Tehnik Umpan Balik

Loading...


TEKNIK MENDAPATKAN UMPAN BALIK
DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR


A. MENDAPATKAN UMPAN BALIK SISWA

Pola umum terjadinya interaksi belajar mengajar adalah terjadinya interaksi antara tiga unsur, yaitu: guru/pendidik, bahan dan anak didik. Bahan sebagai isi dari proses belajar mengajar disampaikan guru untuk diterima oleh anak didik. Bahan di sini sebagai perantara untuk terjadinya interaksi belajar mengajar antara guru dengan anak didik. Itu berarti tanpa bahan tidak akan terjadiinteraksi belajar mengajar.

Dalam kegiatan pengajaran tidak lain yang harus guru capai, kecuali bagaimana anak didik dapat menguasai bahan pelajaran secara tuntas (mastery). Masalah ini tetap aktual untuk dibicarakan dari dulu hingga sekarang. Sebab bagaimanapun juga keberhasilan pengajaran ditentukan sampai sejauh mana penguasaan anak didik terhadap bahan pelajaran yang disampaikan oleh guru. Untuk sampai ke sana, yaitu anak didik dapat menguasai semua bahan yang diberikan, tidak gampang; karena hal ini akan terpulang pada masalah bagaimana Umpan Balik yang di berikan oleh anak didik selama pengajaran berlangsung.

1. Makna Umpan Balik
Yang dimaksud dengan umpan balik adalah pemberian informasi yang diperoleh dari tes atau alat ukur lainnya kepada siswa untuk memperbaiki atau meningkatkan hasil pencapaian/hasil belajarnya.

Termasuk dalam “ alat ukur lainnya” itu adalah pekerjaan rumah ( PR ). Dan pertanyaan yang diajukan guru dalam kelas.Dari batasan ini dapat disimpulkan bahwa umpan balik berkaitan erat dengan kegiatan mengajar terdahulu yang dievaluasi dengan suatu alat evaluasi.Hasil evaluasi ini memberikan informasi mengenai sejauh mana penguasaan siswa terhadap materi yang disajikan dalam proses/kegiatan belajar mengajar.

Umpan balik hanya dapat berfungsi memperbaiki belajar siswa dalam kondisi tertentu saja. Hanya menyajikan tes  dan memberikan serta menyampaikan skor kepada siswa tidak terlalu mempengaruhi penampilan siswa. Baru bermanfaat apabila guru bersama siswa menelaah kembali jawaban – jawaban tes baik yang dijawab benar maupun salah oleh siswa diberikan kesempatan memperbaiki jawabannya yang salah itu.
Kondisi atau keadaan siswa maupun situasi pengajaran menentukan keberhasilan usaha pemberian umpan balik terhadap belajar siswa.Berikut ini beberapa ketentuan mengenai umpan balik :

1.     Umpan balik tidak mempermudah belajar jika :
         a. Siswa sudah mengetahui jawaban yang benar sebelum memberikan jawaban atas soal itu ( misalnya “ nyontek” jawaban yang benar dari temannya tanpa mengolah soal itu dalam pemikirannya sendiri ).
        b. Bahan yang hendak dipelajari terlalu sukar dimengerti oleh siswa sehingga siswa umumnya menebak jawaban soal – soal yang diberikan.

 2. Umpan balik membantu dan mempermudah belajar siswa apabila dipenuhi syarat – syarat berikut ini :
      a. Mengkonfirmasikan jawaban – jawaban benar yang diberikan siswa, dan menyampaikan kepadanya seberapa jauh dia mengerti belajar yang disajikan.
      b. Mengidentifikasikan kesalahan serta memperbaikinya atau menyuruh siswa memperbaiki sendiri.


2..Tujuan Umpan Balik

Umpan balik tidak sama dengan penilaian. Umpan balik hanya bertujuan untuk mencari informasi sampai dimana murid mengerti bahan yang telah dibahas.Selain itu murid/mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk memeriksa sampai dimana mereka mengerti bahan tersebut, sehingga mereka dapat melengkapi pengertian – pengertian yang belum lengkap.

Jam pelajaran atau jam kuliah selanjutnya tidak mungkin diberikan kalau
pengajar tidak tahu secara pasti hasil pelajaran sebelumnya. Pengajar
dapat mengetahui hasil pelajaran sebelumnya dengan cara :
     1. Lewat kesan yang diperoleh selama jam pelajaran itu sendiri.
     2. Lewat informasi sederhana dari pihak murid melalui pertanyaan – pertanyaan lisan yang diajukan oleh pengajar selama atau setelah jam pelajaran.
     3. Lewat informasi tertulis dari pihak murid yang diperoleh melalui ujian singkat.

Menurut Kardi dan Nur, untuk memberikan umpan balik yang efektif kepada siswa yang jumlahnya banyak, dapat digunakan beberapa pedoman yang patut dipertimbangkan, sebagai berikut :

a.  Memberikan umpan balik sesegera mungkin setelah latihan, hal ini tidak berarti umpan balik perlu diberikan kepada siswa dengan seketika, namun umpan balik seharusnya diberikan segera setelah latihan sehingga siswa dapat mengingat dengan jelas kinerja mereka sendiri.

b. Mengupayakan agar umpan balik jelas dan spesifik mungkin agar dapat membantu siswa. Misal “ Tiga kata tertulis salah pada makalah anda : efiktif, posatif, dan vartikal,” bukan “ Terlalu banyak kata yang salah ketik.

 c. Umpan balik ditujukan langsung pada tingkah laku dan bukan pada maksud yang tersirat dalam tingkah laku tersebut. Misal, “ saya tidak dapat membaca tulisan anda, karena jarak antara baris yang satu dengan baris yang lain terlalu rapat”, dan bukan “ Tulisan tidak rapi dan kurang jelas”

d. Menjaga umpan balik sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Umpan balik harus diberikan secara hati – hati agar berguna.Kadang – kadang siswa diberi umpan balik terlalu banyak atau umpan balik yang terlalu rumit bagi siswa untuk menanganinya.
e. Memberikan pujian dan umpan balik pada kinerja yang benar.

f. Membantu siswa memusatkan perhatiannya pada proses dan bukan pada hasil. Merupakan tanggungjawab guru agar siswa memusatkan perhatiannya pada proses atau teknik tertentu. Siswa perlu disadarkan, bahwa teknik yang salah dapat saja memberikan hasil tetapi hasil tersebut akan menjadi penghambat untuk perkembangannya lebih lanjut.
  g. Mengajari siswa cara memberi umpan balik kepada dirinya, sendiri, dan bagaimana menilai keberhasilan kinerjanya sendiri. Belajar bagaimana menilai keberhasilan sendiri dasn memberikan umpan balik kepada dirinya sendiri merupakan hal penting yang perlu di pelajari siswa.


3.  Fungsi Umpan Balik

Umpan balik mempunyai tiga fungsi utama, yakni fungsi informasional, motivasional, dan komunikasional.

1.   Fungsi Informasional
Tes sebagai alat penilaian pencapaian hasil belajar siswa diperiksa menurut riteria tertentu yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

Hasil tes itu, dengan demikian memberikan hasil tentang sejauh mana siswa telah menguasai materi yang diterimanya dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan informasi ini dapat di upayakan umpan balik berupa pengayaan atau perbaikan.

Informasi yang diberikan dalam umpan balik dibedakan atas lima tingkat, yakni :
a)    Tidak ada umpan balik
b)   Umpan balik berupa keterangan mengenai salah atau benar jawaban yang diberikan siswa
c)    Umpan balik berupa keterangan mengenai salah atau benarnya jawaban ditambah dengan menunjukkan jawaban yang benar (knowledge of the correct response / KCR)
d)   KCR + penjelasan
e)    KCR + pengajaran tambahan


4.  Fungsi Motivasional

Dengan pemberian umpan balik, maka tes sekaligus pula berfungsi sebagai motivator bagi para siswa untuk belajar.

Dalam kaitan dengan fungsi motivasional ini dipertanyakan manfaat penyampaian hasil belajar secara umum sebagai upaya umpan balik, misalnya melalui papan pengumuman.Sebagaimana umpan balik dapat berpengaruh secara negative kepada siswa disamping pengaruh positif yang dimaksud demikian pula pengumuman hasil evaluasi melalui papan pengumuman mempunyai dampak positif maupun negative kepada siswa disamping pengaruh positif yang dimaksud.

5.  Fungsi Komunikasional

Pemberian umpan balik merupakan komunikasi antara siswa dan guru. Guru menyampaikan hasil evaluasi kepada siswa dan bersama siswa membicarakan upaya peningkatan atau perbaikannya. Dengan demikian, melalui umpan balik siswa mengetahui letak kelemahannya, dan sendiri atau bersama guru bereaksi terhadap hasil tersebut.

Pada bagian terdahulu telah disinggung bahwa pola umum terjadinya interaksi belajar mengajar adalah terjadinya interaksi antara tiga unsure, yaitu guru, bahan, dan anak didik. Bahan sebagai isi dari proses belajar mengajar disampaikan guru untuk diterima oleh anak didik. bahan disini untuk perantara  untuk terjadinya interaksi belajar mengajar antara guru dengan anak didik. itu berarti tanpa bahan  tidak akan terjadi interaksi belajar mengajar. Apa yang harus guru ajarkan kepada anak didik bila guru tidak mempunyai bahan yang harus disampaikan kepada anak didik. apa yang harus diterima oleh anak didik bila guru tidak memberikan bahan dalam pengajarannya. Karena itu, bahan merupakan unsure yang penting dalam kegiatan tersebut.

Untuk mendapatkan umpan balik dari anak didik diperlukan beberapa tekhnik yang sesuai dan tepat dengan diri setiap anak didik sebagai makhluk individual. Berikut ini akan diuraikan beberapa tekhnik untuk mendapatkan umpan balik dari anak didik yaitu di antaranya :

1.        .Memancing Apersepsi Anak Didik

Anak didik adalah orang yang memiliki kepribadian dengan ciri-ciri yang khas sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhannya.Perkembangan dan pertumbuhan anak didik mempengaruhi sikap dan tingkah lakunya.Perkembangan dan pertumbuhan anak itu sendiri dipengaruhi oleh lingkungan kehidupan sosial masyarakatnya sehingga sikap, perilaku dan pandangan hidup anak dipengaruhi oleh lingkungan yang membentuknya. Contohnya perbedaan pengetahuan yang dimiliki oleh anak yang hidupnya di kota dengan anak yang hidupnya di desa.

Latar belakang kehidupan sosial anak penting untuk diketahui oleh guru.Sebab dengan mengetahui dari mana anak bersal, dapat membantu guru untuk memahami jiwa anak. Pengalaman apa yang dipunyai anak adalah hal yang sangat membantu untuk memancing perhatian anak Anak biasanya senang membicarakan hal-hal yang menjadi kesenangannya.

Dalam mengajar, pada saat yang tepat, guru dapat memanfaatkan hal-hal yang menjadi kesenangan anak untik diselipkan dalam melengkapi isi dari bahan pelajaran yang disampaikan.Tentu saja pemanfaatannya tidak sembarangan, tetapi harus sesuai dengan bahan pelajaran.Pendekatan realisasi ini dirasakan memudahkan pengertian dan pemahaman anak didik terhadap bahan pelajaran yang yang disajikan.

Pengalaman anak mengenai bahan pelajaran yang telah diberikan merupakan bahan apersepsi yang dipunyai oleh anak.Pengalaman atau pengetahuan anak tersebut dapat dimanfaatkan untuk memancing perhatian anak terhadap bahan pelajaran yang mau diberikan, sehingga anak terpancing untuk memperhatikan penjelasan guru.Dengan demikian, usaha guru menghubungkan pengetahuan yang telah dimiliki anak didik dengan pengetahuan yang masih relevan yang mau diberikan, merupakan teknik untuk mendapatkan umpan balik dari anak didik dalam pengajaran.

Bahan apersepsi sangat membantu anak didik dalam usaha mengolah kesan-kesan dari bahan pelajaran yang diberikan oleh guru.


2. Memanfaatkan Taktik Alat Bantu yang Akseptabel

Bahan pelajaran adalah isi yang disampaikan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Bahan yang akan disampaikan oleh guru itu bermacam-macam sifatnya, mulai dari yang mudah, sedang, sampai ke yang sukar. Tinjauan mengenai sifat bahan ini dikarenakan dalam setiap kali proses belajar mengajar berlangsung ada di antara anak didik yang kurang mampu memproses / mengolah bahan dengan baik, sehingga pengertian pun sukar didapatkan. Inteligensi adalah faktor lain yang menyebabkannya. Sukar dipahaminya penjelasan guru juga menjadi faktor penyebabnya

Guru yang menyadari kelemahan dirinya untuk menjelaskan isi dari bahan pelajaran yang disampaikan sebaiknya memanfaatkan alat bantu untuk membantu memperjelas isi dari bahan. Dalam dunia pengajaran dan pembelajaran, alat bantu yang dimaksud biasanya disebut media dalm pembelajaran itu sendiri. Media berasal dari kata latin yang merupakan bentuk jamak dari kata medium yang berarti perantara. Jadi secara harfiah media diartikan sebagai perantara atau pengantar pesan. Dalam bidang pendidikan, Association for educational Communications and Technology (AECT, 1977), yaitu suatu asosiasi yang bergerak dalam bidang teknologi komunikasi edan pendidikan, mendefinisikan media sebagai segala bentuk yan digunakan untuk menyalurkan informasi .

Telah disinggung di atas bahwa penggunaan alat bantu/media untuk memperjelas bahan pelajaran. Adapun tujuan lain yang tak kalah penting di dalm penggunaan alat bantu ini adalah:
a.       Memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh mata menjadi lebih besar
b.      Menyajikan benda atau peristiwa yang jauh kehadapan peserta
c.       Menyajikan peristiwa yang kompleks, rumit, berlangsung dengan cepat atau amat lambat menjadi lebih sistematis dan sederhana.
d.      Menampung sejumlah besar peserta untuk mempelajari materi pelajaran dalam waktu yang bersamaan.
e.       Menyajikan benda atau peristiwa berbahaya kehadapan siswa
f.        Meningkatkan daya tarik pelajaran dan perhatian siswa
g.       Meningkatkan sistematika pengajaran

Adapun manfaat dari penggunaan alat bantu/media dalam pembelajaran adalah:
a.       Untuk memperlancar interaksi antara guru dan siswa
b.      Proses belajar menjadi lebih menarik
c.       Proses belajar siswa menjadi lebih interaktif
d.      Jumlah waktu mengajar dapat dikurangi
e.       Meningkatkan kualitas belajar siswa
f.        Proses pembelajaran dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja

Menurut Basyiruddin Usman, media dapat digolongkan menjadi 8 kategori, yaitu:
a)      Realthing, dapat berupa manusia (guru) itu sendiri, benda sesungguhnya dan peristiwa yang terjadi. Pengajar adalah media utama dalam proses belajar-mengajar dan merupakan motivator atau fasilitas bagi siswa untuk mengoptimalkan kegiatan belajar.
b)     Verbal refresentation; berupa media tulis/cetak, buku teks dan sebagainya.
c)      Grafic Representation; berupa chart, diagram, gambar atau lukisan
d)     Still Picture; seperti foto, slide, film strif, dan media visual lainnya.
e)      Motion Picture; film, televisi, video, tape dan lainnya
f)       Audio Recording; pita kaset, real tape, piringan hitam, sound track dan sebagainya
g)     Simulation; berupa permainan yang menirukan kejadian yang sebenarnya, sebagai contoh simulasi perang-perangan dan lainnya.

Alat bantuyang akseptabel dapat dimanfaatkan sebagai taktik yang jitu untuk meningkatkan perhatian anak didik terhadap bahan pelajaran yang disampaikan oleh guru. Umpan balik pun terjadi seiring dengan proses belajar anak didik yang berkelanjutan.
3. Memilih Bentuk Motivasi yang Akurat

Proses belajar mengajar adalah suatu proses yang dengan sengaja diciptakan untuk kepentingan anak didik. Agar anak didik senang dan bergairah belajar, guru berusaha menyediakan lingkungan belajar yang kondusif dengan memanfaatkan semua potensi kelas yang ada.Motivasi merupakan faktor yang mempunyai arti penting bagi seorang anak didik. Apalah artinya anak didik pergi ke sekolah tanpa motivasi untuk belajar. Dalam usaha untuk membangkitkan gairah belajar anak didik, ada enam hal yang dapat dikerjakan oleh guru, yaitu:
1.        Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar
2.       Menjelaskan secara konkret kepada anak didik apa yang dapat dilakukan
3.       Memberikan ganjaran terhadap prestasi yang dicapai anak didik sehingga dapat merangsang untuk mendapat prestasi yang lebih baik dikemudian hari
4.      Membentuk kebiasaan belajar ang baik
5.       Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok
6.       Menggunakan metode yang bervariasi

Kemudian ada beberapa bentuk motivasi yang dapat guru gunakan guna mempertahankan minat anak didik terhadap bahan pelajaran yang diberikan, yaitu :
a.       Memberi Angka; Angka dimaksud sebagai simbol atau nilai dari hasil aktivitas belajar anak didik.
b.      Hadiah; Sesuatu yang diberikan kepada orang lain sebagai penghargaan/ cinderamata
c.       Pujian; alat motivasi yang positif
d.      Gerakan tubuh; bentuk mimik yang cerah, dengan senyum, mengangguk, acungan jempol, tepuk tangan, memberi salam, menaikkan bahu, menggelengkan kepala, menaikkan tangan.
e.       Memberi Tugas; suatu pekerjaan yang menuntut pelaksanaan untuk diselesaikan
f.        Memberi Ulangan; Salah satu strategi yang penting dalam pengajaran
g.       Mengetahui Hasil
h.      Hukuman, hukuman yang di maksudkan di sini tidak seperti hukuman penjara atau hukuman potong tangan, tetapi adalah hukuman yang bersifaat mendidik. Hukuman yang mendidik inilah yang di perlukan dalam pendidikan.

Peserta didik akan aktif dalam kegiatan belajarnya bila ada motivasi, baik itu motivasi ekstrinsik maupun instrinsik. Beberapa hal yang dapat merangsang tumbuhnya motivasi belajar aktif pada diri peserta didik, antara lain:
a.         Penampilan guru yang hangat dan menumbuhkan partisipasi positif
Sikap guru tampil hangat, bersemangat, penuh percaya diri dan antusias, serta dimulai dan pola pandang bahwa peserta didik adalah manusia-manusia cerdas berpotensi, merupakan faktor penting yang akan meningkatkan partisipasi aktif peserta didik.
b.        Peserta didik mengetahui maksud dan tujuan pembelajaran
Bila peserta didik telah mengetahui tujuan dari pembelajaran yang sedang mereka ikuti, maka mereka akan terdorong untuk melaksanakan kegiatan tersebut secara aktif.
c.         Tersedia fasilitas, sumber belajar, dan lingkungan yang mendukung
Bila di dalam kegiatan pembelajaran telah tersedia fasilitas dan sumber belajar yang “menarik” dan “cukup” untuk mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar maka hal itu juga akan menumbuhkan semangat belajar peserta didik.
d.        Adanya prinsip pengakuan penuh atas pribadi setiap peserta didik
Agar kesadaran akan potensi, eksistensi, dan percaya diri pada diri peserta didik dapat terus tumbuh, maka guru berkewajiban menjaga situasi interaksi agar dapat berlangsung dengan berlandaskan prinsip pengakuan atas pribadai setiap individu.
e.         Adanya konsistensi dalam penerapan aturan atau perlakuan oleh guru di dalam proses belajar mengajar

Macam-macam bentuk motivasi di atas dapat dimanfaatkan oleh guru untuk mendapatkan umpan balik dari anak didik dalam proses belajar mengajar.


3.  Menggunakan Metode yang bervariasi

Proses belajar dewasa ini menuntut seorang guru memiliki keterampilan atau metode yang beragam agar proses belajar tersebut menyenangkan dan mampu mengembangkan kemampuan muridnya. Metode merupakan hal yang lebih penting dari materi yang akan diajarkan. Menurut DR. Ahmad Tafsir, metode adalah cara yang paling tepat dan cepat, kata “cepat dan tepat disini sering diungkapkan dengan ungkapan efektif dan efisien . Di sini seorang guru harus memilih cara yang efektif dan efisien dalam mentransformasi dan mengembangkan pengetahuan muridnya dan metode dalam pembelajaran agama Islam adalah cara yang efektif dan efisien dalam mengajarkan agama Islam itu sendiri. Pengajaran yang efektif artinya pengajaran yang dapat dipahami murid secara sempurna, dalam hal ini ialah pengajaran yang berfungsi pada murid. “Berfungsi” artinya menjadi milik murid, pengajaran itu membentuk dan mempengaruhi pribadinya. Adapun pengajaran cepat adalah pengajaran yang tidak memerlukan waktu yang lama, artinya pengajaran tersebut difasilitasi alat–alat pembelajaran yang dapat mempermudah pemahaman murid terhadap materi yang diajarkan.

Metode adalah strategi yang tidak bisa ditinggalkan dalam proses belajar mengajar. Setiap kali mengajar guru pasti menggunakan metode. Metode yang digunakan itu tidak sembarangan, melainkan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Penggunaan metode yang bervariasi dapat menjembatani gaya-gaya belajar anak didik dalm menyerap bahan pelajaran. Umpan balik dari anak didik akan bangkit sejalan dengan penggunaan metode mengajar yang sesuai dengan kondisi psikologis anak didik.


Loading...

0 Response to "Tehnik Umpan Balik"

Posting Komentar