Menstruasi

Loading...


Menstruasi

A.    Menstruasi

 Seorang anak perempuan yang berusia rata-rata tiga belas tahun bahkan ada yang berusia delapan tahun, dia akan mengalami perubahan fisik, psikis dan pematangan fungsi seksual sehingga ditandai dengan menstruasi. Menstruasi atau perdarahan dari vagina adalah kejadian penting bagi semua wanita pada kelompok usia reproduktif mereka. Dan biasanya  berhenti setelah usia empat puluh lima hingga lima puluh tahun.(dr. Savitri Ramaiah et.al, 2006: 14)

Ø Pengertian menstruasi.

Menstruasi atau haid dalam bahasa Inggris dikenal sebagai menses yang berasal dari bahasa Yunani yaitu mensis berarti bulan. Orang Melayu lebih senang mengatakan datang bulan, tetua Melayu zaman dulu haid diriwayatkan sebagai tangisan dalam rahim karena darah haid merupakan tetesan air mata rahim wanita yang sedang menangis.

Menstruasi adalah suatu peristiwa fisiologik yang dialami oleh wanita normal. Justru wanita tidak normallah yang tidak mengalami menstruasi. Pendarahan yang terjadi waktu menstruasi berasal dari dinding dalam rahim akibat pecahnya pembuluh-pembuluh darah kecil dikarenakan adanya pengaruh perubahan keseimbangan hormone. (Kisanti, Annia. 2008:23)

Jadi menstruasi adalah darah kotor yang keluar dari rahim perempuan yang tidak terjadi pada kanak-kanak bukan karena sakit dan itu terjadi setiap bulan.


B.     Sensitivitas
Ø Pengertian sensitivitas
Sensitif : 1. Cepat menerima rangsangan ; peka 2. Mudah membangkitkan emosi.Sensitivitas : perilaku cepat menerima rangsangan; kepekaan.
Jadi, sensitivitas adalah perihal cepat menerima rangsangan atau peka terhadap sesuatu sedangkan sensitive sendiri memiliki arti mudah membangkitkan emosi.


Siklus Menstruasi

Siklus menstruasi, yaitu: Ketika beranjak ke masa pubertas, maka hipotalamus dan hipofise di otak kita mulai bekerja mengeluarkan perintah produksi LutheinizingHormon Releasing Factor (LH RF) dan Folikel Stimulating HormonRealising Factor (FSHRF), dengan penghubung system endrokin yaitu pituitary. Hormon yang dari hipotalamus yang berguna untuk merangsang proses menstruasi adalah Gonadotrophine Releasing Hormon (GnRH). Selama 28 hari kedua hormone ini (LH dan FSH) akan berinteraksi dengan ovarium dan akan mengeluarkan hormone estrogen dan progesterone yaitu hormone yang mengekalkan cirri-ciri serta sifat kewanitaan.

Sehingga dari hormon-hormon itu akan ada sel telur yang matang dan penebalan dinding endometrium. Sel telur yang matang akan masuk ke dalam tuba fallopi. Bila sel telur yang telah matang tersebut tidak dibuahi dalam perjalanan melalui tuba fallopi ke uterus maka sel telur akan hancur dan mati dan tidak tertanam dalam endometrium, sebagai akibatnya dinding endometrium menjadi hancur dan selselnya mati, rahim/uterus berkontraksi dan melepaskan lapisan atas endometrium ke dalam serviks dan selanjutnya dikeluarkan melalui vagina sebagai cairan merah bercampur selaput tipis yang disebut menstruasi atau haid.

Fase-fase dalam Menstruasi
a.       Fase Follicullar : Fase follicular karena pada saat ini terjadi pertumbuhan folikel di dalam ovarium. Dalam fase ini kadar FSH sedikit meningkat sehingga merangsang pertumbuhan sekitar 3 sampai 30 folikel yang masing-masing mengandung satu telur, tetapi hanya satu folikel yang terus tumbuh dan yang lainnya hancur.
b.      Fase Ovulation : Fase ini dimulai ketika kadar LH meningkat dan pada fase ini dilepaskan sel telur. Folikel yang matang dan menetas akan keluar dan ditangkap oleh fimbria yaitu tangan pada Rahim
c.       Fase Luteal : Kantong telur yang tertinggal selepas telur menetas disebut corpus luteum. Ia mengeluarkan progesterone yang sangat berperan untuk pembentukan dinding rahim sesuai keadaan yang pas untuk kehamilan. Bentuk hormone progesterone dan estrogen yang tinggi menyebabkan hormone LH dan FSH akan ditekan dan akhirnya terus naik.


Pre Menstruasi syndrome (PMS)

PMS merupakan kumpulan gejala akibat perubahan hormonal yang berhubungan dengan siklus saat ovulasi dan haid, sindrom itu akan menghilang pada saat menstruasi dimulai sampai beberapa hari setelah selasai haid. Fase ini terjadi karena faktor hormonal yakni ketidakseimbangan antara hormone progesterone dan estrogen. Sindrom ini biasanya lebih mudah terjadi pada wanita yang lebih peka terhadap perubahan hormonal dalam siklus haid.


Gangguan Pada Menstruasi

Adapun gangguan menstruasi yang biasa dialami, yaitu:

a.       Nyeri menstruasi (Dismenorea) : Dismenore adalah gangguan aliran darah menstruasi atau nyeri menstruasi. Tetapi nyeri menstruasi tidak diketahui secara pasti penyebabnya, namun faktor dapat seimbangan hormone dan faktor psikologis dapat mempengaruhi.

b.      Menstruasi tidak teratur : Menstruasi yang tidak teratur dapat disebabkan oleh perubahan kadar hormone akibat stress atau sedang dalam keadaan emosi,dapat juga karena perubahan drastis dalam porsi olahraga atau perubahan berat badan yang drastis juga dapat menyebabkan menstruasi yang tidak teratur.

c.       Hipermenorea (Menoragia) : Menstruasi yang lebih banyak atau lebih lama dari normal. Ini disebabkan oleh adanya mioma uteri/daging tumbuh pada rahim, polip endrometrium, ganngguan pelepasan endrometrium saat menstruasi.

d.      Hipomenorea : Hipomenorea ialah menstruasi yang lebih sedikit dari biasanya. Ini disebabkan karena konstitusi penderita pada uterus dan gangguan endokrin.

e.       Polimenorea : Siklus menstruasinya lebih pendek dari biasanya, ini disebabkan oleh gangguan hormonal yang mengakibatkan gangguan ovulasi, kongesti ovarium karena peradangan, endoetriosis.

f.       Amenorea : Amenorea adalah perempuan yang tidak mengalami menstruasi. Amenorea terdapat beberapa jenis dan disebabkan oleh kondisi.


Pengaruh sensitivitas

Dengan gejalanya yang antara lain tiba-tiba merasa kesal, ingin marah-marah, ditambah lagi muncul rasa kram di perut. Tidak salah lagi ini merupakan sindrom pramenstruasi (PMS) dialami sebagian besar remaja putri. Beruntunglah jika gejala PMS yang wanita rasakan hanya sebatas ini. Dalam tingkatan yang lebih parah, beberapa wanita bahkan sampai pingsan ketika PMS datang.

Oleh para ahli kandungan, PMS dikatakan berkaitan erat dengan peningkatan dan ketidakseimbangan kadar hormon reproduksi, estrogen dan progesteron, di dalam tubuh menjelang menstruasi. Ini berarti, rasa sakitnya akan selalu muncul setiap kali menstruasi datang.

Menurut data dari The American College of Obstetricians and Gynecologists, hampir 70 persen wanita di seluruh dunia setiap bulannya mengalami PMS. Sekitar 14 persen dari wanita usia 20-35 tahun tidak seberuntung itu karena setiap kali PMS datang, mereka harus bed rest lantaran begitu hebatnya rasa sakit yang menyerang.

Menurut Dr. Guy E. Abraham, ahli kandungan dan kebidanan dari Fakultas Kedokteran UCLA, AS, PMS dibedakan menjadi empat tipe sesuai dengan tingkat keparahan dan kondisi hormonal dalam tubuh, yaitu PMS tipe A (60% wanita dunia), H (20%), C (10%), dan D (10%).

1.  PMS Tipe A (anxiety)
               Dengan gejala rasa cemas, sensitif, mudah tersinggung, saraf tegang, perasaan labil. Beberapa wanita mengalami depresi ringan sampai saat mendapat menstruasi. Pemberian hormon progesteron kadang dilakukan untuk mengurangi gejala ini, tetapi beberapa peneliti mengatakan, pada penderita PMS tipe ini bisa jadi kekurangan vitamin B6 dan magnesium.

2. PMS Tipe C (craving)
               Dengan gejala merasa pusing, berkeringat dingin, sering merasa lapar, edema (pembengkakan) pada perut kembung, nyeri pada buah dada, tangan dan kaki serta terjadi peningkatan pada berat badan. Pembengkakan terjadi akibat berkumpulnya air pada jaringan di luar sel (ekstrasel) karena asupan garam atau gula yang tinggi. Gejala tipe ini dapat juga dirasakan bersamaan dengan tipe PMS lain.

3. PMS Tipe D (depression)
               Dengan gejala merasa sedih, lupa, bingung, dan lapar ingin mengkonsumsi makanan yang manis (biasanya cokelat) dan karbohidrat sederhana (gula). Pada umumnya sekitar 20 menit setelah menyantap gula dalam jumlah banyak, timbul gejala hipoglikemia seperti kelelahan, jantung berdebar, pusing kepala yang terkadang sampai pingsan. Hipoglikemia timbul karena pengeluaran hormon insulin dalam tubuh meningkat. Dorongan untuk menyantap makanan manis disebabkan oleh stress dan kekurangan asam lemak esensial (omega 6), asam amino tyrosine, vitamin B6, atau magnesium. Biasanya PMS tipe D berlangsung bersamaan dengan PMS tipe A, hanya sekitar 3% dari seluruh tipe PMS benar-benar murni tipe D.

4. PMS Tipe H (hyperhidration)
Dengan gejala penumpukan cairan tubuh, berat badan bertambah, payudara tegang dan terasa nyeri, ingin menangis, lemah, gangguan tidur, pelupa, bingung, sulit dalam mengucapkan kata-kata (verbalisasi), bahkan kadang-kadang muncul rasa ingin bunuh diri atau mencoba bunuh diri.



By Muliana G.H., S. Pd - 2015, mata kuliah Filsafat Ilmu Biologi & Bioetika.
Loading...

0 Response to "Menstruasi"

Posting Komentar