Hasil Belajar Peserta Didik

Hasil Belajar Peserta Didik


Biologi. Hasil belajar dipandang sebagai dua sisi yaitu sisi peserta didik dan sisi guru. Dari sisi peserta didik belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Sedangkan dari sisi guru hasil belajar merupakan saat terselesaikannya bahan pelajaran (Hamalik, 2006).

Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Dijelaskan bahwa Horward Kingsley membagi tiga macam hasil belajar, yakni (a) keterampilan dan kebiasaan, (b) pengetahuan dan pengertian, (c) sikap dan cita-cita. Masing-masing hasil belajar dapat diisi dengan bahan yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Selain itu, Gegne membagi lima kategori hasil belajar, yakni: (a) informasi verbal, (b) keterampilan intelektual, (c) strategi kognitif, (d) sikap, (e) keterampilan motoris. Dalam sistem pendidikan nasional, rumusan tujuan pendidikan baik tujuan kurikulum maupun tujuan instruksional menggunakan klasifikasi hasil belajar dari Benyamin Bloom yang secara garis besar membaginya menjadi tiga ranah, yaitu ranah kognitif, ranah efektif, dan ranah psikomotorik. Ketiga hal itu, ranah kognitiflah yang paling banyak dinilai oleh para guru di sekolah karena berkaitan dengan kemampuan para peserta didik dalam menguasai isi bahan pelajaran (Sudjana, 2005).


Hasil Belajar Peserta Didik

Hasil belajar seringkali digunakan sebagai ukuran untuk mengetahui seberapa jauh seseorang menguasai bahan yang sudah diajarkan. Untuk mengaktualisasikan hasil belajar tersebut diperlukan serangkaian pengukuran menggunakan alat evaluasi yang baik dan memenuhi syarat. Pengukuran demikian dimungkinkan karena pengukuran merupakan kegiatan ilmiah yang dapat diterapkan pada berbagai bidang termasuk pendidikan. Tes hasil belajar dilakukan untuk mengukur hasil belajar yakni sejauh mana perubahan perilaku yang diinginkan dalam tujuan pembelajaran (Purwanto, 2014).

Tes hasil belajar merupakan butir tes yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar tes hasil belajar dibuat mengacu pada kompetensi dasar yang ingin dicapai, dijabarkan ke dalam indikator pencapaian hasil belajar dan disusun berdasarkan kisi-kisi penulisan butir soal lengkap dengan kunci jawabannya. Tes hasil belajar adalah tes yang digunaan untuk mengukur kemampuan peserta didik (Trianto, 2011).

Kategori Hasil Belajar

Kategori Hasil Belajar
Interval Skor/Nilai
Kategori
85-100
Sangat tinggi
65-84
Tinggi
55-64
Cukup
35-54
Rendah
0-34
Sangat rendah
Sumber : Depdikbud, 2009

KATEGORI NILAI BERDASARKAN PERMENDIKBUD NO. 81 A TAHUN 2013

Konversi Nilai Akhir
Predikat
Keterangan
Skala 0-100
Skala 1-4
86-100
4
A
SB
81-85
3.66
A-
76-80
3.33
B+
B
71-75
3
B
66-70
2.66
B
61-65
2.33
C+
C
56-60
2
C
51-55
1.66
C-
46-50
1.33
D+
K
0-45
1
D

Konversi Skor dan Predikat Penilaian



Daftar Pustaka

Depdikbud. 2009. Evaluasi dan Penilaian. Proyek Peningkatan Mutu Guru. Dirjen Dikdasmen, Jakarta.

Hamalik. 2006. Proses Belajar Mengajar. Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2015. Penilaian Hasil Belajar (Perencanaan Penilaian, Penyusunan Instrumen, dan Pelaksanaan Penilaian). Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan SMP.

Purwanto. 2014. Evaluasi Hasil Belajar. Penerbit Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Sudjana, Nana. 2005. Penilaian Proses Hasil Belajar Mengajar. Penerbit Remaja Rosdakarya, Bandung. 

Trianto. 2011. Model Pembelajaran Terpadu. Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.

0 Response to "Hasil Belajar Peserta Didik"

Poskan Komentar