Kelainan Sistem Pencernaan

Loading...

Kelainan Sistem Pencernaan


Diare (feces encer)
  Diare (mencret/feses encer), penyerapan air di kolon terganggu sehingga kerja kolon dipercepat. Diare disebabkan pergerakan yang cepat dari materi tinja sepanjang usus besar. Pada diare, infeksi paling luas terjadi pada usus besar dan ileum. Dimanapun infeksi terjadi, mukosa akan teriritasi secara luas sehingga kecepatan sekresinya tinggi.
  Diare ada yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli, yang merupakan patogen dalam usus besar. Toksin kolera menstimulus sekresi elektrolit dan dan cairan yang berlebihan dari ileum dan usus besar. Toksin ini secara spesifik  meningkatkan mekanisme pertukaran bikarbonat klorida , yang menyebabkan jumlah ion bikarbonat sangat besar untuk disekresikan bersama dengan ion natrium dan air. Kehilangan cairan dan elektrolit dapat menyebabkan kematian.

Konstipasi (susah buang air besar)
  Konstipasi (sembelit), sulit buang air besar karena penyerapan air di kolon terlalu banyak. Penyebab konstipasi adalah kebiasaan buang air besar yang tidak teratur dan kurangnya makan makanan berserat.
  Untuk mengatasi konstipasi dapat dilakukan beberapa cara sebagai berikut:
1. Diet yang benar dan seimbang antara serat, cairan.
2. Latihan BAB secara teratur
3. Laksatif (pencahar).


Gastritis, yaitu peradangan mukosa lambung. Gangguan ini umumnya terjadi pada lansia. Gastritis berlangsung lama, sehingga menyebabkan rusaknya mukosa lambung. Gastritis diduga disebabkan oleh asam lambung yang berlebihan.



Pankreasitis, yaitu peradangan pada pankreas. Penyebab umum dari pankreasitis adalah alkohol dan terhambatnya tonjolan vateri (akhir saluran pengeluaran pankreas) oleh batu empedu


Apendiksitis, peradangan pada apendiks (umbai cacing) oleh bakteri.


Enteritis, peradangan pada usus besar/usus halus oleh bakteri.


Peritonitis, yaitu radang pada peritoneum (selaput perut).


Ulkus, peradangan pada lambung akibat produksi HCl lebih banyak daripada makanan yang masuk ke lambung.

Gondong, radang kelenjar parotis yang disebabkan oleh virus.


Flatus, adalah masuknya gas-gas dalam saluran pencernaan. Gas-gas tersebut berupa udara yang tertelan, gas yang dihasilkan bakteri, atau gas dari difusi darah yang masuk ke saluran pencernaan. Gas nitrogen dan oksigen lebih banyak berada dalam lambung dan dapat dikeluarkan dengan bersendawa. Gas-gas yang lain, yaitu CO2, metana, dan hidrogen, lebih banyak berada dalam usus besar yang dihasilkan oleh bakteri.

Muntah-muntah, keluarnya makanan dan cairan karena kontraksi diafragma dan organ-organ pernapasan yang disebabkan oleh keracunan, gangguan peredaran darah, mabuk perjalanan, dan lain-lain


By Muliana G.H., S. Pd - 2015
Loading...

0 Response to "Kelainan Sistem Pencernaan"

Posting Komentar