Gaya Belajar

Loading...

Gaya Belajar
Learning Style - Psikologi Pendidikan


A.     Pengertian Gaya Belajar

Gaya belajar adalah variasi cara yang dimiliki seseorang untuk mengakumulasi serta mengasimilasi informasi. Menurut DePorter dan Hernacki (2002), gaya belajar adalah kombinasi dari menyerap, mengatur dan mengolah informasi. Sedangkan Conner (2008:1) menyatakan bahwa gaya belajar siswa mengacu pada cara siswa memilih untuk menerima atau memproses informasi baru.

Pada dasarnya, gaya belajar Anda adalah metode yang terbaik memungkinkan Anda dalam mengumpulkan dan menggunakan pengetahuan secara spesifik. Kebanyakan ahli setuju bahwa ada tiga macam dasar gaya belajar. Setiap individu memungkinkan untuk memiliki satu macam gaya belajar atau dapat memiliki kombinasi dari gaya belajar yang berbeda. Gaya belajar adalah kunci untuk mengembangkan kinerja dalam pekerjaan, di sekolah dan dalam situasi-situasi antar pribadi. Ketika kita menyadari bagaimana diri ini dan orang lain menyerap dan mengolah informasi, kita dapat menjadikan belajar dan berkomunikasi lebih mudah dengan gaya sendiri.

Ada dua kategori utama tentang bagaimana kita belajar yaitu:
1.        Modalisme adalah bagaimana kita menyerap informasi dengan mudah
2.       Dominasi otak adalah cara dan bagaimana kita mengatur dan mengolah informasi.


B.      Jenis-jenis Gaya Belajar

Secara umum, gaya belajar dapat dikelompokkan berdasarkan kemudahan dalam menyerap informasi (perceptual modality), cara memproses informasi (information processing), dan karakteristik dasar kepribadian (personality pattern). Pengelompokan berdasarkan perceptual modality didasarkan pada reaksi individu terhadap lingkungan fisik dan cara individu menyerap data secara lebih efisien. Pengelompokan berdasarkan information processing didasarkan pada cara individu merasa, memikirkan, memecahkan masalah, dan mengingat informasi. Sedangkan pengelompokan berdasarkan personality pattern didasarkan pada perhatian, emosi, dan nilai-nilai yang dimiliki oleh individu.

DePorter dan Hernacki (1999) mengemukakan tiga jenis gaya belajar berdasarkan modalitas yang digunakan individu dalam memproses informasi (perceptual modality). Ketiga gaya belajar tersebut adalah gaya belajar visual (belajar dengan cara melihat), auditorial (belajar dengan cara mendengar), dan kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja, dan menyentuh). Setiap individu menggunakan semua indera dalam menyerap informasi. Tetapi, secara umum, individu mempunyai kecenderungan lebih kuat pada salah satu gaya belajar. Sebagian individu mudah menangkap informasi dalam bentuk visual, sebagian yang lain menyukai informasi bentuk verbal dan sebagian yang lain lebih nyaman dengan cara aktif dan interaktif.

Berikut jenis-jenis gaya belajar yang dikemukakan oleh DePorter dan Hernacki (1999) :

1.       Gaya Belajar Visual

Individu yang memiliki kecenderungan gaya belajar visual lebih senang melihat apa yang sedang dipelajari. Gambar/visualisasi akan membantu mereka yang memiliki gaya belajar visual untuk lebih memahami ide atau informasi daripada apabila ide atau informasi tersebut disajikan dalam bentuk penjelasan. Apabila seseorang menjelaskan sesuatu kepada orang yang memiliki kecenderungan gaya belajar visual, mereka akan menciptakan gambaran mental tentang apa yang dijelaskan oleh orang tersebut.

Ciri-ciri gaya belajar visual:
a.     Bicara agak cepat
b.    Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi
c.     Tidak mudah terganggu oleh keributan
d.    Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar
e.     Lebih suka membaca dari pada dibacakan
f.      Pembaca cepat dan tekun
g.    Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata
h.    Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato
i.      Lebih suka musik dari pada seni
j.      Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya

Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual:
a.     Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.
b.    Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting.
c.     Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi.
d.    Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).
e.     Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.

2.      Gaya Belajar Auditorial

Sementara itu, individu yang cenderung memiliki gaya belajar auditorial kemungkinan akan belajar lebih baik dengan mendengarkan. Mereka menikmati saat-saat mendengarkan apa yang disampaikan orang lain.

Ciri-ciri gaya belajar auditori:
a.     Saat bekerja suka bicaa kepada diri sendiri
b.    Penampilan rapi
c.     Mudah terganggu oleh keributan
d.    Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
e.     Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
f.      Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
g.    Biasanya ia pembicara yang fasih
h.    Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
i.      Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
j.      Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual
k.    Berbicara dalam irama yang terpola
l.      Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara

Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori:
a.     Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.
b.    Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
c.     Gunakan musik untuk mengajarkan anak.
d.    Diskusikan ide dengan anak secara verbal.
e.     Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.

3.      Gaya Belajar Kinestetik

Individu yang memiliki kecenderungan gaya belajar kinestetik akan belajar lebih baik apabila terlibat secara fisik dalam kegiatan langsung. Mereka akan belajar sangat baik apabila mereka dilibatkan secara fisik dalam poembelajaran. Mereka akan berhasil dalam belajar apabila mereka mendapat kesempatan untuk memanipulasi media untuk mempelajari informasi baru.

Ciri-ciri gaya belajar kinestetik:
a.     Berbicara perlahan
b.    Penampilan rapi
c.     Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
d.    Belajar melalui memanipulasi dan praktek
e.     Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
f.      Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
g.    Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
h.    Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
i.      Menyukai permainan yang menyibukkan
j.      Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu
k.    Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi

Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik:
a.     Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.
b.    Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).
c.     Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.
d.    Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.
e.     Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik.


C.     Cara untuk Mengetahui Gaya Belajar Siswa

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengetahui gaya belajar siswa yaitu:

1.        Cara Pertama

Dengan menggunakan observasi secara mendetail terhadap setiap siswa melalui penggunaan berbagai metode belajar mengajar di kelas. Gunakan metode ceramah secara umum, catatlah siswa-siswa yang mendengarkan dengan tekun hingga akhir. Perhatikan siswa-siswa yang “kuat” bertahan berapa lama dalam mendengar. Klasifikasikan mereka sementara dalam golongan orang-orang yang bukan tipe pembelajar yang cenderung mendengarkan. Dari sini kita bisa mengklasifikasikan secara sederhana tipe-tipe siswa dengan model-model pembelajar auditori yang lebih menonjol. Metode lain bisa digunakan, misalnya dengan memutar film, menunjukkan gambar atau poster, dan juga menunjukkan peta ataupun diagram.

Dengan proses belajar mengajar seperti ini, kita bisa melihat para siswa yang mempunyai kecenderungan belajar secara visual dan juga mempunyai kecerdasan visual-spasial akan lebih tertarik dan antusias. Setelah itu, cobalah dengan metode pembelajaran menggunakan praktek atau simulasi. Para pembelajar kinestetik tentu saja akan sangat antusias dengan model belajar mengajar semacam ini. Begitu seterusnya kita melihat bagaimana reaksi siswa terhadap setiap model pembelajaran sehingga lambat laun kita akan lebih mudah memahami dan mengetahui kecenderungan gaya belajar yang mereka.


2.       Cara Kedua

Dengan memberikan tugas kepada siswa untuk melakukan pekerjaan yang membutuhkan proses penyatuan bagian-bagian yang terpisah, misalnya menyatukan model rumah yang bagian-bagiannya terpisahkan. Ada tiga pilihan cara yang bisa dilakukan dalam menyatukan model rumah ini, pertama adalah melakukan praktek langsung dengan mencoba menyatukan bagian-bagian rumah ini setelah melihat potongan-potongan yang ada; kedua adalah dengan melihat gambar desain rumah secara keseluruhan, baru mulai menyatukan; dan ketiga adalah petunjuk tertulis langkah-langkah yang diperlukan untuk membangun rumah tersebut dari awal hingga akhir.

Pembelajar visual akan cenderung memulai dengan melihat gambar rumah secara utuh. Ia lebih cepat menyerap melalui gambar-gambar tersebut sebelum menyatukan bagian-bagian rumah secara keseluruhan. Pembelajar auditory cenderung membaca petunjuk tertulis mengenai langkah-langkah yang diperlukan untuk membangun rumah, dan tidak terlalu mempedulikan gambar yang ada. Sedangkan pembelajar kinestetik akan langsung mempraktekkan dengan mencoba-coba menyatukan satu bagian dengan bagian yang lain tanpa terlebih dahulu melihat gambar ataupun membaca petunjuk tulisan. Dari pengamatan terhadap cara kerja siswa dalam menyelesaikan tugas ini, kita akan lebih memahami gaya mengajar siswa secara lebih mendetail.


3.       Cara Ketiga

Cara yang lebih komprehensif yaitu dengan melakukan survey atau tes gaya belajar. Namun demikian, alat survey ataupun tes ini biasanya mengikat pada satu konsultan atau psikolog tertentu sehingga jika kita ingin melakukan tes tersebut harus membayar dengan sejumlah biaya tertentu, yang terkadang dirasa cukup mahal. Namun demikian, karena menggunakan metodologi yang sudah cukup teruji, biasanya survey atau tes psikologi semacam ini mempunyai akurasi yang tinggi sehingga memudahkan bagi guru untuk segera mengetahui gaya belajar siswa. Nah, dari ketiga cara mengetahui gaya belajar siswa di atas tergantung kita untuk menggunakan cara yang mana. Cara pertama dan kedua membutuhkan usaha yang keras dari kita dalam memetakan dan mengklasifikasikan gaya mengajar siswa yang terdapat dalam satu kelas. Namun demikian, kedua cara ini tidak membutuhkan biaya yang mahal. Untuk lebih akurat, memang cara ketiga bisa diambil, namun konsekuensinya tentu saja perlu mengeluarkan biaya untuk survey ataupun tes gaya belajar.


Loading...

0 Response to "Gaya Belajar"

Posting Komentar