadap letusan gunung  berapi.Sehingga orang disekitar gunung  berapi akan cepat tanggap terhdap gas berbahaya  dan letusan gunung. Tim ini membuat alat  pendeteksi gas  berbahaya dengan  memperkecil peralatan  yang biasa  digunakannya.
Griffin dan timnya mungkin hanya perlu waktu singkat dalam lembangun sistem itu. Mereka menetapkan membuat  unit yang relative otonom, tetapi masih dapat diandalkan  dalam ramah lingkungan. Detektor menunjukan cara pencari kantong gas dan bagaimana mereka berubah. “itu adalah sesuatu yang saya tidak pernah  berpikir untuk melakukan,” kata Arkin. Tim juga menempatkan  detektor dikursi belakang mobil  guna mengambil contoh udara di Kosta Rika. Dimasa mendatang, Griffin meletakkannya keatas gunung menggunakan pesawat tanpa awak. Hasil temuannya diharapkan bias memberikan informasi  bagi peneliti  menentukan kapan dan bagaimana gunung berapi akan meletus.

3.      AKSIOLOGI
Aksiologi adalah ilmu yang membicarakan tentang tujuan ilmu pengetahuan itu sendiri.Jadi Aksiologi merupakan ilmu yang mempelajari hakikat dan manfaat yang sebenarnya dari pengetahuan. Dengan mempelajari tentang gunung meletus kita mendapat manfaat dengan mengetahui:
Hal yang dilakukan untuk menghadapi gunung meletus/gunung berapi adalah sebagai berikut:

a)    Persiapan menghadapi Letusan gunung Berapi
1)    Mengenali daerah setempat dalam menentukan tempat yang aman untuk mengungsi
2)   Membuat perencanaan penanganan bencana
3)   Mempersiapkan pengungsian jika diperlukan
4)  Mempersiapkan kebutuhan dasar (pangan, pakaian alat perlindungan)

b)   Jika terjadi Letusan gunung Berapi
1)    Hindari daerah rawan bencana seperti lereng gunung, lembah dan daerah aliran lahar
2)   Di tempat terbuka, lindungi diri dari abu letusan dan awan panas
3)   Persiapkan diri untuk kemungkinan bencana susulan
4)  Kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh, seperti baju lengan panjang, celana panjang, topi dan lainnya
5)   Gunakan pelindung mata seperti kacamata renang atau lainnya
6)   Jangan memakai lensa kontak
7)   Pakai masker atau kain menutupi mulut dan hidung
8)   Saat turunnya awan panas usahakan untuk menutup wajah dengan kedua belah tangan.

c)    Setelah terjadinya Letusan Gunung Berapi
1)    Jauhi wilayah yang terkena hujan abu
2)   Bersihkan atap dari timbunan Abu, karena beratnya bisa merusak ataun meruntuhkan atap bangunan
3)   Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena hujan abu sebab bisa merusak mesin motor, rem, persneling hingga pengapian.

Kerugian yang kita alami terutama adalah berupa jiwa dan harta benda karena:
a)   Dapat merusak bangunan
b)  Kebakaran hutan akibat aliran lava
c)   Tebaran abu yang sangat tebal dan meletus dapat merusak kesehatan dan mengotori sarana yang ada
d)  Bentuk muka bumi akibat diatropisme yang merupakan proses pembentukan kembali kulit bumi seperti pembentukan gunung-gunung, lembah lembah, lipatan-lipatan dan retakan-retakan. Proses pembentukan lembah kulit bumi tersebut karena adnya tenaga teknonik

Keuntungan yang kita peroleh setelah vulkanisme berlangsung antra lain:
a)   objek wisata berupa kawah
b)  sumber air panas yang memencar
c)   sumber energi panas bumi
d)  tanah subur yang akan diperoleh setelah beberapa tahun kemudian.

Di Indonesia mitigasi bencana secara intruksional dilaksanakan oleh BMKG. Hal-hal yang dilakukan dalam pemitigasian bencana alam dan tindakan proventif meliputi hal-hal sebagai berikut:
(a) Mempelajari sejarah aktifitas,
(b) Pemerataan dan perkiraan umur produk erupsi,
(c) Pemantauan gunung api yang meliputi :
(1) Kegempaan,
(2)Adanya deformasi tanah,
(3) Adanya gas,
(4)Perubahan hidrologi,
(d) Pemantauan menggunakan remote sensing,
(e) Membangun system peringatan dini (early warning sistem),
(f) Sosialisasi dan koordiasi dengan pimpinan masyarakat setempat,
(g)Memperkirakan aliran lava,
(h) Membuat bendungan

Selain itu badan mitigasi juga selalu memperingatkan penduduk dengan memberi status aktifitas gunung api, status tersebut memiliki tingkatan yang menunjukan besar kecilnya kegiatan gunung api. Dengan begitu diharapkan masyarakat menjadi awas trhadap ancama aktivitas gunung api yang akhirnya akan mengurangi seminimal mungkin dampak potensi bencana yang ditimbulkan oleh aktifitas gunung berapi. Mitigasi bencana gunung berapi juga dapat dilakukan dengan :
(1) Memantau kegiatan gunung api secara terus menerus,
(2) Menyediakan peta geologi, peta kawasan rawan bencana (KRB), peta rawan resiko
(3) Sosialisasi bahaya letusan gunung api kepada masyarakat,
(4)Meningkatkan sumberdaya manusia dan pendukungnya,
(5) Membangun tanggul penahan lahar,
(6) Hindari tempat-tempat yang memiliki kecenderungan untuk dialiri lava dan lahar,
(7) Perkenalkan struktur bangunan tahan api.


Daftar Pustaka

Wahyudianingsih, Sri. 2013. Filsafat Gunung Meletushttp://sriwahyuwidyaningsih. blogspot .com/2013/08/ filsafat-gunung-meletus_7464.html.Di akses di Makassar tanggal 6 desember 2014.



0 Response to "Mengapa Gunung Meletus?"

Posting Komentar