Mati Suri

Loading...

Mati Suri


A. Pengertian Kematian          

Tanatologi berasal dari kata thanatos(yang berhubungan dengan kematian) dan logos (ilmu). Tanatologi adalah bagian dari Ilmu Kedokteran Forensik yang mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan kematian yaitu definisi atau batasan mati, perubahan yang terjadi pada tubuh setelah terjadi kematian dan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut.

Sebelum mendefinisikan mati suri, kita harus mengetahui apa itu definisi mati. Sebelumnya definisi mati yang diterima komite Ad Hoc Harvard Medical School di tahun 1968 adalah lenyapnya seluruh fungsi otak. Walau begitu, kemudian ditemukan adanya pasien yang seluruh otaknya telah mati, namun jantungnya masih berdetak. Detak lemah ini disebabkan oleh fungsi paru-paru. Bila paru-paru tetap dipaksa bernapas, orang ini masih mungkin untuk mencerna makanan, melakukan ekskresi dan bahkan bereproduksi. Karenanya definisi ini dipandang tidak sesuai lagi. Untuk itu dipakai definisi baru yaitu kematian sel otak. Kematian terjadi bila kerusakan sel otak permanen karena tidak adanya oksigen. Dengan definisi ini, maka pasien yang paru-parunya masih memompa oksigen ke otak lewat jantung  walaupun otak tidak dapat berfungsi lagi (mati dalam definisi Harvard) masih dapat dipandang masih hidup.

Jadi definisi mati merupakan sebuah proses yang melibatkan tiga organ utama: jantung, paru-paru dan otak. Walau ketiga organ ini saling kait dan kematian salah satunya akan membawa pada kematian dua lainnya, seseorang baru boleh dikatakan meninggal bila ketiganya telah sepenuhnya berhenti berfungsi. Mati menurut ilmu kedokteran didefinisikan sebagai berhentinya fungsi sirkulasi dan respirasi secara permanen (mati klinis).


B. Jenis Kematian

Dalam tanatologi dikenal beberapa istilah tentang mati, yaitu mati somatis (mati klinis), mati suri, mati seluler, mati serebral dan mati otak (mati batang otak).

1.     Mati somatis(mati klinis) ialah suatu keadaan dimana oleh karena sesuatu sebab terjadi gangguan pada ketiga sistem utama tersebut yang bersifat menetap.Pada kejadian mati somatis ini secara klinis tidak ditemukan adanya refleks, elektro ensefalografi (EEG) mendatar, nadi tidak teraba, denyut jantung tidak terdengar, tidak ada gerak pernapasan dan suara napas tidak terdengar saat auskultasi.

2.      Mati suri ialah suatu keadaan yang mirip dengan kematian somatis, akan tetapigangguan yang terdapat pada ketiga sistem bersifat sementara. Mati suri (apparent death, suspended death, Near DeathExperiences) adalah stadium somatic death perlu diketahui suatu keadaan yang dikenal dengan istilah mati suri atau apparent death. Mati suri ini terjadi karena proses vital dalam tubuh menurun sampai taraf minimum untuk kehidupan, sehingga secara klinis sama dengan orang mati. Mati suri kadang didefinisikan sebagai keadaan seperti mimpi dan pengalaman mengganggu yang berasosiasi dengan penggunaan obat-obatan. Mati suri sendiri dapat didefinisikan sebagai ingatan yang dilaporkan dari seluruh kesan yang didapatkan seseorang dalam kondisi sadar khusus, termasuk sejumlah unsur khususnya seperti keluar dari jasad, perasaan damai, melihat lorong, melihat cahaya, bertemu keluarga yang telah wafat atau sebuah peninjauan ulang pengalaman semasa hidup. Kondisi ini terjadi pada saat-saat seseorang menjelang kondisi mati. Dalam literatur lain mati suri adalah terhentinya ketiga sistem kehidupan yang ditentukan dengan alat kedokteran sederhana. Mati suri sering ditemukan pada kasus keracunan obat tidur (barbiturat), tersengat aliran listrik, kedinginan, mengalami cardiac arrest, dan tenggelam.

3.    Mati seluler (mati molekuler) ialah suatu kematian organ atau jaringan tubuh yang timbul beberapa saat setelah kematian somatis. Daya tahan hidup masing-masing organ atau jaringan berbeda-beda, sehingga terjadinya kematian seluler pada tiap organ tidak bersamaan.

4.   Mati serebralialah suatu kematian akibat kerusakan kedua hemisfer otak yang irreversible kecuali batang otak dan serebelum, sedangkan kedua sistem lainnya yaitu sistem pernapasan dan kardiovaskuler masih berfungsi dengan bantuan alat.

5.    Mati otak(mati batang otak) ialah kematian dimana bila telah terjadi kerusakan seluruh isi neuronal intrakranial yang irreversible, termasuk batang otak dan serebelum. Dengan diketahuinya mati otak (mati batang otak) maka dapat dikatakan seseorang secara keseluruhan tidak dapat dinyatakan hidup lagi, sehingga alat bantu dapat dihentikan.


C. Teori yang membahas Mati SuriTop of Form

Sampai saat ini, baru sedikit yang dipahami para ahli mengenai fenomena mati suri. Meskipun kasusnya cukup banyak, mati suri sulit dibuktikan secara ilmiah karena banyak didasarkan pada pengalaman subyektif. Akhirnya, beberapa ilmuwan berusaha mengungkapkan teori-teori yang sekiranya dapat membantu memahami fenomena ini.
"Penolakan utama terhadap fenomena mati suri adalah karena orang-orang yang mengalaminya tidak benar-benar mati. Orang yang tidak pernah mengalami kematian tidak dapat menceritakan realitas sesungguhnya yang melampaui kematian," tulis Rubiana Soeboer, psikolog dalam bukunya yang berjudul 'Mati Suri' seperti dikutip detikHealth,Rabu(1/7/2012).

Lebih lanjut lagi, Rubiana menjelaskan bahwa beberapa ahli yang meyakini fenomena ini mengemukakan sejumlah argumen yang diduga dapat memicu mati suri, yaitu:

1.       Mulai matinya fungsi otak
Mati suri dipahami sebagai sebuah rangkaian reaksi otak. Fenomena ini disebabkan karena transmitter saraf di otak menutup dan menciptakan ilusi yang yang menyenangkan.
Oleh karena itu, mati suri merupakan fungsi otak yang tengah menjalani proses kematian dan dialami oleh semua manusia. Itulah sebabnya orang yang mengalami mati suri secara garis besar mengalami pengalaman yang mirip.

2.      Otak kekurangan oksigen
Mati suri juga disebut-sebut dapat disebabkan karena berkurangnya oksigen dalam otak atau terlalu banyak karbondioksida sehingga menyebabkan halusinasi. Tetapi teori ini tidak dapat menjelaskan mengapa beberapa orang pasien dapat menceritakan secara utuh dan meyakinkan mengenai apayang dialami selama mati suri.
Pada halusinasi, gambaran yang dilihat tidak sepenuhnya jelas dan berhubungan erat dengan depresi, kebingungan serta penyalahgunan obat. Sedangkan kebanyakan orang yang mengalami mati suri bukanlah orang yang memiliki gangguan kejiwaan.

3.       Rangsangan pada salah satu bagian otak
Beberapa ciri mati suri dikenali mirip dengan epilepsi yang berhubungan dengan kerusakan area lobus temporal di otak. Hasil penelitian menemukan bahwa menstimulasi area ini akan menimbulkan pengalaman seperti mati suri, misalnya melihat masa lalu atau mengalami sensasi terlepas dari raga.
Beberapa orang yang mengalami mati suri juga diketahui menderita stroke atau memiliki tumor di area lobus temporal. Namun anehnya, stimulus pada bagian otak ini memunculkan emosi ketakutan dan kesedihan, sedangkan emosi yang muncul ketika mati suri terkadang adalah rasa damai dan bahagia.

4.      Takut mati
Dari segi psikologi, fenomena mati suri bisa disebabkan akibat ketakutan yang muncul saat berhadapan dengan kematian. Ketakutan yang muncul berusaha digantikan oleh fantasi yang menyenangkan untuk melindungi diri sendiri. Orang-orang ini melakukan depersonalisasi, memisahkan diri dari tubuh fisik.

5.       Ingatan akan kelahiran
Beberapa ilmuwan berpendapat mati suri justru sama sekali tidak berhubungan dengan kematian, melainkan dengan ingatan akan kelahiran.Seorang bayi dilahirkan meninggalkan rahim melewati lorong cahaya yang memberikan cinta serta kehangatan. Apa yang terjadi ketika mati suri sebenarnya hanyalah ingatan yang disimpan mengenai kelahirannya.



Agama Islam dapat menjelaskan fenomena Mati Suri ini secara rasional. Agar dapat memahami makna dari Mati Suri, haruslah dapat dipahami terlebih dahulu mengenai makna kehidupan dan kematian dalam konsep Islam.

Dalam sebuah Hadits Qudsi, kematian didefinisikan sebagai pintu yang menghubungkan antara dunia dan akhirat. Setiap orang pasti mati dan setiap orang pasti melewati pintu kematian tersebut. Sedangkan kehidupan adalah bergabungnya antara roh dan tubuh atau jasad.

Dalam Al-Qur’an Allah berfirman:
“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka dia tahanlah jiwa (orang) yang Telah dia tetapkan kematiannya dan dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan [*]. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir”. (QS. Az-Zumar: 42).
[*] Maksudnya: orang-orang yang mati itu rohnya ditahan Allah sehingga tidak dapat kembali kepada tubuhnya; dan orang-orang yang tidak mati hanya tidur saja, rohnya dilepaskan sehingga dapat kembali kepadanya lagi.



Loading...

0 Response to "Mati Suri"

Posting Komentar