Psikologi Pendidikan : Motivasi Belajar

Loading...

Psikologi Pendidikan : Motivasi Belajar

  • Tujuan (goals) dalam motivasi merupakan daya pendorong dan mengarahkan tindakan.
  • Motivasi meliputi aktivitas mental dan fisik. 
  • Aktivitas fisik meliputi usaha, bertahan pada tugas, dan tindakan lain yang muncul. 
  • Aktivitas mental meliputi aktivitas kognitif seperti perencanaan, pengulangan, organisasi, pengawasan, pembuatan keputusan, pemecahan masalah, dan pengukuran kemajuan.
MOTIVATION

  • Goal-directed behavior
  • Effort & energy 
  • Initiation of activities
  • Persistence with activities 
  • Cognitive processing 
  • Reinforcing consequences 

ENHANCED PERFORMANCE

Bagaimana motivasi mempengaruhi belajar dan perilaku :
  • Motivasi mengarahkan perilaku individu mencapai tujuan yang pasti. 
  • Motivasi menaikkan level energi dan aktivitas seseorang. Motivasi akan meningkatkan sejumlah usaha dan energi yang dikeluarkan oleh siswa pada aktivitas yang secara langsung berhubungan dengan kebutuhan dan tujuan. Hal ini akan menentukan apakah siswa akan mengejar tugas secara antusias dan sungguh-sungguh atau lesu dan tidak menghiraukan.
  • Motivasi mengembangkan permulaan aktivitas yang pasti dan persisten (ketekunan) di dalam aktivitas itu. Siswa akan memulai tugas-tugas yang betul-betul ingin dikerjakan. Mereka juga akan melanjutkan tugas-tugas tersebut hingga selesai, meskipun adanya hal-hal yang menghambat. 
  • Motivasi mempengaruhi strategi belajar dan kognitif individu. Motivasi akan mempengaruhi apa dan bagaimana informasi diproses. Individu yang termotivasi maka ia akan tetap memperhatikan, melihat, perhatian agar memperoleh informasi dan disimpan dalam long term memory. 
  • Menentukan konsekuensi apa yang akan menjadi penguat. Beberapa siswa termotivasi untuk mencapai sukses secara akademik, bangga jika mendapat nilai A sementara yang lain bangga hanya mendapat nilai B, siswa yang lain menginginkan agar dapat diterima oleh kelompoknya, dsb. 
  • Mengarahkan pada peningkatan prestasi. Siswa yang mempunyai motivasi yang tinggi untuk belajar akan menjadi highest achiever. Siswa yang tidak termotivasi maka akan beresiko untuk drop out dari sekolah sebelum selesai. 
Kasus :
  • Sheryl tidak terlalu suka pelajaran matematika dan dia mengambil matematika hanya karena bisa memperoleh nilai C atau lebih dalam materi triginometri sebagai persyaratan untuk mendapat beasiswa di Universitas Negeri sesuai dengan keinginannya. 
  • Shannon menyukai matematika. Trigonometry akan membantunya untuk mendapatkan beasiswa di Universitas Negeri, selain itu, ia juga benar-benar ingin memahami bagaimana menggunakan Trigonometri yang dibutuhkan jika berprofesi sebagai Arsitek. Disamping itu, Trigonometri benar-benar menyenangkan. 
Motivasi Instrinsik dan Ekstrinsik :
  • Motivasi intrinsik atau yang berorientasi internal berarti bahwa siswa menunjukkan keinginan untuk belajar tanpa didorong oleh kebutuhan eksternal. 
  • Motivasi ini adalah kondisi yang ideal yang dapat menghasilkan belajar yang sungguh-sungguh dan sedikit masalah disiplin. 
  • Kondisi ideal motivasi intrinsik ini kurang dapat dipahami oleh banyak anak. Sehingga nilai dan hadiah yang nyata dapat digunakan untuk mempengaruhi perilaku siswa. 
  • Jika siswa memberikan respon karena dorongan kebutuhan eksternal, maka hal ini dinamakan motivasi ekstrinsik (Elliot, dkk. 2000) 
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Berprestasi menurut Mc Clelland :
  • Harapan orang tua terhadap anaknya
  • Pengalaman pada tahun-tahun pertama kehidupan
  • Latar belakang budaya tempat seseorang dibesarkan
  • Peniruan tingkah laku (modelling) 
  • Lingkungan tempat proses pembelajaran berlangsung.
Affect :
  • The feeling and emotions that an individual brings to bear (menunjang) on task. 
  • Motivation and affect are closely intertwined (saling mempengaruhi, jalin-menjalin).
  • Misal siswa merasa sedih atau bahagia tergantung pada kebutuhan untuk bersosialisasi dan penerimaan di sekolah. 
Hot Cognition :

Manakah yang menimbulkan perasaan positif (bahagia, antusias) dan yang menimbulkan perasaan negatif (sedih, marah)
  • Akan dibuat bandara internasional di Jogja tahun depan
  • Kecelakaan pesawat penumpang di Medan menewaskan hampir semua penumpang dan awak pesawat
  • Ada diskon hingga 75 % biaya penerbangan ke Balikpapan
Sometimes learning and cognitive processing are emotionally charged – a phenomenon known as hot cognition.
  • Affect is clearly intertwinned with learning and cognition. Siswa lebih memperhatikan sesuatu yang menimbulkan emosi yang kuat, seperti kegembiraan, kesedihan atau kemarahan.
  • Proses informasi akan lebih efektif ketika siswa tertarik pada suatu topik, misal belajar melalui sesuatu yang berarti dan visual imagery.
  • Siswa akan lebih mudah memperoleh kembali informasi dengan emosi yang tinggi daripada tidak menggunakan emosi. 
  • Siswa akan lebih mudah belajar dan mengingat ketika ia terlibat tidak hanya secara kognitif tetapi juga secara emosi ketika belajar di kelas. 
Anxiety :

  • State anxiety à such temporary feeling of anxiety 
  • Trait anxiety à when an individual shows a pattern of responding with anxiety even in nonthreatening situations
Sumber Kecemasan :
  • Tampilan fisik, misal tampak gemuk, pubertas lebih awal
  • Situasi baru, misal siswa mengalami ketidakpastian ketika berada di komunitas baru 
  • Penilaian atau evaluasi dari orang lain, misal siswa mendapat nilai jelek
  • Ujian kelas, misal siswa merasa panik ketika ujian
  • Tuntutan kelas yang tinggi, misal harapan guru yang tinggi untuk mampu mengusai materi dalam jangka waktu pendek 
  • Masa depan, misal siswa merasa cemas terhadap masa depan setelah mereka lulus 
  • Segala situasi yang mengancam self-esteem, siswa merasa cemasa ketika menunjukkan performa tidak benar di hadapan orang lain 
Prokrastinasi Akademik :
  • Istilah prokrastinasi pertama kali dicetuskan oleh Brown dan Holtzman pada tahun 1967 (Ferari, dkk, 1995; dalam Indriyati 2002).
  • Istilah prokrastinasi berasal dari bahasa latin “Procrastinare” yang berarti menunda sampai hari selanjutnya. Lewat pendekatan stimulus respon, Silver (Green, 1982; dalam Indriyati 2002) mengartikan penundaan sebagai respon terhadap tugas yang tidak menyenangkan, penguatan yang tidak memadai untuk memulai atau mengerjakan tugas, dan hambatan kerja yang muncul akibat keyakinan irasional.
  • Menurut Solomon & Rothblum (1984), prokrastinasi adalah penundaan yang tidak berguna dalam menyelesaikan tugas. Para prokrastinator sering melakukan penundaan dengan menggantinya dengan melakukan hal-hal yang tidak berguna, semisal keluyuran, menonton televisi, jalan-jalan, sehingga tugas yang seharusnya telah selesai, justru terbengkalai. Berdasarkan pengertian ini prokrastinasi adalah kebiasaan buruk yang dilakukan mahasiswa untuk menghindari tugas yang tidak mereka sukai dengan mengalihkan pada kegiatan-kegiatan yang bersifat santai 
Aspek-aspek yang mempengaruhi timbulnya prokrastinasi akademik :
  • Takut gagal atau fear of failure 
  • Tidak menyukai tugas atau aversive of the task 
  • Faktor lain (sifat ketergantungan pada orang lain, pengambilan resiko berlebihan, sikap yang kurang tegas, menolak kontrol dan kesulitan mengambil keputusan 
Prokrastinasi :
  • Risvi (dalam Indriyati, 2002) mengemukakan bahwa faktor motivasi internal yang rendah dapat mendorong seseorang untuk melakukan prokrastinasi akademik, sebab ketika individu mempunyai motivasi berprestasi yang rendah individu akan malas memulai sesuatu pekerjaan sehingga kinerjanya menjadi rendah. Individu cenderung untuk menghindar dari kewajiban-kewajibannya dalam menyelesaikan tugas tersebut.
  • Motivasi berprestasi dan prokrastinasi akademik memiliki korelasi negatif 
Underachieving :
  • Underachiever adalah anak yang berprestasi rendah dibandingkan dengan tingkat kecerdasan yang dimilikinya. Prestasi rendah ini bukan disebabkan oleh adanya hambatan dalam menguasai pelajaran yang diberikan dalam proses belajar mengajar. 
Faktor-faktor yang menjadi penyebab anak menjadi Underachiever :
  • Lingkungan Sekolah 
  • Faktor Guru
  • Lingkungan Rumah

Cara meningkatkan Motivasi belajar peserta didik
Loading...

0 Response to "Psikologi Pendidikan : Motivasi Belajar"

Posting Komentar