Zat Makanan


Zat Makanan

Kita memerlukan makanan seimbang yang sesuai dengan kebutuhan tubuh untuk menjaga agar hidup tetap sehat

Pencernaan, Penyerapan, dan Detoksifikasi Zat Gizi

1. Pencernaan Zat Gizi Dalam Makanan
Zat Gizi, Saliva, Cairan Lambung, Getah Pankreas & Empedu, Getah Usus
2. Cara Penyerapan Bahan Makanan
Penyerapan Karbohidrat, Penyerapan Lemak Makanan, Penyerapan Protein/Nukleoprotein
3. Hormon Saluran Pencernaan
4. Mikro Organisme Di Dalam Usus Besar, Detoksikasi, & Eksresi. Peragian Karbohidrat Di Dalam Usus, Asam Lemak Rantai Pendek Hasil Peragian Usus, Pembusukan di Dalam Usus, Susunan Tinja, Diare, Konstipasi, Autointoksikasi, Steatorrhea

A. Karbohidrat


  Karbohidrat merupakan suatu molekul yang tersusun dari unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O) dengan rumus umum CnH2nOn

Fungsi karbohidrat :
         Sebagai sumber energi dan mengatur proses metabolisme
         Menjaga keseimbangan asam dan basa, serta sebagai bahan pembentuk struktur sel, jaringan, dan organ tubuh
         Membantu mencerna sisa pencernaan sehingga dapat mencegah terjadinya konstipasi (sembelit).



B. Lemak


  Lemak atau lipid adalah zat organik hidrofobik sehingga sukar larut dalam air. Namun, lemak dapat larut dalam pelarut organik, seperti kloroform, eter, dan benzen.

Sumber lemak :
a. Lemak nabati : Kemiri, zaitun, kacang tanah, dan buah alpokat.
b. Lemak hewani : Daging, keju, mentega, susu, ikan segar, minyak ikan, dan telur.

Fungsi lemak antara lain :
ü  Pembawa zat-zat makanan yang esensial
ü  Sebagai sumber energi yang paling besar
ü  Pelindung alat-alat tubuh yang lunak dan melindungi tubuh dari suhu rendah
ü  Sebagai bahan penyusun membran sel
ü  Penahan rasa lapar karena pencernaan lemak membutuhkan waktu lebih lama




C. Protein

  Protein merupakan makromolekul. Protein terdiri dari satu atau lebih polimer. Setiap polimer tersusun atas monomer yang disebut asam amino.
  Asam amino dibentuk oleh ikatan peptida.  Asam amino yang membentuk rantai panjang disebut protein (polipeptida). Polipeptida dalam tubuh manusia disintesis di ribosom.

Asam amino yang diperlukan tubuh ada 20 macam. Sepuluh diantaranya sangat penting untuk pertumbuhan sel-sel tubuh manusia dan tidak dapat dibuat di dalam tubuh, sehingga harus di dapatkan dari luar tubuh. Asam amino itu disebut asam amino esensial. Selain asam amino esensial, terdapat juga asam amino non-esensial. Asam amino non-esensial merupakan asam amino yang dapat dibuat di dalam tubuh manusia. Bahan bakunya berasal dari asam amino lainnya

Metabolisme Protein :

 Sumber protein :
a.       Protein hewani : Daging, ikan, susu, dan telur.
b.       Protein nabati : Padi-padian, kacang-kacangan, dan sayuran.

Klasifikasi Protein berdasarkan fungsinya :
a.       Protein struktural : Protein yang berkaitan dengan penyusunan sel, jaringan atau organ.
Umumnya hasil gabungan dengan senyawa lain. Misalnya, nukleoprotein (gabungan antara nukleotida dan protein) yang terdapat di dalam inti sel dan lipoprotein (persenyawaan antara lipid dan protein) yang terdapat pada membran sel.
b.       Protein fungsional : Protein yang berkaitan dengan enzim, antibodi, maupun hormon

       Kekurangan protein dapat menyebabkan penyakit kwashiokor, terutama pada anak-anak berumur 6-36 bulan. Gejala yang khas adalah timbulnya edema, hilangnya simpanan lemak di bawah kulit, pertumbuhan terhambat, dan menurunnya respon saraf psikomotorik (saraf yang berhubungan dengan aktivitas fisik dan berkaitan dengan proses mental).

Secara umum protein berfungsi sebagai zat pembangun atau pelindung tubuh. Fungsi protein lainnya di dalam tubuh adalah :
  1. Mensintesis subtansi-substansi penting seperti hormon, enzim, antibodi, dan kromosom
  2. Mendorong pertumbuhan, perbaikan, dan pemeliharaan struktur tubuh, mulai dari sel, jaringan, hingga organ.
  3. Memacu dan berpartisipasi dalam bebragai reaksi kimia dan biologis (biokatalisator).
  4. Menyeimbangkan cairan dalam tubuh (asam-basa) karena bersifat amfoter (dapat bersifat asam atau basa).
  5. Berfungsi sebagai sistem buffer (penyangga pH) yang efektif
  6. Sebagai sumber energi
  7. Membantu mengatur kemampuan tubuh mendetoksifikasi (menawar racun) zat-zat asing.


Gambar 2.4. Pencernaan dan penyerapan nukleoprotein. (Sumber: Davenport, H.W.1982)


Gambar. Metabolisme amonia, menunjukkan bahwa pengobatan hiperamonia dengan diet rendah protein, pemberian antibiotik untuk mengurangi bakteri mengandung urease, disamping itu pemberian laktulosa. Kira-kira separuh dari usus halus. Amonia dihasilkan oleh banyak jaringan termasuk ginjal


D. Mineral

  Mineral merupakan substansi organik dan pada umumnya ditemukan dalam bentuk ion. Mineral diperlukan oleh tubuh untuk berbagai fungsi, seperti menjaga keseimbangan asam-basa dan pembentukan struktur tubuh.
  Mineral :
o  Makroelemen : Natrium, kalium, kalsium, fosfor, magnesium, klor dan belerang.
o  Mikroelemen : Mangan, seng, tembaga, kobalt, kromium, dan molibdenum.


E. Vitamin

  Vitamin adalah senyawa organik kompleks yang esensial untuk pertumbuhan dan fungsi biologis yang lain bagi makhluk hidup. Vitamin tidak disintesis dalam tubuh, kecuali vitamin K. Oleh karena itu, makanan yang dikonsumsi harus mengandung vitamin. Jika makanan tidak mengandung vitamin, akan menyebabkan penyakit defisiensi atau avitaminosis.
  Menurut sifat kelarutannya, vitamin dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu vitamin yang larut dalam air (vitamin B dan C) dan vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K).

Vitamin
Vitamin larut dalam lemak

A   Retinol (MW 286), karoten(MW 537)
Dapat jenuh, difusi diperantarai
pengemban
D   Kalsiferol (MW 397) dan     Kongener
Difusi pasif
E    -Tokoferol (MW 431
Difusi Pasif
K   Vitamin K (MW 451) Menadion (MW 172)
Difusi Pasif
Vitamin larut dalam air

B1   Tiamin (MW 301), tiamin Pirofosfat (MW 479    
Transpor aktif dan difusi
B2   Ribovlavin (MW 376)
Difusi
B3   Asam Nikotinat (MW 123)       Nikotamida (MW 122)
Difusi
B5   Asam Pantotenat (MW 219)
Difusi

Vitamin larut dalam lemak diserap seperti lemak yang lain. Didalam lumen usus, vitamin ini larut dalam misel yang disusun oleh monosiglerida, asam lemak bebas, dan garam empedu. Misel membawa vitamin melalui unstirred layer  ke permukaan mukosa, kemudian Vitamin diserap secara difusi pasif melalui membran lipid sel epitel. (Sumber: Davenport, H.W. 1984)



F. Air

  Air di dalam tubuh diatur oleh beberapa kelenjar hormon, misalnya kelenjar hipofisis, kelenjar anak ginjal, dan kelenjar tiroid.
  Air dalam tubuh memiliki fungsi sebagai berikut:
a.     Pelarut beberapa jenis bahan makanan & vitamin
b.    Menjaga tekanan osmotik dalam sel
c.     Mengangkut makanan ke jaringan tubuh
d.    Mengangkut sisa metabolisme ke luar tubuh
e.     Medium berbagai reaksi kimia dalam tubuh
f.      Menjaga keseimbangan suhu tubuh


G. Zat Aditif
  Makanan maupun minuman yang diperdagangkanbanyak yang mengadung zat aditif (zat tambahan) berupa bahan pewarna, penyedap, dan pengawet agar makanan dan minuman tersebut lebih menarik, lebih enak, dan lebih awet. Bahan pewarnya, penyedap, dan pengawet makanan ada yang bersifat alami dan ada yang bersifat buatan/sintetik. Bahan pewarna, penyedap dan pengawet alami pada umumnya tidak mengganggu kesehatan. Akan tetapi bahan pewarna, penyedap, serta pengawet buatan dapat menganggu kesehatan.
  Bahan pewarna buatan umumnya dibuat untuk kepentingan industri, misalnya industri tekstil atau industri kertas. Sekalipun demikian, beberapa produsen makanan menggunakan bahan pewarna tersebut tanpa memikirkan bahwa pewarna tersebut bersifat karsinogen, yaitu dapat menimbulkan kanker. Produsen hanya berpatokan bahwa bahan pewarna buatan harganya relatif lebih murah, warnanya menarik, dan cenderung awet.



KOLESISTOKININ

                                                Sedikit merangsang sekresi asam lambung
Penting :   secara kompetitif menghambat sekresi asam yang dirangsang oleh gastrin
Penting :   kuat merangsang sekresi enzim oleh pancreas sedikit merangsang sekresi bikarbonat oleh pankreas, walaupun demikian
Penting :   kuat meningkatkan efek sekretin dalam merangsang sekresi bikarbonat oleh pankreas
Penting :   kuat merangsang kontraksi kandung empedu merangsang sekresi dan motilitas duodenum memperlambat pengosongan lambung
Penting :   mempunyai kerja trofik pada pankreas


SEKRETIN

Merangsang sekresi pepsinogen
Penting:    merangsang sekresi bikarbonat oleh pankreas, dan hati; sinergistik dengan cck
Penting:    menghambat sekresi asam yang dirangsang oleh gastrin
Penting:    menghambat motilitas gaster dan duodenum menghambat sfingter esofagus inferior mempunyai efek metabolik mirip dengan glokagen

Gas dalam saluran pencernaan :
1. Menelan
2. Fermentasi
3. Netralisasi
    hcl (lambung)+bikarbonat (pankreas) ---> co2 + asam organik + bikarbonat
4. Diffusi : N2 dari darah



Uji Zat Makanan :

Reagen yang digunakan untuk mendeterminasi kandungan nutrisi dalam makanan adalah:
  Lugol / Kalium Iodida (KI) : digunakan untuk menunjukkan kandungan bahan makanan jenis amilum (tepung)
  Benedict / fehling A dan Fehling B : digunakan untuk menunjukkan kandungan bahan makanan kelompok gula (monosakarida dan di sakarida)
  Millon / Molisch / Biuret : digunakan untuk menunjukkan bahan makanan kelompok protein
  Sudan III / etanol / kertas buram : digunakan untuk menunjukkan bahan makanan yang mengandung lemak atau minyak
  Metilen Blue : digunakan untuk menunjukkan bahan makanan yang mengandung vitamin C





0 Response to "Zat Makanan"

Posting Komentar