Media dan Sumber Belajar

Loading...

 Media dan Sumber Belajar
by Muliana G.H., S. Pd - 2015



Latar Belakang

  Kemajuan teknologi  sekarang ini memberi  dampak pada berbagai aspek. Salah satu dampak kemajuan teknologi yang dapat kita rasakan  yaitu pada dunia pendidikan khususnya dalam proses belajar mengajar yang merupakan  suatu proses yang mengolah sejumlah nilai pada peserta  didik. Proses ini ditunjang oleh adanya sumber belajar yang memadai. Udin Saripuddin dan Winataputra (199:65) mengelompokan sumber-sumber belajar menjadi lima kategori, yaitu manusia, buku/perpustakaan, media massa, alam lingkungan, dan media pendidikan.

                Salah satu sumber belajar yang mempengaruhi  keberhasilan proses belajar mengajar adalah berbagai macam media pembelajaran  yang kita gunakan untuk mengoptimalkan proses penyerapan materi . Media  dalam proses pembelajaran sebagai salah satu sumber belajar ikut membantu guru memperkaya wawasan anak didik. Artinya melalui media, peserta didik memperoleh pesan dan informasi sehingga membentuk pengetahuan baru pada siswa. (Mudhoffir, dalam Munadi, 2008).

Pemakaian media pembelajaran yang tepat dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan semangat dan motivasi serta rangsangan dalam belajar, bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran akan sangat membantu keefektifan, proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran. Namun kenyataanya bagian inilah yang masih sering diabaikan oleh guru dengan berbagai alasan. Alasan yang sering muncul antara lain: terbatasnya waktu  untuk membuat media, sulit mencari media yang tepat, tidak tersedianya biaya. Penggunaan media sebagai sumber belajar tentu harus sesuai dengan  perumusan tujuan instruksional, kompetensi guru, dan prinsip-prinsip pemilihan dan penggunaan media  sebagai sarana belajar .

 Berdasarkan kenyataan tersebut maka melalui  makalah ini  akan dibahas secara komprehensif   pengertian media, macam-macam media sebagai alat bantu pembelajaran,  prinsip pemilihan dan penggunaan media sebagai sumber belajar, yang sekiranya dapat menjadi bahan pertimbangan untuk penggunaan media sebagai sumber belajar yang berimplikasi pada peningkatan hasil belajar  peserta didik.



A.     Pengertian Media

Kata media berasal dari bahasa latin medius yang  secara harfiah berarti tengah, atau pengantar. Dalam bahasa arab, media dalah perantara (وسائل) atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Dengan demikian media pembelajaran dapat diartikan sebagai pelantara sampainya pesan belajar (message learning) dari sumber pesan (message resource) kepada penerima pesan (message receive) sehingga terjadi interaksi belajar mengajar.( Hamalik,2000)

Ada beberapa pengertian tentang media pembelajaran yang telah dikemukanan oleh para ahli, antara lain:

a.       S. Gerlach dan P. Ely,  Memberikan dua makna tentang media pembelajaran, yakni arti luas dan arti sempit. Dalam arti luas media pembelajaran berarti orang, material, kejadian yang dapat menciptakan kondisi, sehingga memungkinkan pelajar mendapatkan pengetahuan, keterampilan atau sikap yang baru. Sedangkan dalam arti sempit media pembelajaran berarti grafik, potret, gambar, alat-alat mekanik, elektronik yang dipergunakan untuk menangkap, memproses serta menyampaikan informasi visual atau verbal.

b.      Suprapto dkk,  mendefinisikan media pendidikan dengan semua alat pembantu yang secara efektif dapat digunakan oleh guru untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

c.       Sri Widiastuti, dkk , memberikan definisi dengan semua alat yang dapat dipergunakan melalui indera pendengaran, pengamatan (telinga, mata) dalam proses kegiatan belajar, karena itu alat-alat bantu tersebut sering dinamakan audio visual aids (AVA).

d.      Oemar Hamalik memberikan pengertian dengan alat, metode dan teknik yang dipergunakan dalam upaya untuk lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.
            
Beberapa definisi para tokoh tersebut dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa, media belajar adalah semua alat yang bisa digunakan untuk menyampaikan isi pembelajaran dari guru ke peserta didik. Baik menggunakan grafik, gambar, foto  serta alat lain yang dapat mendukung didalam pembelajaran. (Asnawir dan Usman,2002)  


B.      Media Sebagai Alat Bantu

Media sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar adalah sebagai suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri, media dapat  membantu tugas guru dalam menyampaikan pesan-pesan dari bahan pelajaran  yang di berikan oleh guru  kepada anak didik. Setiap materi pelajaran memiliki tingkat kesukaran yang bervariasi , dan untuk menyederhanakan tingkat kesukaran tersebut diperlukan kehadiran media sebagai alat bantu. Disamping itu media juga mempunyai fungsi untuk mengatasi kebosanan dan keluhan yang diakibatkan dari penjelasan guru yang sukar di mengerti. Penggunaan media harus menunjang tujuan pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik (Arsyad,2002).

            Bahan pelajaran dengan tingkat kesukaran yang tinggi tentu sukar diproses oleh peserta didik. Apalagi bagi anak didik yang kurang menyukai bahan pelajaran yang disampaikan tersebut.Jika peserta didik cepat merasa bosan dan merasa kelelahan tentu tidak dapat mereka sulit dicerna dan dipahami.

Guru yang bijaksana tentu sadar bahwa kebosanan dan kelelahan peserta didik berpangkal dari penjelasannya yang tidak jelas, kadang simpang siur, tidak ada fokus masalahnya. Hal ini tentu saja harus dicarikan jalan keluarnya. Jika guru tidak memiliki kemampuan untuk menjelaskan suatu bahan dengan baik, sebaiknya menghadirkan media sebagai alat bantu pembelajaran guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelum pelaksanaannya.

Sebagai alat bantu, media mempunyai fungsi melicinkan jalan menuju tercapainya tujuan pengajaran. Hal ini dilandasi dengan keyakinan bahwa proses belajar mengajar dengan bantuan media mempertinggi kegiatan belajar peserta didik dalam tenggang waktu yang cukup lama. Ini berarti kegiatan belajar anak didik dengan bantuan media akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih baik daripada tanpa bantuan media.


C.     Media Sebagai Sumber Belajar

Dalam usaha meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil pembelajaran, guru tidak boleh melupakan satu hal yang sudah pasti kebenarannya yaitu bahwa peserta didik atau siswa harus diupayakan untuk banyak berinteraksi dengan sumber belajar. Tanpa sumber belajar yang memadai sulit diwujudkan proses pembelajaran yang mengarah kepada tercapainya hasil belajar yang optimal.

AECT (Association for Education and Communication Technology) menyatakan bahwa sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh siswa dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu. Sumber belajar adalah bahan-bahan yang dimanfaatkan dan diperlukan dalam proses pembelajaran, yang dapat berupa buku teks, media cetak, media elektronik, narasumber, lingkungan sekitar, dan sebagainya yang dapat meningkatkan kadar keaktifan dalam proses pembelajaran(Anonim, 2011)


D.    Klasifikasi dan Jenis-Jenis Media Pembelajaran

Rohmat (2010) ,mengemukakan bahwa menurut Rudi Bretz (1977) mengklasifikasi media pada 8 klasifikasi:

a.       Media audio visual gerak
b.      Media audio visual diam
c.       Media audio semi gerak
d.      Media visual gerak
e.       Media visual diam
f.        Media visual semi gerak
g.       Media audio
h.      Media cetak

Menurut Oemar Hamalik (1985:63) dan empat klasifikasi media pengajaran, yaitu:

a.       Alat-alat visual yang dapat dilihat, misalnya filmstrip, transparansi, micro projection, papan tulis, buletin board, gambar-gambar, ilustrasi, chart, grafik, poster, peta dan globe.

b.      Alat-alat yang bersifat auditif atau hanya dapat didengar misalnya, phonographe record, transkripsi electris, radio, rekaman pada tape recorder.

c.       Alat-alat yang bisa dilihat dan didengar,misalnya film dan televisi, benda-benda tiga dimensi yang biasanya dipertunjukkan, misalnya; model, spicements, bak pasir, peta electris, koleksi diorama.

d.      Dramatisasi, bermain peranan, sosio drama, sandiwara boneka, dan sebagainya.



Adapun jenis-jenis media pembelajaran secara umum antara lain:


1.       MEDIA GRAFIS

Media grafis termasuk media visual yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber kepenerima pesan (reserver), dimana pesan dituangkan melalui symbol komunikasi visual. Media grafis mempunyai jenis yang bermacam-macam, beberapa di antaranya :


A.     Media Bagan (Chart)

Adalah suatu media pengajaran yang penyajiannya secara diagrammatic dengan meggunakan lambing-lambang visual, untuk mendapatkan sejumlah informasi yang menunjukkan perkembangan ide, objek, lembaga, orang, keluarga ditinjau dari sudut waktu dan ruang.

a)      Bagan pohon (Tree Chart)
Gambar pohon ini menggambarkan arus diagram berasal dari akar ke batang, menujub ke cabang-cabang dan ranting-ranting. Bagan ini juga dapat menggambarkan suatu keadaan pengelompokkan.

b)     Bagan Organisasi
Bagan organisasi ini adalah suatu bagan yang menggambarkan susunan dan hirarki suatu organisasi. Bagan semacam ini dihubungkan oleh garis-garis , dan masing-masing garis mempunyai arti tertentu.

c)      Bagan Garis Waktu
                Bagan garis waktu atau juga disebut Time Line Chart adalah bagan yang menunjukkan atau yang menggambarkan kronologi atau hubungan peristiwa dalam suatu periode atau waktu.Pesan-pesan yang disampaikan biasanya disajikan dalam bagan secara kronologis.


B.      Grafik (Graph)

Grafik merupakan gambar sederhana yang disusun Menurut  matematika, dengan menggunakan data berupa angka-angka. Grafik mengandung ide, objek, dan hal-hal yang dinyatakan dengan symbol dan disertai dengan keterangan-keterangan secara singkat.

Fungsi grafik adalah untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti, menerangkan perkembangan atau perbandingan sesuatu objek atau peristiwa yang saling berhuungan secara singkat dan jelas. Ada beberapa jenis grafik yang telah lazim dan umum diketahui, yakni:

a.       Grafik Garis atau Kurva (Line Graph)
Yaitu grafik yang menggunakan garis-garis yang terdiri ari garis-garis absis dan ordianat, atau garis horizontal dan vertical.Grafik garis itu dapat menunjukkan suatu keadaan atau perkembangan dalam jangka waktu tertentu dengan jelas sekali.

b.      Grafik batang (Bar Graph)
Grafik batang juga menggunkan garis-garis yang mengkomunikasikan garis horizontal dan garis vertical dan dibuat garis bantu berupa petak-petak. Pada grafik ini dapat dilihat dengan jelas perbandingan keadaan dari waktu kewaktu.

c.       Grafik Lingkaran (piegraph)
Garfik lingkaran (piegraph) juga disebut dengan Circle graph menunjukkan hubungan yang bersifat persentasi atau hubungan frekuensi.Grafik ini berupa gambar sebuah lingkaran yang dibagi-bagi menjadi beberapa sektor.Tiap sektor menggambarkan kategori data yang telah diubah menjadi bentuk grafik lingkaran.

d.      Grafik symbol (pictorialgraph)
Grafik symbol atau gambar ialah grafik yang menggunakan gambar sebagai symbol untuk menghitung jumlah yang digrafiskan. Grafik ini sangat menarik untuk dilihat, lebih menarik lagi jika grafik symbol yang digunakan cukup bagus dan memiliki karakteristik tertentu.Setiap satuan jumlah tertentu dibuat sebuah sesuai dengan datanya.

e.       Grafik peta dan Globe
Grafik peta disebut juga kartogram, yang melukiskan keadaan hubungan dengan tempat kejadianya. Namun secara khusus peta dan Globe tersebut memberikan informasi tentang:

1.        Keadaan permukaan bumi, dataran rendah, sungai-sungai, gunung-gunung, dan serta perairan lainya.

2.       Tempat-tempat serta arah dan jarak dengan tempat lain; data budaya dan kemasyarakatan seperti misalnya populasi atau pola bahasa atau pola bahasa/ adat istiadat

3.       Data ekonomi, seperti misalnya petanian, industry atau perdagangan internasional


C.     Media Diagram

Diagram merupakan susunan garis-garis dan menyerupai peta dari pada gambar. Diagram sering juga digunakan untuk meningkatkan letak bagian-bagian sebuah alat atau mesin serta hubungan satu bagian yang lain. Misalnya diagram untuk menentukan ruang kelas; dimana letak dinding pintu, jendela, kursi, dan papan tulis dan sebagainya.


D.    Poster

Poster merupakan gabungan antaragambar dan tulisan dalam satu bidang yang memberikan informasi tentang satu atau dua ide pokok, poster hendaknya dibuat dengan gambar dekoratif dan huruf yang jelas.


E.     Karikatur dan Kartun

Karikatur dan kartun merupakan garis yang dicoret dengan spontan yang menekankan kepada hal-hal yang dianggap penting. Coretan-coretan pada karikatur, misalnya coretan pada wajah manusia yang mirip dengan yang karikaturkan memberikan pesan politis, meskipun coretan-coretan kelihatan.

Sedangkan kartun ide utamanya adalah menggugah rasa lucu dan kesan utamanya adalah senyum dan ketawa.Kesan kritis dan humor yang diberikan karikatur dan kartun menyebabkan informasi yang disampaikan tahan lama dalam ingatan anak.


F.     Media Gambar atau Foto

Foto merupakan media reproduksi bentuk asli dalam dua dimensi. Foto ini merupakan alat visual yang efektif karena dapat divisualisasikan sesuatu yang akan dijelaskan dengan lebih konkrit dan realistis.  Foto ini dapat mengatasi ruang dan waktu. Jenis-jenis media gambar/foto antara lain:

1.        Foto dokumentasi, yaitu gambar yang mempunyai nilai sejarah bagi individu maupun masyarakat.

2.       Foto actual, yaitu gambar yang menjelaskan sesuatu kejadian yang meliputi berbagai aspek kehidupan, misalnya gempa, topan, dan sebagainya.

3.       Foto pemandangan, yaitu gambar yang melukiskan pemandangan sesuatu daerah atau lokasi.

4.      Foto iklan/reklame, yaitu gambar yang digunakan untu mempengaruhi orang atau masyarakat konsumen.

5.       Foto simbolis, yaitu gambar yang menggunkan bentuk symbol atau tanda yang mengungkapkan massage (pesan) tertentu.


2.      MEDIA VISUAL DUA DIMENSI

Media vidual dua dimensi merupakan media yang bersifat elektronik yang diproyeksikan dan terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Penggunaan media ini memerlukan aliran listrik untuk dapat menggerakkan pemakainnya. Ada beberapa jenis media visual dua dimensi ini antara lain:

a.       Overhead Proyector (OHP)

OHP ini telah ditemukan sejak tahun 1930-an yaitu sejak adanya penemuan lensa fresnal yang digunakan dalam OHP. Penggunaan OHP dalam dunia pendidikan mempunyai beberapa keuntungan, antara lain:

1.        Bersifat konkrit. OHP dapat merangsang indera mata siswa di samping indera telinga melalui kata-kata guru, sehingga materi yang di sampaikan lebih konkrit.

2.       Mengatasi batas ruang dan waktu, benda-benda yang sulit dibawa ke dalam kelas dan kejadian-kejadian masa lampau dapat diperagakan melalui OHP.

3.       Mengatasi kelemahan-kelemahan penca indera, gerakan suatu objek yang terlalu cepat atau terlalu lambat yang tidak dapat diamati dengan sempurna, maka dengan membuat gambar di atas transparan dapat diatasi dengan baik.

4.      Transparansi dapat ditulis saat OHP digunakan dan pengontrolan siswa-siswa dengan mudah dapat karena guru dan siswa selalu berhadapan.

5.       Dapat di gunakan pada cahaya yang terang karena OHP menghasilkan cahaya yang kuat dan lain-lain.


b.      Slide

Slide dan filmstrip merupakan media yang diproyeksikan, dapat dilihat dengan mudah oleh para siswa di kelas. Slide adalah sebuah gambar transparan yang diproyeksikan oleh cahaya (schining light) melalui proyektor. Biasanya ukuran slide 2x2 atau 3 x 4 cm. Menurut Andre Rinanto (1982 : 49-50), sound slide mempunyai keistemewaan sebagai berikut :

1.        Mampu menarik perhatian anak. Dengan munculnya gambar di dinding serta mendengar suara yang keluar dari kaset, perasaan siswa menjadi tertuguh dan berminat untuk memperhatikannya, apalagi kalau gambar yang di munculkan tersebut bersifat ekspresi-ekspresi dan mengena pada kehidupan mereka.

2.       Meletakkan dasar-dasar yang konkrit untuk berfikir, dapat menghindarkan pengertian-pengertian yang abstrak.

3.       Memberikan pengalaman yang nyata kepada anak didik, sehingga dapat menumbuhkan self activity. Sesuatu yang hanya divisualisasikan untuk pengalaman.

4.      Mengembangkan keteraturan dan kontinuitas berfikir, di dalam sound slideada messege yang akan di ungkapkan. Sequence ini diatur sedemikian rupa sampai kepada klimaksnya.

5.       Ikut membantu menumbuhkan pengertian, (meaning) yang akan mempengaruhi perkembangan bahasa anak.

6.       Meletakkan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar anak, sehingga memungkinkan hasil belajar lebih tahan lama menetap di dalam diri anak.


3.      MEDIA AUDIO

Salah satu media audio yang dapat digunakan adalah radio. Radio merupakan perlengkapan elektronik yang dapt digunakan untuk mendengarkan berita yang bagus dan actual, dapat mengetahui beberapa kejadian dan peristiwa-peristiwa penting dan baru, masalah-masalah kehidupan dan sebagainya.Radio juga dapat dijadikan sebagai media pendidikan dan pengajaran yang cukup efektif.
Pendapat tersebut menunujukkan bahwa radio dapat merupakan alat pendidikan. Beberapa keuntungan radio seebagai media pendidikan dan pengajaran adalah:

1.        Harganya lebih murah dan dapat dibeli oleh sebagian besar masyarakat.

2.       Dapat dipindahkan dari suatu ruangan keruangan lainya.

3.       Kalau radio tersebut memiliki tape recorder maka kita dapat merekam siaran-siaran yang penting untuk kemudian di dengar kembali, misalnya siaran pelajaran bahasa Inggris , music atau keterampilan -keterampilan yang dapat menunjang pendidikan.

4.      Radio dapat mengembangkan daya imajinasi anak didik, dengan adanya rangsangan telinga.

5.       Merangsang partisipasi aktif pendengaran

6.       Radio dapat memusatkan perhatian anak didik pada kata-kata yang digunakan, pada bunyi dan artinya; misalnya dalam pelajaran bahasa, menyanyi dan sebagainya.

7.       Radio dapat memberikan hal-hal yang lebih baik.

8.       Radio dapat memberikan pengalaman-pengalaman dari dunia luar ke kelas.

9.       Radio dapat mengatasi ruang dan waktu

10.    Radio dapat memberikan berita autentik atau keterangan-keterangan yang sebenarnya, asli dan dapat dipercaya

11.     Mendorong kreatifitas anak didik

12.    Radio berpegaruh terhadap pembentukan pribadi seseorang, menimbulkan social adjustment dan ini merupakan hal yang penting dalam membentuk anak didik menjadi manusia yang baik.


4.      MEDIA AUDIO VISUAL GERAK.

Media auvisual gerak dapat berupa: film bersuara atau gambar hidup atau televise. Berikut akan di bahas jenis-jenis media tersebut.

1.        Film.

Film yang di maksudkan di sini adalah film sebagai alat audio visual untuk pelajaran, penerangan dan penyuluhan. Keuntungan film bersuara antara lain:

a.       Film dapat menggambarkan suatu proses, misalnya proses pembuatan suatu ketrampilan tangan dsb.
b.      Dapat menimbulkan kesan dan ruang waktu.
c.       Suara yang dihasilkan dapat menimbulkan realita pada gambar dalam bentuk apresiasi murni.
d.      Kalau film tersebut berwarna akan dapat menambah realita objek yang diperagakan.
e.       Dapat menggambarkan teori sain dan animasi.

Kekurangan film:
a.       Tidak dapat diselangi dengan keterangan-keterangan yang diucapkan sewaktu film diputar, penghenti pemutaran akan mengganggu konsentrasi audien.
b.      Audien tidak akan dapat mengikuti dengan baik kalau film diputar terlalu cepat.
c.       Apa yang telah lewat sulit untuk diulang kecuali memutar kembali secara keseluruhan.
d.      Biaya pembuatan dan peralatan cukup tinggi dan mahal.


2.       Televisi.

Darwanto (2007), mengemukakan: “television is an electronic motion picture with conjoided or attentent sound; both picture and sound reach the eye and ear simultanoiusly from a remote broadcast point’’. Televisi sesungguhnya perlengkapan elektronik, yang pada dasarnya sama dengan gambar hidup yang meliputi gambar dan suara.

Televisi sebagai media pengajaran mengandung beberapa keuntungan antara lain:

a.       Bersifat langsung dan nyata, serta dapat menyajikan peristiwa yang sebenarnya.
b.      Memperluas tinjauan kelas, melintasi berbagai daerah atau berbagai Negara.
c.       Dapat menciptakan kembali peristiwa di masa lampau.
d.      Dapat mempertunjukkan banyak hal dan banyak segi yang beraneka ragam.
e.       Banyak mempergunakan sumber-sumber masyarakat
f.        Menarik minat anak.
g.       Dapat melatih guru,
h.      Masyarakat diajak berpartisipasi dalam rangka meningkatkan perhatian mereka terhadap sekolah.


5.      DRAMATISIASI, DEMONSTRASI, DAN LINGKUNGAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN.

a.       Dramatisisasi.

Adalah tehnik pengajaran yang menggunakan ekspresi. Pada dramatisiasi ini biasanya anak-anak sebagai pelaku untuk mendramatisiasi segala peristiwa atau keadaaan yang berkenaan dengan pelajaran sejarah atau cerita di masa lampau. Pengajaran melalui dramatisiasi dapat dilakukan dalam bentuk pantonim, sosio-drama. ( Jundan,2008). Keuntungan yang diperoleh dari dramatisiasi ini dalam kegiatan belajar mengajar:

1.        Menyalurkan ekspresi anak-anak kedalam kegiatan yang menyenangkan.
2.       Mendorong aktivis, inisiatif, kreatif anak sehingga mereka dapat berpatisipasi aktif dalam pelajaran.
3.       Memahami isi cerita, karena mereka ikut memainkan peran di dalamnya.
4.      Membantu untuk menghilangkan rasa malu, kesegahan, rendah diri, dan kemurungan pada anak.
5.       Memupuk rasa saling membantu dan kerja sama antara satu dengan lainnya.

b.      Demonstrasi.
Perbedaan dengan dramatisiasi dan pada demonstrasi ini pada umumnya gurulah yang mendemonstrasikan atau mempertunjukkan bagaimana cara belajar atau melakukan sesuatu kemudian barulah para siswa mengikutinya sebagimana petunjuk guru.

c.       Lingkungan.
Lingkungan yang ada di sekitar kita baik di sekolah maupun di luar sekolah dapat dijadikan sumber belajar lingkungan meliputi: masyarakat di sekeliling kita, lingkungan fisik di sekitar sekolah, memanfaatkan barang-barang bekas, peristiwa alam dan peristiwa yang terjadi dalam masyarakat.( Munir, 2008)


E.     Prinsip Pemilihan dan Penggunaan Metode

Prinsip penggunaan media secara umum sebagai berikut.

1.        Tidak ada satu metode dan media yang dipakai dengan meniadakan yang lain. Contoh kecil penggunaan kertas dan pencil untuk daerah terjangkau, sementara daun dan batu untuk daerah tertinggal
2.       Media tertentu cenderung lebih tepat dipakai dalam menyajikan suatu unit pelajaran dari pada media lain. Oleh karena itu sangat pentingmengenal karakterstik  dan kemampuan media sebelum memilih  media yang akan di pergunakan.
3.       Tidak ada satu media  dingunakan untuk segala macam kegiatan belajar. Oleh karena itu diperlukan pendekatan multi media.
4.      Penggunaan media yang terlalu banyak akan membingungkan dan tidak memperjelas pelajaran.
5.       Harus dilakukan persiapan yang matang didalam pengunaan media. Kesalahan yang banyak terjadi, dengan menggunakan media terkadang  guru tidak perlu membuat persiapan mengajar terlebih dahulu. Artinya diperlukan tambahan bahan dari buku-buku yang lain serta dilaukukan pengayaan atau penjelasan dan lain-lain. Setelah penggunaan media.
6.       Media harus merupakan integral dari pelajaran, artinya media yang digunakan bukan  sebagai hiasan saja tanpa adanya hubungan dengan pelajaran yang berlangsung.
7.       Anak-anak diperlukan  dan dipersiapkan sebagai peserta yang aktif. Artinya guru sering cenderung untuk mengusahan media yang hebat  hingga anak didik belajar tanpa susah payah dan tanpa kegiatan yang berarti. Sehingga anak didik tidak aktif dalam pembelajaran.
8.       Murid harus ikut bertanggung jawab dalam peroses pembelajaran.
9.       Secara umum perlu ditampilkan hal yang positif dari pada yang negatif agar tidak dicontoh oleh siswanya jika itu hal yangkurang baik.
10.    Hendaknya tidak menggunakan media penddikan sekedar sebagai selinan atau hiburan semata, kecuali memang tujuan dari pembelajran.
11.     Pergunakan kesempatan menggunakan media sebagai untuk melatih perkembangan bahasa, baik lisan amupun tulisan.

Disamping harus memenuhi prinsip pemilihan dalam penggunaan media juga harus memperhatikan faktor – faktor :

1.        Objektivitas
2.       Program Pengajaran
3.       Sasaran Program
4.      Situasi dan kondisi
5.       Kualitas Teknik
6.       Keefektifan dan Efisiensi penggunaan.

Selain ditinjau dari segi teori belajar, berbagai kondisi dan prinsip-prinsip psikologis juga harus mendapat pertimbangan dalam pemilihan media antara lain:

1.        Motivasi, media yang disajikan harus bisa memunculkan minat, serta motivasi dari informasi yang terkandung dari media pembelajaran tersebut.
2.       Perbedaan individual. Siswa belajar dengan cara tingkat kecepatan yang berbeda-beda. Oleh karena itu media yang memberikan informasi harus berdasarkan kepada tingkat pemahaman pada siswa.
3.       Tujuan pembelajaran.
4.      Organisasi isi. Pembelajaran akan lebih mudah jika isi dan prosedur keterampilan fisik yang akan dipelajari diatur dan diorganisasikan ke dalam ururtan-urutan yang bermakna.
5.       Persiapan sebelum belajar.
6.       Emosi. Media pembelajaran adalah cara yang sangat baik untuk menghasilkan respon emosional seperti takut, cemas, empati cinta kasih dan kesenangan.
7.       Partisipasi.
8.       Umpan balik. Hasil belajar dapat meningkat apabila secara berkala siswa bertambah kemajuan belajarnya.
9.       Penguatan (reinforcement).
10.    Latihan dan pengulangan
11.     Penerapan. Hasil belajar yang diinginkan adalah meningkatkan kemampuan seseorang untuk menerapkan atau mentransfer hasil belajar pada masalah atau situasi baru.



DAFTAR PUSTAKA


Asnawir dan Basyiruddin Usman. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta: Ciputat Press

Arsyad. 2002. Media pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo.

Anonim. 2011. Media dan Sumber Belajar. http://info-makalah.blogspot.com/2011/07/media-dan-sumber-belajar.html.

Darwanto. 2007. Televisi sebagai media pendidikan. Yogyakarta: Pustaka pelajar.

Hamalik, Oemar. 2000. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algesindo.

Jundan. 2008. Efektifitas penggunaan multimedia dalam pembelajaran. Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2008.

Munir. 2008. Kurikulum berbasis teknologi informasi dan komonikasi. Bandung: Alfabeta.

Rohmat. 2010. Media Pembelajaran, Suatu Pengantar.  Yogyakarta: Logung.

Sholahuddin. 2010. Pemanfaatan Media Dan Sumber Belajar. Makalah disampaikan pada Diklat Peningkatan Kualitas Guru PAI  Kanwil Kementerian Agama Propinsi Jawa Tengah dan DIY di Semarang.












Loading...

1 Response to "Media dan Sumber Belajar"

  1. mau bertanya , yang udin s dan winataputra itu judul bukunya apa ya ?

    BalasHapus