Teori Evolusi Beruang

Loading...

Teori Evolusi Beruang

Biologi. Perkembangan evolusi beruang sampai saat ini masih dalam penelitian oleh ahli palaentologi dan zoologi. Berbagai perdebatan terjadi antar perkembangan evolusi beruang dan asal usul moyang mereka. Berbagai penelitian dilakukan, namun yang telah dipublikasikan adalah keberadaan panda yang menyimpang dari jalur evolusi beruang serta evolusi beruang coklat yang diduga berasal dari beruang kutub. Beruang merupakan ordo karnivora yang berarti jenis pemakan daging, hewan pemburu, bertubuh kekar, bertaring dan memiliki cakar yang kuat. Klasifikasi berbagai jenis beruang sebagai berikut:

Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Carnivora
Subordo : Canifornia

Familia 1 : Ailuropodidae, 
Genus : Ailuropoda
Spesies : Ailuropoda melanoleura

Familia 2 : Ursidae 
Genus : Ursus
Species : Ursus arctos

Familia 3 : Procyonidae
Genus : Bassaricyon
Species : Bassaricyon neblina

Beruang Evolusi

Panda raksasa Ailuropoda melanoleura, adalah spesies yang terancam punah. Hidup hanya di pegunungan China tengah, telah dikenal oleh Cina selama lebih dari dua ribu tahun. Para misionaris Prancis Armand Pere David adalah orang asing pertama yang memperkenalkan ke barat. Semua karnivora berevolusi dari nenek moyang yang sama, miacids. 

Gambar 1. Sumber: Ling Ling & Hsing Hsing: Tahun 1990


Panda raksasa milik filum Chordata, kelas Mamalia, ordo karnivora.Kontroversi dari apakah panda raksasa milik keluarga beruang, Ursidae, atau keluarga rakun, Procyonidae, masih dalam perdebatan. (Collins 1973) Sementara itu, ahli zoologi Cina berpendapat bahwa itu harus diklasifikasikan sebagai milik keluarga lain taksonomi yang berbeda, Ailuropodidae. (Zhu 1980) Untuk periode waktu tertentu, tiga nama Ailuropoda, Ursus melanoleuca, dan Aeluropus digunakan dalam literatur ilmiah untuk panda raksasa. Namun demikian, nama ilmiah, Ailuropoda melanoleuca, dengan makna ailuropoda kucing berkaki dan melanoleuca berarti jenis hitam putih besar (Collins 1973).

China adalah rumah asli dari panda raksasa. Panda raksasa yang ditemukan secara eksklusif di pegunungan China tengah. Mereka mendistribusikan dalam wilayah terbatas dari berbagai selatan Pegunungan Ling Qin di provinsi Shaanxi, Pegunungan Min yang berbatasan dengan selatan Provinsi Gansu, dan Qionglai dan Balang Pegunungan, Agung dan Lesser Xiang Liang Hills dan Pegunungan di provinsi Sichuan. 

Para canids lanjut bercabang untuk berevolusi menjadi binatang yang berbeda. Sekitar dua puluh lima juta tahun yang lalu, beberapa canids "menyimpang jauh darimengejar dan membunuh mangsa"procyonids, nenek moyang awal rakun yang berasal dari Amerika Utara dan menyebar ke Amerika Selatan. Cabang lain dari procyonids yang merupakan nenek moyang panda yang lebih rendah menyebar ke wilayah Himalaya. Beberapa juta tahun setelah ini procyonids berevolusi menjadi hewan-hewan ini, beberapa canids lain mulai berkembang menjadi hewan yang jauh lebih besar yaitu menjadi beruang. Merekaberasal dari belahan bumi utara dan menyebar ke selatan sampai selatan Asia dan Amerika Selatan kecuali Afrika (Collins 1973) seperti terlihat pada gambar 2.


Gambar 2. Hubungan kekerabatan beberapa species beruang



Gambar 3. Pohon evolusi beruang (Flynn et al (1988)

Apakah panda raksasa dan panda kecil terkait satu sama lain atau tidak?Beberapa ahli biologi mempertimbangkan dua panda tidak terkait yang mengklaim kesamaan mereka berasal dari evolusi konvergen.Mereka menempatkan panda kecil ke dalam keluarga rakun, yang Procyonidae, dan panda raksasa ke dalam keluarga beruang, Ursidae . Ahli biologi lainnya mempertimbangkan dua panda adalah keluarga yang memiliki akar evolusi yang sama. Beberapa dari mereka menempatkan kedua panda dalam sebuah keluarga yang terpisah sedangkan sisanya menempatkan mereka ke dalam raccoon.

Laporan riset yang dimuat dalam jurnal mBio dari American Society for Microbiology, menunjukkan sebagian besar saluran pencernaan Panda dipenuhi bakteri Escherichia/ Shigella dan Streptococcus. Mikroorganisme ini umumnya ditemui di sistem pencernaan binatang pemakan daging. Peneliti menduga bakteri-bakteri itu adalah warisan dari nenek moyang Panda. 

Panda berevolusi dari beruang yang memakan tumbuhan dan daging sekaligus. Panda-panda purba diperkirakan mulai memakan bambu sekitar tujuh juta tahun lampau. Namun mereka baru menjadi pemakan bambu serius sekitar dua juta tahun silam. 

Panda memiliki rahang dan gigi yang kuat untuk menghancurkan tanaman berserat. Hewan itu juga punya jempol palsu besar--ini sebenarnya adalah perkembangan tulang pergelangan yang difungsikan seperti ibu jari--untuk menggenggam batang bambu. Namun lambung mereka tak ikut beradaptasi dengan perubahan makanan. Panda hanya mampu mencerna sekitar 17 persen dari total bambu yang mereka makan dalam sehari.

Zhihe Zhang, peneliti utama dari Pusat Riset Panda Raksasa Chengdu, Cina, mengatakan Panda memang lebih unggul ketimbang para hewan pemakan tumbuhan lainnya. Struktur anatomi tubuh panda sangat efektif untuk menghancurkan batang bambu. Namun sistem pencernaannya masih sama dengan hewan pemakan daging. "Mereka tak punya gen yang bisa menghasilkan enzim pencerna tumbuhan. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko mereka untuk punah," kata Zhang. 

Pada tahun 1985, Stephen O'Brien dan rekan-rekannya melakukan tes DNA hibridisasi di mana protein dari kedua panda, beruang, musang dan dibandingkan. Dalam publikasi mereka, mereka menyimpulkan bahwa panda raksasa adalah beruang dan panda kecil adalah rakun. Namun, lain penyelidikan yang dilakukan pada tahun yang sama setelah yang satu ini menyimpulkan bahwa "dua panda tersebut lebih mirip pada beruang dari pada rakum." Namun pada tahun 1991., Zhang dan Shi Yaping datang dengan kesimpulan berdasarkan analisis DNA mitokondria dari dua beruang, beruang hitam asia, dan beruang madu. Dikatakan bahwa panda raksasa lebih erat kaitannya dengan mereka dibandingkan panda kecil dan kesimpulannya hal ini merupakan hasil dari evolusi konvergen. (Schaller 1993).

Washington (ANTARA News) - Sekitar 2 juta tahun lalu, di hutan tropis dataran rendah di wilayah yang sekarang menjadi China, hidup nenek moyang panda yang sangat mirip dengan beruang tetapi dengan tubuh separuh lebih kecil, kata beberapa ilmuwan.

Para ilmuwan tersebut, menulis di Proceedings of the National Academy of Sciences, menggambarkan tengkorak utuh dan gigi panda berukuran mini, sehingga memberi petunjuk mengenai asal beruang unik pemakan bambu itu. 

Tengkorak tersebut memiliki ukuran sekitar 60 pesen ukuran tengkorak Panda raksasa modern dan memiliki ciri anatomi yang serupa, sehingga mengisyaratkan gaya hidup yang sama.Beruang yang telah punah itu, yang dinamakan Ailuropoda microta, adalah anggota garis keturunan Panda yang dikenal hidup paling awal, kata Russel Ciochon, ahli anthropologi dari University of Iowa dan salah seorang peneliti tersebut.

Penelitian lain oleh Zhang di China (1987)mengungkapkan bahwa panda dan beruang masih termasuk satu nenek moyang walau berbeda morfologi, fisiologi dan kelakuannya, karena variasi tersebut masih memungkinkan species ini mengadakan pertukaran gen.

Gambar 4. Leluhur panda raksasa

VIVAnews - Beruang kutub ternyata merupakan hewan yang eksistensinya lebih tua dari yang diperkirakan sebelumnya. Berdasarkan penelitian DNA, diketahui bahwa beruang kutub terpisah dari moyangnya, beruang coklat, sejak 600.000 tahun lalu.

Usia ini empat kali lebih tua dari perkiraan sebelumnya, 150.000 tahun lalu. Ini sekaligus mengungkap bahwa beruang kutub menjadi bukti kalau mamalia bisa beradaptasi secara cepat di kehidupan Arktik atau kutub utara.

Menurut para ahli konservasi, hasil penelitian yang dipublikasi di jurnal "Science" ini memiliki dampak terhadap konservasi beruang. Saat ini beruang kutub memang masuk dalam daftar spesies yang terancam punah dalam daftar UU Spesies Terancam Punah Amerika Serikat.

Saat ini, para ahli konservsasi menilai keberadaan mereka terancam karena berkurangnya lautan es di Arktik. Ini merupakan habitat tempat mereka menghabiskan sebagian besar waktu mereka beraktivitas. Dr Frank Hailer dari Pusat Penelitian Biodiversitas dan Iklim Jerman di Frankfurt mengatakan informasi genetika ini penting bagi isu konservasi. "Ini secara mendasar mengubah pemahaman kami tentang beruang kutub dan konservasi mereka saat ini," ucap Frank yang juga kepala penelitian tim ini.

"Mereka bisa menyesuaikan diri dengan fase hangat mereka sebelumnya. Namun mereka tetap dalam ancaman kepunahan saat ini," ucapnya.

Para peneliti ini melihat DNA dari beruang modern saat ini untuk mempelajari sejarah spesiesnya. Penelitian dilakukan dengan menganalisis informasi genetika dari nukleus (inti sel) lebih dari 40 beruang, baik itu beruang coklat, beruang hitam, dan beruang kutub.

Penelitian sebelumnya umumnya dilakukan berdasarkan DNA mitochondrial. Biasanya, fragmen materi genetik mengandung komponen sel kecil, dan itulah yang disebut mitochondria. Penelitian ini menyebut bahwa beruang kutub berevolusi dari masa Pleistosin pertengahan, sekitar 600.000 tahun lalu. Ini merupakan gambaran dari skenario terbaru dalam sejarah evolusi beruang.

Mamalia pun diketahui memiliki waktu lebih dulu untuk mengkoloni dan beradaptasi di kehidupan Arktik yang keras. Mereka juga diduga telah mengalami variasi siklus panas dan dingin. Sedikitnya diversitas genetika beruang kutub memperlihatkan bahwa perubahan lingkungan, seperti fase hangat, bisa mengurangi jumlah populasi dalam skala besar.

Para beruang kutub ini pun dianggap menghadapi tantangan lain. Ini termasuk rusaknya habitat mereka, perburuan liar, dan dampak polusi lingkungan. "Walau beruang kutub bertahan melalui sejumlah fase hangat di masa sebelumnya, sejumlah penyebab stres yang disebabkan manusia (seperti perubahan habitat dan akumulasi racun yang mempengaruhi rantai makanan mereka), bisa memperbesar dampak perubahan iklim saat ini, dan menjadi ancaman bagi keselamatan hidup beruang kutub," tulis hasil penelitian itu di jurnal "Science".

Menanggapi hasil penelitian ini, Dr Steven Amstrup, kepala peneliti Polar Bears International, mengatakan perkiraan usia beruang kutub belum terbilang mapan. Bahkan jika mereka 'terpisah' dari beruang moyang mereka, mereka harus melalui dua periode yang lebih hangat dari masa sekarang. Amstrup jugamengatakan, sebagian besar eksistensi mereka dilanjutkan dengan bertahan di usia yang lebih dingin.

"Ini melanjutkan bukti bahwa beruang kutub beradaptasi ke lingkungan dingin. Mereka belum berpengalaman menghadapi iklim yang lebih hangat, seperti yang diperkirakan terjadi dalam 100 tahun ke depan," ucap Amstrup. | BBC


Beruang kutub dan beruang cokelat rupanya jenis yang berbeda sejak beberapa waktu silam, seperti yang dinyatakan dalam penelitian terbaru. Masa keragaman itu berasal dari beruang cokelat yang hidup di pulau Admiralty, Baranof, dan Chichagof (ABC) di Alaska. teknologi.news.viva.co.id


Gambar 5. Beruang kutub dan beruang coklat 

Pada akhir zaman es, sebuah populasi beruang kutub terjebak dan terisolasi di kepulauan kawasan Alaska akibat menyurutnya es di permukaan laut. Sementara itu, beruang-beruang coklat jantan berenang menyeberangi laut menuju kepulauan tersebut dan kawin dengan beruang-beruang kutub betina di sana. Seiring waktu berlalu, persilangan ini mengubah populasi beruang kutub menjadi beruang coklat.


Bukti untuk skenario mengejutkan ini diperlihatkan dalam sebuah studi genetik beruang kutub dan beruang coklat, di bawah pimpinan para peneliti dari University of California, Santa Cruz. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS Genetics ini menunjukkan bahwa beruang kutub dan beruang coklat memiliki kekerabatan yang sangat erat serta menghasilkan keturunan hibrida (hasil persilangan) yang subur, hasil yang bertolak belakang dengan gagasan-gagasan sebelumnya tentang sejarah evolusi dari kedua jenis beruang tersebut.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa perkawinan silang yang terjadi di masa lalu mengakibatkan semua beruang kutub memiliki gen yang berasal dari beruang coklat. Namun studi terbaru kali ini menunjukkan bahwa episode aliran gen antara kedua spesies tersebut hanya terjadi dalam populasi beruang kutub yang terisolasi dan tidak berdampak pada populasi yang lebih besar.

Pusat kebingungannya adalah populasi beruang coklat yang hidup di kepulauan kawasan sebelah tenggara Alaska, yaitu pulau Admiralty, Baranof, dan Chicagof, atau dikenal sebagai Kepulauan ABC. Beruang-beruang coklat di kepulauan ini memiliki kesamaan genetik yang mencolok dengan beruang kutub. http://www.faktailmiah.com


Gambar 6.Beruang coklat Kepulauan ABC memiliki kekerabatan yang lebih dekat dengan beruang kutub betina dibanding dengan beruang kutub jantan. (Kredit: Michael Dobson)

“Populasi beruang coklat ini nampak benar-benar aneh secara genetis, dan memunculkan kontroversi berkepenjangan mengenai kekerabatannya dengan beruang kutub. 

Shapiro bersama rekan-rekannya menganalisis data luas urutan DNA dari tujuh ekor beruang kutub, seekor beruang coklat Kepulauan ABC, seekor beruang coklat daratan Alaska, dan seekor beruang hitam. Analisis juga dilengkapi dengan data genetik beruang-beruang lain berdasarkan hasil dari studi sebelumnya. Tim riset menemukan bahwa beruang kutub merupakan spesies yang sangat homogen dengan tidak adanya bukti garis keturunan beruang coklat. Sebaliknya, beruang coklat Kepulauan ABC secara jelas menunjukkan bukti garis keturunan beruang kutub.

Temuan utamanya; sekitar 6,5 persen kromosom X pada beruang Kepulauan ABC diturunkan dari beruang kutub. Artinya, beruang coklat Kepulauan ABC berkerabat lebih dekat dengan beruang kutub betina dibanding dengan beruang kutub jantan, kata Shapiro.

Untuk memahami bagaimana perkawinan silang bisa memunculkan hasil yang tak terduga ini, tim riset menjalankan simulasi berbagai skenario demografis. “Dari semua model yang kami uji, skenario yang terbaik adalah di mana beruang coklat jantan berpindah ke kepulauan tersebut dan secara bertahap mengubah populasi beruang kutub menjadi beruang coklat,” ungkap penulis pertama James Cahill, pascasarjana University of California, Santa Cruz, dalam bidang ekologi dan biologi evolusi.

Skenario ini konsisten dengan perilaku beruang coklat maupun beruang kutub, kata rekan penulis Ian Stirling, ahli biologi University of Alberta di Edmonton, Kanada. Campuran beruang kutub dan beruang coklat bisa terlihat saat ini di Laut Beaufort Kanada, di mana beruang coklat jantan dewasa mengembara melintasi es laut yang tersisa di akhir musim semi dan sesekali kawin dengan beruang kutub betina. Di kawasan-kawasan seperti bagian barat Hudson Bay dan pantai Rusia, beruang kutub lebih banyak menghabiskan waktunya di darat dalam merespon pemanasan iklim dan menyurutnya es laut. Perilaku semacam ini mungkin berasal dari beruang kutub yang dulu terdampar di Kepulauan ABC pada akhir zaman es.

Beruang coklat jantan yang masih muda cenderung meninggalkan wilayah tempat mereka dilahirkan untuk mencari wilayah-wilayah baru. Mereka mungkin telah tersebar menyeberangi perairan, dari daratan Alaska ke Kepulauan ABC, dan melakukan perkawinan silang dengan beruang kutub yang terdampar di sana saat es laut mengalami penyurutan.

“Kombinasi genetika dan perilaku persilangan antar beruang coklat dan beruang kutub di alam liar masa kini menunjukkan identitas beruang Kepulauan ABC yang sesungguhnya: mereka adalah keturunan dari banyak imigran beruang coklat jantan dan beberapa beruang betina di masa lalu.



Gambar 7. Beruang kutub secara genetis merupakan spesies yang sangat homogen dan tak ada bukti garis keturunan beruang coklat dalam populasi mereka. (Kredit: Paul Nicklen)

Temuan ini menunjukkan bahwa pemanasan iklim yang berkelanjutan dan menyurutnya es laut Arktik bisa menyebabkan kejadian sama yang lebih luas lagi, ungkap rekan penulis Richard E. (Ed) Green, asisten profesor teknik biomolekuler di Sekolah Teknik Baskin, University of California, Santa Cruz, “Dengan mencairnya es di Kutub Utara, apa yang akan terjadi pada beruang kutub? Di Kepulauan ABC, beruang kutub menghilang. Kini mereka adalah beruang coklat, namun dengan gen beruang kutub yang masih ada dalam genom mereka.”

Studi-studi genetik beruang coklat Kepulauan ABC sebelumnya berfokus pada DNA mitokondria, jenis DNA yang terpisah dari kromosom dan yang hanya diturunkan melalui garis keturunan betina. DNA mitokondria dari beruang coklat Kepulauan ABC dan beruang kutub ternyata cocok lebih erat dibanding dengan beruang coklat lainnya, yang membuat beberapa ilmuwan menduga bahwa beruang coklat Kepulauan ABC-lah yang memunculkan beruang kutub modern.

Sedangkan studi kali ini berfokus pada “DNA nuklir” yang terbawa pada kromosom dalam inti sel. Studi ini merupakan yang terbaru dari serangkaian studi genetik beruang kutub yang dipublikasikan dalam beberapa tahun terakhir, di mana tiap-tiap studi menyodorkan gagasan-gagasan baru mengenai kekerabatan antara beruang kutub dan beruang coklat. Sebuah studi fosil dan DNA mitokondria di tahun 2010 mendukung gagasan bahwa beruang kutub berevolusi dari beruang coklat Kepulauan ABC. Namun studi di tahun 2011, yang meneliti DNA mitokondria dari beruang coklat Irlandia, jenis beruang yang telah punah, menunjukkan kekerabatan yang lebih dekat dengan beruang kutub serta menyimpulkan bahwa DNA mitokondria beruang kutub diperoleh dari hasil perkawinan silang dengan beruang coklat Irlandia. Kini Shapiro merasa beruang coklat Irlandia mungkin menjadi contoh lain dari apa yang terjadi di Kepulauan ABC, namun ia tak bisa memastikannya sampai dia mempelajari DNA nuklir dari beruang-beruang tersebut.

“Dalam tinjauan ulang, saya merasa kami salah mengenai pengarahan aliran gen antara beruang kutub dan beruang coklat Irlandia. Dua studi yang dipublikasikan pada tahun 2012 lalu memanfaatkan data DNA nuklir untuk mencoba menentukan kapan keturunan beruang kutub menyimpang dari keturunan beruang coklat. Studi pertama, dipublikasikan pada bulan April dalam jurnal Science, menunjukkan terjadinya penyimpangan sekitar 600.000 tahun yang lalu serta menyimpulkan bahwa beruang kutub mewarisi DNA mitokondria beruang coklat, hasil dari perkawinan silang di masa lalu. Studi kedua, dipublikasikan pada bulan Juli dalam jurnalProceedings of the National Academy of Sciences, menunjukkan bahwa beruang coklat, beruang hitam dan beruang kutub mengalami penyimpangan sekitar 4-5 juta tahun yang lalu, diikuti dengan berulangnya episode perkawinan silang antara beruang kutub dan beruang coklat.

Meski studi baru kali ini tidak menjawab soal kapan beruang kutub menyimpang dari beruang coklat, namun hasilnya dapat membantu memilah berbagai hasil yang bertentangan dari studi-studi sebelumnya. Penelitian ini mengindikasikan bahwa penyimpangan beruang kutub dari beruang coklat terjadi tak begitu lama, selang beberapa lama setelah terjadinya pemisahan antara garis keturunan beruang coklat dan beruang hitam.Jurnal: James A. Cahill, Richard E. Green, Tara L. Fulton, Mathias Stiller, Flora Jay, Nikita Ovsyanikov, Rauf Salamzade, John St. John, Ian Stirling, Montgomery Slatkin, Beth Shapiro. Genomic Evidence for Island Population Conversion Resolves Conflicting

Suku Ursidae merupakan keturunan dari nenek moyang predator pemajat pohon (Miacidae) yang memiliki ukuran tubuh lebih kecil pada 25 juta tahun yang lalu (Herrero, 1999). Kedelapan jenis beruang modern saat ini berasal dari Ursavus, yang berasal dari kawasan sub tropis Eropa pada periode Miocene lebih dari 20 juta tahun yang lalu (Craighead, 2000). Ward dan Kynaston (1995) menyatakan pada zaman Miocene tersebut,Ursavus mengalami peningkatan ukuran tubuh dan mengalami pertumbuhan bentuk gigi dari pemakan binatang (faunivorous) menjadi bentuk gigi yang seperti sekarang dengan geraham yang melebar dan lebih datar. Menurut Augeri (2005) perubahan bentuk gigi tersebut menjadikan beruang saat ini frugivoirous dan herbivorous.

Terdapat tiga jalur evolusi utama beruang modern yang berasal dari Ursavus (gambar 1). Panda merupakan jenis beruang modern yang paling tua (Gittleman, 1999) yang terpisah dari Ursavus dan diturunkan dari Agriarctos sekitar 20 juta tahun yang lalu (Ward dan Kynaston, 1995). Hasil analisis molekuler diketahui bahwa Tremarctos ornatus merupakan beruang modern tertua kedua (Waits dkk, 1999) yang terpisah dariUrsavus elemensis sekitar 14 juta tahun yang lalu (Ward dan Kynaston 1995), saat ini beruang tersebut hanya ditemukan di Amerika Selatan (Nowak, 1991).

Keturunan langsung dari jalur ketiga yang merupakan anak suku Ursinae atau beruang ursine sejati adalah Protursus yang diturunkan dari U. elemensis pada 12-10 juta tahun yang lalu. Sedangkan Ursus minimus yang merupakan beruang ursine sejati pertama diturunkan dari Protorsus pada 5 juta tahun yang lalu (Ward dan Kynaston, 1995). Menurut Craighead (2000) beruang madu yang hidup di Asia Tenggara adalah berasal dari garis keturunan utama U. minimus sekitar satu juta tahun yang lalu setelah Melursus ursinus (sloth bear) bercabang, tetapi filogenetik dari beruang madu dalam Ursidae belum terlalu jelas. Hasil analisis mtDNA oleh Zhang dan Ryder (1994) terindikasi bahwa beruang madu dan beruang hitam Amerika (Ursus americanus)terpisah secara bersamaan setelah Melursus ursinus dan kemudian menurunkan beruang hitam asia (Ursus thibetanus). Beruang madu memiliki hubungan yang paling dekat dengan U. americanus yang diketahui dari urutan DNA dari bagian lingkar D (D-loop), cytochrom b, 12S rRNA, tRNApro dan tRNAthr (Zhang dan Ryder, 1994).

Namun Goldman dkk (1989) menyatakan bahwa jarak genetik antara Helarctos malayanus dengan U. arctos (beruang cokelat himalaya) sebesar 0,026 yang lebih dekat daripada antara Helarctos malayanusdengan U. thibethinus (0,037) dan antara Helarctos malayanus dengan M. ursinus (0,050). Sehingga antaraHelarctos malayanus dengan M. ursinus memiliki perbedaan morfologi yang telah beradaptasi selama 5-7 juta tahun yang lalu.

Terdapat beberapa perbedaan pendapat mengenai marga Helarctos bagi beruang madu. Meijaard (2004) menyatakan bahwa beruang madu seharusnya termasuk dalam marga Ursus dengan nama spesies Ursus malayanus. Berdasarkan variasi craniometrik dari spesimen beruang madu di Asia Tenggara beruang madu di Borneo merupakan anak jenis tersendiri dan mengusulkan nama Ursus malayanus euryspilus. Spesimen beruang madu Borneo memiliki tubuh yang lebih kecil dan barisan gigi yang lebih panjang. Sedangkan spesimen yang berasal dari Sumatera, Semenanjung Malaysia dan Asia daratan tidak memiliki perbedaan yang signifikan dan disebut Ursus malayanus malayanus. Namun Augeri (2005) menyatakan bahwa dalam studi tersebut jumlah dan jenis kelamin dari beruang madu Borneo sangat terbatas. Selain itu variasi cranial bukanlah satu-satunya pertimbangan taksonomi bagi pemisahan subspesies, pada Ursidae yang paling utama adalah besarnya derajat perbedaan morfologi, variasi fisiologi dan kemampuan reproduksi untuk menghasilkan keturunan yang fertil.

*) diambil dari Ariyanto T, Strategi Pelepasliaran Beruang Madu (Helarctos malayanus), Karya Ilmiah, Fakultas Biologi Universitas Nasional Jakarta, 2007
Loading...

0 Response to "Teori Evolusi Beruang"

Posting Komentar