Pandangan Tentang Belajar

Loading...

Pandangan-Pandangan Tentang Belajar

1.      Definisi belajar dan pembelajaran

a). Definisi belajar
ü Vernon S. Gerlach & Donal P. Ely (1971) : Belajar adalah perubahan perilaku, sedangkan perilaku itu adalah tindakan yang dapat diamati
ü Gagne : belajar adalah suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya akibat suatu pengalaman
ü Abdillah (2002) : belajar adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh individu dalam perubahan tingkah laku baik melalui latihan dan pengalaman yang menyangkut aspek-aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik untuk memperoleh tujuan tertentu
ü Slameto (2003) : suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh  suatu perubahan tingkah laku  yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya
ü Kesimpulan : Belajar adalah perubahan tingkah laku pada individu-individu yang belajar. Perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan, tetapi juga berbentuk kecakapan, keterampilan, sikap, pengertian, harga diri, minat, watak, penyesuaian diri.

b). Definisi pembelajaran
ü Arikunto (1993) : pembelajaran adalah suatu kegiatan yang mengandung terjadinya proses penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikap oleh subjek yang sedang belajar. pembelajaran adalah bantuan pendidikan kepada anak didik agar mencapai kedewasaan di bidang pengetahuan, keterampilan dan sikap
ü UUD No. 20 Tahun 2003 : pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar
ü Kesimpulan : pembelajaran merupakan suatu proses kegiatan yang memungkinkan guru dapat mengajar dan siswa dapat menerima materi pelajaran yang diajarkan oleh guru secara sistematik dan saling mempengaruhi dalam kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang diinginkan pada suatu lingkungan belajar

2.     Hakikat belajar dan pembelajaran :
a)   Pada hakekatnya belajar adalah proses interaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu yang ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku.
b)   Nana Sudjana (2002) : pada hakikatnya proses belajar mengajar adalah proses komunikasi. Kegiatan belajar mengajar di kelas merupakan suatu dunia komunikasi tersendiri dimana guru dan siswa bertukar pikiran untuk mengembangkan ide dan pengertian.
c)   Belajar ada kaitannya dengan usaha atau rekayasa pembelajar. Dari segi siswa, belajar yang dialaminya sesuai dengan pertumbuhan jasmani dan perkembangan mental, akan menghasilkan hasil belajar sebagai hasil belajar sebagai perwujudan emansipasi siswa menuju kemandirian. Dari segi guru, kegiatan belajar siswa merupakan akibat dari tindakan pendidikan atau pembelajaran. Proses belajar siswa tersebut menghasilkan perilaku yang dikehendaki, suatu hasil belajar sebagai dampak pengajaran

3.     Pilar-pilar belajar :
a)   Learning To Know : belajar untuk tahu/ mengetahui berbagai pengetahuan, informasi, & keterampilan
b)   Learnig To Do : beelajar untuk mempraktikkan/melakukan segala sesuatu yang telah dipelajari untuk keterampilan pada pekerjaan- pekerjaan di masa depan.
c)   Learning to live together : belajar untuk hidup & kepentingan bersama, serta menyelesaikan konflik sosial
d)   Learning to be : belajar untuk menjadi yang kita inginkan

4.    Jenis-jenis belajar :
a)   Belajar isyarat (signal learning). Belajar dengan menggunakan isyarat atau bahasa tubuh
b)   Belajar stimulus respon. Belajar tipe ini memberikan respon yang tepat terhadap stimulus yang diberikan.
c)   Belajar merantaikan (chaining). Tipe ini merupakan belajar dengan membuat gerakan-gerakan motorik sehingga akhirnya membentuk rangkaian gerak dalam urutan tertentu.
d)   Belajar asosiasi verbal (verbal Association). Tipe ini merupakan belajar menghubungkan suatu kata dengan suatu obyek yang berupa benda, orang atau kejadian dan merangkaikan sejumlah kata dalam urutan yang tepat.
e)    Belajar membedakan (discrimination). Tipe belajar ini memberikan reaksi yang berbeda–beda pada stimulus yang mempunyai kesamaan.
f)    Belajar konsep (concept learning). Belajar mengklsifikasikan stimulus, atau menempatkan obyek-obyek dalam kelompok tertentu yang membentuk suatu konsep.
g)   Belajar dalil (rule learning). Tipe belajar untuk menghasilkan aturan atau kaidah yang terdiri dari penggabungan beberapa konsep.
h)   Belajar memecahkan masalah (problem solving). Tipe ini merupakan tipe belajar yang menggabungkan beberapa kaidah untuk memecahkan masalah, sehingga terbentuk kaedah yang lebih tinggi (higher order rule).
i)     Belajar arti kata-kata. Belajar arti kata-kata maksudnya adalah orang mulai menangkap arti yang terkandung dalam kata-kata yang digunakan.
j)     Belajar Kognitif. Tak dapat disangkal bahwa belajar kognitif bersentuhan dengan masalah mental. Objek-objek yang diamati dihadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan, gagasan, atau lambang yang merupakan sesuatu bersifat mental.
k)   Belajar Menghafal. Menghafal adalah suatu aktivitas menanamkan suatu materi verbal dalam ingatan, sehingga nantinya dapat diproduksikan {diingat} kembali secara harfiah, sesuai dengan materi yang asli, dan menyimpan kesan-kesan yang nantinya suatu waktu bila diperlukan dapat diingat kembali kealam dasar.
l)     Belajar Teoritis. Bentuk belajar ini bertujuan untuk menempatkan semua data dan fakta {pengetahuan} dalam suatu kerangka organisasi mental, sehingga dapat difahami dan digunakan untuk memecahkan problem, seperti terjadi dalam bidang-bidang studi ilmiah.
m) Belajar Berpikir. Dalam belajar ini, orang dihadapkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan, tetapi tanpa melalui pengamatan dan reorganisasi dalam pengamatan.masalah harus dipecahkan melalui operasi mental, khususnya menggunakan konsep dan kaidah serta metode-metode bekerja tertentu.

5.     Fungsi pembelajaran
a)   Pembelajaran sebagai system, dimana pembelajaran terdiri dari sejumlah komponen yang terorganisir antara lain tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, strategi dan metode pembelajaran, media pembelajaran/alat peraga, pengorganisasian kelas, evaluasi pembelajaran, dan tindak lanjut pembelajaran (remedial dan pengayaan).
b)   Pembelajaran sebagai proses, merupakan rangkaian upaya atau kegiatan guru dalam rangka membuat siswa belajar, meliputi persiapan, melaksanakan kegiatan pembelajaran  dan menindaklanjuti pembelajaran  yang telah dikelola.

6.     Tujuan belajar dan pembelajaran
a). Tujuan belajar : untuk memberikan hasil belajar yang menunjukkan bahwa siswa telah melakukan tugas belajar, yang umumnya meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap-sikap yang baru, yang diharapkan tercapai oleh siswa.
b). Tujuan Pembelajaran : agar tercapainya kegiatan belajar oleh siswa maupun guru, terjadi terjadi proses perubahan tingkah laku, sikap, dan keterampilan yang lebih baik dari sebelumnya.

7.     Prinsip-prinsip pembelajaran
a). Perhatian dan Motivasi : Tanpa adanya perhatian tidak mungkin terjadi belajar. Perhatian terhadap pelajaran akan timbul pada siswa apabila bahan pelajaran sesuai dengan kebutuhannya. Sedangkan motivasi adalah tenaga yang menggerakkan dan mengarahkan aktivitas belajar seseorang. Motivasi mempunyai kaitan yang erat dengan minat. Siswa yang memiliki minat terhadap sesuatu bidang studi tertentu cenderung tertarik perhatiannya dan dengan demikian timbul motivasi untuk mempelajarinya.
 2). Keaktifan. Menurut teori ini anak memiliki sifat aktif, konstruktif, dan mampu merencanakan sesuatu. Anak mampu mencari, menemukan dan menggunakan pengetahuan yang telah diperolehnya. Belajar memerlukan adanya latihan-latihan.
3). Keterlibatan langsung/pengalaman. Belajar yang paling baik adalah belajar melalui pengalaman langsung yang menyediakan kesempatan belajar sendiri atau melakukan aktivitas sendiri. Dalam konteks ini, siswa belajar sambil bekerja.
4). Pengulangan. Sesuai dengan teori psikologi daya, belajar adalah melatih daya-daya yang ada pada manusia yang terdiri atas daya mengamati, menanggap, mengingat, mengkhayal, merasakan, berfikir dan sebagainya. Dengan mengadakan pengulangan maka daya-daya tersebut akan berkembang.
5).  Tantangan. Menurut teori ini belajar adalah berusaha mengatasi hambatan-hambatan untuk mencapai tujuan. Agar pada diri anak timbul motif yang kuat untuk mengatasi hambatan dengan baik, maka bahan pelajaran harus menantang.
6). Balikan dan Penguatan. Suatu perbuatan itu menimbulkan efek baik, maka perbuatan itu cenderung diulangi dan menyenangkan.
7). Perbedaan Individual. Siswa merupakan makhluk individu yang unik yang mana masing-masing mempunyai perbedaan yang khas. Guru harus memahami perbedaan siswa secara individu, agar dapat melayani pendidikan yang sesuai dengan perbedaannya itu.

8.    Hal-hal apa saja yang membuat pembelajaran biologi sulit :
Penelitian di Turki (2012) yang meneliti tentang hal-hal apa saja yang membuat pembelajaran biologi itu sulit, ditemukan adalah sifat dari topik pembelajaran yang abstrak, gaya mengajar guru, kebiasaan belajar siswa, perasaan negatif siswa dan sikap terhadap topik pembelajaran biologi, serta kurangnya sumber daya


Berbagai pandangan tentang belajar :

Pandangan tentang belajar
Tanggung jawab siswa
Tinggi
Sedang
Rendah
Tanggung jawab guru
Rendah
Sedang
Tinggi
Pandangan psikologi belajar
Humanis
Kognitif
Behavior
Metode belajar
Menemukan sendiri
Eksperimen
Kondisioning
(sumber glickman, c.d 1981. Development supervision, alexandria: ascd hal.4)


Pandangan Psikologi tentang belajar, berserta kelebihan & keruangannya :

Pandangan Psikologi
Kelebihan
Kelemahan
1. Psikologi behavioristik menurut pandangan ini bahwa belajar dilaksanakan dengan kontrol instrumen dari lingkungan.
ü Tanggungjawab guru sangat tinggi sehingga menjadi kontrol siswa dalam melakukan kegiatan belajar.
ü Sangat rendahnya tanggung jawab siswa dalam melakukan proses belajar.
2. Psikologi humanistik. Menurut pandangan humanistik adalah antitesa dari behavioristik. Dalam pandangan demikian, bahwa belajar dapat dilakukan sendiri oleh siswa tanpa banyk campur tangan dari guru.
ü Tanggung jawab siswa sangat tinggi sehingga mengakibatkan siswa lebih mandiri.
ü Sangat rendahnya tanggung jawab guru dalam melakukan proses belajar. Sehingga siswa tidak maksimal dalam melakukan proses belajar.
3. Pandangan kognitif. Menurut pandangan ini adalah merupakan konvergensi dari kedua pandangan tersebut diatas. Menurut pandangan demikian belajar merupakan perpaduan dari usaha pribadi dengan kontrol instrumen yang berasal dari lingkungan.
ü Siswa dapat memaksimalkan ingatan yang dimiliki oleh peserta didik untuk mengingat semua materi-materi yang diberikan karena pada pembelajaran kognitif salah satunya menekankan pada daya ingat peserta didik untuk selalu mengingat akan materi-materi yang telah diberikan.
ü Siswa dapat mengkreasikan hal-hal baru yang belum ada atau menginovasi hal yang yang sudah ada menjadi lebih baik lagi.
ü Pada dasarnya teori kognitif ini lebih menekankan pada kemampuan ingatan peserta didik, dan kemampuan ingatan masing-masing peserta didik, sehingga kelemahan yang terjadi di sini adalah selalu menganggap semua peserta didik itu mempunyai kemampuan daya ingat yang sama & tidak dibeda-bedakan
ü Perlu diperhatikan kemampuan peserta didik untuk mengembangkan suatu materi yang telah diterimanya.
4. Pandangan psikologi gestal. Menurut Gestal bahwa belajar adalah usaha yang bersifat totalitas dari individu, oleh karena totalitas lebih bermakna dibanding sebagian- sebagian.
ü Psikologi gestal cocok untuk peserta didik yang mandiri dan memiliki tangung jawab  sendiri dalam menatur kegiatan belajarnya sendiri
ü Karena menurut Gestalt sesuatu yang dipelajari dimulai dari keseluruhan, maka dikawatirkan akan menimbulkan kesulitan dalam proses belajar, sebab beban yang harus ditanggung sangatlah banyak.



Loading...

0 Response to "Pandangan Tentang Belajar"

Posting Komentar