Arthropoda

Loading...

Arthropoda

Ciri-ciri arthropoda :
  Habitat di air laut, tawar, darat
  Simetri bilateral
  Triploblastik soelom
  Pernapasan dengan trakea, insang, atau paru-paru
  Tubuh beruas-ruas terdiri atas kepala (caput), dada (toraks) dan perut (abdomen).
  Bentuk tubuh terlindung oleh rangka luar dari kitin.
  Alat pencernaan sempurna, pada mulut terdapat rahang lateral yang beradaptasi untuk mengunyah dan mengisap. Anus terdapat di bagian ujung tubuh.
  Sistem peredaran darah terbuka dengan jantung terletak di daerah dorsal (punggung) rongga tubuh.
  Sistem pernafasan : Arthropoda yang hidup di air bernafas dengan insang, sedangkan yang hidup di darat bernafas dengan paru-paru buku atau permukaan kulit dan trakea.
  Sistem saraf berupa tanggal tali. Ganglion otak berhubungan dengan alat indera.
  Arthropoda memiliki alat indera seperti antena yang berfungsi sebagai alat peraba, mata tunggal (ocellus) dan mata majemuk (facet), organ pendengaran (pada insecta) dan statocyst (alat keseimbangan) pada Curstacea.
  Alat eksresi berupa coxal atau kelenjar hijau, saluran Malpighi.
  Alat reproduksi, biasanya terpisah. Fertilisasi kebanyakan internal (di dalam tubuh)


1. Custacea

q  Crustacea adalah hewan akuatik (air) yang terdapat di air laut dan air tawar.
q  Pada bagian kepala terdapat beberapa alat mulut, yaitu:
§  2 pasang antena
§  1 pasang mandibula, untuk menggigit mangsanya 1 pasang maksilla
§  1 pasang maksilliped
q  Pembagian subkelas Crustacea :
a. Entomostraca
     Ordo Branchiopoda. Cth : Daphnia pulex
     Ordo Ostracoda. Cth : Codona suburbana
     Ordo Copepoda. Cth : Cyclops
     Ordo Cirripedia. Cth : Sacculina
b. Malacostraca
     Ordo Isopoda. Cth : Oniscus esellus
     Ordo Stomatopoda. Cth : Squila empuse
     Ordo Decapoda. Cth : Udang, Kepiting






Crustacea – Malacostraca – Decapoda  :

q  Udang
1.     Penacus setiferus (udang windu), hidup di air payau, enak dimakan dan banyak dibudidayakan
2.    Macrobrachium rasenbengi (udang galah), enak dimakan, hidup di air tawar & air payau
3.     Cambarus virilis (udang air tawar)
4.    Panulirus versicolor (udang karang), hidup di air laut & tidak memiliki kaki catut
5.    Palaemon carcinus (udang sotong)

q  Ketam
1.     Portunus sexdentalus (kepiting)
2.    Neptunus peligicus (rajungan) / Pagurus sp
3.     Parathelpusa maculata (yuyu)
4.    Scylla serrata (kepiting)
5.    Birgus latro (ketam kenari)

Peran Crustacea :

q  Menguntungkan
1.     Sebagai bahan makanan yang berprotein tinggi, misal udang, lobster, & kepiting
2.    Dalam bidang ekologi, hewan yg tergolong zoonplankton menjadi sumber makanan ikan, misal anggota Branchiopoda, Ostracoda & Copepoda

q  Merugikan
1.     Merusak galangan kapal  (perahu) oleh anggota Isopoda
2.    Parasit pada ikan, kura-kura, misal oleh anggota Cirripedia dan Copepoda
3.     Merusak pematang sawah atau saluran irigasi misalnya ketam


2. Arachnida

  • Anggota Arachnida meliputi kalajengking, laba-laba, tungau atau caplak.
  • Kebanyakan hewan ini bersifat parasit yang merugikan manusia, hewan dan tumbuhan.
  • Arachnida bersifat karnivora sekaligus predator. Tempat hidupnya adalah di darat.



Ciri-ciri arachnida :

  Tubuh terbagi atas kepala-dada (sefalotoraks) dan perut yang dapat dibedakan dengan jelas, kecuali Acarina.
  Pada bagian kepala-dada tidak terdapat antena, tetapi mempunyai beberapa pasang mata tunggal, mulut, kelisera dan pedipalpus.
  Mempunyai 4 pasang kaki pada kepala-dada.
  Alat ekskresi dilengkapi dengan saluran malphigi dan kelenjar coxal.
  Alat pernafasan berupa trakea, paru-paru buku atau insang buku.
  Alat kelamin jantan dan betina terpisah, lubang kelamin terbuka pada bagian anterior abdomen, pembuahan internal (di dalam).
  Sistem saraf tangga tali dengan ganglion dorsal (otak) dan tali saraf ventral dengan pasangan-pasangan ganglia.
  Habitat (tempat hidup) di darat
  Klasifikasi :
1.     Scorpionida
2.    Arachnoidea
3.     Acarina

Arachnida – Scorpionida (Kalajengking)
  Contohnya : Kalajengking (Vejovis sp, Hadrurus sp, Centrurus sp),  Ketonggeng (Buthus)
  Hewan ini memiliki perut beruas-ruas dan ruas terakhir berubah menjadi alat  pembela diri.


Arachnida – Arachnoidea (Laba-laba)
  Laba-laba jaring kubah (terdapat di Bostwana, Afrika Selatan)
  Laba-laba primitif Liphistius (di rimba Asia Tenggara)
  Laba-laba penjerat (di Malaysia)
  Laba-laba pemburu (di Meksiko)
  Laba-laba srigala
  Laba-laba beracun Latrodectes natans dan Laxosceles reclusa
  Tarantula (Rhechostica hentz)



Arachnida – Acarina
  Caplak kudis (Sacroptes scabiei)
  Caplak unggas (Dermanyssus)
  Caplak sapi (Boophilus annulatus)
  Tungau (Dermacentor sp.)

Peran Arachnida :

  Arachnida bermanfaat untuk pengendalian populasi serangga terutama serangga hama.
  Akan tetapi hewan ini juga banyak hewan ini juga banyak merugikan manusia terutama hewan Acarina misalnya:
a. Caplak menyebabkan gatal atau kudis pada manusia
b. Psoroptes equi menyebabkan kudis pada ternak domba, kelinci, kuda.
c. Ododectes cynotis (tungau kudis telinga) menyerang anjing dan kucing.


3. Myriapoda

  Tubuh bersegmen (beruas) tidak mempunyai dada jadi hanya kepala dan perut.
  Pada setiap ruas perut terdapat satu pasang atau 2 pasang kaki. Pada kepala terdapat 2 kelopak mata tunggal (ocellus), 1 pasang antena dan alat mulut.
  Susunan saraf tangga tali.
  Sistem pernafasan dengan trakea
  Sistem peredaran darah terbuka.
  Alat kelamin jantan dan betina terpisah, cara perkembangbiakan dengan cara bertelur.
  Klasifikasi:
                a. Chilopoda (kaki 1 psg tiap ruas)
                b. Diplopoda (kaki 2 psg tiap ruas)


4. Insecta

  Tubuh dapat dibedakan dengan jelas antara kepala, dada dan perut
  Perut (abdomen) memiliki sebelas (11) ruas atau beberapa ruas saja. Pada belalang betina, bagian belakang perut terdapat ovipositor yang berfungsi untuk meletakkan telurnya. Pada segmen pertama terdapat alat pendengaran atau membran tympanum.
  Alat pencernaan terdiri atas: mulut, kerongkongan, tembolok, lambung, usus, rektum dan anus.
  Sistem saraf tangga tali.
  Sistem pernafasan dengan sistem trakhea.
  Sistem peredaran darah terbuka.
  Alat kelamin terpisah (jantan dan betina), pembuahan internal.





Hemimetabola :

  1. Telur
  2. Nimfa, ialah serangga muda yang mempunyai sifat dan bentuk sama dengan dewasanya. Dalam fase ini serangga muda mengalami pergantian kulit.
  3. Imago (dewasa), ialah fase yang ditandai telah berkembangnya semua organ tubuh dengan baik, termasuk alat perkembangbiakan serta sayapnya
 



Holometabola :
  Holometabola yaitu serangga yang mengalami metamorfosis sempurna.
  Tahapan dari daur serangga yang mengalami metamorfosis sempurna adalah telur – larva – pupa – imago.
  Larva adalah hewan muda yang bentuk dan sifatnya berbeda dengan dewasa. Pupa adalah kepompong dimana pada saat itu serangga tidak melakukan kegiatan, pada saat itu pula terjadi penyempurnaan dan pembentukan organ. Imago adalah fase dewasa atau fase perkembangbiakan.












Peranan menguntungkan Arthropoda :

  Insecta terutama golongan kupu-kupu dan lebah sangat membantu para petani karena dapat membantu proses penyerbukan pada bunga.
  Insecta dibudidayakan karena dapat  menghasilkan madu. Misal: lebah madu (Apis mellifera).
  Dalam bidang industri, kupu-kupu, ulat sutera membuat kepompong yang dapat menghasilkan sutra (contoh : Bombix mori).
  Untuk dimakan, misal laron, gangsir dan larva lebah (tempayak) yang dapat diperoleh secara musiman.
  Merupakan mata rantai makanan yang amat penting bagi kehidupan.

Peran merugikan Arthropoda :

  Menularkan beberapa macam bibit penyakit seperti tikus, kolera dan disentri oleh lalat dan kecoak.
  Merusak tanaman budidaya manusia, misal: belalang, kumbang kelapa, ulat.
  Menyebabkan penyakit pada tanaman, misal: Nilapervata lugens (wereng)
  menyebabkan penyakit virus tungro, belalang (walang sangit) yang mengisap cairan biji padi muda sehingga tanaman padi menjadi puso.
  Parasit pada manusia (mengisap darah), misal: nyamuk, kutu kepala dan kutu busuk.
  Merusak bahan makanan yang disimpan (tepung kedelai) oleh berbagai Coleoptera, misal: kumbang beras.
  Serangga banyak yang hidup parasit pada ternak maupun ikan.
  Dapat merusak bahan bangunan, misal: kumbang kayu dan rayap.


Loading...

0 Response to "Arthropoda"

Posting Komentar