Sistem Hormon (Endokrin)

Loading...


Sistem Endokrin

  Adalah kelenjar yang mengirimkan  hasil sekresinya langsung kedalam darah yang beredar dalam jaringan kelenjar tanpa melewati duktus atau saluran. Hasil sekresinya disebut hormon
  Beberapa dari organ endokrin ada yang menghasilkan satu macam hormon (hormon tunggal) disamping itu juga ada yang menghasilkan lebih dari satu macam hormon atau ganda misalnya kelenjar hipofise sebagai pengatur kelenjar yang lain

Kenapa disebut endokrin ?
  Karena hasil sekresinya tidak dibuang keluar tubuh tetapi masuk ke dalam aliran darah
  Sedangkan eksokrin hasil sekresinya dibuang keluar tubuh à kelenjar ludah, keringat, urine
  Lebih kurang 50 hormon mrpakan produk sel dari sistem endokrin

Hormon
  Hormon :
     Artinya : memacu/menggiatkan
     Dibutuhkan dalam jumlah sedikit (tapi fungsinya sangat penting)
     Respon : agak lambat
     Dihasilkan oleh kelenjar/organ
  Hormon : getah yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin & langsung diedarkan oleh darah
   Berdasarkan aktivitasnya, kelenjar buntu dibedakan menjadi :
  Kelenjar yang bekerja seumur hidup : hormon metabolisme
  Kelenjar yang bekerja pada masa tertentu : hormon kelamin & hormon pertumbuhan

Aksi Hormon :
  1. Lambat : Msk ke sel target & pengaruhi aktifitas nukleus dan sintesa protein (wkt lama). Ex. H. Steroid (adrenal, gonad), h. Tiroid
  1. Cepat :Tidak msk dalam sel target, pengaruhi membran plasma sel target (awal perubahan sitoplasma sel utk beraksi dgn hormon), wkt singkat. Ex. H. Hipotalamus, pankreas, btk polipeptida, katekolamin

Mekanisme Pengaturan Hormonal :
  1. Sistem pengaturan sendiri : Kadar hormon dalam darah + parameter fisiologik secara otomatis hentikan sekresi
  1. Pengaruh sistem syaraf : Syaraf aktifkan pengaturan sendiri, menginisiasi respon hormon baru ® btk data base baru

Respon Kontrol Hormonal :
  1. Kontrol umpan balik
1.  Positif ® besaran masukan & bsrn keluaran, Ekuilibrium – homeostasis
2. Negatif ® keluaran sistem merangsang peningkatan masukan, disekuilibrum – siklus tidak berujung pangkal
  1. Regulasi hormonal
1.     Sederhana : 1 jns hormon, sekresinya dikontrol lgs lewat umpan balik negatif. Reseptor dr endokrin sebagai deteksi parameter dalam darah
2.    Kompleks : Aktifitas endokrin dikontrol hormon lain.
      H. Tropik dr pituitary merangsang sekresi h. Kel target (efek umpan balik – utk menurunkan tropik)
3.     Neurohormonal kompleks : Kontrol otak thd pituitary
      Neurohormon (hipotalamus) ® tropin, tropin ® kel target----umpan balik ® mngtur pituitary + hipotalamus ® mngntrol tropin = neurohormon

® Faktor lingkungan + aktifitas otak dapat mengontrol sist endokrin, sekresi hormon mengontrol sistem syaraf

Penggolongan Hormon :
Secara kimiawi hormon dibagi menjadi 3 kelas :
     Hormon steroid  àtestosteron, estrogen,progesteron, cortisol
     Hormon peptida àinsulin, prolaktin
     Hormon derivat asam amino ànorepinephrin, epinephrin & thyroksin

Kelenjar Endokrin :
  Kelenjar hipofifis (pituitari)
  Kelenjar pineal
  Kelenjar tiroid (gondok)
  Kelenjar timus (kacangan)
  Kelenjar paratiroid (anak gondok)
  Kelenjar pencernaan
  Kelenjar adrenal (anak ginjal)               
  Kelenjar hipotalamus
  Kelenjar pankreas (langerhans)
  Kelenjar plasenta
  Kelenjar gonad (kelamin)



Fungsi Kelenjar Endokrin :
  1. Menghasilkan hormon-hormon yang dialirkan kedalam darah yang diperlukan oleh jaringan-jaringan dalam tubuh tertentu
  2. Mengontrol aktivitas kelenjar tubuh
  3. Merangsang aktivitas kelenjar tubuh
  4. Merangsang pertumbuhan jaringan
  5. Mengatur metabolisme, oksidasi, meningkatkan absorpsi glukosa pada usus halus
  6. Mempengaruhi metabolisme lemak, protein, hidrat arang, vitamin, mineral dan air

Fungsi Hormon :  
Mengontrol/mkoordinasikan aktivitas berbagai organ tubuh, dgn cara :
     1. Mengubah reaksi kimia dalam sel
     2. Mengubah permiabilitas membran sel terhadap bahan spesifik


Kelenjar Hipofisis/Pituitary

  Letak : di dalam lekukan tulang sela tursika di bagian tengah tulang baji
  Kelenjar hipofisa disebut master gland à karena dpt menghasilkan hormon & hormon yang dihasilkan dapat merangsang kelenjar lain untuk menghasilkan hormon lain

a) Pituitari poterior (neurohipofise)
  Okstisosin : merangsang kontraksi uterus & sel-sel kelenjar susu, oleh sistem saraf
  ADH (anti deuretik hormon)/ Vasopresin : mendorong sekresi air oleh ginjal, oleh keseimbangan air/garam
                     



b) Pituitari Anterior (adenohipofise)
  Hormon somatotropik, mengendalikan pertumbuhan tubuh
  Hormon tirotropik, mengendalikan kegiatan kelenjar tiroid dalam menghasilkan hormon  tiroksin
  GH (growth hormon) : merangsang pertumbuhan, khususnya tulang, & fungsi metabolisme. Oleh hipotalamus
  PRL (prolaktin) : merangsang produksi & sekresi susu, oleh hipotalamus
  FSH (folikel stimulating hormon) : merangsang produksi ovum & sperma. Oleh hipotalamus
  LH (luteneizing hormon) : merangsang ovarium & testis, mengendalikan sekresi estrogen dan progesteron dalam ovarium ,oleh hipotalamus
  TSH (tiroid stimulating hormon) : merangsang kelenjar tiroid, oleh tiroksin dalam darah, hipotalamus
  ACTS : merangsang korteks adrenal untuk mensekresikan glukokortikoid. Oleh glukokortikoid, hormon hipofisis
  ICSH (Interstisial cell stimulating hormone ) : mengendalikan sekresi testosteron dalam testis




Kelenjar Tiroid
  Letak : di bawah laring di kiri & kanan trakea
  Atas pengaruh hormon adenohipofise, kelenjar tiroid dapat memproduksi hormon tiroksin
  Struktur kelenjar tiroid terdiri atas sejumlah besar vesikel dimana sel-selnya mengeluarkan cairan bersifat lekat yaitu koloidae tiroid yang mengandung senyawa yodium dan dinamakan hormon tiroksin
  Hormon kelenjar tiroid :
     Trilodotirosin (T3) & tiroksin (T4) : merangsang & memelihara proses metabolisme, oleh TSH
     Kalsitonin : menurunkan kadar kalsium darah, oleh kalsium dlm darah
     Liotironin : merupakan bahan baku thyroksin dgn syarat harus ada ion iodium à dekat laut atau hasil dari laut à ikan, garam yg beriodium





Fungsi kelenjar tiroid :
  • Bekerja sebagai perangsang proses oksidasi
  • Mengatur penggunaan oksidasi
  • Mengatur pengeluaran karbondioksida
  • Metabolik dalam hal pengaturan susunan kimia dalam jaringan
  • Pada anak mempengaruhi perkembangan fisik dan mental


Kelenjar Paratiorid

  Letak : dekat kelenjar gondok (di bagian belakang), berjumlah 4
  PTH (paratiroid hormon) : menaikkan kadar kalsium & fosfor dlm darah, oleh kalsium dalam darah



Kelenjar Adrenal

  Letak : di atas ginjal

Medula adrenal
  Epinefrin & norepinefrin : menaikkan kadar glukosa darah, meningkatkan aktivitas metabolisme, menyempitkan pembuluh darah tertentu, oleh sistem saraf

Korteks adrenal
  Glukokortikoid : menaikkan kadar gula darah, oleh ACTH
  Mineralokortikoid : mendorong reabsorbsi Na+& ekskresi K+ di ginjal, oleh K+ dalam darah
  Gonadokortikoid : pmbntukan hormon pd wanita (estrogen & progeteron) & pada pria (testosteron)




Kelenjar Pankreas

  Letak : di antara usus dua belas jari & lambung
  Bagian-bagian sel langerhans :
     Insulin (sel β langerhan): menurunkan kadar gula darah, oleh glukosa darah
     Glukagon(sel α langerhan) : menaikkan kadar glukosa darah, oleh glukosa darah
     Somatostatin (sel langerhan) : prekurson terhadap sel α&β supaya mengehntikan pengeluaran hormonnya
     Pankreopeptida (sel f) : membntu pencernaan protein

  
Kelenjar Pencernaan

  Letak : di usus & lambung
  Usus
     Hormon sekretin : merangsang sekresi getah pankreas
     Hormon kolesistokinin : merangsang sekresi getah empedu
     Membantu dalam proses gerak peristaltik dalam usus halus mulai dari duodenum, jejenum kemudian ke ileum à ke usus kasar/besar
     Mempercepat pengantaran nutrisi ke jaringan & sel-sel setelah dalam bentuk khime
  Lambung
     Hormon gastrin : merangsang sekresi getah lambung
     Membantu dalam proses gerak peristaltik yang teratur pada lambung
     Membentuk makanan yang padat menjadi lunak atau dalam bentuk cair (khime) sehingga mudah dicerna oleh  usus halus


 Kelenjar Kelamin :

Testis : pada pria
  Androgen : mndukung pembentukan sperma, mendorong perkembangan & pemeliharaan krkteristk seks skunder jantan, oleh FSH & LH
  Testosteron : perkembangan seks sekunder (tmbhnya jenggot, kumis, jakun) & perilaku seks pria, mempengaruhi spermatogenesis

Ovarium : pada wanita
  Estrogen(pada Folikel de graaf): merangsang pertumbuhan dinding uterus, mendorong perkembangan & pemeliharaan karakteristik seks sekuder betina,membantu proses oogenesis, negatif feedback ke hipofisis supaya FSH dihentikan, oleh FHS & LH
  Progesteron : mendrong pertumbuhan lapisan uterus, oleh FSH & LH




Kelenjar Pineal

  Letak : melekat pada otak (di atas serebelum)
  Fungsinya belum diketahui dengan jelas, kelenjar ini menghasilkan sekresi interna dalam membantu pankreas dan kelenjar kelamin
  Melatonin : terlibat dalam irama biologi



Kelenjar Timus

  Letak pada tulang dada, hanya dijumpai pada anak dibawah 18 tahun. Warnanya kemerah-merahan dan terdiri atas dua lobus
  Pada bayi baru lahir ukuran kelenjar sangat kecil dan beratnya kira-kira 10 gram, ukurannya bertambah pada masa remaja menjadi 30-40 gram dan kemudian berkerut lagi
  Fungsi kelenjar timus ;
1.   Mengaktifkan pertumbuhan badan
2.  Mengurangi aktivitas kelenjar kelamin

Timosin : merangsang limfosit T



Kelenjar Hipotalamus

  Letak : dekat hipofisis
  Releasing hormon : merangsang hipofisis anterior menghasilkan hormon
  Inhibiting hormon : menghambat hipofisis anterior mensekresikan hormon



Kelenjar Placenta

  Merupakan struktur yang dibentuk dari luar embrio & endometrium
  Hormon progesteron : perkembangan jaringan & organ janin
  Hormon estrogen : pertumbuhan organ kelamin ibu & jaringan janin
  HCG (human chorionik gonadotrophin), fungsi : sama dgn FSH & LH
  Somatotropin : meningkatkan pertumbuhan jaringan janin & membantu perkembangan payudara ibu


Hormon Invertebrata

  Hormon eksdison : berfungsi pada pergantian kulit (eksidisis)
  Hormon juvenil : menghambat proses metamorfosis
  Feromon : zat kimia selain hormon, berfungsi menarik lawan jenis



Kelainan pada Sistem Endokrin :

  Kretinisme : kekurangan homon GH pd anak2, mnyebabkn kekerdilan
  Gigantisme : kelebihan hormon somatotropin & GH
  Akromegali : kelebihan hormon somatrotopin & GH saat dewasa, mengakibatkan pertumbuhan tidak seimbang pada tulang jari tangan, jari kaki, rahang, ataupun tulang hidung.
  Adison : kerusakan pada korteks adrenal, dintadai dengan kelelahan, nafsu makan berkurang, mual & muntah-muntah
  Diabetes mellitus tipe 1: berkurangnya sel-sel β pankreas karena infeksi virus atau malnutrisi. Sering terjadi pada usia muda yang ditandai dengan tubuh lemah & kurus
  Diabetes mellitus tipe 2 : berkurangnya jumlah reseptor insulin pada sel target. Sering terjadi pada penderita berusia di atas 40 tahun & berbadan gemu

Kelainan Kelenjar Paratiroid
  Hipoparatiroidisme, terjadi pada kasus kekurangan kalsium didalam darah (hipokalsemia) mengakibatkan kejadian tetani dengan gejala khas kejang khususnya pada tangan dan kaki (karpopedal spasmus) dapat diringankan dengan pemberian kalsium
  Hiperparatiroidisme, biasanya berhubungan dengan tumor kelenjar. Terdapat gangguan distribusi kalsium dari tulang dimasukkan kembali ke serum darah, osteophorosis dan osteomielitis dapat mungkin terjadi

Kelenjar Kelenjar Tiroid :
  Malfungsi kelenjar tiroid, mengakibatkan :
q  Hiposekresi hipotiroidisme menyebabkan ;
     Kretinisme ; hambatan pertumbuhan mental dan fisik pada bayi
     Miksedema ; pada orang dewasa terdapat kecendrungan untuk bertambah berat badan, berfikir, berbicara dan bergerak secara lamban, kulit tebal dan berkeringat, rambut rontok, suhu badan dibawah normal dan denyut nadi perlahan
q  Hipersekresi hipertiroidisme menyebabkan gejala kebalikan dari miksedema ; kecepatan metabolisme, peningkatan suhu tubuh, berat badan turun, gelisah, mudah marah, denyut nadi naik. Pada kasus kekurangan yodium berakibat peningkatan sekresi tsh sehingga kelenjar tiroid membesar menjadi goiter


By Muliana G. H., S. Pd - 2015
Loading...

0 Response to "Sistem Hormon (Endokrin)"

Posting Komentar