Reptil

Loading...

Reptile


Hewan Berdarah Dingin

Ciri-ciri reptil:

Anggota tubuh berjari lima
—Bernafas dengan paru-paru
—Berdarah dingin (Poikiloterm)
—Telur Amniotik. Menghasilkan telur sehingga tergolong ovipar dengan telur amniotik bercangkang
—Ruas tulang ekor tidak mengalami penulangan, sehinnga dpt diputuskan (autotomi) & dpt tumbuh kembali (regenerasi)
—Kulit kering, bersisik dari zat tanduk, tak berlendir & sedikit mengandung keelenjar
—Bernapas dengan paru-paru
—Jantung beruang tiga atau empat, Peredaran darah ganda
—Menggunakan energi lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya sehingga tergolong hewan eksoterm
—Fertilisasi secara internal
—6.500 spesies
Cicak

Struktur Reptil

  • Tubuh terdiri atas kepala, leher, badan dan ekor
  • Masing-masing kaki memiliki jari dengan cakar
  • Mulut memanjang, dengan gigi conical (berbentuk kerucut)
  • Di dekat ujung moncong terdapat 2 nostril  (eksternal nares) sbg organ respirasi.
  • Mata besar terletak dilateral dgn 2 kelopak mata dan membran nictitan
  • Telinga terbuka di belakang mata
  • Warna = sel pigmen (chromatophora)

Berubah Warna


Morfologi dan Anatomi Reptil

Sistem Peredaran Darah Reptil
  1. Peredaran darah ganda, tertutup
  2. Jantung reptilia terbagi menjadi 4 ruang, yaitu:
  3. 2 atrium (atrium dekster & atrium sinister)
  4. 2 ventrikel (ventrikel dekster & ventrikel sinister)



Jantung pada Buaya :

  • Sekat di antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan belum sempurna. Peredaran darah reptilia merupakan peredaran darah ganda.
  • Pada buaya, sekat ventrikel terdapat suatu lobang yang disebut foramen panizzae yang memungkinkan pemberian O2 ke alat pencernaan dan untuk keseimbangan tekanan dalam jantung sewaktu penyelam di air.


Sistem Sirkulasi Semua Reptil tidaklah sama.
Pola squamata : Pola ini ditandai dengan tiga ruang jantung (2 atria dan 1 ventrikel jantung). Atrium kanan menerima darah miskin oksigen lalu diteruskan ke cavum venosum ventrikel. Atrium kiri menerima darah kaya oksigen dari paru-paru lalu diteruskan ke cavum arteriosum.

Pola varanid : Kelompok kadal-kadalan biasanya memiliki tingkat metabolisme yang lebih tinggi dari reptil lainnya dan memilliki sedikit perbedaan struktur jantung. Pola ini memiliki karakteristik berjantung tiga ruang tetapi cavum venosumnya lebih kecil dari pada cavum venosum pada pola Squamata. Selain itu peredaran darahnya ganda.

Pola crocodilian : Jantungnya terdiri dari empat ruangan (dua atria dan dua ventrikel), tetapi terdapat saluran sempit, yaitu foramen Panizza, yang menghubungkan dua arteri utama (arteri kanan dan arteri kiri). Dua system arteri ini muncul dari ruang ventrikel yang berbeda (arteri kiri dari ventrikel kanan, dan arteri kanan dari ventrikel kiri). Ini memberikan kesempatan bagi paru-paru untuk melakukan anoxia (mengurangi suplai oksigen pada jaringan tubuh) pada kondisi tertentu, misalnya ketika menyelam dalam air.

Sistem Pencernaan :
—Pada umumnya reptile adalah karnivora (pemakan daging). Saluran pencernaannya terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus dan kloaka. Dan kelenjar pencernaannya terdiri atas kelenjar ludah, pancreas dan hati.


Mulut :
  • Pada rongga mulut terdapat lidah yang melekat pada tulang lidah dengan ujung bercabang dua.
  • Reptilia pemakan insekta memiliki lidah yang dapat dijulurkan, sedangkan pada buaya dan kura-kura lidahnya relative kecil dan tidak dapat dijulurkan.
  • Lidah ular berbentuk pembuluh yang terbungkus oleh selaput dan terletak di bagian rahang bawah. Memiliki kelenjar mukoid yang sekretnya berfungsi agar rongga mulut tetap basah dan dapat dengan mudah menelan mangsanya.
  • Pada ular Kelenjar labia bermodifikasi menjadi kelenjar poison (bisa/racun)  yang bermuara di kantung yang terletak di daerah gigi taring dan dikeluarkan melalui gigi tersebut.

  • Kerongkongan (esophagus) merupakan saluran di belakang rongga mulut yang menyalurkan makanan dari rongga mulut ke lambung. Di dalam esophagus tidak terjadi proses pencernaan
  • Lambung (ventrikulus) merupakan tempat penampungan makanan dan pencernaan makanan berupa saluran pencernaan yang membesar dibelakang esophagus. Disini makanan baru mengalami proses pencernaan. Pada bagian fundus pylorus makanan dicerna secara mekanik dan kimia.
  • Intestinum terdiri dari usus halus dan usus tebal yang bermuara pada anus. Dalam usus halus terjadi proses penyerapan dan sisanya menuju ke rectum, kemudian diteruskan ke kloaka untuk dibuang. Ukuran usus disesuaikan dengan bentuk tubuhnya.


Kelenjar Pencernaan :

Kelenjar pencernaan, terdiri atas hati dan pancreas. Empedu yang dihasilkan oleh hati ditampung di dalam kantong yang disebut vesica fellea. Hati tediri dari dua lobus yaitu sinister dan dexter yang berwarna coklat kemerahan. Kantong empedu terletak pada tepi sebelah kanan hati. Pancreas pada reptil terletak diantara lambung dan duodenum. Pancreas berbentuk pipih dan berwarna kekuning-kuningan

Sistem Rangka reptil

Sistem Ekskresi :
  • Sepasang ginjal metanefros: berfungsi setelah pronefros dan mesonefros yang merupakan alat ekskresi pada stadium embrional menghilang.
  • Vesika Urinaria / kandung kemih: (tidak terdapat pada buaya sehingga asam urat keluar bersama feses)
  • Kloaka: muara vesika urinaria
  • Kelenjar Garam (terdapat pada penyu laut): Mengurangi kandungan garam


Hasil Ekskresi :

  • Hasil ekskresi Reptilia adalah asam urat. Reptilia hanya menggunakan sedikit air untuk membilas sampah nitrogen dari darah karena sebagian besar sisa metabolisme diekskresikan sebagai asam urat yang tidak beracun.
  • Asam urat yang dikeluarkan reptilia berupa pasta berwarna putih
  • Sisa air direabsorbsi oleh bagian tabung ginjal.
  • Pada buaya dan penyu air tawar mengekskresikan asam urat dan amonia.
  • Pada penyu laut ekskresi garam dari sepanjang kelenjar garam di kepala yang bermuara di sudut mata.

Klasifikasi Reptil :



Loading...

0 Response to "Reptil"

Posting Komentar