Kajian Filsafat Selat Gibraltar

Kajian Filsafat Selat Gibraltar

Mengapa Pertemuan Jenis Air Laut Di Selat Gibraltar Terjadi Perbedaan Warna?

Biologimu. Di Selat Gibraltar itu ada pertemuan dari dua jenis laut yang berbeda.Dua lautan yang tidak bercampur itu terletak di Selat Gibraltar, selat yang memisahkan benua Afrika dan Eropa, tepatnya antara negera Maroko dan Spanyol.Perbedaan itu sangat jelas kelihatan dari perbedaan warna air laut.Seakan ada sekat yang memisahkan kedua jenis air ini. Bahkan batas antara kedua air dari dua buah laut ini sangat jelas.Air laut dari Samudera Atlantik berwarna biru lebih cerah.Sedangkan air laut dari Laut Tengah berwarna lebih gelap.Inilah keajaiban alam.Tidak hanya itu yang aneh dari perilaku dari kedua air laut ini.Ternyarta, air laut dari laut Tengah yang tidak mau bercampur dengan air laut dari Samudera Atlantik ini menyusup di bawah air laut yang berasal dari Samudera Atlantik. Air dari Laut Tengah ini menyusup di bawah air dari Samudera Atlantik di bawah kedalaman 1000 meter dari permukaan Samudera Atlantik.

Di Selat Gibraltar itu ada pertemuan dari dua jenis laut yang berbeda.Perbedaan itu sangat jelas kelihatan dari perbedaan warna air laut.Ada garis batas yang memisahkan keduanya.Air laut dari lautan atlantik berwarna biru lebih terang.Air laut dari laut Mediteranian berwarna biru lebih gelap, lebih pekat.Garis batasnya sangat jelas.

Selat terluas di Dunia


Fenomena unik dan aneh ini telah dijelaskan dalam Al-Quran, surah Ar-Rahman [55] ayat 19-21: ''Dia membiarkan dua laut mengalir yang kemudian keduanya bertemu, di antara kedua ada batas yang tidak dilampaui masing-masing. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan.''


Fenomena Yang Terjadi Pada Air Laut dan Air Asin


Air merupakan wilayah yang meliputi kira-kira 75 persen dari luas permukaan bumi.Di mana air laut (air asin) memiliki kuantitas yang lebih banyak dibandingkan dengan air tawar. Namun keduanya berasal dari sumber yang sama setelah melewati beberapa proses yang secara terus-menerus berputar.

Perputaran kedua air tersebut, dimulai dengan menguapnya air yang terdapat di lautan dan samudera.Sehingga air yang pada mulanya berupa zait cair berubah menjadi zat uap yang saling menumpuk dalam bentuk awan yang selanjutnya menjadi tetesan air yang jatuh ke bumi dalam sebagai hujan yang jatuh di lautan, samudera, sungai-sungai dan seluruh permukaan bumi di wilayah tertentu dimana hujan tersebut turun. 

Menurut logika, apabila dua lautan atau aliran sungai yang satu asin dan yang lain tawar bertemu, keduanya akan bercampur untuk mencapai keseimbangan. Namun ada kekuasaan Allah yang mana manusia tidak memiliki pengetahuan tentang itu, sesuai dengan pernyataan Allah dalam Al-Quran, “ Tidak Aku berikan ilmu kepada manusia kecuali hanya sedikit”.

Namun, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, peristiwa ini dapat dijelaskan dengan modern science. Menurut modern science, sifat dua lautan ketika betemu tidak bisa bercampur satu sama lain. Hal ini telah dikemukakan oleh ahli kelautan baru-baru ini. Peristiwa tersebut dikarenakan oleh adanya perbedaan massa jenis, dan gaya fisika yang disebut ‘tegangan permukaan’ dari masing-masing air, sehingga keduanya tidak bercampur dan seolah-olah terdapat dinding tipis yang memisahkannya. (Davis, Richard A., Jr. 1972, Principles of Oceanography, Don Mills, Ontario, Addison-Wesley Publishing, s. 92-93.)

Kondisi perairan ini khususnya perairan air laut bila kita telusuri dengan seksama ternyata terdapat sebuah fenomena alam yang mengagumkan. Fenomena dimana terdapat pertemuan antara dua jenis air yang berbeda. Nah dalam kondisi seperti ini awalnya biasa saja namun tanpa disadari saya dibuat tersentak ketika sebuah ayat Al-Qur’an yang bunyi ayatnya seperti begini :

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (QS. Al-Furqaan: 53).

Subhannallah. Al-Qur’an kembali menunjukan kebenaran Allah SWT yang diucapkan jauh sebelum adanya kegiatan meneliti seperti sekarang ini.

Kajian Filsafat Selat Gibraltar


Aspek Ontologi

Apa yang sebenarnya ingin kita kaji dalam peristiwa pertemuan dua masa air ini? Yaitu, kondisi perairan air laut terjadi fenomena dimana terdapat pertemuan antara dua jenis air yang berbeda dan tidak saling menyatu serta pertemuan kedua bagian yang berbeda dari ke dua jenis air inilah yang telah menghasilkan suatu ‘wilayah perbatasan’ tertentu yang berfungsi untuk mencegah percampuran kedua jenis air, secara terus-menerus dan tidak berhenti.

Aspek Epistemologi

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Hal ini terjadi karena, air laut dari Lautan Atlantik memasuki Laut Mediterania atau laut Tengah melalui Selat Gibraltar. Keduanya mempunyai karakteristik yang berbeda.Suhu air berbeda. Kadar garam nya berbeda. Kerapatan air (density) airpun berbeda. Waktu kedua air itu bertemu di Selat Gibraltar, karakter air dari masing-masing laut tidak berubah. Dari atas ferry yang kami naiki, masih bisa terlihat dengan jelas mana air yang berasal dari Lautan Atlantik, dan mana air yang berasal dari laut tengah atau laut Mediterania. Kalau dipikir secara logika, pasti bercampur, nyatanya tidak bercampur.Kedua air laut itu membutuhkan waktu lama untuk bercampur, agar karakteristik air melebur. Penguapan air yang di Laut Mediterania sangat besar, sedang air dari sungai yang bermuara di Laut Mediterania berkurang sekali. Itulah sebabnya air Lautan Atlantik mengalir deras ke Laut Mediterania.

Sifat lautan ketika bertemu, menurut modern science, tidak bisa bercampur satu sama lain. Hal ini telah dijelaskan oleh para ahli kelautan. Dikarenakan adanya perbedaan masa jenis, tegangan permukaan mencegah kedua air dari lautan tidak becampur satu sama lain, seolah terdapat dinding tipis yang memisahkan mereka. Air laut Mediteranian, yang berwarna biru tua, menyusup sampai kedalaman 1000 m dari permukaan laut, di lautan Atlantik, dan terus masuk sejauh ratusan km di lautan Atlantik dan tetap tidak berubah karakteristiknya.

Aspek Aksiologi

Untuk apa mengetahui perbedaan pertemuan dua masa air ini? Yaitu, kita menyadari bahwa kedua jenis air ini merupakan unsur terpenting bagi keberlangsungan hidup benda-benda yang ada di permukaan bumi dalam proses kehidupan mereka saling berpadu.

Fenomena dasar laut dengan jelas memperlihatkan bagaimana adanya pemisahan antara dua jenis air yang berbeda sehigga membentuk sebuah kohesi. adalah gaya tarik menarik antara partikel partikel yang sejenis. Kohesi dipengaruhi oleh kerapatan dan jarak antarpartikel dalam zat. Dengan demikian, kamu pasti tahu bahwa gaya kohesi zat padat lebih besar dibandingkan dengan zat cair dan gas. Gaya kohesi mengakibatkan dua zat bila dicampurkan tidak akan saling melekat. Contoh peristiwa kohesi adalah : Tidak bercampurnya air dengan minyak, tidak melekatnya air raksa pada dinding pipa kapiler, dan air pada daun talas. Pada kasus air laut (dua jenis masa air) hal ini dikarenakan perbedaan suhu, kadar garam, dan kerapatan/kekentalan air (density) nya yang selanjutnya disebut densitas biasanya.
By Muliana G.H., S. Pd - 2015

6 Responses to "Kajian Filsafat Selat Gibraltar"

  1. Bagi Allah tak ada yang tak mungkin.

    BalasHapus
  2. Subhanallah walhamdulillah wala ilahaillallah waulahubakbar

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah.........jdi smakin cinta dgn Al -Qur'an............Smua yg difirmankan-NYA pasti benar.

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah.........jdi smakin cinta dgn Al -Qur'an............Smua yg difirmankan-NYA pasti benar.

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus