Pengertian Dan Pendekatan Keterampilan Proses Sains

Loading...

Pengertian dan Pendekatan Keterampilan Proses Sains

A. Pendekatan Keterampilan Proses

Pendidikan Biologi - Pembelajaran sains (Ilmu Pengetahuan Alam) dikenal beberapa pendekatan.Salah satu pendekatan menekankan pula pada fakta-fakta dari ilmu pengetahuan alam. Pendekatan yang lain adalah pembelajaran mengenai konsep-konsep yang dikembangkan dalam ilmu pengetahuan alam, sehingga orang dapat mengajarkan proses-proses dari ilmu pengetahuan alam yang dimanfaatkan untuk mengungkap fakta-fakta dan mengembangkan model.

Jika guru hanya mengajarkan fakta, tanpa memperhatikan proses bagaimana fakta itu terungkap, maka fakta yang diajarkan itu tidak sepenuhnya dapat dipahami oleh peserta didik. Bahkan peserta didik dapat menganggap bahwa sains hanya merupakan segudang informasi.

Suatu konsep adalah suatu ide yang mengikat banyak fakta menjadi satu. Konsep merupakan jembatan antara banyak fakta yang saling berhubungan. Contoh suatu konsep adalah tingkah laku manusia dipengaruhi oleh lingkungannya.

Untuk dapat memahami suatu fakta maupun konsep biasanya peserta didik perlu bekerja dengan objek-objek yang konkret, melakukan eksplorasi, manipulasi ide, sehingga memperoleh data-data, tidak sekedar menghapal. Pendekatan factual da pendekatan konseptual dalam pembelajaran lebih mengutamakan produk ilmu penegtahuan alam. Untuk itulah dalam pembelajaran sains perlu pendekatan proses.

Pada pendekatan proses, tujuan utama pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam keterampilan proses atau langkah-langkah ilmiah seperti mengamati, berhipotesa, merencanakan, menafsirkan, dan mengkomunikasikan. Pendekatan keterampilan proses digunakan dan dikembangkan sejak kurikulum 1984.

Walaupun tujuan utama pembelajaran adalah mengembangkan keterampilan proses, pada umumnya program dirancang untuk pemahaman konsep, sehingga keterampilan proses tetap belum berkembang seperti yang diharapkan. Penggunaan pendekatan proses menuntut keterlibatan langsung siswa dalam kegiatan belajar.

PEserta didik melakukan percobaan sederhana untuk anak SD


1. Pengertian Pendekatan Ketrampilan Proses

Keterampilan proses merupakan kemampuan siswa untuk mengelola (memperoleh) yang di dapat dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) yang memberikan kesempatan seluas-luasnya pada siswa untuk mengamati, menggolongkan, menafsirkan, meramalkan, menerapkan, merencanakan penelitian, mengkomunikasikan hasil perolehan tersebut” (Azhar, 1993: 7) Sedangkan “menurut Conny (1990 : 23) pendekatan keterampilan proses adalah pengembangan sistem belajar yang mengefektifkan siswa (CBSA) dengan cara mengembangkan keterampilan memproses perolehan pengetahuan sehingga peserta didik akan menemukan, mengembangkan sendiri fakta dan konsep serta menumbuhkan sikap dan nilai yang dituntut dalam tujuan pembelajaran khusus”.

Berdasarkan uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pendekatan keterampilan proses adalah pendekatan belajar mengajar yang mengarah pada pengembangan kemampuan dasar berupa mental fisik, dan sosial untuk menemukan fakta dan konsep maupun pengembangan sikap dan nilai melalui proses belajar mengajar yang telah mengaktifkan siswa (CBSA) sehingga mampu menumbuhkan sejumlah keterampilan tertentu pada diri peserta didik. Dimiyati (2002: 138) mengatakan bahwa pendekatan keterampilan proses dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki oleh siswa adalah :
*Pendekatan keterampilan proses memberikan kepada pengertian yang tepat tentang hakekat ilmu pengetahuan siswa dapat mengalami rangsangan ilmu pengetahuan dan dapat lebih baik mengerti fakta dan konsep ilmu pengetahuan
**Mengajar dengan keterampilan proses berarti memberi kesempatan kepada siswa bekerja dengan ilmu pengetahuan tidak sekedar menceritakan atau mendengarkan cerita tentang ilmu pengetahuan. Menggunakan keterampilan proses untuk mengajar ilmu pengetahuan membuat siswa belajar proses dan produk ilmu pengetahuan sekaligus.

Dari pembahasan tentang pengertian keterampilan proses (PKP) dapat diartikan bahwa pendekatan keterampilan proses dalam penerapannya secara langsung memberikan kesempatan siswa untuk secara nyata bertindak sebagai seorang ilmuan karena penerapan pendekatan keterampilan proses menekankan dalam memperoleh ilmu pengetahuan siswa hendaknya menanamkan sikap dan nilai sebagai seorang ilmuan.

2. Pentingnya Pendekatan Keterampilan Proses Pada Pemeblajaran Biologi

Menurut Dimiyati, pendekatan keterampilan proses (PKP) perlu diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar berdasarkan alasan-alasan sebagai berikut: a. Percepatan perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi b. Pengalaman intelektual emosional dan fisik dibutuhkan agar didapatkan agar hasil belajar yang optimal c. Penerapan sikap dan nilai sebagai pengabdi pencarian abadi kebenaran ini. (Dimiyati, 2002: 137) Pembinaan dan pengembangan kreatifitas berarti mengaktifkan murid dalam kegiatan belajarnya. Untuk itu cara belajar siswa aktif (CBSA) yang mengembangkan keterampilan proses yang dimaksud dengan keterampilan di sini adalah kemampuan fisik dan mental yang mendasar sebagai penggerak kemampuan-kemampuan lain dalam individu.

Sedangkan Conny (1990: 14) mengatakan bahwa ada beberapa alasan yang melandasi perlu diterapkan pendekatan keterampila proses (PKP) dalam kegiatan belajar mengajar yaitu: a. Perkembangan ilmu pengetahuan berlangsung semakin cepat sehingga tak mungkin lagi para guru mengajarkan semua fakta dan konsep kepada siswa. b. Para ahli psikologi umumnya berpendapat bahwa anak-anak muda memahami konsep-konsep yang rumit dan abstrak jika disertai dengan contoh-contoh kongkrit.c. Penemuan ilmu pengetahuan tidak bersifat relatif benar seratus persen penemuannya bersifat relatif d. Dalam proses belajar mengajar pengembangan konsep tidak dilepaskan dari pengembangan sikap dan nilai dalam diri anak didik.

Tingkat pengembangan kompetensi biologi yang dicapai melalui pendekatan keterampilan proses dapat diketahui melalui suatu kegiatan ekperimen dalam proses pembelajaran. Pendekatan keterampilan proses melalui metode eksperimen menekankan keterlibatan siswa pada proses belajar aktif. Melalui metode eksperimen siswa dapat mempelajari biologi melalui pengamatan langsung terhadap gejala-gejala dan proses biologi sehingga dapat menumbuhkan keterampilan dan kecakapan dalam melakukan kegiatan eksperimen. Hal ini, sejalan dengan karakteristik pelajaran biologi sebagai bagian dari IPA. Karakteristik IPA meliputi tiga hal yaitu produk, proses, dan sikap ilmiah. Produk yaitu sekumpulan pengetahuan yang terdiri atas konsep, prinsip, teori dan hukum. Proses yaitu cara kerja yang dilakukan untuk memperoleh produk. Sedangkan sikap ilmiah yaitu semua tingkah laku yang diperlukan dalam melakukan proses.

Pendekatan keterampilan proses melalui metode eksperimen akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan prinsip-prinsip biologi, cara berpikir logis, sistematis, kritis, terbuka dan ingin tahu. Pendekatan keterampilan proses ini juga akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengalami proses IPA sendiri melalui kegiatan eksperimen. Semakin besar keterlibatan siswa dalam kegiatan eksperimen, maka semakin besar baginya untuk mengalami proses belajar.

3. Pola Pelaksanaan Pendekatan Keterampilan Proses (PKP)

Dalam pola pelaksanaan keterampilan proses, hendaknya guru harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

a. Asas pelaksanaan keterampilan proses Menurut (Azhar, 1993) dalam melaksanakan pendekatan keterampilan proses perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Harus sesuai dan selalu berpedoman pada tujuan kurikuler, serta pembelajaran yang berupa TPU dan TPK. 2)Harus berpegang pada dasar pemikiran bahwa semua siswa mempunyai kemampuan (potensi) sesuai dengan kudratnya. 3) Harus memberi kesempatan, penghargaan dan movitasi kepada peserta didik untuk berpendapat, berfikir dan mengungkapkan perasaan dan pikiran.4) Siswa pembinaan harus berdasarkan pengalaman belajar siswa. 5) Perlu mengupayakan agar pembina mengarah pada kemampuan siswa untuk mengola hasil temuannya. 6) Harus berpegang pada prinsip "Tut Wuri Handayani". Memperhatikan azas-azas tersebut, nampaknya yang menjadi titik perkenannya adalah siswa itu adalah siswa itu sendiri sebagai subyek didik dan juga guru dalam melaksanakan pendekatan keterampilan proses benar-benar memperkirakan perbedaan masing-masing siswa.

b. Langkah-langkah melaksanakan keterampilan proses Untuk dapat melaksanakan kegiatan keterampilan proses dalam pembelajaran guru harus melakuka langkah-langkah sebagai berikut:

1) Pendahuluan atau pemanasan Tujuan dilakukan kegiatan ini adalah mengarahkan peserta didik pada pokok permasalahan agar mereka siap, baik mental emosional maupun fisik. Kegiatan pendahuluan atau pemanasan tersebut berupa: a) Pengulasan atau pengumpulan bahan yang pernah dialami peserta didik yang ada hubungannya dengan bahan yang akan diajarkan. b) Kegiatan menggugah dan mengarahkan perhatian perserta didik dengan mengajukan pertanyaan, pendapat dan saran, menunjukkan gambar atau benda lain yang berhubungan dengan materi yang akan diberikan.

2) Pelaksanaan proses belajar mengaajar atau bagian inti Dalam kegiatan proses pembelajaran suatu materi, seperti yang dikemukakan di depan hendaknya selalu mengikutsertakan secara aktif akan dapat mengembangkan kemampuan proses berupa mengamati, mengklasifikasi, menginteraksikan, meramalkan, mengaplikasikan konsep, merencanakan dan melaksanakan penelitian serta mengkunikasikan hasil perolehannya yang pada dasarnya telah ada pada diri peserta didik. Sedangkan menurut Djamarah (2002 :92) kegiatan-kegiatan yang tergolong dalam langkah-langkah proses belajar mengajar atau bagian inti yang bercirikan keterampilan proses, meliputi :

  1. Menjelaskan bahan pelajaran yang diikuti peragakan, demonstrasi, gambar, modal, bangan yang sesuai dengan keperluan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengembangkan kemampuan mengamati dengan cepat, cermat dan tepat.
  2. Merumuskan hasil pengamatan dengan merinci, mengelompokkan atau mengklasifikasikan materi pelajaran yang diserap dari kegiatan pengamatan terhadap bahan pelajaran tersebut.
  3. Menafsirkan hasil pengelompokkan itu dengan menunjukkan sifat, hal dan peristiwa atau gejala yang terkandung pada tiap-tiap kelompok.
  4. Meramalkan sebab akibat kejadian perihal atau peristiwa lain yang mungkin terjadi di waktu lain atau mendapat suatu perlakuan yang berbeda.
  5. Menerapkan pengetahuan keterampilan sikap yang ditentukan atau diperoleh dari kegiatan sebelumnya pada keadaan atau peristiwa yang baru atau berbeda.
  6. Merencanakan penelitian umpamanya mengadakan percobaan sehubungan dengan masalah yang belum terselesaikan.
  7. Mengkomunikasikan hasil kegiatan pada orang lain dengan diskusi, ceramah mengarang dan lain-lain.

3) Penutup Setelah melaksanakan proses belajar tersebut, hendaknya sebagai seorang pendidik untuk a) Mengkaji ulang kegiatan yang telah dilaksanakan serta merumuskan hasil yang telah diperolehnya. b) Mengadakan tes akhir. c) Memberikan tugas-tugas lain.

4. Keterampilan proses terdiri dari dua kelompok keterampilan, yaitu:
a. Keterampilan proses dasar.

Adapun keterampilan yang mendasar dimaksud adalah :

1) Mengamati/observasi.
Observasi atau pengamatan merupakan salah satu keterampilan ilmiah yang paling mendasar dalam proses dan memperoleh ilmu pengetahuan serta merupakan hal terpenting untuk mengembangkan keterampilan proses yang lain (Funk 1985 dalam Dimiyati, 1909 :142). Kegiatan mengamati, menurut penulis dapat dilakukan dengan panca indera seperti melihat, mendengar, meraba, mencium dan mengecap. Hal ini sejalan dengan pendapat (Djamarah, 2000 :89). Bahwa "kegiatan mengamati dapat dilakukan peserta didik melalui kegiatan belajar, melihat, mendengar, meraba, mencicip dan mengumpulkan dan atau informasi.Jadi kegiatan mengamati merupakan tingkatan paling rendah dalam pengembangan keterampilan dasar dari peserta didik, karena hanya sekedar pada penglihatan dengan panca indera. Pada dasarnya mengamati dan melihat merupakan dua hal yang berbeda walaupu sekilas mengandung pengertian yang sama. Melihat belum tentu mengamati, karena setiap hari mungkin peserta didik melihat beraneka ragam tanaman, hewan, benda-benda lain yang ada di sekitarnya, tetapi sekedar melihat tanpa mengamati bagaimana sebenarnya tanaman, hewan tersebut berkembang dari kecil hingga menjadi besar.

2) Mengklasifikasikan
Mengklasifikasikan merupakan keterampilan proses untuk memilih berbagai obyek peristiwa berdasarkan sifat-sifat khsususnya. Sehingga didapatkan golongan atau kelompok sejenis dari obyek yang dimaksud, (Dimiyati, 1999 :142). Untuk melakukan kegiatan mengkalasifikasik menurut Djamarah adalah "peserta didik dapat belajar melalui proses : mencari persamaan (menyamakan, mengkombinasikan, menggolongkan dan mengelompokkan( Djamarah, 2000 : 89). Melalui keterampilan mengklasifikasi peserta didik diharapkan mampu membedakan, menggolongan segala sesuatu yang ada di sekitar mereka sehingga apa yang mereka lihat sehari-harii dapat menambah pengetahuan dasar mereka.

3) Mengkomunikasikan
Mengkomunikasikan dapat diartikan sebagai "menyampaikan dan memperoleh fakta, konsep dan prinsip ilmu pengetahua dalam bentuk suara, visual atau secara visual" (Dimiyati, 1993:143). Kegiatan mengkomunikasi dapat berkembanga dengan baik pada diri peserta didik apabila mereka melakukan aktivitas seperti : berdiskusi, mendeklamasikan, mendramatikan, bertanya, mengarang, memperagakan, mengekspresikan dan melaporkan dalam bentuk lisan, tulisan, gambar dan penampilan” (Djamarah, 2000). Dari pernyataan di atas, dapat dikatakan bahwa mengkomunikasikan bukan berarti hanya melalui berbicara saja tetapi bisa juga dengan gambar, tulisan bahkan penampilan dan mungkin lebih baik dari pada berbicara.

4) Mengukur Keterampilan
Mengukur sangat penting dilakukan agar peserta didik dapat mengobservasi dalam bentuk kuantitatif. Mengukur dapat diartikan "membandingkan yang diukur dengan satuan ukuran tertentu yang telah ditetapkan" (Dimiyati, 1999 : 144). Adapun kegiatan yang dapat mengembangkan keterampilan mengukur peserta didik menurut Conny (1992 :21). Dapat dilakukan dengan cara mengembangkan sesuatu, karena pada dasarnya mengukur adalah membandingkan, misalnya saja siswa membandingkan luas kelas, volume balok, kecakapan mobil dan sebagainya. Kegiatan pengukuran yang dilakukan peserta didik berbeda-beda tergantung dari tingkat sekolah mereka, karena semakin tinggi tingkat sekolahnya maka semakin berbeda kegiatan pengukuran yang dikerjakan.

5) Memprediksi
Memprediksi adalah "antisipasi atau perbuatan ramalan tentang sesuatu hal yang akan terjadi di waktu yang akan datang, berdasarkan perkiraan pada pola kecendrungan tertentu, atau hubungan antara fakta dan konsep dalam ilmu pengetahuan" (Dimiyati, 1999: 144).Menurut (Djamarah, 2000) untuk mengembangkan keterampilan memprediksi dapat dilakukan oleh peserta didik melalui kegiatan belajar antisipasi yang berdasarkan pada kecendrungan/pola.Hubungan antara data, hubungan informasi.Hal ini dapat dilakukan misalnya memprediksi waktu tertibnya matahari yang telah diobservasi, memprediksikan waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak tertentu dengan menggunakan kendaraan dengan yang berkecepatan tertentu. Pada prinsipnya memprediksi, observasi dan menarik kesimpulan merupakan tiga hal yang berbeda, hal tersebut dapat dibatasi sebagai berikut : "kegiatan yang dilakukan melalui panca indera dapat disebut dengan observasi dan menarik kesimpulan dapat diungkapkan dengan, mengapat hal itu bisa terjadi sedangkan kegiatan observasi yang telah dilakukan apa yang akan diharapkan".

6) Menyimpulkan
Menyimpulkan dapat diartikan sebagai "suatu keterampilan untuk memutuskan keadaan suatu.Objek atau peristiwa berdasarkan fakta, konsep dan prinsip yang diketahui (Dimiyati, 1999: 145). Kegiatan yang menampakkan keterampilan menyimpulkan misalnya: berdasarkan pengamatan diketahui bahwa lilin mati setelah ditutup dengan gelas rapat-rapat. Peserta didik dapat menyimpulkan bahwa lilin bisa menyala apabila ada oksigen. Kegiatan menyimpulkan dalam kegiatan belajar mengajar dilakukan sebagai pengembangan keterampilan peserta didik yang dimulai dari kegiatan observasi lapangan tentang apa yang ada di alam ini.

B. Keterampilan Proses Terintegrasi

Keterampilan proses terintegrasi merupakan lanjutan keterampilan proses dasar, sehingga peserta didik harus memahami atau menguasai terlebih dahulu keterampilan proses dasar kemudian dilanjutkan dengan keterampilan proses terintegrasi. Keterampilan proses dasar merupakan dasar intelektual untuk pemecahan masalah sedangkan keterampilan proses terintegrasi merupakan alat yang siap pakai jika orang akan memecahkan masalah. Berikut ini diuraikan beberapa keterampilan yang termasuk keterampilan proses terintegrasi.

1) Mengidentifikasi variabel
Salah satu keterampilan proses yang diperlukan apabila seseorang akan melakukan penyelidikan atau investivigasi adalah mengidentifikasi variabel. Untuk itu para peserta didik harus memahami apa yang disebut variabel. Variabel adalah sesuatu yang dapat berubah dalam suatu situasi.

2) Menyusun data dan tabel
Penyusunan data ke dalam table adalah untuk mengorganisasikan sejumlah informasi dengan cara yang mangkus. Jika suatu investigasi dilakukan, maka pengukuran-pengukuran yang diperoleh disebut data.Hasil pengukuran waktu, berat benda, tekanan udara, kecepatan kendaraan, titik didih cairan, dan sebagainya adalah data. Agar dapat diolah diolah lebih lanjut, data itu disusun dalam suatu tabel.

3) Menyusun grafik
Seringkali suatu informasi lebih muda dapat dikomunikasikan dengan gambar daripada dengan kalimat-kalimat lisan atau tertulis, misalnya data mengenai lama pemanasan dan suhu air seperti yang dikemukakan di atas kiranya dapat lebih mudah dibaca dengan menggunakan suatu grafik.

4) Menggambarkan hubungan di antara variabel-variabel
Setelah mampu menyusun data dalam table dan membuat grafik, keterampilan berikutnya yang harus dipelajari peserta didik adalah menggambarkan hubungan antara variabel yang satu dengan variabel yang lain dengan melakukan:
a. Membuat grafik data
b. Menarik garis yang paling cocok
c. Menulis suatu pernyataan mengenai hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya.

5) Memperoleh dan memproses data
Peserta didik harus mampu mendapatkan data sendiri, kemudian mereka memproses atau mengolah data tersebut.Data tersebut dapat dicari lewat investigasi atau eksperimen dengan melakukan observasi.

6) Menganalisis investigasi
Analisis investigasi mencakup hal-hal sebagai berikut:
a. Mengidentifikasi variabel-variabel bebas, terikat, dan yang terkendalikan dalam suatu eksperimen
b. Mengidentifikasi hipotesis yang akan diuji
c. Cara menguji hipotesis

7) Menyusun hipotesis
Jika kita akan melakukan investigasi, maka terlebih dahulu perlu dinyatakan atau disusun adalah hipotesis. Untuk dapat merumuskan hipotesis, biasanya orang menyusun kata-kata seperti: “Jika…, maka…”. Hipotesis seperti ini memindahkan investigator.Anak kalimat pertama mengenai variabel bebas, sedang anak kalimat kedua mengenai variabel terikat.

8) Merumuskan variabel-variabel secara operasional
Hal-hal yang perlu diingat yang berhubungan dengan perumusan variabel secara operasional adalah:
  1. a. Defenisi operasional dapat menggambarkan bagaimana cara mengukur suatu variabel
  2. b. Defenisi operasional harus menyatakan tentang kegiatan apa yang akan dilakukan dan observasi apa yang akan dilaksanakan.
  3. c. Defenisi operasional harus dirumuskan oleh peneliti
  4. d. Merancang investigasi

9) Melakukan eksperimen
Kegiatan eksperimen merupakan aktifitas yang memadukan semua keterampilan proses yang telah diuraikan sebelumnya.

Penjabaran ketrampilan proses dalam bentuk kemampuan
KPS
INDIKATOR
Melakukan pengamatan (observasi)
  1. Mengidentifikasi ciri-ciri suatu benda
  2. Mengidentifikasi persamaan dan perbedaan yang nyata pada objek atau peristiwa
  3. Membaca alat ukur
  4. Mencocokan gambar dengan uraian tulisan / benda
Menafsirkan pengamatan (interpretasi)
  1. Mengidentifikasi fakta-fakta berdasarkan hasil pengamatan
  2. Menafsirkan fakta atau data menjadi suatu penjelasn yang logis
Mengelompokkan (klasifikasi)
Mencari perbedaan atau persamaan, mengontraskan ciri-ciri, membandingkan dan mencari dasar penggolongan.
Meramalkan (prediksi)
Mengajukan perkiraan tentang sesuatu yang belum terjadi berdasarkan suatu kecendrungan/ pola yang sudah ada.
Berkomunikasi
  1. Mengutarakan suatu gagasan
  2. Menjelaskan penggunaan data hasil penginderaan secara akurat suatu objek atau kejadian
  3. mengubah data dalam bentuk tabel kedalam bentuk lainnya misalnya grafik, peta secara akurat.
Berhipotesis
Hipotesis merupkan dugn sementara tentang pengaruh variabel amnipulasi terhadp vriabel respon. Hipotesis menyatakan penggambaran yang logis dari suatu hubungan yang dapat diuji melalui eksperimen.
Merencanakan percobaan/ penyelidikan
Menentukan alat dan bahan, menentukan variabel atau peubah yang terlibat dalam suatu percobaan,menentukan variabel terikat dan variabel bebas, menentukan apa yang diamati, di ukur/ ditulis, serta menentukan cara dan langkah kerja termasuk keterampilan merencanakan penelitian.
Menerapkan sub konsep/ prinsip
Menggunakan subkonsep yang telah dipelajari dalam situasi baru, menggunakan subkonsep pada pengalaman baru untuk menjalaskan apa yang sedang terjadi.

Keterampilan proses memerlukan latihan atau pengguaan secara terus menerus agar dapat dimiliki oleh siswa (Usman, Uzer, 1995:44)
Loading...

0 Response to "Pengertian Dan Pendekatan Keterampilan Proses Sains"

Posting Komentar