Donor Darah

Loading...

Donor Darah

Donor darah adalah individu atau orang yang menyumbangkan darahnya kepada orang yang membutuhkan suplai darah dari luar. Proses pengambilan darah dari seorang donor disebut transfusi darah. Darah yang dipindahkan dapat berupa darah lengkap dan komponen darah. Di Indonesia organisasi terkait yang melayani kegiatan donor darah adalah PMI (Palang Merah Indonesia).



Kegiatan donor darah telah berlangsung cukup lama, bahkan telah menjadi kegiatan sosial di berbagai kalangan. Pengambilan darah yang dilakukan setiap sekali donor sekitar 350-500 cc. Manusia memiliki volume darah setiap 70 cc dibandingkan dengan berat badan sehingga  bila dihitung mendonorkan darah 350 cc tidak ada pengaruhnya pada kesehatan.

Selain sebagai kegiatan amal, donor darah juga memiliki banyak manfaat antara lain:
  • Mengetahui golongan darah
  • Memeriksakan kesehatan secara teratur (donor darah dilakukan 3 bulan sekali) meliputi : tekanan darah, nadi, suhu, tinggi dan berat badan, hemoglobin, penyakit dalam, hepatitis A dan C, serta HIV /AIDS
  • Mengurangi kelebihan zat besi, sehingga terhindar dari serangan kanker
  • Mendonorkan darah secara teratur menurunkan resiko penyakit jantung koroner dan stoke karena sel darah yang telah diambil akan digantikan sel darah baru yang mampu mengikat oksigen lebih banyak
  • Membakar kalori dalam tubuh

Jenis-Jenis Donor Darah

Berdasarkan kesukarelaannya donor terbagi atas 3 :

1. Donor Darah Sukarela
Donor darah sukarela adalah orang yang secara sukarela, tanpa mengharapkan imbalan apapun menyumbangkan darahnya kepada orang lain, yang tidak ia ketahui siapa penerimanya, dan tidak menunjuk siapa yang akan menerima darahnya.

2.  Donor Darah Pengganti
Donor darah pengganti adalah orang yang menyumbangkan darahnya dikhususkan untuk pasien tertentu yang sudah ia ketahui siapa penerimanya, biasanya ini berasal dari anggota keluarga pasien yang membutuhkan, bisa juga orang lain yang dicari oleh keluarga pasien. Donor darah pengganti biasa juga disebut donor keluarga.

3.  Donor Darah Komersial
Donor darah komersial adalah orang yang mendonorkan darahnya untuk mengharapkan imbalan atas darah yang ia berikan, paling sering berupa uang. Seorang donor komersial biasanya tidak memikirkan keberatan keluarga pasien, dan juga kurang terjamin kesehatannya, karena mereka kadang-kadang menyumbangkan darah di beberapa tempat.


Syarat Teknis Menjadi Donor Darah

Memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan terutama menyangkut nyawa seseorang merupakan suatu perbuatan yang mulia. Pendonor darah layak dianggap pahlawan bagi resipiennya apalagi bila darah itu dapat menyelamatkan jiwa seseorang. Melakukan donor darah tentunya tidak dapat dilakukan sembarangan karena menyangkut nyawa seseorang bila terjadi kelalaian.

Ada beberapa syarat teknis yang diberlakukan kepada pendonor sebelum melakukan donor darah agar darah yang diterima resipien dalam keadaan baik dan bebas penyakit (sumber : Palang Merah Indonesia).

  1. Umur 17-60 tahun (pada usia 17 tahun  diperbolehkan menjadi pendonor bila mendapat ijin tertulis dari orangtua. Sampai usia tahun donor masih dapat menyumbangkan darahnya dengan jarak penyumbangan 3 bulan atas pertimbangan dokter)
  2. Berat badan minimun 45 kg
  3. Temperatur tubuh : 36,6-37,5oC (oral)
  4. Tekanan darah baik, yaitu : sistole = 110-160 mmHg, diastole = 70-100 mmHg
  5. Denyut nadi teratur; 50-1—kali/menit
  6. Hemoglobin wanita minimal = 12 gr %, pria minimal = 12,5 %
  7. Jumlah penyumbangan pertahun paling banyak 5 kali dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya 3 bulan. Keadaan ini harus sesuai dengan keadaan umum donor.
  8. Tidak berpenyakit jantung, hati, paru-paru, ginjal,kencing manis, penyakit   pendarahan,  kejang, kanker, penyakit kulit kronis.
  9. Tidak hamil, menyusui, menstruasi (wanita)
  10. Kulit lengan donor sehat
  11. Tidak menerima transfusi darah/komponen darah 6 bulan terakhir
  12. Tidak menderita penyakit infeksi ; malaria, hepatitis, HIV/AIDS, sifilis, TBC dan  lain-lain
  13.  Bukan pecandu alkohol/narkoba
  14. Tidak mendapatkan imunisasi dalam 2/4 bulan terakhir
  15.  Beritahu petugas bila makan aspirin dalam 3 hari terakhir

Prosedur Donor Darah

               
Untuk terciptanya disiplin serta meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, maka terdapat sistem dan mekanisme dalam pelaksanan donor darah.

  • Pendonor menyerahkan kartu donornya kepada petugas transfusi bila sudah pernah donor, dan yang abru dibuatkan kartu donor.
  • Pendonor ditimbang berat badannya.
  • Pendonor dites golongan darahnya dan kadar hemoglobin (HB)
  • Setelah memenuhi untuk menjadi pendonor sesuai persyaratan di atas seperti HB normal, berat badan cukup, maka pendonor dipersilahkan tidur untuk diperiksa kesehatannya oleh dokter transfusi.
  • Setelah memenuhi syarat (sehat menurut dokter) barulah petugas transfusi darah (AID/PTID) siap untuk meyadap (mengambil) darahnya berdasarkan berat badan (250-500 cc). Saat pengambilan darah perlu diperhatikan bahwa pengambilan darah tersebut dilakukan oleh petugas yang berwenang, menggunakan peralatan sekali pakai, mengikuti Prosedur Kerja Standar, dan adanya Informed Consent berupa darah diperiksa terhadap IMLTD (Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah) antara lain Hepatitis A, Hepatotos B, HIV, sifilis.
  • Setelah diambil darahnya pendonor dipersilahkan ke kantin donor untuk menikmati hidangan ringan berupa kopi/susu, telur, dan vitamin.
  • Pendonor kembali ke bagian administrasi untuk mengambil kartu donornya yang telah diisi tanggal penyumbangan dan registrasi oleh petugas
  •  Pendonor boleh pulang.

Bioetia Donor Darah

Donor darah sebenarnya memiliki tujuan yang sangat mulia untuk menolong orang lain yang membutuhkan tanpa pamrih. Tetapi karena kebutuhan akan darah yang besar di rumah sakit sedangkan stok darah yang ada di PMI terbatas, beberapa pihak mulai mengotori kegiatan donor darah melalui penjual-belian darah.

Penjual-belian darah atau donor komersial menimbulkan masalah bagi beberapa pihak, terutama pihak resipien. Kesterilan darah yang diterima belum terjamin, dan biaya yang dipatok penjual darah juga tidak murah dibandingkan darah yang disediakan oleh PMI. Selain itu bila di PMI, darah yang didonorkan akan diolah dan diatur penyimpanannya sehingga saat darah diperlukan dalam keadaan siap. Donor darah komersial bisa saja melakukan tranfusi darah di beberapa tempat, sehingga kesehatan si pendonor tidak dapat dikontol. Selain ketidakterjaminnya kesehatan si pendonor, donor darah komersial juga melanggar norma agama, yakni memperjualbelikan organ tubuh (sel tubuh).

Menanggapi donor darah yang dikomersialkan pemerintah mengeluarkan peraturan terkait yang mengatur donor darah di Indonesia, diantaranya :

  1. UU No. 36 Tahun 2009 Pasal 86-99
  2. Pasal 86 Pelayanan darah merupakan upaya pelayanan kesehatan yang memanfaatkan darah sebagai bahan dasar dengan tujuan kemanusian dan tidak untuk tujuan komersial.
  3. Pasal 87 Darah diperoleh dari pendonor darah sukarela yang sehat dan memenuhi kriteria seleksi pendonor dengan mengutamakan kesehatan pendonor.
  4. Pasal 88 Darah yang diperoleh dari pendonor darah sukarela sebelum digunakan untuk pelayanan darah harus dilakukan pemeriksaan labotorium guna mencegah penularan penyakit.
  5. Pasal 89 Penyelenggaraan donor darah dan penggolaan darah dilakukan oleh Unit Transfusi Darah.
  6. Pasal 90 Unit Transfusi Darah dapat diselenggarakan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan/atau Organisasi Sosial yang tugas pokok dan fungsinya di bidang kepalangmerahan.
  7. Pasal 91 Pelayanan transfusi darah meliputi perencanaan, pengerahan pendonor darah, penyediaan, pendistribusian darah, dan tindakan medis pemberian darah kepada pasien untuk tujuan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.
  8. Pasal 92  Pelaksanaan pelayanan transfusi darah dilakukan dengan menjaga keselamatan dan kesehatan penerima darah dan tenaga kesehatan dari penularan penyakit melalui transfusi darah.
  9. Pasal 93  Menteri mengatur standar dan persyarataan pengelolaan darah untuk pelayanan transfusi darah.
  10. Pasal 94 Pemerintah bertanggung jawab atas pelaksanan pelayanan darah yang aman, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
  11. Pasal 96   Pemerintah menjamin pembiayaan dalam penyelenggaraan pelayanan darah.
  12. Pasal 97   Darah dilarang diperjualbelikan dengan dalih apapun.
  13. Pasal 98 Komponen darah dapat digunakan untuk tujuan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan melalui proses pengolahan dan produksi.
  14. Pasal 99   Hasil proses pengolahan dan produksi dikendalikan oleh Pemerintah.

Peraturan Pemerintah Nomor  7  Tahun 2011

KETENTUAN UMUM :
  • Pelayanan darah adalah upaya pelayanan kesehatan yang memanfaatkan darah manusia sebagai bahan dasar dengan tujuan kemanusian dan tidak untuk tujuan komersial.
  • Pelayanan transfusi darah adalah upaya pelayanan kesehatan yang meliputi perencanan, pengerahan dan pelestarian pendonor darah, penyediaan darah, dan tindakan medis pemberian darah kepada pasien untuk tujuan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.
  • Penyediaan darah adalah rangkaian kegiatan pengambilan dan pelabelan darah pendonor, pencegahan penularan penyakit, pengolahan darah, dan penyimpanan darah pendonor.
  • Donor darah haruslah sukarela tanpa pamrih ( PP.18/1980 bab II pasal 2 )
  • Dilarang memperjual belikan darah ( PP 18/1980 bab III pasal 3 )


Bioetika Donor Darah Buatan

Layanan Transfusi Darah Nasional di Skotlandia menerima donasi dari sekitar 4 persen populasi Inggris. Saat ini stoknya stabil, namun layanan ini selalu mencoba untuk merekrut donor baru. Layanan ini juga mencari teknologi baru yang berpotensi untuk mengamankan suplai darah pada masa depan, termasuk ‘darah buatan’. Mark Turner, direktur medis Layanan Transfusi Darah, tengah meneliti bagaimana darah nantinya bisa disintesis. ”Kami sudah tahu cukup lama bahwa memungkinkan untuk memproduksi sel darah merah dari apa yang disebut sel punca dewasa, tapi dengan cara ini tidak dapat memproduksi darah dalam jumlah besar karena kapasitas sel untuk berkembang biak terbatas,” jelasnya. Yang bisa dilakukan ilmuwan, tambahnya, adalah mengambil turunan sel punca pluripotent, baik dari embrio maupun jaringan dewasa.

Sel-sel ini diproses di laboratorium untuk memproduksi sel dalam jumlah besar, ujar Turner. ”Nantinya mungkin untuk memproduksi darah dalam jumlah besar, tapi masih berdekade lamanya,” lanjutnya. “Saat ini, fokus kami adalah berupaya memproduksi sel darah merah yang memiliki jenis kualitas dan keamanan yang tepat, sehingga bisa digunakan untuk uji klinis pada manusia.” Rumah sakit dan pembedahan di seluruh dunia harus bersusah payah untuk memenuhi kebutuhan darah. “Tugas yang kami hadapi yakni membawa proses yang berbasis laboratorium itu menuju lingkungan manufaktur yang skala kontrol kualitas dan pemenuhan aturannya jauh lebih besar.”

Banyak negara maju yang memiliki cukup suplai darah untuk memenuhi kebutuhan warganya, namun begitu banyak orang di seluruh penjuru dunia yang tidak punya akses terhadap suplai darah yang aman dan mencukupi. Sekitar 50 persen darah yang tersedia di dunia dimanfaatkan oleh 15 persen populasi yang cukup beruntung untuk hidup di negara maju, kata Turner. “Kurang lebih 150.000 perempuan setiap tahun meninggal akibat pendarahan postpartum – yakni pendarahan setelah melahirkan – dan banyak diantaranya bisa diselamatkan apabila negara mempunyai suplai darah yang mencukupi.”

Sel punca yang dipakai riset tampaknya tidak bermasalah secara etis.“Sumber sel punca yang umum digunakan secara tradisional adalah embrio, namun ada pihak yang menentang pemakaian embrio untuk riset,” papar Profesor John Harris dari divisi Bioetik

Bioetika Donor Darah Menstruasi

Saat ini hampir semua wanita membuang darah menstruasinya karena dianggap sebagai limbah kotor dan tidak sehat. Namun penelitian baru menemukan bahwa darah menstruasi kaya akan sel punca (stem cell), yang berpotensi menjadi pengobatan berbagai penyakit. Sebelumnya, darah dari tali pusar yang dianggap sebagai cadangan utama untuk sel punca atau stem cell. Hanya wanita yang telah melahirkan saja yang mampu melestarikan stem cell karena diperoleh dari tali pusar. Namun peneliti baru saja menemukan dan berhasil memanen sel punca dari darah menstruasi (Menstrual Stem Cells atau MeSC’s), sehingga memungkinkan bagi semua wanita termasuk yang belum pernah melahirkan untuk melestarikan sel punca untuk diri mereka sendiri.

Ternyata menstruasi atau haid ini justru memberikan manfaat baik bagi kesehatan wanita. Teknologi modern telah membuktikan bahwa darah menstruasi yang disimpan dengan perlakukan khusus dapat mengatasi berbagai penyakit dengan perawatan yang disebut stem cell therapy. Darah yang keluar sebagai darah menstruasi mengandung beberapa variasi sel yang di antaranya memiliki sifat regeneratif..Peneliti melakukan beberapa jenis analisis dan menemukan bahwa sel-sel darah menstruasi tidak hanya dapat dipanen tetapi juga bisa dibedakan menjadi sel-sel tertentu seperti tulang rawan, jaringan saraf atau jaringan adiposa.

Sel-sel punca menstruasi (MeSC) memiliki potensi besar untuk terapi regeneratif. Studi-studi menunjukkan bahwa MeSC adalah populasi sel unik yang dapat diisolasikan dengan aman dan dapat memberikan sumber sel punca dari perempuan sampai mencapai menopause. Mengingat relevansi dan pentingnya dalam pengobatan penyakit langka termasuk gangguan saraf tertentu, penting bagi perempuan untuk melestarikan darah menstruasinya di Bank Darah Menstruasi. Bank Darah Menstruasi memungkinkan perempuan menyimpan darah menstruasinya di bawah kondisi yang diperlukan dan melestarikannya untuk tabungan masa depan. Bank-bank tersebut mengenakan biaya tahunan minimal untuk penyimpanan dan pelestarian.


Proses untuk mengumpulkan darah menstruasi cukup sederhana, yaitu silikon cup yang berbentuk seperti tampon dimasukkan ke dalam vagina pada saat perempuan mengeluarkan banyak darah menstruasi. Cup harus ditempatkan di dalam vagina selama sekitar tiga jam sehingga dapat mengumpulkan sekitar 20 mililiter darah.
Darah kemudian dituangkan dalam kit pengumpulan dan dikirim kembali ke laboratorium Bank Darah Menstruasi, di mana darah akan diproses, dibekukan dan disimpan.


Dibandingkan dengan tali pusat, metode ini benar-benar tidak menyakitkan dan non invasif. Juga, setiap wanita yang ingin mempertahankan sel punca untuk masa depan dapat melakukannya tanpa harus menunggu untuk melahirkan bayi.

Sel punca memiliki kualitas unik yang membuatnya bisa berkembangbiak menjadi semua jenis sel. Sel punca mampu memberikan kontribusi dalam kelangsungan hidup sel setelah ditransplantasikan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Bank Darah Menstruasi memiliki cakupan yang luas di masa depan dan merupakan hal besar berikutnya dalam dunia medis.
Loading...

0 Response to "Donor Darah"

Posting Komentar