Multiple Intelligence

Loading...

Multiple Intelligence



A.     Pengertian Multiple Intelligences

Kecerdasan (Intelegensi) adalah kemampuan untuk melakukan abstraksi, serta berpikir logis dan cepat sehingga dapat bergerak dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru. Kecerdasan (Intelegensia) secara umum dipahami pada dua tingkat yakni: Kecerdasan sebagai suatu kemampuan untuk memahami informasi yang membentuk pengetahuan dan kesadaran. Kecerdasan sebagai kemampuan untuk memproses informasi sehingga masalah-masalah yang kita hadapi dapat dipecahkan (problem solved) dan dengan demikian pengetahuan pun bertambah.

Jadi mudah dipahami bahwa kecerdasan adalah pemandu bagi kita untuk mencapai sasaran-sasaran kita secara efektif dan efesien. Dengan kata lain, orang yang lebih cerdas, akan mampu memilih strategi pencapain sasaran yang lebih baik dari orang yang kurang cerdas. Artinya orang yang cerdas mestinya lebih sukses dari orang yang kurang cerdas. Yang sering membingungkan ialah kenyataan adanya orang yang kelihatan tidak cerdas (sedikitnya disekolah) kemudian tampil sukses, bahkan lebih sukses dari rekan-rekannya yang lebih cerdas, dan sebaliknya.

Prof. Howard Gardner adalah orang yang pertama kali mengemukakan mengenai teori Multiple Intelligence, mendefenisikan kecerdasan sebagai:

1.        Kemampuan memecahkan masalah yang muncul dalam kehidupan nyata
2.       Kemampuan melahirkan masalah baru untuk dipecahkan
3.       Kemampuan menyiapkan atau menawarkan suatu layanan yang bermakna dalam kehidupan kultur tertentu.

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan adalah kemampuan-kemampuan yang dimilki seseorang. Kemampuan-kemampuan yang dimiliki sesorang tidak akan semuanya sama dengan kemampuan-kemampuan yang dimiliki orang lain, karena kemampuan banyak jenisnya (beranekaragam), dan keanekaragaman dari kemampuan-kemampuan itu disebut dengan kecerdasan majemuk atau lebih dikenal dengan Multiple Intelligence.


Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Howard Gardner, ternyata gaya belajar siswa tercermin dari kecenderungan kecerdasan yang dimiliki oleh siswa tersebut. Teori kecerdasan ini ternyata terus menerus berkembang, sejak tahun 1983 Gardner telah mengenalkan enam jenis kecerdasan. Hingga 2002 ini Gardner telah berhasil menemukan sembilan jenis kecerdasan diantaranya kecerdasan linguistic, matematis logis, spasial visual, musik, intrapersonal, interpersonal, kinestetis, naturalis, dan eksistensial.

Oleh karena itu, seharusnya setiap guru memiliki data tentang gaya belajar siswanya masing-masing. Kemudian, setiap guru harus menyesuaikan gaya mengajar dengan gaya belajar siswanya. Berbagai macam jenis kecerdasan inilah yang kemudian diberi nama Multiple Intelligences.


B.      Jenis-jenis Multiple Intelligences

Kecerdasan majemuk yang merupakan keanekaragaman kemampuan adalah modalitas untuk melejitkan kemampuan setiap siswa dan menjadikan mereka sebagai sang juara, karena pada dasarnya setiap anak itu cerdas. Menurut Gardner kecerdasan atau intelegensi ada 9 macam yaitu:


1.        Kecerdasan Bahasa (Linguistic intelligence)

Adalah kemampuan untuk berpikir dalam bentuk kata-kata dan menggunakan bahasa untuk mengekspresikan dan menghargai makna yang kompleks, yang meliputi kemampuan membaca, mendengar, menulis, dan berbicara. Kecerdasan seperti inilah yang dimiliki para jurnalis, juru bicara, penyair, dan pengacara. Orang yang cerdas dalam bidang ini dapat beargumentasi, meyakinkan orang, menghibur atau mengajar dengan efektif lewat kata-kata yang diucapkannya. Mereka senang bermain-main dengan bunyi bahasa melalui teka-teki kata, permainan kata dan kadang-kadang mereka pun mahir dalam hal-hal kecil sebab mereka mampu mengingat berbagai fakta, gemar membaca mampu menulis dengan sangat jelas dan dapat mengartikan bahasa tulisan secara halus.

Berkaitan dengan pelajaran bahasa. William Shakespeare, Martin Luther King Jr, Soekarno, Putu Wijaya, Taufiq Ismail, Hilman “Lupus” Hariwijaya merupakan tokoh yang berhasil menunjukkan kecerdasan ini hingga puncak, demikian pula para jurnalis hebat, ahli bahasa, sastrawan, orator pasti memiliki kecerdasan ini.




2.       Kecerdasan Logika-Matematika (Logical-Mathematic Intelligence)

Adalah kemampuan dalam menghitung, mengukur dan mempertimbangkan proposisi dan hipotesis serta menyelesaikan operasi-operasi matematika. Kecerdasan ini dimiliki oleh para ilmuwan, akuntan dan perogrammer komputer. Newton menggunakan kecerdasan ini ketika ia menemukan kalkulus, demikian pula dengan Einstein ketika ia menyusun teori Relativitasnya. Ciri-ciri dari orang yang cerdas secara logika-matematika mencakup kemampuan dalam penalaran, mengurutkan, berpikir dalam pola sebab-akibat, menciptakan hipotesis, mencari keteraturan konseptual atau pola numerik, dan pandangan hidupnya umumnya bersifat rasional.

Berkaitan dengan pelajaran matematika. Tokoh-tokoh yang terkenal antara lain Madame Currie, Blaise Pascal, B.J. Habibie.


3.       Kecerdasan Musikal (Musical Intelligence)

Adalah kecerdasan seseorang yang berhubungan dengan sensitivitas pada pola titik nada, melodi, ritme, dan nada. Musik adalah bahasa pendengaran yang menggunakan tiga komponen dasar yaitu intonasi suara, irama dan warna nada yang memakai sistem symbol yang unik. Ciri utama kecerdasan ini adalah kemampuan untuk menyerap, menghargai, menciptakan irama dan melodi. Kecerdasan musikal ini biasa dimiliki oleh penyanyi, penulis lagu, komposer, dll. Kecerdasan musikal juga dimilki oleh orang yang peka nada, dapat menyanyikan lagu dengan tepat, dapat mengikuti irama musik dan mendengarkan berbagai karya musik dengan tingkat ketajaman tertentu.

Berkaitan dengan kegiatan ekstrakurikuler. Tokoh-tokoh yang sudah mengembangkan kecerdasan ini misalnya Stevie Wonder, Melly Goeslow, Titik Puspa.


4.      Kecerdasan Kinestetis

Adalah kemampuan untuk menyatukan tubuh atau pikiran untuk menyempurnakan fisik. Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini dapat diamati pada aktor, atlet atau penari, penemu, tukang emas, mekanik, dll. Mereka yang memiliki kemampuan ini banyak menikmati kegiatan yang menggunakan fisik seperti berjalan kaki, menari, berlari, berkemah, berenang, atau berperahu. Mereka adalah orang-orang yang cekatan, indera perabanya sangat peka, sulit untuk tinggal diam, dan berminat atas segala hal.

Sebut saja Michael Jordan, Martha Graham (penari balet), Susi Susanti. Kecerdasan ini berkaitan dengan pejaran olahraga atau kegiatan ekstrakurikuler seperti menari, bermain teater, pantomim.


5.       Kecerdasan Visual-Spasial

Adalah kemampuan yang memungkinkan memvisualisasikan informasi dan mensintesis data-data dan konsep-konsep ke dalam metavor visual. Kecerdasan ini merupakan kecerdasan para arsitek, fotografer, artis, pilot, dan insinyur mesin.  Orang dengan tingkat kecerdasan spasial yang tinggi hampir selalu mempunyai kepekaan yang tajam terhadap detail visual dan dapat menggambarkan sesuatu dengan begitu hidup, melukis atau membuat sketsa ide secara jelas, serta dengan mudah menyesuaikan orientasi dalam ruang tiga dimensi.

Kecerdasan ini dapat ditemukan pada pelukis, pematung, programmer komputer, desainer, arsitek.  Berhubungan dengan pelajaran menggambar. Tokoh yang dapat diceritakan berkaitan dengan kecerdasan ini, misalnya Picasso, Walt Disney, Garin Nugroho.


6.       Kecerdasan Interpersonal (Interpersonal Intelligence)

Adalah kemampuan untuk memahami dan berkomunikasi dengan orang lain dilihat dari perbedaan, tempramen, motivasi, dan kemampuan. Kecerdasan ini menuntut kemampuan untuk menyerap dan tanggap terhadap suasana hati, perangai, niat, dan hasrat orang lain. Seseorang yang memilki kecerdasan ini biasanya memilki rasa belas kasihan dan tanggung jawab sosial yang tinggi atau biasa juga memiliki sifat suka memanipulasi dan licik, namun mereka semua memilki kemampuan untuk memahami orang lain dan melihat dunia dari sudut pandang orang yang bersangkutan. Oleh karena itu mereka dapat menjadi seorang guru, sosiolog, politikus, penjual, konsultan, dll.

Manajer, konselor, terapis, politikus, mediator menunjukkan bentuk kecerdasan ini. Mereka biasanya pintar membaca suasana hati, temperamen, motivasi dan maksud orang lain. Abraham Lincoln dan Mahatma Gadhi memanfaatkan kecerdasan ini untuk mengubah dunia.


7.       Kecerdasan Intrapersonal (Intrapersonal Intelligence)

Adalah kemampuan seseorang untuk memahami diri sendiri dari keinginan, tujuan dan sistem emosional yang muncul secara nyata pada pekerjaannya. Mudah mengakses perasaannya sendiri, membedakan berbagai macam keadaan emosi, dan menggunakan pemahamanya sendiri untuk memperkaya dan membimbing hidupnya. Orang yang memiliki kecerdasan seperti ini, yaitu konselor, ahli teologi, dan wirausahawan. Mereka sangat mawas diri dan suka bermeditasi, berkontemplasi, atau bentuk lain dari penulusuran jiwa yang mendalam. Sebaliknya mereka juga sangat mandiri, sangat terfokus pada tujuan, dan sangat disiplin. Secara garis besar mereka adalah tipikal orang yang gemar belajar dan bekerja sendiri daripada dengan orang lain.

Berkaitan dengan jurusan psikologi atau filsafat. Tokoh-tokoh sukses yang dapat dikenalkan untuk memperkaya kecerdasan ini adalah para pemimpin keagamaan dan para psikolog.


8.       Kecerdasan Naturalis (Natural Intelligence)

Adalah kemampuan untuk mengenal flora dan fauna, melakukan pemilahan-pemilahan utuh dalam dunia kealaman dan menggunakan kemampuan ini secara produktif misalnya untuk berburu, bertani, atau melakukan penelitian biologi. Orang yang memilki kecerdasan ini biasanya mampu hidup di luar rumah, berhubungan baik dengan alam, mampu mengidentifikasi dan mengklasifikasi berbagai jenis tanaman dan hewan. Memiliki kemampuan mengenal sifat dan tingkah laku binatang, mencintai lingkungan dan tidak suka merusak lingkungan hidup. Orang-orang yang memiliki kecerdasan ini biasanya berkecimpung dalam bidang pertanian, kelautan, pecinta alam, ilmuwan biologi atau fisika, pemandu wisata alam, dokter hewan, dll.


9.       Kecerdasan Eksistensial

Adalah kemampuan seseorang untuk menjawab persoalan-persoalan terdalam eksistensi atau keberadaan manusia. Orang tidak puas hanya dengan menerima keadaanya secara otomatis, tetapi mencoba menyadarinya dan mencari jawaban yang terdalam. Kecerdasan ini tampaknya banyak berkembang dikalangan filsuf –filsuf yang selau mempertanyakan dan mencoba menjawab persoalan eksistensi hidup manusia. Seseorang yang menonjol dengan kecerdasan ini akan selalu mempersoalkan keberadaanya ditengah alam raya yang besar ini. Mengapa kita ada disini? Apa peran kita didalam dunia yang besar ini? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang berkecamuk dalam pikirannya.

Kemampuan-kemampuan yang termasuk dalam Sembilan kecerdasan majemuk (Multiple Intelligence) yang dimilki masing-masing orang tersebut diatas merupakan potensi intelektual seseorang untuk dapat mengikuti proses pembelajaran. Ingatlah bahwa meskipun anda merasa cocok dengan salah satu atau dua defenisi diatas, tetapi sebenarnya anda mempunyai semua kecerdasan itu ditambah lagi, bahwa setiap manusia normal dapat mengembangkan ketujuh jenis kemampuan itu sampai tingkat penguasaan tertentu.

Contoh aplikasi multiple intelligences dan gaya belajar anak di lingkungan keluarga

Multiple Intelligences
Visual
Audiotorial
Kinestetik
Kecerdasan Bahasa (Linguistic intelligence)
Anak mengamati cara orang tua menyebutkan suatu kata tertentu
Sering mengajak anak bercerita/ngobrol
Saat mengajar kata tertentu, arahkan tangan anak memegang benda tersebut
Kecerdasan Logika-Matematika (Logical-Mathematic Intelligence)
Menunjukkan gambar-gambar bentuk sederhana seperti kotak, lingkaran, dll.

Bercerita pada anak bahwa gajah memiliki badan yang lebih besar dibandingkan kelinci
Menyebut angka 1, 2, 3, sambil membantu mengangkat tangan anak sebanyak angka yang disebutkan
Kecerdasan Musikal (Musical Intelligence)

Menyanyikan lagu sambil menunjukkan ekspresi dan gerakan yang sesuai dengan irama
Sering memperdengarkan musik dan lagu.
Mengajak anak bernyanyi sambil menggerakkan tangannya mengikuti irama lagu
Kecerdasan Kinestetis

Minta anak untuk meraih mainannya
Beri instruksi pada anak untuk menggerakan badannya mengikuti irama lagu.
Melatih anak menjaga keseimbangan saat mulai belajar berjalan.
Kecerdasan Visual-Spasial
Menunjukkan gambar-gambar pada anak.
Memutar letak tidur anak ke arah yang berbeda-beda

Bercerita pada anak tentang ciri-ciri fisik dari jerapah
Melatih anak belajar berjalan dan mulai mengeksplorasi ruangan kamarnya
Kecerdasan Interpersonal (Interpersonal Intelligence)
Sering mengajak anak jalan-jalan ke taman, sehingga bisa bertemu orang banyak
Meminta kakek, nenek, atau saudara lainnya untuk juga mengajak anak ngobrol
Membiarkan anak menyentuh kakek, nenek, dan teman-temannya, serta bermain bersama-sama
Kecerdasan Intrapersonal (Intrapersonal Intelligence)
Membiarkan anak mengamati berbagai macam ekspresi emosi, seperti tertawa riang, menangis sedih, dll
Membacakan suatu cerita tertentu pada anak
Memeluk untuk menenangkan anak saat ia sedang merasa takut dan sakit
Kecerdasan Naturalis (Natural Intelligence)

Mengajak anak ke taman dan biarkan ia mengamati berbagai flora dan fauna yang ada di taman
Menceritakan cerita tentang hewan-hewan pada anak
Biarkan anak menyentuh kelinci, sehingga ia bisa merasakan teksturnya
Kecerdasan Eksistensial

Biarkan anak mengamati saat ibu/ayah menunjukkan rasa sayang pada kakaknya
Katakana pada anak bahwa kita harus menyayangi orang-orang di sekitar kita
Tunjukkan rasa sayang pada bayidengan memeluknya

Menurut Winataputra (2007:5.1) berikut merupakan salah satu contoh rencana pembelajaran dan program pembelajaran yang menerapkan teori multiple intellegences:

Judul pelajaran               : Fotosintesis (perubahan sinar matahari menjadi makanan

Tujuan pelajaran           : Siswa mampu menjelaskan proses fotosintesis secara visual,
                                                dengan logika, bahasa, musikal, kinestetis, intrapersonal, dan
                                                interpersonal untuk menghubungkan konsep transformasi
                                                dan mengubah ke dalam kehidupan mereka.

Sumber materi kelas    : Menampilkan poster atau grafik dari fotosintesis, sebuah
                                                variasi pita musik, atau kelas CD dan alatnya, persediaan cat
                                                air, buku teks ilmu pengetahuan.

Kegiatan belajar             :

Bahasa                                 : Membaca buku acuan pada bagian yang menggambarkan
                                                fotosintesis dan dengan kosa kata yang tepat

Logika-matematika      : Menciptakan suatu ketepatan waktu dari langkah-langkah
                                                fotosintesis

Musikal                              : Menciptakan suatu karya musik dengan pilihan musik yang
                                                berbeda yang menampilkan rangkaian langkah proses
                                                fotosintesis

Visual-spasial                   : Dengan cat air, lukislah proses fotosintesis

Kinestetis                           : Bermain peran, karakter yang terlibat dalam proses
                                                fotosintesis

Intrapersonal                  : Menulis suatu catatan jurnal yang menggambarkan tentang
                                                pengalaman yang sifatnya berubah-ubah secara perseorangan
                                                dan membandingkannya dengan fotosintesis

Interpersonal                  : Dalam kelompok kecil mendiskusikan peranan yang berubah
                                                ubah dari kloroplasma dalam fotosintesis dan gambarkan
                                                hubungannya dengan kehidupan siswa



Loading...

0 Response to "Multiple Intelligence"

Posting Komentar