Assesmen Portofolio (Assesmen & Evaluasi Pendidikan)

Loading...

Makalah Evaluasi & Assesmen Pendidikan
Assesmen Portofolio

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang 

Biologimu.com Pendidikan dewasa ini semakin berkembang sehingga menuntut seorang guru harus memiliki berbagai kompetensi profesionalisme dan keterampilan sebagai seorang pengajar dan pendidik. Salah satu keterampilan yang harus dimiliki seorang guru adalah keterampilan untuk mengevaluasi dan assesmen (penilaian) terhadap peserta didiknya termasuk penilaian portofolio. 

Portofolio dapat diartikan sebagai kumpulan hasil belajar atau karya peserta didik yang menunjukkan usaha, perkembangan, prestasi belajar peserta didik dari waktu ke waktu dan dari satu mata pelajaran ke pelajaran yang lain. Portofolio berfungsi untuk mengetahui perkembangan pengetahuan peserta didik dan kemampuan dalam mata pelajaran tertentu, serta pertumbuhan kemampuan peserta didik. Dalam prakteknya, portofolio dilandasi 4 pilar pendidikan, yaitu learning to do, learning to know, learning to be, learning to live together

Learning to do, agar peserta didik mampu berbuat untuk memperkaya pengalaman belajarnya dengan meningkatkan interaksi dengan lingkungan, sosial maupun budaya. Learning to know, agar peserta didik dapat membangun pemahaman dan pengetahuannya terhadap dunia sekitarnya. Learning to be, agar peserta didik mampu membangun pengetahuan dan kepercayaan dirinya. Learning to live together, agar peserta didik dapat berinteraksi dan membentuk kepribadiannya, memahami kemajemukkan dan melahirkan sikap-sikap positif dan toleran terhadap keanekaragaman dan perbedaan hidup. 

Kita dapat mengetahui berdasarkan pemaparan di atas bahwa penilaian portofolio penting untuk diketahui oleh seorang guru. Oleh karenanya, penulis menyusun makalah sederhana ini di samping sebagai tugas mata kuliah assesment pembelajaran. 

B. Rumusan Masalah 
  1. Apa definisi penilaian portofolio ?
  2. Apakah tujuan, prinsip, dan fungsi penilaian portofolio ?
  3. Apakah perbedaan tes dan penilaian portofolio ?
  4. Bagaimanakah bentuk penilaian portofolio dan prinsip-prinsip khusus untuk mengimplementasikan portofolio ?
  5. Bagaimana pedoman penerapan penilaian portofolio, pemilihan isi penilaian portofolio, cara menilai portofolio, dan perencanaan portofolio oleh guru ?
  6. Apa sajakah hambatan yang di hadapi dalam penilaian portofolio ?
  7. Bagaimana contoh penilaian dan pedoman penskoran, serta pembobotan penilaian portofolio ?
  8. Apakah keuntungan menggunakan portofolio ?
  9. Apa saja isu-isu teknis tentang portofolio ?
C. Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran yang termuat dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
  1. Mahasiswa mengetahui definisi penilaian portofolio
  2. Mahasiswa mengetahui tujuan, prinsip, dan fungsi penilaian portofolio
  3. Mahasiswa dapat membedakan tes dan penilaian portofolio
  4. Mahasiswa mengetahui bentuk penilaian portofolio dan prinsip-prinsip khusus untuk mengimplementasikan portofolio
  5. Mahasiswa mengetahui pedoman penerapan penilaian portofolio, pemilihan isi penilaian portofolio, cara menilai portofolio, dan perencanaan portofolio oleh guru
  6. Mahasiswa mengetahui hambatan yang di hadapi dalam penilaian portofolio
  7. Mahasiswa mengetahui contoh penilaian dan pedoman penskoran, serta pembobotan penilaian portofolio
  8. Mahasiswa mengetahui keuntungan menggunakan portofolio
  9. Mahasiswa mengetahui isu-isu teknis tentang portofolio

BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi penilaian portofolio

Penilaian portofolio lahir dari pemikiran konstruktivisme yang menganggap inti kegiatan pendidikan adalah memulai pelajaran dari “apa yang diketahui peserta didik” dan guru berperan sebagai “fasilisator dan penyedia kondisi”. Penilaian portofolio didasarkan pada koleksi atau kumpulan pekerjaan yang diberikan guru kepada siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran. Melalui penilaian portofolio siswa dapat menunjukkan perbedaan kemampuan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru dari waktu ke waktu dan atau dibandingkan dengan hasil karya siswa lain.

Penilaian portofolio dapat terfokus pada proses belajar mengajar serta dapat memberikan informasi tentang kelebihan dan kekurangan siswa. Dalam penilaian portofolio siswa memiliki kesempatan yang lebih banyak untuk menilai diri sendiri dari waktu ke waktu.

Pada waktu kita menerapkan penilaian portofolio hendaknya diperhatikan beberapa hal berikut :


  • Memperhatikan perkembangan pemahaman siswa pada perode tertentu (misalnya portofolio meliputi pengkopian catatan, kerangka awal, draft kasar, kritik struktur, dan finalisasi tulisan);
  • Menunjukkan suatu pemahaman dari banyak konsep dan topic yang diberikan (misalnya portofolio meliputi beberapa tulisan pendek, uraian singkat);
  • Mendemonstrasikan perbedaan bakat (misalnya portofolio meliputi hasil ilustrasi kemampuan menulis, kombinasi cetak, dan bukan cetak);
  • Mendemonstrasikan kemampuan untuk menunjukkan pekerjaan yang original (misalnya portofolio meliputi hasil produksi artistik/estetik seperti sajak, music, gambar, rencana pelajaran, video tape);
  • Mendemonstrasikan kegiatan selama periode waktu tertentu dan merangkum arti dari kegiatan tersebut (misalnya portofolio meliputi hasil kegiatan selama internsip atau proyek riset dengan menyesuaikan kategori yang ada, catatan harian, jurnal)
  • Mendemonstrasikan kemampuan menampilkan dalam suatu variasi konteks tempat tertentu
  • Mendemonstrasikan kemampuan untuk mengintegrasikan teori dan praktek
  • Merefleksikan nilai-nilai individu, pandangan dunia baru atau orientasi filosofi.
B. Tujuan, prinsip, dan fungsi penilaian portofolio

a). Tujuan penilaian portofolio

Tujuan portofolio ditetapkan berdasarkan apa yang harus dikerjakan dan siapa yang akan menggunakan jenis portofolio. Dalam penilaian di kelas, portofolio dapat digunakan untuk mencapai beberapa tujuan antara lain :
  1. Menghargai perkembangan yang di alami siswa
  2. Mendokumentasikan proses pembelajaran yang berlangsung
  3. Memberi perhatian pada prestasi kerja siswa yang terbaik
  4. Merefleksikan kesanggupan mengambil resiko dan melakukan eksperimental
  5. Meningkatkan efektifitas proses pengajaran
  6. Bertukar informasi dengan orang tua wali siswa dan guru lain
  7. Membina dan mempercepat pertumbuhan konsep diri positif pada siswa
  8. Meningkatkan kemampuan melakukan refleksi diri
  9. Membantu siswa dalam merumuskan tujuan
b). Prinsip penilaian portofolio

Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dan dijadikan sebagai pedoman dalam penggunaan penilaian portofolio di sekolah antara lain :
  1. Saling percaya (mutual trust) antara guru dan siswa. Dalam proses penilaian portofolio Guru dan siswa harus memiliki rasa saling mempercayai. Mereka harus merasa sebagai pihak-pihak yang saling memerlukan dan memiliki semangat untuk saling membantu. Oleh karena itu, mereka harus saling terbuka dan jujur satu sama lain. Dengan demikian, akan terwujud hubungan yang wajar dan alami, yang memungkinkan proses pendidikan berlangsung dengan baik.
  2. Kerahasiaan bersama (confidentiality) antara guru dan siswa. Kerahasiaan hasil pengumpulan bahan dan hasil penilaiannya perlu dijaga dengan baik, tidak disampaikan kepada pihak-pihak lain yang tidak berkepentingan. Pelanggaran terhadap norma ini, selain menyangkut etika, juga dapat member dampak negative kepada proses pendidikan anak siswa.
  3. Milik bersama (joint ownership) antara siswa dan guru. Guru dan siswa perlu merasa memiliki bersama berkas portofolio. Oleh karena itu, guru dan siswa perlu menyepakati bersama di mana hasil karya yang telah dihasilkan siswa akan disimpan, dan bahan-bahan baru yang akan dimasukkan. Dengan demikian siswa akan merasa memiliki terhadap hasil kerja mereka, dan akhirnya akan tumbuh rasa tanggung jawab pada diri mereka.
  4. Kepuasan (satisfaction), hasil kerja potofolio seyogyanya berisi keterangan-keterangan dan atau bukti-bukti yang memuaskan bagi guru dan siswa. Portofolio hendaknya juga merupakan bukti prestasi cemerlang siswa dan keberhasilan pembinaan guru. 
  5. Kesesuaian (relevance), hasil kerja yang dikumpulkan adalah hasil kerja yang berhubungan denga tujuan pembelajaran yang relevan dengan tujuan pembelajaran dalam kurikulum.
  6. Penilaian proses dan hasil. Penilaian portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil. Proses belajar yang dinilai misalnya diperoleh dari catatan perilaku harian siswa (anecdot) mengenai sikapnya dalam belajar, antusias tidaknya dalam mengikuti pelajaran dan sebagainya. Aspek lain dari penilaian portofolio adalah penilaian hail, yaitu menilai hasil akhir suatu tugas yang diberikan oleh guru.
c). Fungsi penilaian portofolio

Portofolio tidak hanya merupakan tempat penyimpanan hasil pekerjaan siswa, tetapi juga merupakan sumber informasi untuk guru dan siswa. Portofolio berfungsi untuk mengetahui perkembangan pengetahuan siswa. Portofolio memberikan bahan tindak lanjut dari suatu pekerjaan yang telah dilakukan siswa sehingga guru dan siswa berkesempatan untuk mengembangkan kemampuannya. Portofolio dapat pula berfungsi sebagai alat untuk melihat:
  1. Perkembangan tanggungjawab siswa dalam belajar
  2. Perluasan dimensi belajar
  3. Pembaharuan kembali proses belajar-menagajar
  4. Penekanan pada pengembangan padangan siswa dalam belajar.
3. Perbedaan tes dan penilaian portofolio

Penilaian portofolio memiliki kelebihan dalam beberapa hal, terutama lebih objektif dilihat dari hasil kerja siswa yang dilakukannya, dan secara langsung berhubungan dengan proses kegiatan belajar mengajar. Perbedaan antara penilaian portofolio dan tes sebagai alat evaluasi adalah sebagai berikut:

No.
Tes
Portofolio
1.
Menilai siswa berdasarkan sejumlah tugas yang terbatas.
Menilai siswa berdasarkan seluruh tugas dan hasil kerja yang berkaitan dengan kinerja yang dinilai.
2.
Yang menilai hanya guru berdasarkan masukan yang terbatas.
Siswa turut serta dalam menilai kemajuan yang dicapai dalam penyelesaian berbagai tugas dan perkembangan yang berlangsung selama proses pembelajaran.
3.
Menilai semua siswa dengan menggunakan satu kriteria.
Menilai setiap siswa berdasarkan pencapaian masing-masing dengan mempertimbangkan juga faktor perbedaan individual.
4.
Proses penilaian tidak kolaboratif (tidak ada kerja sama terutama antara guru, siswa dan orang tua).
Mewujudkan proses penilaian yang kolaboratif.
5.
Penilaian diri oleh siswa bukan merupakan sutau suatu tujuan.
Siswa menilai dirinya sendiri menjadi suatu tujuan.
6.
Yang mendapatkan perhatian dalam penilaian hanya pencapaian.
Yang mendapatkan perhatian dalam penialain meliputi kemajuan, usaha, dan pencapaian.
7.
Terpisah antara kegiatan pembelajaran, testing dan pengajaran.
Terkait erat antara kegiatan penilaian, pengajaran dan pembelajaran.

D. Bentuk penilaian portofolio dan prinsip-prinsip khusus untuk mengimplementasikan portofolio

a). Bentuk penilaian portofolio

Menurut Nitko, secara umum penilaian portofolio dapat dibedakan menjadi 5 bentuk yaitu:
  1. Portofolio ideal (ideal portofolio)
  2. Portofolio penampilan (show portofolio)
  3. Porofolio dokumentasi (documentary portofolio)
  4. Portofolio evaluasi (evaluation portofolio)
  5. Portofolio kelas (classroom portofolio)
Sedangkan menurut Fosters dan Masters (1998) membedakan penilaian portofolio dalam 3 kelompok yaitu :

a. Portofolio kerja (working portofolio)

Portofolio kerja adalah usaha mandiri yang telah dilakukan siswa atau usaha bersama dari kelompok siswa. Hal-hal yang harus dilakukan siswa dan dinilai dalam penilaian portofolio antara lain berupa draft, pekerjaan yang belum selesai, atau pekerjaan terbaik yang bisa dilakukan siswa.

Berbagai macam tugas yang setara atau yang berbeda disajika kepada siswa siswa boleh memilih tugas-tugas yang dianggap cocok untuk mereka. Guru juga dapat memutuskan apa yang harus dikerjakan siswa. Siswa dapat bekerja sama dengan siswa lain dalam mengerjakan tugas tertentu. Portofolio kerja menyediakan data tentang:
  • Cara siswa mengorganisasi dan mengelola kerja
  • Ditunjukkan melalui prestasi belajar siswa (chievement)
Hasil kerja siswa dalam penilaian siswa dan portofolio jenis ini digunakan dalam diskusi antara siswa dan guru. Ini akan membuat guru mengenal kemajuan siswa dan memungkinkan guru menolong siswa untuk mengidentifikasi kelemahan, kelebihan serta kelayakan dalam merancang dan meningkatkan pengajaran.

b. Portofolio dokumentasi (documentary portofolio)

Portofolio dokumentasi adalah koleksi hasil kerja siswa yang khusus digunakan untuk penilaian. Tidak seperti portofolio kerja yang pengkoleksiannya dilakukan dari hari ke hari, dokumentasi portofolio adalah seleksi hasil kerja terbaik siswa yang akan diajukan dalam penilaian. Dengan demikian portofolio dokumentasi adalah koleksi dari sekumpulan hasil kerja siswa selama kurun waktu tertentu.

Portofolio dokumentasi tidak hanya berisi hasil kerja siswa, tetapi semua proses yang digunakan oleh siswa untuk menghasilkan karya tertentu. Portofolio dokumentasi dalam penilaian portofolio bahasa inggris, misalnya mungkin tidak hanya berisi tentang hasil akhir tulisan siswa, tetapi juga berbagai macam draf dan komentar siswa tentang hasil tersebut. Draf dan komentar siswa harus dipilih untuk menyajikan draf yang paling bagus dari yang dihasilkan siswa. Semua ini dilakukan dalam rangka menunjukkan proses penilaian, dan guru dapat menggunakannya sebagai bahan penilaian dan pengkajian tentang bagaimana siswa merencanakan, dan menghasilkan tulisan serta cara mereka menulis.

Kegunaan portofolio dokumentasi sebagai sumber portofolio bergantung pada:
  • Bagaimana hasil karya siswa berhubungan dengan indicator hasil belajar yang telah diterapkan, dan
  • Isi penilaian portofolio yang dihasilkan siswa menunjukan kelemahan dan kelebihan siswa
Isi penilaian portofolio harus menyajikan suatu bukti yang berkaitan dengan kompetensi dasar dan indikator pencapaian hasil belajar yang telah ditentukan. Untuk menunjukkan hal ini, kegiatan belajar mengajar harus sesuai dengan indikator pencapaian hasil belajar yang telah ditentukan. Jika kemampuan problem solving sebagai salah satu tujuan yang hendak dicapai dalam pembelajaran matematika misalnya, tetapi kegiatan belajar mengajar dikelas hanya memfokuskan pada latihan menghitung, maka hasil kerja siswa tidak akan menunjukan hasil kerja yang berkaitan dengan problem solving sebagai bagian dari documentary portofolio dokumentasi, melainkan hanya menghitung.

c. Portofolio penampilan (show portofolio)

Portofolio penampilan (show fortofolio) digunakan untuk memilih hal-hal yang paling baik yang menunjukan bahan atau pekerjaan terbaik yang dihasilkan oleh siswa. Portofolio pertunjukan bertujuan untuk menyeleksi pekerjaan terbaik yang dilakukan oleh siswa. Tidak seperti portofolio dokumentasi, portofolio pertunjukan tidak mencakup proses pekerjaan, perbaikan dan penyempurnaan pekerjaan siswa. Portofolio pertunjukan di gunakan untuk tujuan seperti seleksi, sertifikasi, maupun penilaian kelas. Untuk tujuan yang lebih rumit, yang sangat memerlukan perbandingan, validitas perbandingan haruslah benar-benar diperhatikan oleh beberapa penilai adalah perlunya reliabilitas, yaitu apakah skor yang diberikan kepada hasil kerja siswa konsisten.

Perencanaan portofolio pertunjukan: Portofolio pertunjukan dirancang untuk menunjukan hasil kerja siswa yang terbaik dalam satu tujuan pembelajaran atau dalam kurun waktu tertentu. Portofolio pertunjukan sangat berguna untuk penilaian sumatif yang bergantung :
  • Seberapa baik isi portofolio mengacu pada tujuan pembelajaran yang telah ditentukan
  • Seberapa baik hasil kerja siswa telah menujukan kemampuan siswa yang sebenarnya
Penilaian portofolio haruslah menunjukan kemampuan siswa yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh kurikulum, yaitu hasil kerja peserta didik harus sesuai dengan tujuan pembelajaran dan hasil belajar yang telah ditetapkan.

Tidaklah mudah menjawab pertanyaan seberapa banyak hasil pekerjaan siswa dapat menunjukkan kemampuan peserta didik sesuai dengan cakupan yang dituntut oleh kurikulum. Edward Haertel menyarankan untuk menggunakan prinsip nilai tambah “value-added principel” yaitu para pengembang portofolio memilih hasil kerja peserta didik dan bertanya: “Informasi apa yang akan bertambah apabila suatu hasil kerja siswa akan dimasukkan sebagai bahan penelitian?jika jawabannya tidak ada untuk beberapa hasil kerja siswa, maka kurikulum telah tercapai.

Jika dalam portofolio dimasukkan untuk menjawab penilaian yang akan valid tentang kemampuan peserta didik dalam bidang tertentu, maka faktanya tidak boleh dicampur dengan hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan kemampuan peserta didik dalam bidang tertentu. Tugas portofolio dirancang untuk menilai kemampuan matematika misalnya, maka isi portofolio tidak akan menyangkut penilaian kemampuan membaca (reading ability).
  • Portofolio pertunjukan hanya menunjukan hasil kerja terbaik dan hanya menunjukan hasil akhir
  • Portofolio menunjukan harus menggambarkan kurikulum dan menunjukkan hasil kerja sendiri
b). Prinsip-prinsip khusus untuk mengimplementasikan portofolio

Untuk keberhasilan penilaian portofolio, ada sejumlah prinsip yang harus dipegang teguh oleh guru, yaitu: 
  1. Akurasi data, artinya karya siswa yang dapat dijadikan portofolio adalah kumpulan dokumen peserta didik pada tahun pelajaran yang sedang berlangsung. 
  2. Ketepatan waktu, artinya karya anak dibuat berdasarkan tahapan indikator yang harus dipelajari, jangan samapi ditumpuk diakhir atau dikerjakan dalam satu waktu, tetapi dipetakan dalam kurun semester. 
  3. Kelengkapan informasi, artinya evidence yang dikumpulkan anak lengkap mulai dari apa yang dipelajari, apa yang pernah dikerjakan, berikut lembar kerja dan hasil-hasil pekerjaan yang dikerjakan.
  4. Keterbacaan dokumen, artinya dokumen portofolio harus dalam keadaan yang jelas terbaca, sehingga setiap saat diperlukan dapat segera diperoleh informasinya. 
  5. Kepraktisan dokumen, artinya karya siswa yang beragam bentuk harus disesuaikan dalam satu bendelan atau satu set bendelan. 
  6. Perencanaan. Kemungkinan siswa dapat menghasilkan banyak evidence maka guru harus merencanakan secara cermat, kapan? Pada materi yang mana? Berapa banyak? Evidence menjadi tagihan bagi anak. 
  7. Penataan dokumen. Untuk kepentingan penggunaan dokumen, maka guru menata evidence apakah berdasarkan kelompok evidence, atau berdasar waktu pengumpulan atau kategori lainnya. 
  8. Pengadministrasian dokumen. Setiap karya yang mendukung terhadap pencapaian kompetensi peserta didik harus dicatat dalam buku harian anak atau buku catatan nilai anak. 

Serangkaian gagasan yang diperlukan guru ketika mereka merancang penilaian portofolio. Gagasan ini mencakup tujuan portofolio, isi, seleksi dan penilaian. Ringkasan check list tentang merancang penilaian portofolio juga disajikan di bagian akhir. 

1). Penentuan Tujuan

Beberapa hal yang sangat penting dalam penentuan tujuan penilaian porfolio adalah sebagai:
  1. Guru harus menentukan tujuan portofolio, apakah guru akan memantau proses atau mengevaluasi hasil akhir (product)
  2. Guru harus menetapkan apakah penggunaan portofolio untuk proses mengajar atau sebagai alat untuk penilaian.
  3. Guru harus menetapkan apakah portofolio dilakuakan dalam memantau perkembangan siswa ataukah guru hanya bermaksud mengoleksi hasil kerja siswa.
  4. Penentuan tujuan portofolio akan sangat berpengaruh terhadap penggunaan jenis portofolio (penilaian portofolio kerja, penilaian portofolio dokumentasi, atau penilaian portofolio pertunjukkan)
  5. Jika guru ingin mengevaluasi baik proses maupun hasil portofolio siswa, mungkin guru akan menggunakan portofolio dokumentasi.
  6. Guru harus menentukan pihak yang akan terjadi audience dan untuk apakah portofolio digunakan? Apakah portofolio digunakan untuk menunjukkan proses belajar mengajar yang sedang berlangsung kepada orang tua, penilaian pada akhir tahun pelajaran, pada akhir jenjang pendidikan, atau untuk memantau sistem.
Bagaimana anda menjawab keenam hal tersebut di atas akan berpengaruh pada isi dan seleksi portofolio kriteria yang digunakan untk melaporkan hasil belajar yang dicapai siswa.

2). Isi Portofolio

Beberapa hal yang sangat penting dalam penentuan isi penilaian portofolio adalah sebagai berikut:

  1. Guru harus menentukan apakah isi portofolio yang akan dilaksanakan.
  2. Guru harus menentukn relevansi antara hasil karya siswa dengan tujuan yang akan dinilai. Apakah penilaian diri (self assesment), open ended, essay, audio akan digunakan sebagai bagian penilaian portofolio? Apakah guru akan memperbolehkan hasil kerjasama siswa?
  3. Guru harus menunjukkan hubungan antara pencapaian hasil belajar siswa dengan kompetensi dasar dan indikator pencapaian hasil belajar yang telah ditentukan daam Kompetensi Berbasis Kompetensi.
  4. Guru harus menunjukkan seberapa banyak portofolio akan digunakan sebagai bahan penilaian? Akankah portofolio berisi hasil karya siswa yang begitu banyak dan luas atau hanya berisi hasil karya pilihan saja? Apakah seluruh karya siswa yang terpilih dapat menunjukkan kompetensi dasar dan atau indikator pencapaian hasil belajar yang telah ditetapkan dalam kurikulum berbasis kompetensi.
3). Seleksi

Beberapa hal yang sangat penting dalam evaluasi hasil belajar siswa untuk portofolio adalah sebagai berikut:
  1. Guru harus menentukan pihak yang melakukan seleksi terhadap hasil karya siswa. Apakah siswa atau guru yang akan bertanggung jawab dalam melakuakn seleksi hasil karya siswa? Apakah siswa bekerjasama dengan guru dalam melakukan seleksi hasil karya siswa?
  2. Guru harus menentuka cara penseleksian terhadap hasil karya siswa?
  3. Guru harus menetukan dengan cara apakah pemilihan hasil karya siswa dilakukan, khususnya dalam rangka meningkatkan refleksi diri dan penilaian diri? Apakah guru akan mengembangkan prosedur untuk melaksanakan seleksi? Dapatkah anda menggunakan proses selksi ini untuk melihat lebih dalam tentang kemampuan siswa?
  4. Guru harus menentukan prosespenilaian portofolio di kelas. Sistem apakah yang digunakan untuk melaksanakan portofolio? Siapakah yang memiliki aksis ke portofolio dan kapan? (Lihat penilaian porofolio dokumentasi). Dapatkah guru menggunakan proses ini untuk melihat lebih dalam tentang kemampuan siswa?
4). Pengamatan dan Penilaian

Beberapa hal yang penting dalam pengamatan dan penilaian adalah sebagai berikut:
  1. Guru harus membedakan antara penilian portofolio secara individual dan secara kelompok. Untuk memahami hal ini perhatikan kembali bab tentang penilaian portofolio dokumentasi dan penilaian portofolio pertunjukan.
  2. Guru harus membuat penilaian portofolio sesuai mungkin dengan kompetensi dasar maupun dengan indikator pencapaian hasil belajar yang telah ditentukan.
  3. Guru harus membuat penilaian portoflolio individu dan kelompok ini sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator pencapaian hasil belajar yang telah ditentukan.
  4. Guru harus memastikan dengan benar kriteria yang akan digunakan dalam penilaian portofolio baik yang digunakan untuk kelompok maupun untuk siswa secara individu
  5. Kriteria yang dikebangkan harus sesuai dengan indikator pencapaian hasil belajar.
  6. Kriteria yang dikembangkan harus mencakup rentang kemampuan yang jelas mulai dari kemampuan yang kurang sampai kemampuan yang baik.
  7. Kriteria yang dikembangkan juga harus mudah dikomunikasikan kepada siswa, orang tua, atau pun pihak lain sehingga mereka dapat dengan mudah memahami kriteria yang dimaksud.
  8. Kriteria penilaian haruslah terbebas dari perbedaan jenis kelamin siswa. Jangan sampai terjadi lebih baik untuk laki-laki atau sebaliknya.
  9. Kriteria penilaian harus dapat digunakan oleh siapa saja (guru yang berbeda) dan dapat menghasilkan pegertian yang sama untuk hasil kerja yang sama.
5). Penempatan Siswa dalam Peta Kemampuan
  1. Guru harus membedakan antara laporan siswa dalam bentuk kedudukan mereka dalam garis kontinum atau kedudukan mereka dalam peta kemampuan.
  2. Guru harus membedakan antara estimasi objektif dan estimasi subjektif dalam penilaian portofolio.
E. Pedoman penerapan penilaian portofolio, pemilihan isi penilaian portofolio, cara menilai portofolio, dan perencanaan portofolio oleh guru

a). Pedoman penerapan penilaian portofolio

1). Pedoman Penerapan

Dalam penerapan portofolio, beberapa hal berikut ini perlu diperhatikan:
  1. Menerapkan pembelajaran siswa
  2. Memperjelas apa yang dikerjakan oleh siswa
  3. Memisahkan dan membedakan dokumen komulatif siswa
  4. Mengamati pekerjaan siswa yang tersirat dan tersurat dalam kegiatan
  5. Merasionalkan 
2). Langkah-Langkah Kegiatan

a. Memastikan bahwa siswa memiliki berkas portofolio 
  • Menentukan bentuk dokumen atau hasil pekerjaan yang perlu dikumpulkan
  • Siswa mengumpulkan dan menyimpan dokumen dari hasil: pekerjaannya
  • Menentukan kriteria penilaian yang digunakan 
  • Mengharuskan siswa menilai hasil pekerjaannya sendiri secara berkelanjutan 
  • Menentukan waktu dan menyelenggarakan pertemuan portofolio
  • Melibatkan orang tua dalam proses penilaian portofolio 
b. Bahan Penilaian 

Hal-hal yang dapat dijadikan sebagai bahan-penilaian portofolio disekolah antara lain sebagai berikut : 
  • Penghargaan tertulis 
  • Penghargaan lisan
  • Hasil kerja biasa dan hasil pelaksanaan tugas-tugas oleh siswa
  • Daftar ringkasan hasil pekerjaan 
  • Catatan sebagai peserta dalam suatu kerja, kelompok '
  • Contoh hasil pekerjaan . 
  • Catatan/laporan dari pihak yang relevan 
  • Daftar kehadiran . 
  • Hasil ujian/tes
  • Presentase tugas, yang telah selesai dikerjakan
  • Catatan tentang peringatan yang diberikan guru manakala siswa melakukan kesalahan
Bahan-bahan tersebut dapat dipilih dan ditentukan yang dipandang relevan. saja dan dapat pula dengan berbagai bahan lain apabila dipandang relevan dan perlu. Untuk menentukan bahan apa saja yang perlu dikumpulkan, ada dua pertanyaan pokok yang harus dijawab, yaitu:
  • Bahan apa sajakah yang dapat memberikan informasi tentang perkembangan yang dalam siswa?
  • Bahan apa sajakah yang dapat memberikan informasi yang bermanfaat dalam dalam pengambilan keputusan yang berhubungan dengan kurikulum dan pengajaran?
Guru diharapkan tidak menentukan secara sepihak dalam menentukan bahan penilaian tersebut, tetapi dengan ikut melibatkan siswa, dengan melalui proses diskusi. Melalui proses diskusi tersebut, perlu dicapai kesepakatan bersama tentang bahan yang perlu dikumpulkan, cara mengumpulkannya, dan kriteria penilaiannya. Hal ini penting supaya siswa mempunyai kesempatan untuk menyatakan kesulitan atau masalah yang mungkin mereka hadapi ketika mengumpulkan bahan-bahan tersebut. Namun yang lebih penting dari itu, proses pengambilan keputusan dengan diskusi semacam ini dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab pada diri siswa untuk bekerja sesuai dengan yang diharapkan. 

Selanjutnya perlu ditentukan juga bobot penilaian untuk masing-masing bahan yang ditentukan perlu dikumpulkan, dan cara penilaiannya. Hal ini pun perlu dikomunikasikan dan dimintakan tanggapan siswa.

b). Pemilihan isi penilaian portofolio

Beberapa hal yang sangat penting dalam penentuan isi penilaian portofolio adalah sebagai berikut :

  1. Guru harus menentukan apakah isi portofolio yang akan dilaksanakan.
  2. Guru harus menentukan relevansi antara hasil karya siswa dengan tujuan yang akan dinilai. Apakah penilaian diri (self assesment), open ended, esai, audio, akan digunakan sebagai penilaian portofolio? Apakah guru akan memperbolehkan hasil kerjasama siswa?
  3. Guru harus menunjukkan hubungan antara pencapaian hasil belajar siswa dengan kompetensi dasar dan indikator pencapaian hasil belajar yang telah ditentukan dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi.
  4. Guru harus menunjukkan sebarapa banyak portofolio akan digunakan sabagai bhan penilaian? Akankah portofolio berisi hasil karya siswa yang begitu banyak dan luas atau hanya berisi hasil karya pilihan saja? Apakah seluruh karya siswa atau karya siswa yang terpilih dapat menunjukkan kompetensi dasar dan atau indikator pencapaian hasil belajar yang telah ditetapkan dalam kurikulum berbasis kompetensi.
Selain itu ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan isi portofolio, misalnya: siapa yang memilih, bagaimana memilih, bagaimana melibatkan siswa, bagaimana peranan guru, bagaimana kriteria eksternal, kapan harus dipilih, apa yang perlu dilakukan oleh guru terhadap setiap isi.
  • Siapa yang memilih? Pihak yang memilih ditentukan oleh tujuan. Apabila tujuan portofolio lebih pada pemberian kesempatan kepada siswa untuk merefleksikan belajarnya, maka siswa harus diberi kesempatan juga untuk ikutmemilih calon isi portofolio. Akan tetapi, apabila portofolio lebih ditekankan pada usaha guru untuk menilai dan memperbaiki pembelajarannya, guru harus menen-tukan apa saja yang harus disajikan dalam portofolio.
  • Bagaimana cara memilih? Ada beberapa cara menentukan butir-butir yang perlu disajikan dalam portofolio. Guru dan siswa perlu bekerja sama untuk menentukan butir-butir itu. Dan setelah ada kesepakatan, perlu dibuat daftar kategori atau pedoman tertulis.
  • Bagaimana cara melibatkan siswa? Siswa perlu menjelaskan secara tertulis, mengapa suatu butir atau topik perlu disajikan dalam portofolio masing-masing. Bila perlu, siswa dan guru dapat melakukan diskusi tentang hal tersebut.
  • Bagaimana peranan guru? Di samping membantu siswa, guru perlu mengambil sampel isi portofolio, terutama dalam rangka memahami cara-cara siswa berpikir, bekerja, bekerja sama dalam kelompok, dan bagaimana pemahaman siswa atas materi tertentu berkembang.
  • Bagaimana kriteria eksternal? Guru atau pihak lain yang menugasi siswa membuat portofolio dapat menggunakan kriteria tertentu untuk mengetahui cara-cara siswa ‘mendekati’ masalah atau perkara tertentu. Dalam hal demikian, guru dapat mendiskusikan kriteria itu dengan sesama guru atau dengan pihak luar tersebut.
  • Kapan harus dipilih? Waktu kapan butir-butir dipilih untuk dimasukkan ke dalam portofolio tergantung kepada tujuan. Apabila hasil yang menjadi tujuan, maka hasil kerja terbaik saja, atau hasil kerja terakhir saja yang perlu dimasukkan ke dalam portofolio. Akan tetapi, kalau kemajuan siswa lebih dipentingkan, maka portofolio harus berisi bukti-bukti tentang perkembangan pengetahuan dan keterampilan siswa atau perkembangan sikap siswa.
  • Apa yang perlu dilakukan oleh guru terhadap setiap isi? Selain menilai guru sebaiknya memberikan komentar pada setiap butir isi portofolio, baik yang berupa saran pningkatan belajar, maupun yang berupa pujian atas prestasi siswa yang bersangkutan.
c). Cara menilai portofolio

Beberapa hal yang sangat penting dalam pengamatan dan penilaian adalah sebagai berikut :
  1. Guru harus membedakan antara penilaian portofolio secara individual dan secara kelompok.
  2. Guru harus membuat penilaian portofolio sesuai mungkin dengan kompetensi dasar meupun dengan indikator pencapaian hasil belajar yang telah ditentukan.
  3. Guru harus membuat penilaian portofolio individu dan kelompok ini sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator pencapaian hasil belajar yang telah ditentukan.
  4. Guru harus memastikan dengan benar kriteria yang akan digunakan dalam penilaian portofolio baik yang akan digunakan untuk kelompok maupun untuk siswa secara individu.
  5. Kriteria yang dikembangkan harus sesuai dengan indikator pencapaian hasil belajar.
  6. Kriteria yang dikembangkan harus mencakup rentang kemampuan yang jelas mulai dari kemampuan yang kurang sampai kemampuan yang baik.
  7. Kriteria yang dikembangkan juga harus mudah dikomunikasikan kepada siswa, orang tua, ataupun pihak lain sehingga mereka dapat dengan mudah memahami kriteria yang dimaksud.
  8. Kriteria penilaian haruslah terbebas dari perbedaan jenis kelamin siswa. Jangan sampai terjadi lebih baik laki-laki atau sebaliknya.
  9. Kriteria penilaian harus dapat digunakan oleh siapa saja (guru yang berbeda) dan dapat menghasilkan pengertian yang sama untuk hasil kerja yang sama.
Untuk menilai portofolio harus lebih dulu tersedia rubrik (pedoman terperinci) penilaian. Penilaian portofolio hendaknya tidak hanya ditekankan kepada keberhasilan siswa dalam memperoleh jawaban yang diinginkan oleh guru, tetapi lebih ditekankan kepada proses berpikir siswa yang terdapat atau tersirat dalam isi portofolio. Salah satu cara penilaian portofolio, atau pembuatan rubrik, adalah cara dengan menggunakan kriteria berikut.

1. Bukti terjadinya proses berpikir.
  • Apakah siswa telah menyusun dengan rapi satuan-satuan isi portofolio dan data dalam setiap satuan itu?
  • Apakah siswa telah berusaha membuat dugaan, menjelajah, menganalisis, mencari pola, dsb?
  • Apakah siswa telah menggunakan materi konkret atau gambar untuk menafsirkan dan memecahkan masalah, atau untuk memperoleh hasil penyelidikannya?
  • Apakah siswa telah menggunakan alat bantu lain dalam pemecahan masalah atau penyelidikannya?
2. Mutu kegiatan atau penyelidikan
  • Apakah kegiatan atau penyelidikan oleh siswa yang dilaporkan dalam portofolio meningkatkan pengetahuan atau pemahaman siswa tentang konsep aatau kaidah tertentu?
  • Apakah kegiatan membuat portofolio meningkatkan keterampilan siswa dalam menggunakan konsep, cara, atau kaidah tertentu?
  • Apakah kegiatan membuat portofolio meningkatkan sikap siswa terhadap pelajaran yang bersangkutan?
  • Apakah kegiatan atau penyelidikan itu melibatkan beberapa subpokok bahasan?
3. Keragaman pendekatan
  • Apakah ada petunjuk yang kuat atau bukti bahwa siswa menggunakanberbagai pendekatan dalam memecahkan masalah?
  • Apakah ada petunjuk yang kuat atau bukti bahwa siswa melakukan berbagai macam kegiatan atau penyelidikan?
d). Perencanaan portofolio oleh guru

Untuk menugasi siswa membuat portofolio, guru perlu membuat persiapan sebagai berikut.
  1. Menentukan maksud portofolio: Tentukan apakah portofolio yang Anda tugaskan itu untuk penilaian karya terbaik atau untuk penilaian kemajuan atau perkembangan kompetensi siswa.
  2. Menyesuaikan tugas dengan kurikulum: Agar efektif, tugas kinerja untuk portofolio harus sesuai dengan tujuan yang ditentukan di dalam kurikulum.
  3. Menentukan indikasi: Guru harus menentukan butir-butir apa yang harus terdapat di dalam portofolio, meskipun butir lain tidak dilarang untuk dimasukkan jika siswa berpendapat bahwa tambahan butir itu dapat memberikan tambahan petunjuk tentang kompetensi siswa.
  4. Menentukan format portofolio: Guru harus menentukan format portofolio agar kumpulan karya siswa sistematis dan tidak sulit untuk dinilai.
  5. Pembatasan kuantitas: Agar tidak memberikan beban yang sangat berat bagi guru, maka “panjang” portofolio perlu dibatasi.
  6. Menentukan rubrik: Sebelum portofolio mulai dibuat oleh siswa, guru harus sudah membuat atau mempunyai rubrik (pedoman penskoran) portofolio.
F. Hambatan dalam penilaian portofolio

Ada beberapa hambatan dalam penilaian portofolio di sekolah. Hambatan- hambatan tersebut dapat terjadi dalam kondisi-kondisi, antara lain sebagai berikut:
  1. Apabila guru memiliki kecenderungan untuk memperlihatkan hanya pencapaian akhir. Jika hal ini terjadi, berarti proses tidak mendapat"' perhatian sewajarnya. Dengan demikian, siswapun akan hanya berorientasi pada pencapaian akhir semata dengan kecenderungan melakukan berbagai upaya dan strategi dan bahkan mungkin dengan menghalalkan segala cara. Dengan demikian, penggunaan penilaian portofolio dalam hal ini tidak dapat mengubah sikap dan perilaku siswa, yang sebenarnya diharapkan dapat terjadi dengan menjalani dan, mengalami proses pcmbelajarannya.
  2. Apabila guru dari siswa terjebak dalam suasana hubungan ‘top-down’. Jika kondisi ini terwujud, maka inisiatif dan kreativitas siswa akan hilang. Pada akhirnya siswa hanya menjadi manusia penurun dan mengikuti perintah. Suasana pembelajaran akan tidak bergairah. Segala sesuatu yang berlangsung dalam kelas akan sangat bergantung kepada guru. Pada akhirnya, pendidikan sekolah hanya akan menghasilkan manusia-manusia pasif, yang tidak memiliki inisiatif dan kreativitas.
  3. Penyediaan format yang digunakan secara lengkap dan detail, dapat juga menjebak. Siswa akan terjerumus ke dalam suasana yang kaku dan mematikan, yang pada akibatnya juga akan mematikan kreativitas.
  4. Menyita waktu dan memerlukan tempat penyimpanan berkas yang memadai, bila jumlah siswa cukup besar. 
Oleh karena itu, guru perlu mewaspadai beberapa hambatan tersebut. Apabila kondisi ini dapat diwaspadai dan dihindari, maka penggunaan penilaian portofolio akan bermanfaat sebagai salah satu upaya urtuk meningkatkan mutu pendidikan, sebagaimana yang kita harapkan.

G. Contoh penilaian dan pedoman penskoran, serta pembobotan penilaian portofolio 

a). Contoh penilaian portofolio

1). Contoh Tugas untuk Membuat Portofolio “Karya Terbaik”

Kumpulkan dalam satu bundel tugas-tugas yang telah kamu buat selama satu semester baik berupa makalah, laporan kunjungan, atau artikel-artikel ilmiah untuk menunjukkan karya terbaik kamu. Jelaskan mengapa masing-masing merupakan karya terbaik kamu.

2). Contoh Tugas untuk Membuat Portofolio Perkembangan atau Kemajuan Belajar

a. Tuliskan pengalamanmu belajar Biologi selama satu semester terakhir meliputi hal-hal yang menarik dan hal-hal yang tidak menarik, serta pengetahuan kamu tentang kegunaan Biologi dalam kehidupan atau dalam hal-hal lain. Tuliskan pula kesulitan-kesulitan yang kamu alami selama mempelajari Biologi satu semester terakhir dan kemukakan usahamu untuk mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut. Beberapa pertanyaan yang dapat membantu kamu dalam menulis portofolio perkembanganmu antara lain :
  • Hal-hal apa yang kamu anggap menarik selama kamu mempelajari Biologi satu semester ini?
  • Hal-hal apa yang kamu anggap tidak menarik selama kamu mempelajari Biologi satu semester ini?
  • Kesulitan-kesulitan apa yang kamu temui selama satu semester ini?
  • Usaha apa yang kamu lakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut?
  • Apa yang masih ingin kamu pelajari lebih lanjut pada semester depan?
b. Tuliskan penilaianmu terhadap kemajuan-kemajuan yang kamu alami selama satu semester belajar Biologi meliputi kelebihan dan kekurangan kamu.

3). Contoh Tugas untuk Membuat Portofolio Proyek

a. Tugas Membuat Dokumentasi

Kunjungi tempat-tempat yang dapat memberi kamu informasi tentang berbagai macam tumbuhan baik tumbuhan tingkat tinggi maupun tumbuhan tingkat rendah. Beberapa tempat yang dapat dijadikan referensi untuk dikunjungi antara lain :
  • Taman Balekambang
  • Balai Penelitian Tanaman Obat
  • Bumi Perkemahan Segoro Gunung
  • Jejamuran (Budidaya Jamur Tiram dan Jamur Merang), dll
Buatlah uraian tentang hasil kunjunganmu yang mencakup: nama pengumpul informasi, tanggal pengumpulan informasi, tempat mendapatkan informasi, sumber informasi, masalah yang diselidiki, informasi yang terkumpul, dan kesimpulanmu mengenai masalah tersebut. Dokumentasikan semua yang didapat dari kegiatan kunjunganmu.

b. Tugas Melakukan Wawancara

Kunjungilah Balai Penelitian Tanaman Obat Tawangmangu dan lakukan wawancara dengan pejabat berwenang mengenai “Budidaya Tanaman Obat dan Pengembangan Potensi Tanaman Obat di Masyarakat”. Buatlah uraian mengenai masalah tersebut yang mencakup : nama pewawancara, tanggal wawancara, masalah yang diselidiki, maksud wawancara, identitas pejabat yang diwawancarai, informasi tentang budidaya tanaman obat, tanggapan pejabat tersebut atas maksud wawancara, serta kesimpulan dan saran kamu.

b). Contoh pendoman penskoran portofolio

Ada bermacam-macam bentuk pedoman penskoran untuk menilai portofolio. Berikut ini disajikan beberapa contoh.

Contoh 1. Pedoman Penskoran Hasil Penyelidikan

1. Bukti terjadinya proses berpikir.
  • Apakah siswa telah menyusun dengan rapi satuan-satuan isi portofolio dan data dalam setiap satuan itu?
  • Apakah siswa telah berusaha membuat dugaan, menjelajah, menganalisis, mencari pola, dsb?
  • Apakah siswa telah menggunakan materi konkret atau gambar untuk menafsirkan dan memecahkan masalah, atau untuk memperoleh hasil penyelidikannya?
  • Apakah siswa telah menggunakan alat bantu lain dalam pemecahan masalah atau penyelidikannya?
[Besarnya skor sama dengan banyaknya indikator yang dipenuhi. Skor yang mungkin: 0, 1, 2, 3, 4]

2. Mutu kegiatan atau penyelidikan
  • Apakah kegiatan atau penyelidikan oleh siswa yang dilaporkan dalam portofolio meningkatkan pengetahuan atau pemahaman siswa tentang konsep aatau kaidah tertentu?
  • Apakah kegiatan membuat portofolio meningkatkan keterampilan siswa dalam menggunakan konsep, cara, atau kaidah tertentu?
  • Apakah kegiatan membuat portofolio meningkatkan sikap siswa terhadap pelajaran yang bersangkutan?
  • Apakah kegiatan atau penyelidikan itu melibatkan beberapa subpokok bahasan?
[Besarnya skor sama dengan banyaknya indikator yang dipenuhi. Skor yang mungkin: 0, 1, 2, 3, 4]

3. Keragaman pendekatan
  • Apakah ada petunjuk yang kuat atau bukti bahwa siswa menggunakan berbagai pendekatan dalam memecahkan masalah?
  • Apakah ada petunjuk yang kuat atau bukti bahwa siswa melakukan berbagai macam kegiatan atau penyelidikan?
[Besarnya skor sama dengan dua kali banyaknya indikator yang dipenuhi. Skor yang mungkin: 0, 2, 4]


Contoh 2. Pedoman Penskoran Hasil Karya dalam Biologi

Aspek Indikator Skor
  • Menunjukkan pemahaman tentang semua konsep dan prinsip Biologi yang terkandung di dalam masalah yang harus dipecahkannya. Menggunakan istilah dan pemecahan yang sesuai. Melaksanakan pengetahuan dari konsep yang relevan dengan lengkap dan benar ( 4 )
  • enunjukkan bahwa siswa memahami hampir semua konsep dan prinsip biologi yang terkandung di dalam masalah yang harus dipecahkannya. Menggunakan istilah dan konsep biologi yang hampir betul. Melaksanakan pengeahuan dari konsep yang relevan dengan lengkap, tetapi ada ketidaksesuaian dalam hasil. ( 3 )
  • Menunjukkan bahwa siswa memahami sebagian konsep dan prinsip biologi yang terkandung di dalam masalah yang harus dipecahkannya. Berbuat kesalahan yang agak serius dalam prosesnya. ( 2 )
  • Tampak bahwa pemahamannnya sangat terbatas tentang konsep dan prinsip biologi yang terkandung di dalam masalah yang harus dipecahkannya. Keliru atau tidak dapat menggunakan pengetahuan atau konsep biologi sebagaimana yang seharusnya. Berbuat kekeliruan parah dalam proses/praktiknya. ( 1 )
Aspek Indikator Skor

Pengetahuan biologi: Menggunakan informasi yang relevan dari luar rumusan masalah yang harus dipecahkannya. Berhasil mengidentifikasi semua unsur penting di dalam masalah, dan menunjukkan bahwa siswa tahu hubungan yang ada antara unsur-unsur itu.
  • Mencerminkan penggunaan strategi yang cocok dan sistematik dalam memecahkan masalah. Penyelesaian masalah yang digunakan jelas dan lengkap prosesnya. Strategi (4)
  • Menggunakan informasi yang relevan dari luar rumusan masalah yang harus dipecahkannya. Berhasil mengidentifikasi sebagian besar unsur penting di dalam masalah, dan menunjukkan bahwa siswa tahu hubungan yang ada antara unsur-unsur itu. Mencerminkan penggunaan strategi yang cocok dan sistematik dalam memecahkan masalah. Penyelesaian masalah yang digunakan jelas dan hampir lengkap prosesnya. (3)
  • Berhasil mengidentifikasi beberapa unsur penting di dalam masalah, tetapi tampak bahwa siswa hampir tidak tahu hubungan yang ada antara unsur-unsur itu. Mencerminkan penggunaan strategi yang cocok, tetapi pemecahan masalah yang dilakukannya tidak sistematis dan tidak lengkap. (2)
  • Menggunakan informasi yang toidak relevan. Tidak mampu mengidentifikasi unsur-unsur penting di dalam masalah yang harus dipecahkannya. Menggunakan strategi yang tidak cocok. Tidak ada kejelasan tentang strategi yang digunanaknnya. Penyelesaian masalah yang dibuatnya tidak sistematik dan tidak selesai. (1)
  • Tidak memahami konsep dan prinsip biologi yang terkandung di dalam masalah yang harus dipecahkannya. (0)
Strategi: Ada usaha menggunakan informasi yang tidak relevan. Tidak mampu mengidentifikasi unsur-unsur penting dalam masalah yang harus dipecahkannya.
  • Memberikan tanggapan yang lengkap, serta uraian yang jelas dan tidak meragukan. Membuat ganbar atau diagram yang cocok dan lengkap. Menyampaikan gagasannya dengan jelas. Menggunakan argumen yang logis dan lengkap. Memberikan contoh atau contoh-kontra. (4)
  • Memberikan tanggapan yang agak lengkap, serta uraian yang jelas. Membuat ganbar atau diagram yang cocok dan agak lengkap. Menyampaikan gagasannya dengan jelas. Menggunakan argumen yang logis, tetapi agak kurang lengkap. (3)
  • Membuat langkah yang benar dalam memecahkan masalah, tetapi belum selesai. Di samping itu, penjelasannya agak tidak jelas. Membuat gambar atau diagram yang salah atau tidak jelas. Uraian yang dibuatnya tidak jelas, atau sukar dipahami. Argumennya tidak lengkap atau kurang logis. (2)
  • Membuat sedikit langkah yang benar dalam memecahkan masalah. Langkah yang lain sulit diikuti. Membuat diagram atau ganmabar yang salah (tidak relevan dengan masalah yang harus dipecahkannya). (1)
  • Mungkin menulis masalah yang harus dipecahkannya. Tetapi tidak mampu berusaha memecahkannya. (0)
c). Pembobotan penilaian portofolio

Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) menuntut dilaksanakannya penilaian dengan berbagai bentuk. Satu di antaranya adalah penilaian dengan penugasan membuat portofoilo. Berbagai bentuk penilaian itu lazimnya mempunyai bobot yang berbeda. Akan tetapi bobot setiap bentuk pernilaian tidak dapat ditentukan secara seragam, karena kedudukan penilaian dengan portfolio dalam suatu pembelajaran mungkin tergantung pads jenis mata pelajaran Sebagai contoh: Bobot portofolio untuk mata pelajaran olah raga mungkin berbeda dengan nilai portofolio pada mata pelajaran sejarah atau Biologi.

H. Apakah keuntungan menggunakan portofolio

Beberapa keuntungan penilaian portofolio adalah: 
  1. Mampu merefleksikan perubahan penting dalam proses kemampuan intelektual peserta didik dari waktu ke waktu; 
  2. Menunjukkan prestasi akademik dan memotret kompetensi peserta didik; 
  3. Mampu memfokuskan pada kepentingan dan proses kemampuan belajar-mengajar serta menginformasikan pengajaran praktis tentang kelebihan dan kekurangan peserta didik. 
Adapun manfaat penilaian portofolio adalah: 
  1. Portofolio menyajikan atau memberikan:“bukti” yang lebih jelas atau lebih lengkap tentang kinerja siswa daripada hasil tes di kelas 
  2. Portofolio dapat merupakan catatan penilaian yang sesuai dengan program pembelajaran yang baik 
  3. Portofolio merupakan catatan jangka panjang tentang kemajuan siswa 
  4. Portofolio memberikan gambaran tentang kemampuan siswa 
  5. Penggunaan portofolio penilaian memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan keunggulan dirinya, bukan kekurangan atau kesalahannya dalam mengerjakan soal atau tugas.
  6. Penggunaan portofolio penilaian mencerminkan pengakuan atas bervariasinya gaya belajar siswa. 
  7. Portofolio memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif dalam penilaian hasil belajar.
  8. Portofolio membantu guru dalam menilai kemajuan siswa.
  9. Portofolio membantu guru dalam mengambil keputusan tentang pembelajaran atau perbaikan pembelajaran.
  10. Portofolio merupakan bahan yang relatif lengkap untuk berdiskusi dengan orang tua siswa, tentang perkembangan siswa yang bersangkutan. 
  11. Portofolio membantu pihak luar untuk menilai program pembelajaran yang bersangkutan 

Keunggulan penilaian portofolio dibandingkan dengan model penilaian lainnya 
  1. Perubahan paradigma penilaian. Penilaian portofolio memberikan pengertian yang lebih bermakna tentang perubahan perilaku peserta didik. 
  2. Akuntabilitas. Portofolio dapat dijadikan sebagai salah satu perwujudan penilaian yang bertanggung jawab kepada konstituen (peserta didik, orang tua, sekolah, dan masyarakat). 
  3. Peserta didik sebagai individu dan peran aktif peserta didik. Ini adalah ciri khas penilaian portofolio, dimana guru dapat menilai siswa sebagai individud engan sejuta keunikan. 
  4. Identifikasi. Menolong guru untuk mendokumentasikan kebutuhan dan asset komunitas yang berminat. 
  5. Keterlibatan orang tua dan masyarakat. Melibatkan banyak pihak, termasuk orang tua dan masyarakat dalam prosesnya. 
  6. Penilaian diri. Memungkinkan bagi peserta didik melalukan penilaian diri sendiri, refleksi, dan pemikiran yang kritis. 
  7. Penilaian yang fleksibel. Akan sangat bergantung pada indikator pencapaian hasil belajar yang telah ditentukan. 
  8. Tanggung jawab bersama. Memungkinkan guru dan peserta didik secara bersama-sama bertanggung jawab untuk merancang proses pembelajaran dan mengevaluasi kemauan sesuai dengan kompetensi yang harus dikuasai. 
  9. Keadilan. Dengan “sejuta keunikan”, portofolio merupakan alat penilaian yang adil. 
  10. Ada kriteria penilaian. Hasil pekerjaan peserta didik akan dinilai semata-mata berdasarkan kriteria yang relevan dengan penampilan mereka. 
I. Isu-isu Teknis tentang Portofolio 

a). Validitas Portofolio 

Validitas dalam asesmen portofolio mengacu kepada bukti yang tersedia untuk interpretasi asesmen dan konsekuensi potensial dalam pemanfaatan asesmen. Semua asesmen pada dasarnya berdasarkan sampling perilaku atau kinerja yang digunakan untuk generalisasi ke ‘semesta perilaku’. Sampling perilaku ini pada akhirnya bergantung pada asesor/guru, sehingga hal ini menjadi titik kritis validitas asesmen, termasuk asesmen portofolio. Dikaitkan dengan istilah-istilah validitas yang umum, Nitko (dalam Klenowski, 2002) menyatakan sebagai berikut: 
  1. Validitas isi di dalam portofolio antara lain ditunjukkan apakah karya di dalam portofolio searah dengan tujuan pembelajaran. 
  2. Validitas konstruk di dalam portofolio antara lain ditunjukkan, apakah karya di dalam portofolio mencerminkan keterampilan yang sesuai dengan konstruk keterampilan. (Sebagai contoh, keterampilan pemecahan masalah memiliki konstruk yang berbeda dengan keterampilan komunikasi). 
  3. Validitas kriteria menunjukkan seberapa baik korelasi atau prediksi pengukuran kriteria eksternal dengan fokus asesmen. 
Friedman et al. (2001) menyatakan bahwa kekuatan asesmen portofolio adalah asesmen portofolio memiliki kekuatan validitas prediktif, yakni menunjukkan kekuatan untuk memprediksi kinerja atau profesionalitas selanjutnya. 

b). Reliabilitas Portofolio 

Esensi dari reliabilitas portofolio adalah apakah hasil asesmen dari portofolio serupa masih sama jika dilakukan oleh dua orang asesor. Garret et al. (2003), setelah menganalisis bahwa berbagai penelitian yang ada masih memfokuskan pada bagaimana menerapkan asesmen alternatif dan dampak asesmen alternatif, merumuskan dasar metodologi untuk proses establishing dan refining sistem penskoran asesmen alternatif untuk skala luas, dengan memfokuskan pada reliabilitas asesmen portofolio. Garret et al. (2003) merumuskan enam kriteria untuk penskoran portofolio yang reliabel, yakni: 
  1. Penskoran harus terjadi pada kondisi yang sama. 
  2. Kriteria yang spesifik, dibuktikan oleh rubrik penskoran, harus dipahami dan digunakan. 
  3. Contoh-contoh (eksemplar) harus tersedia untuk tiap tingkat skala penskoran. 
  4. Pengecekan berkala untuk reliabilitas harus dilakukan. 
  5. Penilaian multipel harus digunakan dalam penskoran.
  6. Pencatatan akurat dan evaluasi proses harus dilakukan untuk memonitor hasil-hasilnya. 
Berbagai pilihan statistik tersedia untuk melaporkan analisis hasil reliabilitas, antara lain interrater agreement, kappa Cohen, dan koefisien korelasi Pearson untuk reliabilitas (Garret et al., 2003). Interrater agreement didefinisikan sebagai proporsi dari total pasangan penilai, digunakan untuk pengukuran reliabilitas parsial. 

Harga k terentang antara -1,00 hingga 1,00. Jika k = 1,00, ini menunjukkan adanya agreement yang sempurna antar penilai. Jika k = 0, ini menunjukkan tingkat agreement yang didapatkan oleh kemungkinan/peluang. Harga k kurang dari nol menunjukkan tingkat agreement yang lebih kecil dari sekedar kemungkinan. Interrater agreement dan Kappa Cohen tidak dapat digunakan untuk skor yang berupa rentangan. Koefisien korelasi Pearson dapat memberikan data yang menggambarkan keseluruhan distribusi skor, serta memberikan informasi untuk monitoring dan training penilai (Garret et al., 2003). 


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
  1. Penilaian portofolio merupakan satu metode penilaian berkesinambungan, dengan mengumpulkan informasi atau data secara sistematik atas hasil pekerjaan seseorang.
  2. Tujuan portofolio ditetapkan berdasarkan apa yang harus dikerjakan dan siapa yang akan menggunakan jenis portofolio. Prinsip penilaian portofolio meliputi : saling percaya, kerahasiaan bersama, milik bersama, kepuasan, kesesuaian, penilaian proses dan hasil, dan merefleksikan kemampuan siswa. Fungsi penilaian portofolio adalah sebagai sumber informasi bagi guru dan siswa untuk mengetahui perkembangan siswa. 
  3. Terdapat beberapa perbedaan tes dan penilaian portofolio ditinjau dari berbagai aspek, baik dalam hal menilai kemajuan siswa, serta keterkaitannya antara penilaian, pengajarran, dan pembelajaran.
  4. Beberapa bentuk penilaian portofolio yaitu portofolio kerja, dokumentasi, evaluasi, penampilan.
  5. Pedoman penerapan porotofolio perlu memperhatikan pekerjaan siswa yang tersurat dan tersirat, serta merasionalkan. Langkah-langkah kegiatan portofolio yaitu memastikan siswa memiliki berkas portofolio dan bahan penelitian. Pemilihan isi portofolio perlu mempertimbangkan siapa yang memilih, bagaimana cara memilih, bagaimana cara melibatkan siswa, bagaimana peranan guru, bagaimana kriteria eksternal, dan kapan harus dipilih.
  6. Hambatan penilaian portofolio meliputi keobjektifan guru agar tidak hanya melihat hasil akhir, dalam kondisi suasan top-down seringkali siswa kehilangan inisiatif dan kreativitas, membutuhkan format portofolio yang lengkap dan detail, serta memerlukan waktu dan tempat penyimpanan.
  7. Contoh tugas portofolio diantaranya : tugas portofolio karya terbaik, portofolio perkembangan dan kemajuan belajar, dan portofolio proyek.
  8. Beberapa keunggulan portofolio adalah mampu merefleksikan perubahan penting dalam proses kemampuan intelektual peserta didik dari waktu ke waktu; mampu menunjukkan prestasi akademik dan memotret kompetensi peserta didik; serta mampu memfokuskan pada kepentingan dan proses kemampuan belajar-mengajar serta menginformasikan pengajaran praktis tentang kelebihan dan kekurangan peserta didik. 
  9. Isu-isu teknik penilaian portofolio terkait dengan esensi validitas dan reliabilitas portofolio.
B. Saran
  1. Sebaiknya guru mengembangkan wawasan dan instrumen assesmen portofolio dalam rangka meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru.
  2. Sebaiknya guru menerapkan asesmen portofolio dalm kegiatan pembelajaran, sehingga guru dapat mengetahui perkembangan siswa.
DAFTAR PUSTAKA

Akhmad Sudrajat. 2008. Pedoman Pengembangan Portofolio. http://akhmadsudrajat. files.wordpress.com/2008/08/pedoman-pengembangan-portofolio.pdf. Diakses pada bulan Mei 2015

Budiana, Dewa Made. 2013. Makalah Portofolio. http://dewamadebudiana. blogspot.com/2013/02/makalah-portofolio.html. Diakses pada bulan Mei 2015.

Darsono dan T. Ibrahim, 2009, Tonggak Sejarah Kebudayaan Islam Jilid 3 untuk Kelas IX Madrasah Tsanawiyah, Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Dasim Budimansyah. (2002). Model pembelajaran dan penilaian berbasis portofolio. Bandung: Genesindo.

Eko putro Widoyoko. 2009. Evaluasi Program Pembelajaran. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Erman Suherman. 2011. Assesment Portofolio "EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Budaya". http://www.nationalforum.com/Electronic%20Journal%20 Volumes/Thomas,%20ConnPortfolio%20Assessment%20A%20Guide%20For%20Teachers%20And%20Administrator.pdf. Bandung: FPMIPA UPI. Diakses pada bulan Mei 2015.

Fajar, Arnie, Dra. M,Pd, 2009, Portofolio dalam Pembelajaran IPS, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, Cet. 9.

Khoiri, Nur, M.Ag, 2011, Sistem Evaluasi Pendidikan Agama Islam (PAI), Jepara

Mahendra. 2011. Asesmen Portofolio. http://mahendracollage.blogspot.com /2011/04/asesmen-portofolio.html. Diakses pada bulan Mei 2015.

Putri, Novianita. 2013. Asesmen Portofololio. http://novianitaputri20.blogspot. com/2013/05/asesmen-portofolio.html. Diakses pada bulan Mei 2015.

Rina. 2011. Evaluasi dengan Menggunakan Tes. http://rinaanddiary.blogspot.com /2011/06/evaluasi-dengan-mengguna-kan-tes.html. Diakses pada bulan Mei 2015.

Sanjaya, Ade. 2011. Portofolio. http://aadesanjaya.blogspot.com/2011/01/f-portofolio. html. Diakses pada bulan Mei 2015.

Lampiran
Contoh Assesmen Portofolio


Contoh Tugas Portofolio & Pedoman Penilaian

Nama                   : ..........................................
No. Induk          : ..........................................
Kelas/Sem          : X / 2

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator
3. Memahami manfaat keanekaragaman hayati
3.1 Mendeskripsikan konsep keanekaragaman gen, jenis, ekosistem, melalui kegiatan pengamatan
·    Membuat tulisan (majalah dinding, “leaflet”, artikel) beserta foto/gambarnya, memperkenakan jenis, bentuk dan mannfaat tumbuhan/hewan langka yang dilindungi
·    Mendeskripsikan usaha-usaha yang dapat dilakukan manusia untuk pelestarian keanekaragaman hayati

ANALISIS :
Berdasarkan pemetaan SK/KD?IP diatas, pencapaian KD tersebuut akan lebih mudah melalui tugas dalam bentuk portofolio. Tujuan diberikan Portofolio ini adalah dalam rangka memantai perkembangan peserta didik pada proses pembelajaran (Process Oriented)

TUGAS PORTOFOLIO :
1.        Menulis sebuah artikel yang berkaitan dengan sains. Misalnya, membuat artikel singkat mengenai  jenis-jenis tumbuhan dan hewan langka yang dilindungi dengan melengkapkan bentuk/ciri khusus dan manfaat tiap jenis tumbuhan atau hewan langka ini. Tuliskan pula cara atau langkah perlindungan dan pelestarian yang dilakukan pemerintah terhadap hewan dan tumbuhan langka.
2.       Buat lapran untuk kegiatan ini beserta :
·      Bukti referensi (copy, printed)
·      Jadwal pelaksanaan kegiatan pengumpulan
·      Data pengumpulan etiket (hari, tanggal, tempat pengambilan, dan sebagainya)
·      Lain-lain yang dianggap penting untuk disertakan sebagai bukti/informasi
3.       Laporan dikumpulkan paling lambang minggu ke -4 bulan Maret 2015

Jadwal kegiatan pelaksanaan penyusunan portofolio :
(disusn bersama oelh guru dan kelmpok siswa)

No
Kegiatan
Februari
(minggu ke)
Maret
(minggu ke)
Keterangan
3
4
1
2
3
4
1
Mendapat tugas
X






2
Merencanakan kegiatan
X






3
Monitoring -1


X



Melaporkan hasil pengumpulan tahap pertama
4
Monitoring -2



X


Melaporkan hasil pengumpulan tahap kedua
5
Pengecekan kelengkapan data dan bukti



X



6
Penyusunan laporan




X


7
Penjilidan laporan





X

8
Penyerahan laporan





X



PENILAIAN :
Nama                                   : ..........................................
Kelas/No. Induk            : ..........................................
Semester                            : 2
Tanggal                               : ..........................................

No
Aspek yang dinilai
Portofolio ke
1
2
3
1
Latar Belakang Masalah/Pendahuluan



2
Kajian Pustaka



3
Ketajaman pembahasan/analisis



4
Kesimpulan/penutup



5
Redaksional




Total




Keterangan : *) Skor maksimum untuk tiap aspek yang dinilai adalah :
1.        Latar belakang masalah skor maksimum (10)

  1.  Dirumuskan dalam kalimat-kalimat yang runtut/redaksinya benar (3)
  2.  Menunjukkan pentingnya masalah (7)





Loading...

0 Response to "Assesmen Portofolio (Assesmen & Evaluasi Pendidikan)"

Posting Komentar