Makalah Evolusi Kucing

Makalah Evolusi Kucing

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Biologi. Evolusi merupakan proses perubahan makhluk hidup secara lambat dalam waktu yang sangat lama, sehingga berkembang menjadi berbagai spesies baru yang lebih lengkap struktur tubuhnya. Perubahan-perubahan baik struktur maupun genetis dalam waktu yang sangat lama, sehingga bentuknya jauh menyimpang dari struktur aslinya dan akhirnya menghasilkan berbagai macam spesies yang ada sekarang.Jadi tumbuhan dan hewan yang ada sekarang bukanlah makhluk hidup yang pertamakali berada di bumi, tetapi berasal dari makhluk hidup di masa lampau.

Variasi adalah segala macam perbedaan yang terdapat antar individu dalam satu spesies.Hal ini dapat terjadi karena pengaruh berbagai faktor seperti suhu, tanah, makanan, dan habitat.Oleh karena itu adanya variasi merupakan bahan dasar terjadinya evolusi yang menuju ke arah terbentuknya spesies baru.Sama halnya dengan kucing yang memiliki banyak spesies yang merupakan bentuk dari variasi.

Saat ini, kucing adalah salah satu hewan peliharaan terpopuler didunia. Kucing yang garis keturunannya tercatat secara resmi sebagaikucing trah atau galur murni (pure breed), seperti persia, siam, manx, sphinx.Kucing seperti ini biasanya dibiakkan di tempat pemeliharaan hewan resmi.Jumlah kucing ras hanyalah 1% dari seluruh kucing di dunia, sisanya adalahkucing dengan keturunan campuran seperti kucing liar atau kucing kampung.Miacis dipercaya sebagai nenek moyang kucing, selain nenek moyanganjing dan beruang.Binatang liar yang memiliki rupa mirip musang ini hiduppada masa Eosen sekitar 50 juta tahun silam.Miacis mengalami evolusimenjadi berbagai keturunan kucing.Adapun perkembangan evolusi keluargakucing terbagi dalam tiga kelompok, yaitu Panthera, Acinonyx, dan Felis.Felis adalah sejenis kucing kecil, salah satunya african wild cat (Felissylvestris) yang kemudian berkembang menjadi kucing modern.Maka dari itu, makalah ini dibuat guna mengetahui nenek moyang dari kucing dan bagaimana kedekatannya dengan spesies lainnya dari kucing.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah pada malakah ini adalah :
  1. Bagaimana organisme yang dianggap nenek moyang dari kucing?
  2. Bagaimanana sejarah domestikasi dari kucing?
  3. Sebutkan taksonomi hubungan kekerabatan antara spesies kucing?

C. Manfaat

Manfaat penulisan makalah ini adalah:
  1. Untuk mengetahui bagaimana organisme yang dianggap nenek moyang dari kucing.
  2. Untuk mengetahui sejarah domestikasi kucing.
  3. Untuk mengetahui hubungan kekerabatan antara spesies spesies kucing.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah Evolusi Kucing

Evolusi adalah proses perubahan makhluk hidup secara perlahan dalam jangka waktu yang sangat lama. Perubahan itu akan menciptakan spesies baru yang berbeda dari sebelumnya. Menurut teori evolusi, makhluk hidup yang sekarang berbeda dengan makhluk hidup jaman dahulu. Nenek moyang makhluk hidup sekarang yang bentuk dan strukturnya (mungkin) berbeda mengalami perubahan-perubahan baik struktur maupun genetis dalam waktu yang sangat lama, sehingga bentuknya jauh menyimpang dari struktur aslinya dan akhirnya menghasilkan berbagai macam spesies yang ada sekarang.

Foto Kucing dan Harimau Berubah

Kucing, dalam bahasa latinnya Felis silvestrisatau Felis catus, adalah sejenis karnivora. Kata "kucing" biasanya merujuk kepada "kucing" yang telah dijinakkan, tetapi bisa juga merujuk kepada "kucing besar" seperti singa, harimau, dan macan. Kucing telah berbaur dengan kehidupan manusia paling tidak sejak 6.000 tahun SM, dari kerangka kucing di Pulau Siprus. Orang Mesir Kuno dari 3.500 SM telah menggunakan kucing untuk menjauhkan tikus atau hewan pengerat lain dari lumbung yang menyimpan hasil panen.

Gambar 1. Kucing yang dijadikan mumi
Tak seorang pun tahu kapan kucing ini mulai bercokol di bumi.Tapi, peneliti dunia masa silam percaya, nenek moyang kucing adalah Miacis.Binatang liar yang sosoknya mirip musang yang hidup pada masa Eocene, kirakira 50.000.000 tahun silam.Miacis adalah seekor binatang Miacid yang mirip dengan kucing.Ilmuwan percaya bahwa kucing, anjing dan beruang, dan banyak keturunan miacis adalah semua keturunan dari Miacid.Miacis adalah salah satu yang diketahui paling terbaik miakoida.Miacis adalah karnivora mamalia awal. Seperti banyak karnivora awal lainnya, Miacis sangat cepat beradaptasi dan tulang dan sendinya sama dengan karnivora modern. Miacis mungkin predator lincah yang memburu binatang kecil, seperti mamalia kecil, reptil, dan burung, dan mungkin memakan dan buah-buahan, membuat Miacis omnivora. Walaupun Miacis sama sekali punah 63 juta tahun tahun yang lalu, fosil mereka masih ditemukan di Eropa, dan Amerika Utara (Irsyadam,____)

Gambar 2. Fosil miacidae

Miacis diduga juga nenek moyang racoon. Bercakar lima, dan tentang ukuran seekor musang weasel. Perlu diperhatikan bahwa Miacid ke keluarga Canidae sekitar 40 juta tahun yang lalu.Serigala, rubah, anjing hutan, serigala dan akhirnya anjing berkembang dari keluarga Canidae. Paling penting sampai asal usul anjing canoid garis, memimpin dari dikirakira oleh anjing hutan Mesocyon Oligocene (38 sampai 24 juta tahun yang lalu)seperti rubah Leptocyon dan serigala seperti anjing Tomarctus yang menjelajahi Amerika Utara kirakira 10 juta tahun yang lalu. Dari masa Tomarctus, karnivora yang seperti anjing sudah menyebar di seluruh dunia.Cynodictis muncul sekitar 20 juta tahun lalu di bangsa Oligocene dan mirip anjing modern.Jari kaki kelimanya menunjukkan tanda kekurangan (tanda perkembangan dewclaw).Walaupun musang menyerupai seekor kucing lebih dari seekor anjing seharusnya menjadi kemiripan hidup Cynodictis. Bulan Agustus 2008 tim peneliti kandungan minyak Venezuela berhasil menemukan fosil kucing raksasa bertaring tajam di wilayah tenggara Caracas. Ini merupakan temuan paling penting di Amerika Selatan selama kurun waktu 60 tahun, ujar paleontologis dari Institut Sains Venezuela Ascanio Rincon (Irsyadam, _____).

Kucing yang sedang berkelahi menegakkan rambut tubuh dan melengkungkan punggung agar mereka tampak lebih besar. Serangan biasanya terdiri dari tamparan di bagian wajah dan tubuh dengan kaki depan yang kadang disertai gigitan. Luka serius pada kucing akibat perkelahian jarang terjadi karena pihak yang kalah biasanya akan lari setelah mengalami beberapa luka di wajah. Jantan yang aktif biasanya sering terlibat banyak perkelahian sepanjang hidupnya. Hal ini tampak pada berbagai luka dibagian wajah, seperti hidung atau telinga. Kucing betina kadang juga terlibat perkelahian untuk melindungi anak-anaknya bahkan kucing steril pun akan mempertahankan daerah kecilnya dengan gigih. Melihat dari perilaku kucing yang ada saat ini, kucing liar yang merupakan nenek moyang kucing peliharaan diperkiraan berevolusi pada iklim gurun. Kucing senang dengan suasana hangat dan sering tidur di bawah hangatnya sinar matahari. Kotorannya biasanya kering dan kucing lebih sukamenguburnya di tempat berpasir.Kucing dapat mematung, tidak bergerak cukup lama terutama ketika sedang mengintai mangsa atau bersiap untuk menerkam. Di Afrika Utara masih ditemukan kucing liaryang mungkin berkerabat dekat dengan nenek moyang kucing peliharaan saat ini. Karena memiliki kekerabatan yang dekat dengan binatang gurun, ketahanan kucing terhadap panas dan dinginnya iklim daerah subtropis agak terbatas. Kucing tidak tahan terhadap kabut, hujan, dan salju, meskipun ada beberapa jenis seperti Norwegian Forest Cat dan Maine Coon yang mampu bertahan; dan berusaha mempertahankan suhu tubuh normalnya, yaitu 39°C, dalam keadaan basah. Kebanyakan kucing tidak suka berendam dalam air, kecuali jenis Turkish Van (Yunus, 2012).

Catatan paling awal tentang usaha domestikasi (penjinakan) kucing adalah sekitar tahun 4000 SM di Mesir, ketika kucing digunakan untuk menjaga toko bahan pangan dari serangan tikus.Namun, baru-baru ini dalam sebuah makam di Shillourokambos, Siprus, bertahun 7500 SM, ditemukan kerangka kucing yang dikuburkan bersama manusia.Karena tikus bukanlah hewan asli Siprus, hal ini menunjukkan bahwa paling tidak pada saat itu, telah terjadi usaha domestikasi kucing (Haryo, 2013).

Kerangka kucing yang ditemukan di Siprus ini mirip dengan spesies kucing liar yang merupakan nenek moyang kucing rumahan saat ini.Karnivora pertama muncul dari kelompok hewan yang dikenal sebagai miacoids sekitar 60 sampai 80 juta tahun lalu. Tentang ukuran kucing domestik, 1 sampai 3 kg (2 sampai 7 lb), miacoids adalah arboreal (penghuni pohon) dan telah mengembangkan carnassials (pemotongan gigi tajam) yang mereka gunakan untuk memotong dan menghancurkan. Miacoids adalah nenek moyang harimau tertua yang tercatat sampai saat ini (Haryo, 2013).


Gambar 2. Ilustrasi dari miacis 

Harimau adalah anggota terbesar dari keluarga kucing dan dekat dengan kucing besar lainnya, seperti leopard dan singa.Banyak ahli berasumsi bahwa hewan inilah nenek moyang kucing yang ada sekarang. Hal ini diperkuat dengan penelitian Bhak, seorang penemu sekuen gen baru dari harimau, leopard salju dan singa, terhadap harimau berumur 9 tahun yang ada di Kebun Binatang di Korea Selatan yang dibandingkan dengang kucing domestik dan ternyata hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kedua hewan tersebut memiliki 95.6% kesamaan gen (Ghose, Tia dalam Wahyuni 2015). 

Sekitar Sembilan juta tahun yang lalu, terbentuk garis Bay cat atau Bornean cat.Ukurannya lebih sedang. Kebanyakan berada di hutan di.Kemudian pada sekitar 8.5 juta tahun yang lalu, diperkirakan terbentuk garis keturunan kucing Caracal yang terdiri atas Kucing emas yang merupakan hewan asli Afrika.Hewan ini memiliki kaki dan telinga yang panjang.Selama waktu perkembangan kucing, pada delapan jutatahun yang lalu, terbentuk garis keturunan Ocelot. Garis keturunan ini diperkirakan berada di Amerika Tengah dan Amerika Selatan, dimana Ocelot memiliki 36 kromosom, sementara kucing lainnya memiliki 38 kromosom. Sekitar tujuh juta tahun yang lalu, terbentuk garis keturunan kucing Lynx di Amerika utara.Disamping ekornya yang pendek, kucing Lynxmampu menyesuaikan diri dengan suhu di berbagai daerah di Eropa.Berbagai garis keturunan kucing yang telah terbentuk kemudian menyebar ke daerah baru. Seiring pertambahan usia dan kematanganseksual, pejantan kucing berpindah ke teritori baru, seperti, dari Asi ke Afrika, dari ke Amerika kemudian ke Amerika Selatan. Penyebaran kucing ini menyebabkan perkawinan antar garis keturunan yang berbeda dan menciptakan garis keturunan baru.Hal ini ditandai dengan terbentuknya garis keturunan kucing Puma pada sekitar 6.5 juta tahun yang lalu. Kucing yang termasuk garis keturunan Puma adalah puma, citah dan jaguar. Kemudian terbentuk pula garis keturunan Leopard pada sekitar 6 juta tahun yang lalu.Dimana yang termasuk kelompok garis keturunan leopard adalah fishing cat, kucing berkepala rata, dan kucing bertotol karat. Akhirnya, sekitar tiga miliar tahun yang lalu, garis keturunan kucing domestik terbentuk.Yang dianggap jenis kucing yang menjadi pendahulu pembentuk garis keturunan ini adalah kucing liar, kucing pasir, kucing berkaki hitam dan kucing rimba.Sekitar sepuluh ribu tahun yanglalu, kucing mulai mengalami domestikasi menjadi kucing yang lebih jinak dan familiar seperti yang ada di sekitar kita (Churc, Glen dalam Wahyuni, 2015).

Gambar 2.Bagan kekerabatan kucing

Peneliti sebelumnya beranggapan bahwa orang Mesirlah yang pertama memelihara kucing, yaitu sejak 3.600 tahun yang lalu, dimanakucing dianggap sebagai dewa oleh rakyat mesir.Pada tahun 2004, Jean dari National Museum of Natural History in Paris melaporkan bahwa, ditemukan bukti adanya kuburan manusia dan disampingnya terdapat kuburan kucing yang dibaringkan searah dengannya. Fosil tersebut diperkirakan berumur 9.500 tahun. Hal ini mengungkapkan bahwa telah ada kedekatan antara manusia dan kucing sejak 10.000 tahun yang lalu (Driscoll dkk, dalam Wahyuni, 2015).

Menurut Fiona Marshall, seorang profesor Anthropologi di Washington University, bukti dimulainya hubungan antara kucing dan manusia mulai terlihat jelas ketika agrikultur di China semakin berkembang. Sekitar 5.560 sampai 5.280 tahun yang lalu, di Sanghai, ibukota China, agrikultur menjadi hal yang paling diminati. Hasil pertanian cukup melimpah dan berlebih. Sehingga banyak penduduk yang menyimpan hasil pertaniannya di dalam keramik. Masalah yang kemudian dihadapi adalah tikus. Tikus memakan gandum dan beras yang disimpan. Hal ini dapat diketahui melalui fosil dari tikus yang ditemukan oleh arkeolog tersebut. Dimana, pada fosil gigi tikus, terdapat kandungan gabah, artinya tikus-tikus tersebut telah mengonsumsi gandum atau padi tersebut. Ditempat yang sama, ditemukan pula 8 fosil gigi kucing. Berdasarkan hasil pemeriksaan isotop pada gigi kucing diketahui bahwa, kucing tersebut telah memakan hama petani tersebut. Sejak saat itu diasumsikan hubungan antara manusia dan kucing semakin dekat (Everding, Gerry dalam Wahyuni 2015).

Banyak ahli Percaya bahwa varietas kucing rumahan yang ada sekarang berasal dari satu jenis kucing liar, yaitu Felis silvestris. Tapi haltersebut masih diragukan. Sehingga, pada tahun 2000, Driscoll, mengumpulkan sekitar 979 DNA dari kucing liar dan kucing domestic dari Afrika, Azerbaijan, Kazakhstan, Mongolia dan Timur Tengah. Karena kucing liar tipe hewan yang cenderung punya dan mempertahankan daerah territorial,dia memperkirakan bahwa DNA kucing liar cenderung stabil dari waktu ke waktu. Diperkirakan pula bahwa, semua kucing domestik yang adamerupakan hasil evolusi dari salah satu populasi kucing liar, sehingga bukti domestikasi kucing dapat dibangun. Ternyata berdasarkan hasilanalisis genetika, menunjukkan bahwa DNA dari semua kucing sangat mirip dan ternyata setelah dikelompokkan, kebanyakan kucing yang berada digrup yang sama, berasal dari daerah yang sama. Berdasarkan penelitian ini terungkaplah bahwa terdapat lima kelas genetik dari kucing liar, yaitu Felis silvestris silvestris di Eropa, Felis silvestris bieti di China, Felis silvestris ornate di Asia Tengah dan Felis silvestris cafra di Asia tenggara. Ditemukan pula subspecies dari kucing liar di Timur Tengah yaitu Felis silvestris lybica. Diantara semua jenis kucing liar yang telah dikelompokkan tadi, jenis Felis silveris lybicalah yang paling jinak. Sehingga Driscoll menarik kesimpulan bahwa jenis Felis silvestris lybica telahlebih dulu mengalami domestikasi.Sehingga, dapat ditarik asumsi bahwa jenis Felis silvestris lybica menjadi pendahulu kucing domestik yang ada sekarang (Driscoll, dalam Wahyuni, 2015).

B. Domestikasi Kucing
Gambar 4. Simbol pada dinding makam yang menandakan orang mezir menghormati kucing, dan Sebuah topeng perunggu digunakan dalam pemakaman mumi kucing  di Mesir kuno.


Catatan paling awal tentang usaha domestikasi kucing adalahsekitar tahun 4000 SM di Mesir, ketika kucing digunakan untukmenjaga toko bahan pangan dari serangan tikus.Namun, baru-baruini dalam sebuah makam di Shillourokambos, Siprus,bertahun 7500 SM, ditemukan kerangka kucing yang dikuburkanbersama manusia.Karena tikus bukanlah hewan asli Siprus, halini menunjukkan bahwa paling tidak pada saat itu, telah terjadiusaha domestikasi kucing.Kerangka kucing yang ditemukan di Siprus ini mirip dengan spesies kucing liar yang merupakan nenek moyang kucing rumahan saat ini.

Pada tahun 1800an ditemukan suatu kuburan atau tepatnya "situs" berisikan 300.000 mumi kucing dalam keadaan masih utuh, yang menandakan dahulu kucing memang suatu hewanyang spesial. Orang Mesir kuno menganggap kucing sebagai penjelmaan Dewi Bast, juga dikenal sebagai Bastet atau Thet. Hukuman untuk membunuh kucing adalah mati, dan jika ada kucing yang mati kadang dimumikan seperti halnya manusia. Pada abad pertengahan, kucing sering dianggap berasosiasi dengan penyihirdan sering dibunuh dengan dibakar atau dilempar dari tempat tinggi. Beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa takhyul seperti inilah yangmenyebabkan wabah Black Death menyebar dengan cepat.Black Death diperkirakan merupakan sebuah wabah penyakit pes di Eropa pada abad ke14.Cepatnya penyebaran wabah ini menyebabkan banyak orang waktu itu percaya bahwa setanlah yang menyebabkan penyakit tersebut. Pernyataan Paus menyebutkan bahwa kucing yang berkeliaran dengan bebas telah bersekutu dengan setan. Karena pernyataan ini, banyak kucing dibunuh di Eropa pada saat itu. Penurunan jumlah populasi kucing menyebabkan meningkatnya jumlah tikus, hewan pembawa penyakit pes yang sesungguhnya (Haryo, 2013).

C. Klasifikasi kucing (felidae)

Kemiripan bentuk fisik anggota Felidae menyebabkan pada masa lalu anggota-anggotanya dikelompokkan pada satu marga (Felis) atau dua marga saja (Felis, kucing kecil, dan Panthera, kucing besar). Kajian filogeni dengan menggunakan bantuan teknik molekular menunjukkan bahwa variasi di dalam anggota Felidae cukup besar, sehingga klasifikasi berikut yang sekarang mulai dianut oleh para peminat zoologi. Ada 37 spesies Felidae yang diketahui di dunia saat ini. Moyang Felidae diduga berasal dari daratan Asia danmenyebar ke benua lainnya lewat jembatan darat (Vella, Carolyn 
et al. 2002. Robinson's Genetics for Cat Breeders and Veterinarians, 4th ed. Oxford: Butterworh Heinemann ISBN 0750640693 dalam wikipedia Felidae). 

evolusi kucing Kemiripan bentuk fisik anggota Felidae menyebabkan pada masa lalu anggota-anggotanya dikelompokkan pada satu marga (Felis) atau dua marga saja (Felis, kucing kecil, dan Panthera, kucing besar). Kajian filogeni dengan menggunakan bantuan teknik molekular menunjukkan bahwa variasi di dalam anggota Felidae cukup besar, sehingga klasifikasi berikut yang sekarang mulai dianut oleh para peminat zoologi. Ada 37 spesies Felidae yang diketahui di dunia saat ini. Moyang Felidae diduga berasal dari daratan Asia danmenyebar ke benua lainnya lewat jembatan darat (Vella, Carolyn  et al. 2002. Robinson's Genetics for Cat Breeders and Veterinarians, 4th ed. Oxford: Butterworh Heinemann ISBN 0750640693 dalam wikipedia Felidae).
Gambar 5. Pohon filogenetik kucing

Klasifikasi ilmiah
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Class : Mammalia
Ordo : Carnivora
Subordo : Feliformia
Famili : Felidae
Subfamili : Felinae

Genus Felis
Kucing liar, Felis silvestris
Kucing gurun atau Kucing liar Afrika, Felis silvestris lybica
Kucing peliharaan, Felis silvestris catus
Kucing pasir, Felis margarita Kucing hutan, Felis chaus
Kucing berkaki hitam, Felis nigripes Kucing Gunung Cina, Felis bieti

Genus Otocolobus
Kucing Pallas, Otocolobus manul

Genus Catopuma
Kucing emas Asia, Catopuma temminckii
Kucing merah, Catopuma badia (syn. Felis badia)

Genus Profelis
Kucing emas afrika, Profelis aurata

Genus Prionailurus (kucing hutan)
Kucing hutan "meong congkok", Prionailurus bengalensis (syn. Felis bengalensis)
Kucing bakau, Prionailurus viverrinus (syn. Felis viverrinus)
Kucing kepala datar, Prionailurus planiceps
Kucing totol, Prionailurus rubiginosus

Genus Lynx
Eurasian Lynx, Lynx lynx Spanish Lynx, Lynx pardinus
Canadian Lynx, Lynx canadensis Bobcat, Lynx rufus

Genus Caracal
Karakal, Caracal caracal

Genus Leptailurus
Serval, Leptailurus serval

Genus Leopardus
Ocelot, Leopardus pardalis, Margay, Leopardus wiedii
Kucing berpola titik kecil, Leopardus tigrinus
Kucing andes, Leopardus jacobita Colocolo, Leopardus colocolo
Kucing pampa, Leopardus pajeros Kodkod, Leopardus guigna
Geoffroy's Cat, Leopardus geoffroyi
Kucing pantanal Leopardus braccatus

Genus Pardofelis
Kucing batu, Pardofelis marmorata (syn. Felis marmorata)

Genus Puma
Puma, Puma concolor
Jaguarundi, Puma yaguarondi
Subfamilia Pantherinae

Genus Neofelis
Macan dahan, Neofelis nebulosa Macan dahan sunda, Neofelis diardii

Genus Uncia
Macan Tutul Salju, Uncia uncia

Genus Panthera
Singa, Panthera leo Harimau, Panthera tigris
Macan Tutul, Panthera pardus Jaguar, Panthera onca
Subfamily Acinonychinae

Genus Acinonyx
Cheetah, Acinonyx jubatus

Tak hanya itu, dari hasil kawin antara kucing menghasilkan beberapa kucing peliharaan. Sejauh ini ada beberapa jenis ras kucing di dunia, yaitu; Abyssinian, American Shorthair, American Wirehair, Angora, Balinese, birman, bombay, British Shorthair, burmese, Colourpoint (Himalayan), Cymric (Longhaired Manx), Egyptian Mau, Exotic Shorthair, Havana Brown, Japanese Bobtail, javanese, korat, Maine Coon, manx, Norwegian Forest Cat, Oriental Shorthair, Peke-faced Persian, Persia (Longhair), ragdoll, rex, russian blue, Scottish Fold, siamese, Singapura, Snowshoe, somali, Sphynx, Tonkinese, Turkish ( http://library.binus.ac.id /eColls/ eThesisdoc/ Bab2/ 2012 - 2 - 01888- DS % 20 Bab 2001.pdf ) 


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari makalah ini adalah;
  1. Organisme yang dianggap nenek moyang dari kucing adalah miacis yang memiliki sifat karnifora. Miacis adalah binatang liar yang sosoknya mirip musang yang hidup pada masa Eocene. 
  2. Sejarah domestikasi dari kucing diyakini dimulai pada zaman mesir kuno yang menggunakan kucing sebagai penjaga toko dan hasil panen serta diyakini sebagai perwujudan dari dewaa. 
  3. Taksonomi hubungan kekerabatan antara spesies kucing terdiri dari 3 sub familia yakni pantera, acinomyx serta felis yang memiliki banyak genus. 
B. Saran
Disarankan pembaca dan penulis agar bisa mengetahui lagi bagaimana mekanisme evolusi dari kucing (tubuhnya) dan juga mengenai ras kucing.

Daftar Pustaka

Irsyadam, Muhammad. ___________. Sejarah Kucing. https:// irsyadam. wordpress.com /sejarahkucing/ diakses pada tanggal 11 desember 2015.

Haryo, Regi. 2013. Sejarah Domestikasi Kucing. http: //rumahpedulikucing.blogspot.co.id /2013/11/sejarahdomestikasikucing.html diakses tanggal 29 november 2015. 

Wahyuni, Sri, dkk. 2014. Evolusi Kucing. http:// himabiofmipaunm. blogspot.co.id/ 2014/04/ evolusikucing. html. Diakses 29 november 2015. 

Wikipedia. 2015. Felidae. https://id.wikipedia.org/wiki/Felidae. diakses pada tanggal 11 desember 2015.

_________. 2015. Kucing. https://id.wikipedia.org/wiki/Kucing. Diakses pada tanggal 11 desember 2015.

Yunus, Ahmad. 2012. Felidae Family (Keluarga Kucing) http:// www.crawlingsky. blogspot.co.id /2012/10/felidaefamilykeluargakucing.html. Diakses 11 oktober 2015.

0 Response to "Makalah Evolusi Kucing"

Posting Komentar