Strategi Inquiri

Loading...


Strategi Pembelajaran Inkuiri


A.  Pengertian Strategi Pembelajaran Inkuiri

Pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berfikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui tanya jawab antara guru dan siswa. Strategi pembelajaran ini juga sering dinamakan strategi heuristic, yang berasal dari bahasa yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya   menemukan (Sanjaya, 2010). Dengan demikian, strategi pembelajaran inkuiri merupakan strategi pembelajaran yang mengarahkan siswa berpikir kritis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari masalah yang dipertanyakan.


B.   Konsep Dasar Strategi Pembelajaran Inkuiri

Strategi pembelajaran inkuiri berangkat dari asumsi bahwa sejak lahir manusia memiliki dorongan untuk menemukan sendiri pengetahuannya. Rasa ingin tahu tentang keadaan alam disekelilingnya merupakan kodrat manusia. Sejak kecil manusia memiliki keinginan untuk mengenal segala sesuatu melalui panca indera yang dimilikinya. Pengetahuan yang dimiliki manusia akan bermakna ketika didasari oleh keingintahuan itu. Berdasarkan alasan tersebut maka strategi inkuiri dikembangkan (Sanjaya, 2010).

Menurut Sanjaya (2010), ada beberapa hal yang menjadi ciri utama strategi pembelajaran inkuiri yaitu:

1.        Strategi inkuiri menekankan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya strategi inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran melalui penjelasan guru secara verbal, tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti dari materi pelajaran tersebut.

2.       Seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri (self confidence). Dengan demikian, strategi pembelajaran inkuiri menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, akan tetapi sebagai fasilitator dan motivator belajar siswa.

3.       Tujuan dari penggunaan strategi pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. Dengan demikian, dalam strategi pembelajaran inkuiri siswa tidak hanya dituntut agar menguasai materi pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya.

Menurut Sanjaya (2010), strategi pembelajaran inkuiri merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada siswa (student centered approach). Dikatakan demikian, sebab dalam strategi ini siswa memegang peranan yang sangat dominan dalam proses pembelajaran. Strategi pembelajaran inkuiri akan efektif bila:
1.        Guru mengharapkan siswa dapat menemukan sendiri jawaban dari suatu permasalahan yang ingin dipecahkan. Dengan demikian, dalam strategi inkuiri proses belajar menjadi tujuan utama pembelajaran.
2.       Jika bahan pelajaran yang akan diajarkan tidak berbentuk fakta atau konsep yang sudah jadi, akan tetapi sebuah kesimpulan yang perlu pembuktian.
3.       Jika proses pembelajaran berangkat dari rasa ingin tahu siswa terhadap sesuatu.
4.      Jika guru akan mengajar pada sekelompok siswa yang rata-rata memiliki kemauan dan kemampuan berfikir. Strategi inkuiri akan kurang berhasil diterapkan kepada siswa yang kurang memiliki kemampuan untuk berfikir.
5.       Jika jumlah siswa yang belajar tidak terlalu banyak sehingga bisa dikendalikan oleh guru.
6.       Jika guru memiliki waktu yang cukup untuk menggunakan pendekatan yang berpusat pada siswa.



C.  Prinsip-prinsip Penggunaan Strategi Pembelajaran Inkuiri

Strategi pembelajaran inkuiri merupakan strategi yang menekankan pada pengembangan intelektual anak. Perkembangan mental (intelektual) itu menurut Piaget dipengaruhi oleh 4 faktor, yaitumaturation, physical experience, social experience, dan equilibration.

Maturation atau kematangan adalah proses perubahan fisiologis dan anatomis, yaitu proses pertumbuhan fisik, yang meliputi pertumbuhan tubuh, otak, dan sistem saraf. Physical experienceadalah tindakan-tindakan fisik yang dilakukan individu terhadap benda-benda yang ada di lingkungan sekitarnya. Social experience adalah aktivitas dalam berhubungan dengan orang lain. Equilibrationadalah proses penyesuaian antara pengetahuan yang sudah ada dengan pengetahuan baru yang ditemukannya.

Atas dasar faktor-faktor di atas, maka dalam strategi pembelajaran inkuiri terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh setiap guru. Adapun prinsip-prinsip tersebut sebagai berikut:

1.     Berorientasi pada pengembangan intelektual
Tujuan utama dari strategi inkuiri adalah pengembangan kemampuan berpikir. Dengan demikian, strategi pembelajaran ini selain berorientasi kepada hasil belajar juga berorientasi kepada proses belajar sehingga kriteria keberhasilan dari suatu proses pembelajaran inkuiri ditentukan oleh sejauh mana siswa beraktivitas mencari dan menemukan sesuatu.

2.    Prinsip interaksi
Pembelajaran sebagai proses interaksi berarti menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, tetapi sebagai pengatur lingkungan atau pengatur interaksi itu sendiri.

3.     Prinsip bertanya
Peran guru yang harus dilakukan dalam menggunakan strategi pembelajaran inkuiri adalah sebagai penanya. Oleh karenanya berbagai jenis dan teknik bertanya perlu dikuasai oleh setiap guru, apakah itu hanya sekedar untuk meminta perhatian siswa, bertanya untuk melacak, bertanya untuk mengembangkan kemampuan, atau bertanya untuk menguji.

4.    Prinsip belajar untuk berpikir
Belajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta, akan tetapi belajar adalah suatu proses berpikir (learning how to think), yakni proses mengembangkan potensi seluruh otak. Pembelajaran berpikir adalah pemanfaatan dan penggunaan otak secara maksimal.

5.    Prinsip keterbukaan
Belajar adalah suatu proses mencoba berbagai kemungkinan. Oleh sebab itu, anak perlu diberikan kebebasan untuk mencoba sesuai dengan perkembangan kemampuan logika dan nalarnya.


D.    Jenis-Jenis Pendekatan Inkuiri

Jenis pendekatan inkuiri yaitu:
1.     Inkuiri Terstruktur, Siswa mengikuti dengan tepat instruksi guru untuk menyelesaikan kegiatan secara langsung dengan sempurna
2.    Inkuiri Terbimbing, Siswa mengembangkan cara kerja untuk menyelidiki pertanyaan yang dipilih atau diberikan guru.
3.     Inkuiri Bebas, Siswa menurunkan pertanyaan tentang topic yang dipilih guru yang merencanakan


E.   Langkah-Langkah Pelaksanaan Strategi Pembelajaran Inkuiri

Secara umum proses pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajara inkuiri dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

1.     Orientasi
Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsif. Pada langkah ini, guru mengkondisikan agar siswa siap melaksanakan proses pembelajaran. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan dalam tahapan orientasi ini, yakni:
a.     Menjelaskan topik, tujuan, dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa.
b.    Menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan. Pada tahap ini dijelaskan langkah-langkah inkuiri sertatujuan setiap langkah, mulai dari langkah merumuskan masalah sampai dengan kesimpulan.
c.     Menjelaskan pentingnya topik dan kegiatan belajar, guna memberikan motivasi pada siswa.

2.    Merumuskan masalah
Merumuskan masalah merupakan langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan masalah, diantaranya:
a.     Masalah hendaknya dirumuskan sendiri oleh siswa.
b.    Masalah yang dikaji adalah masalah yang mengandung teka-teki yang jawabannya pasti. Artinya guru perlu mendorong agar siswa dapat merumuskan masalah yang menurut guru sudah ada, tinggal siswa mencari dan mendapatkan jawabannya secara pasti.
c.     Konsep-konsep dalam masalah adalah konsep-konsep yang sudah diketahui terlebih dahulu oleh siswa.

3.     Merumuskan hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji. Sebagai jawaban sementara, hipotesis perlu diuji kebenarannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan kemampuan menebak (berhipotesis) pada setiap anak adalah dengan mengajukan berbagai pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk dapat merumuskan jawaban sementara atau dapat merumuskan berbagai perkiraan kemungkinan jawaban dari suatu permasalahan yang dikaji.

4.    Mengumpulkan Data
Mengumpulkan data adalah aktivitas menyaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis. Dalam strategi pembelajaran inkuiri, mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting dalam pengembangan intelektual. Peran guru dalam tahapan ini adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk berpikir dan mencari informasi yang dibutuhkan.

5.    Menguji Hipotesis
Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Faktor penting dalam menguji hipotesis adalah pemikiran ‘benar’ atau ‘salah’. Setelah memperoleh kesimpulan dari data percobaan, siswa dapat menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Bila ternyata hipotesis itu salah atau ditolak, siswa dapat menjelaskan sesuai dengan proses inkuiri yang telah dilakukannya (Trianto; 2007).

6.    Merumuskan kesimpulan
Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Untuk mencapai kesimpulan yang akurat sebaiknya guru mampu menunjukkan pada siswa data mana yang akurat.


F.   Strategi pembelajaran inkuiri Biologi
Menurut Wena (2010), penggunaan model pembelajaran inkuiri biologi (biological science inquiry model) dalam pembelajaran didasari atas berbagai pertimbangan, yaitu sebagai berikut :

1.        Model pembelajaran ini khusus dirancang hanya untuk mata pelajaran biologi dan dalam beberapa hasil penelitian telah terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa (Joice and Weil, 1992).

2.       Model pembelajaran inkuiri Biologi memiliki prosedur dan langkah-langkah yang sistematis sehingga mudah diterapkan guru.

3.       Model pembelajaran inkuiri biologi dirancang dengan memadukan ketepatan strategi pembelajaran dengan cara otak bekerja selama proses pembelajaran.
Esensi dari model pembelajaran ini adalah mengajarkan pada siswa untuk memperoleh pengetahuan seperti halnya peneliti biologi melakukan penelitian. Sedangkan prosedurnya adalah melibatkan siswa dalam penyelidikan masalah yang sebenarnya (genuine problems) dengan cara melibatkan dalam penelitian, membantu siswa mengidentifikasi konsep atau metode, dan mendorong siswa menemukan cara untuk memecahkan masalah yang dihadapi (Weda, 2010).

1.     Tahap Pembelajaran
Menurut Weda (2010), model pembelajaran inkuiri biologi terdiri atas empat tahap, yaitu sebagai berikut.
a.       Investigasi (area of invertigation is posed to student).
b.      Penentuan Masalah (student structure the problem).
c.       Identifikasi masalah (student indentify the problem in the investigation).
d.      Penyimpulan/ penyelesaian masalah (student speculate on way to clear up the difficulty).

2.       Penerapan di Kelas
Menurut Wena (2010) secara ringkas kegiatan guru dan siswa selama proses pembelajaran dapat dijabarkan sebagai berikut:
No
Tahap
Pembelajaran
Kegiatan Guru
Kegiatan siswa
1.
Investigasi
a.      Memberikan permasalahan yang terkait dengan pembelajaran pada siswa.


b.    Mendorong dan membimbing siswa melakukan pengkajian/ investigasi terhadap permasalahan.

c.     Mendorong siswa aktif berpikir, belajar dan mencipta, mengeksplorasi.

d.    Mendorong siswa melakukan pengkajian lebih lanjut terhadap permasalah yang ada, mengumpulkan data, mengkaji, mengklasifikasikan data dan sejenisnya.

§  Membaca permasalahan secara umum.
§  Menganalisis masalah.
§  Mengumpulkan data.

Melakukan pengkajian/ investigasi terhadap permasalahan.


Menciptakan dan mengeksplorasi.


§  Melakukan pengkajian lebih lanjut terhadap permasalahan yang ada.
§  Mengumpulkan data, mengkaji, mengklasifikasikan data, dan sejenisnya.

2.

Penentuan
masalah

a.     Membimbing dan mengarahkan siswa untuk menentukan, memetakan masalah sesuai jenisnya.

b.    Membantu siswa untuk melihat keterkaitan antara kelompok/ jenis masalah serta membuat pohon permasalahan dan sejenisnya.

§  Memverifikasi dan memetakan data.
§  Menetukan masalah sesuai data yang ada.

Melihat keterkaitan antara kelompok/ jenis masalah dan membuat pohon permasalahan dan sejenisnya.


No.
Tahap
Pembelajaran
Kegiatan Guru
Kegiatan siswa
3.











 

4.
Identifikasi












Penyimpulan
a.     Membantu siswa melakukan identifikasi dan verifikasi permasalahan.



b.    Mendorong siswa mengembangkan hipotesis.
c.     Mendorong siswa mencari berbagai alternatif pemecahan masalah.

d.    Mendorong siswa mengembangkan kesimpulan sementara.

a.     Mendorong siswa untuk mencari pemecahan masalah yang paling tepat/ sesuai.


b.    Membimbing siswa menganalisis (kelemahan dan kekuatan) berbagai kesimpilan yang telah dibuat.
c.     Membimbing dan membantu siswa menetapkan suatu kesimpulan yang paling tepat.
Melakukan identifikasi permasalahan, mengembangkan hipotesis, mencari berbagai alternatif pemecahan dan mengembangkan kesimpulan sementara.

Mengembangkan hipotesis.

Mencari berbagai alternatif pemecahan masalah.


Mengembangkan kesimpulan sementara.


Menyimpulkan pemecahan masalah yang paling baik dan tepat untuk menyelesaikan soal yang ada.

Menganalisis (kelemahan dan kekuatan) berbagai kesimpulan yang telah dibuat.

Menetapkan suatu kesimpulan yang paling tepat.



G.    Kesulitan-Kesulitan Implementasi Strategi Pembelajaran Inkuiri

Strategi pembelajaran inkuiri merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dianggap baru khususnya di Indonesia. Terkait dengan itu terdapat beberapa kesulitan-kesulitan dalam penerapannya antara lain:

1.        Strategi pembelajaran inkuiri yang menekankan kepada proses berfikir yang bersandarkan kepada dua pokok yang sama pentingnya yaitu proses belajar dan hasil belajar.

2.       Sejak lama tertanam dalam budaya belajar siswa bahwa belajar pada dasarnya hanya menerima materi pelajaran dari guru, dengan demikian bagi mereka guru adalah sumber belajar yang utama. Budaya belajar semacam itu sudah terbentuk dan menjadi kebiasaan, maka akan sulit mengubah pola belajar mereka dengan menjadikan belajar sebagai proses berpikir.

3.       Berhubungan dengan sistem pendidikan kita yang dianggap tidak konsisten. Misalnya, sistem pendidikan menganjurkan bahwa proses pembelajaran sebaiknya menggunakan pola pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir melalui pendekatan student active learning atau yang biasa dikenal dengan CBSA atau melalui anjuran penggunaan kurikulum KBK, namun dilain pihak sistem evaluasi yang masih digunakan misalnya sistem ujian akhir nasional (UAN) berorientasi pada pengembangan aspek kognitif. Tentu saja hal ini menambah kebingungan guru sebagai pelaksana di lapangan.


H.      Keunggulan dan kelemahan Strategi Pembelajaran Inkuiri

1.     Keunggulan
Strategi pembelajaran inkuiri adalah strategi pembelajaran yang banyak dianjurkan karena strategi ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya :
a.       Strategi pembelajaran inkuiri merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui strategi ini lebih bermakna.
b.      Strategi pembelajaran inkuiri dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar yang sesuai dengan gaya belajar mereka.
c.       Strategi pembelajaran inkuiri merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman.
d.      Dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan diatas rata-rata. Artinya, siswa yang memiliki kemampuan belajar bagus tidak akan terhambat oleh siswa yang lemah dalam belajar.

Adapun keuntungan penggunaan strategi pembelajaran inkuiri menurut Slameto, diantaranya sebagai berikut :
1.     Siswa menjadi lebih aktif
2.    Dapat meningkatkan kemampuan intelektual siswa
3.     Meningkatkan kadar penghayatan kadar penghayatan cara berfikir dan cara hidup yang tepat dalam berbagai situasi nyata.

Adapun keuntungan penggunaan strategi pembelajaran inkuiri menurut Isjoni, diantaranya sebagai berikut :
1.     Dapat membentuk dan mengembangkan “self consept” pada diri siswa, sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar dan ide-ide lebih baik.
2.    Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru.
3.     Mendorong siswa berfikiran dan bekerja atas inisiatif sendiri, bersifat objektif jujur, dan terbuka.
4.    Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesisnya sendiri.
5.    Memberi kepuasan bersifat intristik.
6.    Proses belajar menjadi lebih merangsang.
7.     Memberi kebebasan siswa untuk berpikir sendiri.
8.    Guru dapat menghindari siswa dari cara-cara belajar yang tradisional.
9.    Dapat memberikan waktu pada siswa secukupnya sehingga mereka dapat mengasismilasi dan mengakomodasi informasi.


2.    Kelemahan

Disamping keunggulan, strategi pembelajaran inkuiri juga mempunyai kelemahan, diantaranya :

a.       Jika strategi pembelajaran inkuiri digunakan sebagai strategi pembelajaran, maka akan sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa

b.      Strategi ini sulit dalam merencanakan pembelajaran karena terbentur kebiasaan siswa dalam belajar.

c.       Kadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga guru sulit menyesuaikan dengan waktu yang telah ditentukan.

d.      Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi pelajaran, maka strategi pembelajaran inkuiri akan sulit diimplementasikan setiap guru.




Loading...

0 Response to "Strategi Inquiri"

Posting Komentar