Sistem Ekskresi Pada Hewan

Loading...

Sistem Ekskresi Pada Hewan

Muliana G. H., S. Pd 

Pendidikan Biologi. Sistem Ekskresi adalah sukumpalan organ ekskresi yang bekerja pada mahkluk hidup yang berfungsi untuk mengeluarkan zat sisa atai ekskrit yang merupakan sisa-sia dari proses metabolesme di dalam tubuh. zat sisa ini tidak memiliki fungsi lagi bagi tubuh dan harus dikeluarkan dari tubuh. Adapun contoh-contoh dari zat tersebut adalah Karbon dioksida, air berlebih, Amonia, zat sisa warna Empedu dan asam urat. Sesuai dgn jenis mahluk hidupnya, sistem ekskresinya sangat bervariasi dalam fungsi dan kompleksitas. Semakin tinggi tingkatan takson suatu makhluk, umumnya semakin kompleks sistem ekskresinya 

Pada prinsipnya, terdapat beberapa ginjal pada vertebrata, yaitu:
  • Pronefros
  • Opistonefros
  • Mesonefros
  • Metanefros 

Ginjal manusia Sistem Ekskresi Pada Hewan
Gambar Sistem Ekskresi pada Ginjal




Sistem Ekskresi Invertebrata


Bagan Mahkluk Hidup Invertebrata sistem Ekskresi
Bagan Kelompok Mahkluk Hidup Invertebrata

a). Protozoa – Paramecium caudatum
Protozoa, Paramecium caudatum alat ekskresinya : rongga berdenyut (vakuola kontraktil)— Yaitu melalui kulit secara difusi melalui dinding sel dan osmosis. Disebut vakuola kontraktil karena dapat membesar & mengecil Selain untuk ekskresi, vakuola kontraktil juga berfungsi sebagai pengatur tekanan osmosis, sehingga vakuola kontraktil disebut sebagai osmoregulator (untuk mengatur kadar air dalam sel)

a). Protozoa – Paramecium caudatum sistme ekskresi
Protozoa

b). Platyhelminthes – Turbellaria


c). Annelida – Cacing Tanah
Sistem ekskresi cacing tanah : metanefridium. Setiap segmen tubuh cacing tanah mengandung sepasang nefridium, kecuali pada tiga segmen pertama dan satu segmen terakhir. Setiap nefridium terdiri atas 3 bagian :
  1. Nefrostoma : corong bersilia yang terdapat pada rongga tubuh semua (pseudoselom)
  2. Saluran atau pipa halus yg berliku, disebut duktus ekskretorius. Bagian akhir dari saluran ini membesar dan ujung akhir saluran ini berakhir pada nefridiopor (lubang nefridia)
  3. Nefridiopor : lubang tempat muara sisa metabolisme, terletak pada permukaan ventral tubuh cacing. Jumlahnya tiap segmen sepasang
Sistem Ekskresi pada Annelida
Sistem Ekskresi pada Annelida
d). Serangga – Belalang
Alat ekskresi belalang : pembuluh malpighi. Pembuluh malphigi berupa kumpulan benang halus berwarna putih kekuningan dengan jumlah banyak dan pengkalnya melekat pada pangkal dinding susu. Pembuluh ini melekat pada satu tau kedua ujung usus menuju rongga tubuh ke segala arah. Saat cairan bergerak lewat bagian proksimal pembuluh Malpighi, bahan yg mengandung nitrogen diendapkan sebagai asam urat, sedangkan air & gram diserap kembali secara osmosis & transpor aktif. Asam urat & sisa air masuk ke usus halus, & sisa air diserap lagi, sehingga kotoran serangga berupa butiran-butiran padat mengandung kristal asam urat. Disamping pembuluh malphigi, serangga juga memiliki sistem trakea untuk mengeluarkan zat sisa hasil oksidasi berupa CO2

Seranga

Serangga – Pembuluh Malphigi Sistem eksresi pada belalang
Serangga – Pembuluh Malphigi

Sistem Ekskresi Vertebrata

Sistem Ekskresi HEwan Vertebrata
Bagan Famili Hewan vertebrata

Sistem Ekskresi pada hewan tingkat tinggi

a). Pisces – Ikan
— Alat ekskresi ikan : sepasang ginjal yg memanjang (opistonefros). Pada beberapa jenis ikan, saluran ginjal menyatu dengan saluran kelamin yg disebut saluran urogenital (terletak di belakang anus), sedangkan beberapa jenis ikan lain memiliki kloaka. Urin dikeluarkan melalui kloaka atau porus urogenitalis





Alat ekskresi ikan: 
  • Insang mengeluarkan CO2 dan H2O.
  • Kulit, kelenjar kulit mengeluarkan lendir air.
  • Sepasang ginjal (sebagian besar) yang mengeluarkan urine.
Perbandingan mekanisme osmoregulasi pada ikan air tawar & ikan air laut 








b). Amfibi – Katak
Alat ekskresi katak : sepasang ginjal (opistonefros). Zat sisa ayng diambil oleh ginjal akan disalurkan melalui ureter menuju ke kantong kemih yang merupakan kantong berdinding tipis yang terbentuk dari tonjolan dinding kloaka. Fungsinya : untuk menyimpan urin sementara


c). Reptil – Kadal
Sistem ekskresi reptil : ginjal, paru-paru, kulit, & kloaka. Kloaka merupakan satu-satunya lubang untuk mengeluarkan zat-zat hasil metabolisme. Reptil yg hidup di darat sisa hasil metabolismenya berupa asam urat yang dikeluarkan dalam bentuk bahan setengah padat berwarna putih


d). Aves – Burung
Alat ekskresi burung : ginjal (metanefros), hati, paru-paru, dan kulit. Saluran ginjal, saluran kelamin, & saluran pencernaan bermuara pada sebuah lubang yg disebut kloaka. Saluran ekskresi terdiri dari sepasang ginjal berwarna coklat yang menyatu dengan saluran kelamin pada bagian akhir usus (kloaka). Burung mengekskresikan zat berupa asam urat & garam. Kelebihan kelarutan garam akan mengalir ke rongga hidung dan keluar melalui nares 




e). Mamalia – Manusia
Alat ekresi pada manusia, yaitu ginjal (ren), hati (hepar), paru-paru (pulmo), dan kulit. Ginjal menyaring darah menghasilkan urin melalui proses filtrasi, reabsorbsi, dan augmentasi



Loading...

0 Response to "Sistem Ekskresi Pada Hewan"

Posting Komentar