Inovasi Pendidikan


Inovasi Pendidikan


Inovasi adalah suatu ide, barang, kejadian, metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang , baik itu berupa hasil invention maupun diskoveri. Inovasi diadakan untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk memecahkan  suatu masalah tertentu.

Inovasi pendidikan adalah suatu perubahan yang baru, dan kualitatif berbeda dari hal (yang ada sebelumnya), serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan.

Inovasi pendidikan merupakan suatu pembaruan di bidang pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan itu sendiri. Inovasi tentu saja penting, karena perubahan jaman dan teknologi yang berubah dengan pesat, turut mempengaruhi minat belajar dan perhatian peserta didik. Seorang guru harus mampu meningkatkan minat dan kemauan belajar peserta didiknya melalui inovasi, disamping sudah banyaknya sumber ilmu pengetahuan jaman sekarang, sehingga teknologi menggantikan posisi guru sebagai tenaga pengajar (pemberi ilmu). Inovasi dibutuhkan oleh seorang guru sebagai pendidik dan fasilitator. Oleh karenanya, saya memikirkan beberapa motivasi untuk pendidikan di Indonesia kedepannya, diantaranya :


1. Inovasi Sistem (Kebijakan)

Sistem pendidikan di Indonesia saat ini kurang dijalankan dengan baik oleh pengelola proses pendidikan. Kebanyakan tenaga pengajar tidak memiliki keahlian dalam pengendalian proses belajar mengajar itu sendiri, sehingga hasil yang diinginkan kadang tidak tercapai. Inovasi yang sebaiknya dilakukan adalah meniadakan ujian nasional, karena UN hanya mementingkan hasil di banding proses, padahal banyak hal yang dapat mempengaruhi hal tersebut. Sistem pendidikan di Jepang juga bisa dijadikan Inovasi pendidikan di Indonesia, seperti :

Sistem pendidikan di Jepang dibangun atas prinsip-prinsip :

  • Legalisme
  • Administrasi yang demokratis
  • Netralitas
  • Penyesuaian dan penetapan kondisi pendidikan
  • Desentralisasi.

Pendidikan bertujuan :
  1. Mengembangkan kepribadian secara penuh dengan
  2. Berupaya keras membangun manusia yang sehat pikiran dan badan,
  3. Yang mencintai kebenaran dan keadilan,
  4. Menghormati perseorangan,
  5. Menghargai kerja,
  6. Mempunyai rasa tanggungjawab yang dalam, dan
  7. Memiliki semangat independen sebagai pembangun negara dan masyarakat yang damai.

Sistem administrasi pendidikan dibangun dalam empat tingkat: pusat, prefectural (antara propinsi dan kabupaten), municipal (antara kabupaten dan kecamatan), dan sekolah. Masing-masing tingkat administrasi pendidikan tersebut mempunyai peran dan kewenangan yang saling mengisi dan bersifat kerjasama. Disamping itu, terdapat asosiasi-asosiasi kepala sekolah, guru, murid, dan orang tua yang mendukung pengembangan sekolah.
Contoh tujuan pendidikan untuk tingkat sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) yang dirinci sampai tingkat kelas dapat dilihat dalam Gambar 1.


Gambar 1 Tujuan Pendidikan di Kawanigashi Junior Secondary School.

Tujuan pendidikan tersebut adalah untuk membesarkan anak yang sehat pikiran dan badan serta penuh estetika, sehingga dihasilkan murid yang ideal, yaitu murid yang selalu melatih diri sendiri, mengikuti aturan, bersedia bekerja secara sukarela, dan mempunyai dasar untuk berpikir secara internasional.

Selanjutnya, tujuan pendidikan di tingkat sekolah tersebut dijabarkan lagi ke dalam tujuan di masing-masing kelas seperti yang dapat dilihat dalam Gambar 1. (Kawanigashi Junior Secondary School, 2000).

Tujuan pendidikan ini lebih lanjut dijabarkan untuk setiap mata pelajaran dan bahkan untuk setiap pertemuan kelas. Untuk mencapai tujuan tersebut diuraikan materi apa yang akan dibahas, apa yang harus dilakukan murid, dan apa yang harus dilakukan guru, serta bagaimana cara melakukannya yang semuanya dinyatakan dalam rencana kerja (working plan) yang disiapkan guru untuk setiap pertemuan kelas. Dengan demikian, baik murid maupun guru memiliki pedoman arahan yang jelas dalam proses belajar-mengajar.


2. Inovasi Metode, Strategi, Model Pembelajaran

Pada pembelajaran yang inovatif, metode, strategi dan model pembelajaran sebaiknya disesuaikan dengan model kelas dan banyaknya jumlah siswa. Tentu saja metode ceramah tidak cocok digunakan pada kelas besar. Untuk kelas kecil, bisa digabungkan beberapa metode, seperti metode ceramah, diskusi, dan resitasi tanpa mempengaruhi banyaknya waktu yang dibutuhkan siswa untuk belajar. Pembelajaran yang inovatif lebih ditekankan kepada keaktifan siswa, dimana siswa lebih aktif mencari jawaban dari masalah atau ilmu pengetahuan, sedangkan guru menarik minat belajar siswanya dengan motivasi atau mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan yang menarik. Menurut saya, inovasi yang sebaiknya dilakukan adalah membebaskan guru untuk menentukan metode pembelajaran yang sesuai dengan siswa, membagi siswa ke dalam kelompok sesuai dengan gaya belajar siswa, yaitu siswa pendengar, siswa pelihat, dan siswa yang aktif berpartisipasi, dibagi ke dalam kelas yang berbeda agar guru bisa menggunakan metode yang sesuai.

Metode pembelajaran di Jepang juga bisa dijadikan inovasi pendidikan di Indonesia, melihat jauhnya perkembangan negara Jepang, metode pengajaran yang digunakan di sekolah-sekolah di Jepang adalah kombinasi dari :

  • Penjelasan dari dan tanya jawab dengan guru,
  • Diskusi antar murid, dan
  • Eksplorasi oleh murid sendiri dengan menggunakan alat pembelajaran.

Di awal biasanya murid memberikan penjelasan sebagai pengantar, kemudian murid melakukan diskusi sesama mereka dan atau mengeksplorasi menggunakan alat pembelajaran seperti multimedia, laboratorium, dll. sesuai dengan mata pelajaran dan kebutuhan. Hasil diskusi dan atau eksplorasi tersebut lalu dipresentasikan di depan kelas dengan bimbingan guru.


3. Inovasi Media

Inovasi media pembelajaran perlu, sebagai alat penyalur ilmu pengetahuan itu sendiri. Kapur papan tulis  dianggap tidak layak lagi digunakan dewasa ini. Komputer, dengan teknologi e-learningnya sudah sering digunakan dalam proses belajar mengajar. Menurut saya, media yang dibutuhkan oleh pelajar saat ini selain guru adalah komputer dan akses internet, dimana selain pelajar mendapatkan pelajaran dari guru, juga bisa menambahkan referensi dari internet, atau tambahan video materi pembelajaran yang terkait, sehingga siswa lebih mengerti. Pengiriman tugas melalui email juga turut mengembangkan kemampuan siswa menggunakan teknologi.

Dalam proses mengajar, seorang guru sebaiknya menggunakan media pembelajaran yang inovatif, seperti komputer, lengkap dengan LCD-nya, agar guru bisa menambahkan referensi bahan ajarnya kepada peserta didik dalam kelas. Namun, hal itu tidak mengurangi kemampuan memaparkan materi guru, didampingi dengan white board dan spidol.

Media inovatif lainnya yang turut menunjang peningkatan mutu pendidikan adalah torsi (misalnya untuk deskripsi alat-alat/organ tubuh), movie maker atau video yang berkaitan dengan fisiologi, dan lembar kerja siswa dengan menggunakan e-learning. Walaupun demikian, tentu masih ada hambatan, misalnya jaringan internet yang lemah. Disini guru yang inovatis harus kreatif menghadapi hal yang demikian.


By Muliana G. H., S. Pd - 2015

0 Response to "Inovasi Pendidikan"

Posting Komentar